HUJAN SORE KEMARIN

12.25
hujan sore kemarin

Hujan Sore Kemarin - Perempuan November : Kemarin sore hujan. Saya kegirangan bahagia walau rencana buka puasa di luar jadi batal dan rumah jadi gelap karena listrik padam. Sueeer… saya bertepuk tangan gembira menyambut gemuruh pertama hujan sore itu. Rasanya kerinduan pada hujan ini sudah sangat menggunung dan ingin diluahkan.

Saya pun naik ke lantai atas dan bergegas menuju teras. Tempat favorit saya saat hujan ya di teras atas itu. Biasanya saya akan berlama-lama berdiri disitu. Memandangi sekeliling dan membiarkan jiwa saya ramai oleh pikirian apa saja. Rencana apa saja. Dan bercerita apa saja. Dan kebiasaan waktu kecil yang masih kerap saya lakukan hingga kini pun pastinya akan muncul : menengadahkan tangan dan membiarkan air hujan yang tercurah dari atap rumah jatuh di telapak tangan saya. Menikmati angin dan tempias hujan yang menerpa tubuh, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan *eh kok kalimatnya kayak iklan apa gituh*. Ah, klasik dan klise, tapi saya menikmatinya.

Ternyata tidak hanya saya yang bergembira karena hujan sore itu. orang-orang di gang tempat saya mengontrak rumah terlihat bersuka-cita. Anak-anak berlarian main hujan-hujanan dengan riangnya. Anak laki-laki bermain bola. Anak perempuan berkejaran sepanjang gang sambil berteriak girang. Mereka mandi hujan sambil tertawa cekikikan, saling melempar busa shampoo di kepala mereka ke masing-masing temannya. Haiiiss.. saya jadi iri melihat keceriaan mereka. Ingin ikut mandi hujan. Tanpa sadar saya jadi ikut tertawa melihat kebahagiaan sederhana tersebut. Rasanya seperti melihat diri sendiri sedang asik hujan-hujan bersama para sahabat *di titik ini, saya jadi kangen teman-teman yang pernah berbagi tawa sambil berhujan-hujanan*.

hujan sore kemarin

Kebahagiaan akan datangnya hujan sore itu ternyata tak hanya milik saya dan anak-anak gang, tapi juga orang dewasa. Beberapa orang dewasa juga ikut mandi hujan. Ada yang sambil mencuci kereta. Ada pula yang hanya mandi. Di teras rumah di depan kontrakan saya, beberapa orang dewasa juga tampak menikmati hujan dengan cara memandanginya seperti yang saya lakukan.

hujan sore kemarin
Tuh kan, orang dewasa juga ikut ujan-ujanan
Ah, euphoria hujan kali ini memang lebih hidup dari biasanya. Mungkin karena sudah terlalu lama hujan absen bertandang hingga semua didera rindu. Apalagi akhir-akhir ini cuaca Medan sangat panas di atas level biasanya. Jadilah hujan begitu dinanti dan dirayakan kehadirannya.

Kamu yang di Medan, ada yang sebahagia saya dan warga gang kontrakan saya saat menyambut hujan sore kemarin?

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

15 komentar

Write komentar
Medan Wisata
AUTHOR
4 Juli 2015 12.50 delete

Ahhhh,,,, membangitkan kenangan sewaktu kecil,, pengen merasakan sejenak akan hal itu,,
bermain dibwah hujan,, bermain bola,, bebas tanpa peduli apa yang ada dipikirannya,, :D

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 12.56 delete

kalau lagi liatin anak kecil mandi hujan, kok rasanya waktu begitu cepat berlalu ya kan. rasanya baru kemarin kaki-kaki kecil kita berlarian di antara rintik hujan :)

Reply
avatar
Naa Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 13.13 delete

Yeeaahhh... akhirnya bisa mandi hujaann lagi.
Kalau kemariin saya lagi di jalan kak waktu hujan turun,, tapi ga mau neduh karna saya menikmati tiaap tetes hujan yang membasahii saya. Sampai lupa kalau lagi puasa.
Eeh.. eehh.. jadi curhat.
:D

Reply
avatar
Fikri Maulana
AUTHOR
4 Juli 2015 13.31 delete

Hujan memang menggembirakan, tak heran jika banyak orang menyambutnya dengan penuh kerinduan :D

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 14.01 delete

wah.. asik dong hujan-hujanan. eh, nggak sambil icip-icip air hujannya kan xixixii..

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 14.01 delete

iyaps.. saya termasuk yang suka rindu hujan :)

Reply
avatar
Naa Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 15.48 delete

Nggak mau di icip kak,, cuma dia maksa masuuk.. kan ga enak mau nolak.
Hahhaha...

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 16.10 delete

hahhaa.. modus bener ah dianya. alasannya keujanan, padahal sekalian icip-icip :D

Reply
avatar
Naa Siregar
AUTHOR
4 Juli 2015 20.04 delete

Hahaha... kapan* kita mandi hujan bareeng yaakk..
Biar bisa icip* an
Eehh..
Hahaha..

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
5 Juli 2015 05.29 delete

wah.. mandi hujan bareng, seru tuh :)

Reply
avatar
Naa Siregar
AUTHOR
5 Juli 2015 12.12 delete

Iyaapss kak.. apa lagi mansi hujan'a bareeng aku.
Belum pernah kan?!
:D

Reply
avatar
Naa Siregar
AUTHOR
5 Juli 2015 12.12 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
6 Juli 2015 05.39 delete

siapa bilang belum pernah mandi hujan bareng kamu?! udah pernah kok, mandi hujan debu Sinabung xixiixi..

Reply
avatar
Robby Subrata
AUTHOR
9 Juli 2015 17.53 delete

khmmm.. Lelaki hujan datang. :D

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
9 Juli 2015 20.14 delete

ah terlambat :P hujannya udah redah..

Reply
avatar