PUSINGNYA CARI RUMAH KONTRAKAN #PART 1

13.30


sumber foto : wikimapia.org

Pernah ngekos? Atau sewa rumah? Pernah ngalamin pusing sampe mau nangis tapi nggak bisa karena nyari rumah kos/kontrakan? Saya pernah hehhee. Kenapa sampai mau nangis? Ini yang mau saya ceritakan :D
Kontrakan saya habis tanggal 12 Oktober kemarin. Teman saya, Auldra sudah jelas nggak ikut ngelanjut buat kontrak rumah bareng karena tuh anak udah pindah duluan karena married September kemarin. So, tinggal lah saya dan Yoeger.

Bapak yang punya rumah bilang kalau harga kontrakannya naik. Bukan seratus dua ratus naiknya, satu juta boi. Beugh.. semisal nggak naik saja kami nggak sanggup kalau ngelanjut cuma berdua, apalagi naik satu jeti. Tapi begitu pun kami masih belum niat pindah. Jadi mikirnya ya nyari temen buat ngontrak bareng. Gampanglah itu, tinggal sebar info saja, gitu saya mikirnya (si Yoeger kayaknya mikir gitu juga deh).
Beberapa kali saya buat status di sosial media tentang ngontrak bareng itu. Yoeger juga melakukan hal yang sama. Selain itu, kami juga minta tolong teman-teman buat bantuin nyari orang buat ngontrak bareng. Juga menyempatkan diri menempel selebaran di kampus yang lokasinya dekat dengan rumah kontrakan kami. Wookeeeh… tinggal nunggu telfon aja.

Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu nggak ada perkembangan positif. Kalaupun ada yang tanya, ujung-ujungnya negatif. So, kami pun mulai menjalankan rencana alternatif untuk jaga-jaga kalau nggak dapat teman ngontrak bareng. Rencana alternatifnya adalah : mencari rumah kontrakan baru yang sesuai budget. Saya pun mulai keluar masuk gang di sepanjang jalan Serdang/Jl. H. M. Yamin. Nihil. Rata-rata rumah kos-kosan. Itu pun lumayan mahal menurut kami. Kalaupun ada kontrakan, harganyanya jauh di atas budget kami berdua.

Yoeger menemukan rumah yang cukup murah di gang Buyung Ali. Di gang tersebut memang ada rumah-rumah dikontrakkan yang posisinya berhadap-hadapan. Nah, di rumah paling ujung itu rumah si S, yang mencari teman buat sharing kontrakan. Rumah tersebut berisi 2 kamar tidur yang lumayan besar, bisa untuk 3 orang lah. Kamar mandi dan dapurnya juga luas. Saya sebenarnya awalnya kurang setuju disitu karena kalau dilihat dari luar, komplek rumah kontrakan itu kusam dan kesannya jorok gitu. Cuma pas masuk ke dalam rumah S yang lantainya sudah keramik dan cukup bersih, akhirnya saya setuju kami pindah ke rumah S. Alasan utamanya karena tergiur harga yang murah sih pastinya hehee..

Kami pun mengkonfirmasi ke S kalau kami mau ngontrak bareng dia. Tuh anak pun bilang oke. Kami tanya apakah kami perlu bayar sekarang walaupun belum pindah, atau sekedar uang panjar. Kata S tidak usah, soalnya dia bayar uang kontraknya di awal November. Kalau dipegang takut habis. Kami pun percaya-percaya saja dan bilang kalau tanggal 25 kami bakalan pindah kesana. Loh, kok tanggal 25, kan habis kontrakan tanggal 12? Iya, sebelumnya kami sudah minta tenggat waktu sampai akhir Oktober dengan pihak kontrakan lama. Mereka setuju.

Alasan lainnya sih karena saya berniat menyelesaikan deadline pekerjaan saya sebelum pindah. Kalau pekerjaan bulan ini sudah selesai, saat pindah, saya masih punya waktu untuk bersantai-santai sambil menyesuaikan diri dengan lingkungan di rumah baru sebelum mengerjakan pekerjaan bulan depan. Tau sendirilah kalau saya nulis itu butuh konsentrasi. Takutnya, kalau pindah sebelum deadline selesai, saya malah nggak bisa konsen nyelesain pekerjaan saya.

Sekitar lima hari sebelum hari H, S ngabarin kalau ibunya bakal tinggal di Medan juga bareng dia, soalnya kasihan ibunya sendirian di kampung. Kami pun setuju saja. Tiga hari sebelum pindahan, S kembali memberi kabar, katanya teman yang sebelumnya sudah menempati kamar tempat kami akan tinggal, tidak melanjutkan kontrakan lagi. Jadi uang kontrakan kamar itu dibagi 2, harusnya kan dibagi tiga, otomatis jadi lebih besar nominal yang harus ditanggung. Kami tetap setuju karena masih bisa ditanggulangi dananya. Hari Jum’at, tepat sehari sebelum hari kepindahan kami, S memberi kabar kalau kakeknya yang sakit akan dibawa ke Medan dan tinggal bersamanya. Si kakek mau berobat di Medan dan selama itu akan tinggal di rumah yang di kontrak S. What??? Apa-apaan ini? Saya dan Yoeger sama-sama risih kalau tinggal serumah ama laki-laki kecuali keluarga. Makanya dari dulu kami selalu milih nyewa rumah. Kalaupun kos, yang nggak ada laki-lakinya (ibu kos saya dulu janda meeen, dan anak laki-lakinya tidak tinggal bersamanya. Pas dengar cerita-cerita dia mau nikah lagi, saya langsung mikir buat angkat kaki dari tuh rumah kos).

Kok sepertinya si S ini sengaja supaya kami nggak jadi sharing kontrak bareng dia. Bukannya berburuk sangka ya, tapi dari kemarin tiap memberi kabar berita dia selalu dengan embel-embel kalimat : ya kalau nggak setuju ya nggak pa-pa, cari yang lain aja. Saya jujur sedikit emosi ya. Kalau memang tidak mau kami pindah bersamanya, kenapa nggak bilang dari kemarin-kemarin di saat masih banyak waktu buat nyari kontrakan lain. Ini tinggal besok men, apa nggak ngajak berantem itu namanya.

Meski prasangka itu menari-nari di pikiran, saya tetap mencoba berbaik sangka, mungkin kakeknya memang sakit dan mau berobat jadi harus tinggal bersamanya. But, God, bagaimana ini? Saya sudah terlanjur bilang ke pemilik rumah kalau bakalan pindah tanggal 25. Tidak mungkin kami minta perpanjangan waktu lagi, alamat kena usir nih, hiks… dengan ekspresi datar saya cuma bisa bilang gini ke Yoeger : Ya udah, siang ini kita cari tempat kontrakan lain, mudah-mudahan dapat.

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

14 komentar

Write komentar
7 November 2014 14.53 delete

Hadeeew...mudah-mudahan bisa cepet dapet rumah kontrakannya ya...

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
7 November 2014 15.48 delete

alhamdulillah udah dapet mbak, cuma penuh perjuangan xixiixiii... makanya itu dibuat part 1 karena ada cerita lanjutannya :D

Reply
avatar
Lapak Medan
AUTHOR
7 November 2014 16.48 delete

heheheh semoga nyaman ya kak di tempat baru nya apalagi menemukan nya butuh perjuangan... hehehe

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
7 November 2014 16.57 delete

iyaps bang... kalau nggak nyaman paling minta abang buat carikan lapak baru :D

Reply
avatar
Icha
AUTHOR
7 November 2014 21.11 delete

wah aku juga pernah merasakannyaaa.... semoga siapa saja yg lagi cari kontrakan dimudahkan amiin

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
8 November 2014 16.02 delete

gimana ceritanya mbak Icha, cerita dong hehheee...iya mbak, semoga ke depan nggak ngerasain lagi sulitnya nyari kontrakan, amin :)

Reply
avatar
Eka Suzanna
AUTHOR
6 Mei 2015 16.15 delete

Duh...senasib mbak :((


Pusing ya nayri kontrakan apalagi kalau sendiri... (saya sendiri, tapi penginnya kontrak), kalau pun kos juga saya 'rewel' penginnya kos yang lingkungan gak kumuh, gak masuk masuk gang, berdiri sendiri (bukan kos dalam rumah), dan terutama sesuai budget ^^; Tapi gak pernah dapat..huhuhu... Kalau ada yg lingkunagnnya bagus, kostnya dalam rumah... dan pemilik kostnya tak saya suka. Giliran yang berdiri sendiri, kamar bagus, kamar mandi bagus, harga murah.. masuk gang gang pula dan lingkungannya terkesan kumuh (walau kalau masuk kamar kostnya, ya gak kumuh, kayak kamar di rumah gedongan kebanyakan), cuma lingkungan luarnya.

Reply
avatar
Eka Suzanna
AUTHOR
6 Mei 2015 16.16 delete

btw kakak penulis ya? penulis apa?

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
7 Mei 2015 21.34 delete

ehhee.. jadi sekarang mbak Eka udah dapat rumahnya? iiih,, emang gitu mbak. ada aja kurangnya ya. kita sih pengennya yang bersih, lingkungannya sehat, dan murah ya kan. tapi ya susah sekali dapat yang begituan :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
7 Mei 2015 21.34 delete

penulis blog heheheee... saya nulis di majalah mbak :)

Reply
avatar
Rahmy Utie
AUTHOR
29 Mei 2015 18.25 delete

Mba diah dapat kontrakan daerah mana?? Saya juga lagi nyari kontrakan daerah medan kota buat sendiri (msh single).tapi sampai sekarang blom ada yg pas.. Kalo ada info boleh berbagi y..makasih..salam kenal

Reply
avatar
Diah Nebula
AUTHOR
7 Juni 2015 10.46 delete

dapat di daerah jalan H.M Yamin mbak rahmy. nggak jauh dari mesjid perjuangan 45, dekat parbus. kalau mau gabung sam kami disini. masih ada 1 kamar kosong yang nggak kami tempati.

Reply
avatar
Icha Potter
AUTHOR
14 Juli 2015 12.46 delete

kak..kalo boleh tau rumah diatas alamanya dimana ya kak???

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
14 Juli 2015 16.44 delete

itu sudah saya sebutkan mbak Icha, di seputaran jalan H.M Yamin (Jalan Serdang) Medan mbak :)

Reply
avatar