TRIP TO TAPANULI UTARA : MANISNYA NANAS SIPAHUTAR

14.44 0
manisnya nanas sipahutar
Trip to Tapanuli Utara : Manisnya Nanas Sipahutar

Trip to Tapanuli Utara : Manisnya Nanas Sipahutar : Suatu sore di tahun 2015. Bus melaju membelah jalanan beraspal mulus. Di dalamnya, para penumpang asik bercerita. Entah itu dengan teman sebangkunya, atau dengan seseorang di bangku lain. Ada yang asik dengan ponselnya. Ada pula yang memilih memejamkan mata.


Di pinggir jalan sebelah kanan, gubuk-gubuk terbuka banyak terlihat. Nanas-nanas beraneka ukuran ada. Dari yang kecil, sedang, besar, semua bergantungan di gubuk kios tersebut. Tiba-tiba saja, sebuah komando untuk berhenti pun terdengar. Dan benar saja, bus berhenti. Seruan ajakan untuk turun pun terdengar. Semua patuh turun. Termasuk saya.

nanas nomor satu di indonesia
Nanas-nanas segar digantung di gubuk kios pinggir jalan


Ya, saya berada dalam rombongan bus kala itu. Bersama pak bos, buk bos dan teman-teman kantor di tempat kerja saya dulu. Kami baru saja pulang dari perjalanan mengunjungi beberapa objek wisata di Tarutung kala itu. Sekaligus melihat langsung bandara Siborong-Borong yang kala itu belum lama beroperasi.


Jujur saya tak ingat apa nama daerah tempat kami berhenti. Saya pun tak ingat berapa harga nanas yang mereka jual. Yang saya ingat pak bos meminta sang penjual untuk mengupas beberapa nanas. Ia pun sikap mengupas. Seusai mengupas, ia langsung mengiris untuk dibagikan dengan kami. Kami yang biasanya mencuci dulu sebelum memakan nanas memintanya untuk mencuci. Tapi katanya tak apa, tak perlu dicuci. Sebab jika dicuci akan mengurasi rasa nanasnya. Tak perlu pula khawatir mulut jadi gatal karena tak dicuci, nanas ini tak menimbulkan gatal.


Saya awalnya tak percaya. Ternyata benar adanya. Nanasnya sungguh manis. Kandungan airnya banyak, dan memang tak menimbulkan gatal di lidah ataupun tenggorokan setelah mengonsumsinya. Saya terkesan dengan nanas ini. Wanginya saja sungguh manis bahkan sebelum dikupas.


Itulah pertama kali saya mengenal Nanas Sipahutar. Nanas dengan aroma wangi khas, buah yang manis dan segar. Tapi herannya, di Medan saya jarang menemui nanas ini. Tak pernah saya mendengar penjual nanas mengatakan nanas yang ia jual adalah nanas Sipahutar.


Nanas Pekanbaru lah yang terkenal di Medan. Buahnya cenderung kecil namun rasanya jangan ditanya, manis nian. Sama lah seperti Nanas Sipahutar yang saya makan di perjalanan dari Tarutung ke Medan kala itu. Bedanya, nanas Sipahutar yang kami makan itu ukurannya lebih besar dari nanas Pekanbaru yang dijual di Medan.


Beberapa tahun kemudian, siapa sangka saya berkesempatan datang langsung ke perkebunan nanas di Sipahutar. Merasakan langsung manis dan segarnya nanas Sipahutar yang sejak awal sudah membuat saya terkesan itu.


Desember 2018. Seperti yang sudah saya ceritakan di beberapa postingan blog saya. Saya bersama beberapa teman blogger, intagramer dan youtuber Medan mengunjungi Tapanuli Utara (Taput) untuk menyaksikan langsung event Sport Tourism Colour Run 2018 di Lapangan Gantole, Huta Ginjang.

Baca juga : Trip to Tapanuli Utara : Ketinggalan Momen Opening Taput Sport Tourism Fest Colour Run 2018


Kami tiba sehari sebelum acara digelar. Itu sebabnya kami berkesempatan untuk melihat-lihat apa saja pesona wisata yang dimiliki kabupaten satu ini.


Kebun Nanas di Sipahutar menjadi salah satu tujuan kami hari itu. Mengunjungi desa yang menjadi penghasil nanas rasanya menjadi suatu kebahagian tersendiri buat saya. Secara nanas termasuk salah satu buah favorit saya.

perempuan nanas
Perempuan nanas :)

Pesta nanas. Anggap lah begitu. Karena memang kami disini bisa makan nanas sepuasnya. Dan rasanya, sama seperti yang pernah saya makan pertama kali dulu.


mengupas nanas
Rifi, instagramer Medan, sedang mencoba untuk mengupas nanas sendiri


1 Kecamatan, 20 desa, hampir seluruh penduduk memiliki kebun nanas. Letaknya tak jauh dari
rumah mereka. Bahkan di samping dan belakang rumah. Tak heran jika lewat di daerah ini banyak nanas tertumpuk di halaman rumah, khususnya saat musim panen.


nanas sipahutar
Nanas dimana-mana


Menurut Pak Simanjuntak, pemilik ladang sekaligus Kepala Desa saat itu, penduduk desa ini sudah lama bertani nanas. Tak tahu pasti sejak kapan mulanya, tapi para orang tua beliau dulunya juga petani nanas. Daaaan,,, masih menurut Pak Simanjuntak, nanas Sipahutar adalah nanas nomor 1 di Indonesia dan nomor 2 di dunia sodara-sodara. So, beruntunglah kami karena bisa pesta nanas no 1 di Indonesia langsung di lokasi perkebunanannya.

berkunjung ke kebun nanas
Pak Simanjuntak


Dulunya bahkan nanas-nanas terkenal di Indonesia seperti nanas Lampung, bibit awalnya dibawa dari Sipahutar. Wew,,, apakah nanas Pekanbaru yang sering saya beli di Medan itu bibitnya juga dari Sipahutar? Bisa jadi ya. Tapi apapun itu,mau nomor berapapun, ya tak dapat dipungkiri memang nanasnya enak

kebun nanas
Main ke kebun nanasnya langsung

Uniknya, nanas Sipahutar ini selain rasanya yang manis dan segar, aroma manisnya yang khas, juga tak menimbulkan gatal seperti yang sudah saya ceritakan tadi. Sontak saja ini membuat kami makin semangat menyantap nanas di tengah canda tawa perbincangan sore itu.


Jika biasanya makan nanas banyak-banyak bikin saya takut perut sakit dan kembung, entah kenapa hal itu tak terjadi pada kami kala itu. Puas sekali makan nanas di desa yang memang sedang disiapkan sebagai destinasi agrowisata di Tapanuli Utara ini.

Baca juga : Trip to Tapanuli Utara : Kejutan-Kejutan Kecil yang Tak Disangka

agrowisata nanas sipahutar
Foto bersama rombongan dengan Pak Simanjuntak di kebun nanas Sipahutar (Foto : Vina Yulzalia Oktavia)


Bahkan ketika seharian lelah, keesokan harinya, saat perut kosong belum diisi apa-apa sejak pagi, kami nekat makan nanas lagi di Lapangan Gantole, Hutaginjang, tempat acara Sport Tourism Colour Run 2018 digelar. Awalnya takut-takut, soalnya saya pernah punya pengalaman perut kembung masuk angin karena makan satu buah nanas sendiri, padahal perut nggak lagi kosong.


Tapi waktu itu kami penasaran, jadi begitu ketemu Pak Simanjuntak lagi di acara tersebut, ditawari makan nanas lagi, ya kami hajar saja. Bukan seiris-dua irisi pemirsah, tapi buanyaak. Kalau digabungin sepertinya lebih 1 buah nanas saya makan hari itu. Pesta nanas lagi!!! Dan Alhamdulillah aman. Nggak ada drama perut kembung atau muntah-muntah karena masuk angin.

nanas-desa-sipahutar
Nah disini nih makan nanas lagi, sepuasnya!

Duuuh… puasa-puasa nulis tentang nanas Sipahutar kok saya merasa sedkit menyesal ya. Soalnya pikiran jadi melayang berkilo-kilo meter jauhnya dari Medan. Ke tumpukan nanas-nanas hasil panen dan irisan-irisan nanas nan manis yang disuguhkan untuk kami nikmati kala itu.


Kalian pernah makan nanas Sipahutar? Atau malah pernah datang ke perkebunannya langsung? Gimana kesannya?

BROKEN LINK OH BROKEN LINK

10.52 0
broken link oh broken link
Broken link oh broken lini

Broken Link Oh Broken Link : Dulu, di awal-awal kenal dunia blogging, yang ada di pikiran saya blogger adalah orang yang suka nulis. Nggak sepenuhnya salah sih. Walau nggak sepenuhnya benar juga. Makin kesini saya makin nyadar kalau ngeblog itu nggak cuma tentang tulisan doang.


Dulu masa bodoh lah. Yang penting nulis dan tulisan nongol di blog. Makin kesini eh kok ya dunia blogging itu cukup komplek juga. Daaan,,, cukup musingin ehehhee…
HTML, SEO, DA, PA, Page Rank, GA, Broken Link, Spamscore, Bounce Rate, dan banyak lainnya.

Itu adalah istilah-istilah dalam dunia perbloggingan yang kalau kalian suruh saya jelasinnya jujur saya nggak menguasai dengan baik.


Dan jujur juga kalau saya termasuk blogger yang males banget mempelajari hal-hal yang saya sebutkan tadi. Selama ini selalu masa bodoh aja. Pengen nulis ya nulis. Lagi males nulis ya artinya blog bakalan berdebu nggak pernah ada postingan baru.


Beberapa kali pernah nyoba belajar tekhnik SEO, juga kode-kode HTML, hayaoloooh,,, kepala panas euy. Ujung-ujungnya nyerah deh. Bodo amat deh pikir ya. Keliatan banget kan saya ini tipe-tipe blogger yang susah maju karena dikasih pelajaran sulit dikit aja langsung nyerah :D


Tapi karena tuntutan job, mau nggak mau saya mulai belajar juga dikit-dikit, soalnya kadang ada klien yang minta laporan GA lah, DA PA harus di angka sekian lah. Jadi lah saya mulai belajar, ya minimal sekarang ngerti lah cara ngecek DA PA hehheee,,


Cuma kemarin sempat pusing gara-gara masalah broken link. Jadi ceritanya ada job ngeblog dengan syarat tertentu. Nah sayanya karena merasa memenuhi syarat langsung daftar dong. Trus beberapa saat kemudian, saya dan beberapa nama dimention si pemberi info job. Katanya spamscorenya kok 11. Lah saya bingung dong, makhluk jenis apalagi ini sih spamscore.


Buru-buru lah cari info tentang spamscore. Jadi secara simpelnya sih spamscore ini takaran seberapa terawatnya sebuat blog. Seberapa besar potensi sebuah blog menjadi spammer. Eh gimana sih bahasanya, gugling sendiri ah kalian. Saya juga nggak ngerti-ngerti amat soalnya.


Intinya ini kalau makin tinggi spamscorenya semakin nggak bagus. Nah kan ada 3 zona tipe blog kalo dilihat dari nilai spamscorenya. Zona paling parah itu kalau spamscorenya dari 13-17, ini berarti google nganggap blog tersebut adalah blog spam, dan google bakal ambil tindakan terhadap blog tersebut. Entah itu dikasih peringatan, sampai dibanned.


Nah blog saya kan spamscorenya 11, masuk zona rawan ternyata sodara-sodara. Huhuhuuuu,,,
Lah trus apa hubungannya sama broken link? Ya ternyata spamscore ini berkaitan dengan broken link gaes. Kalau banyak broken link di blog kita, semakin tinggi lah spamscorenya. Jangan ada yang nanya apa itu broken link ya, saya nggak pinter ngejelasin. Cari sendiri sana gih :D


Setelah saya cek, broken link di blog saya tuh 300an. Wadaaw banyak juga yess. Sepertinya imbas dari ditutupnya akun G+. Jadi komen-komen di blog saya yang pakai akun G+ dianggap link yang broken. Selain itu juga komen-komen yang menyelipkan link hidup di komentarnya, itu juga dianggap broken link sih biasanya.


Lalu, apa yang saya lakukan terhadap 300an lebih broken link di blog saya? Ajak ngopi, kemudian suruh pergi hahhahaa,, andai bisa gitu ya. Etapi rugi juga ding musti nyediain 300 gelas kopi :D *apaan sih, mulai nggak jelas deh saya*


Si mbak itu menyarankan untuk menghapus link yang broken itu gaes. Tapi yaoloooh,,, ngapus sebegitu banyak itu makan waktu juga loh. Nggak bisa klik delete all gituh. Sejauh saya gugling, belum nemu tuh cara ngapus broken link secara serentak. Ya musti satu persatu didelete. Itu juga kan kita musti buka dulu postingan yang ada broken linknya.


Intinya makan waktu banget dah. Saya baru berhasil ngedelete 50an doang. Selebihnya masih adem ayem mereka nangkring di blog saya. Jadi benalu lah mereka disitu.


Saya masih belum menemukan solusi cantik selain musti mendelete satu persatu si broken link itu. Pengen masa bodoh aja sih sebenarnya *seperti biasanya* tapi kalau angkanya terus naik dan berujung pada blog saya terncinta ini kena warning google kan nggak seru. Takutnya malah lebih ribet dari sekedar mendelete 300an broken link tersebut.


Ada yang punya solusi cantik mengenai broken link ini? Atau ada yang punya tips dan trik supaya spamscore bisa turun dengan drastis dan dalam tempo sesingkat-singkatnya? Kalau ada kasih tau saya dong caranya.

TRIP TO TAPANULI UTARA : KETIKA BORU REGAR PULANG KAMPUNG

09.58 15
ketika boru regar pulang kampung
Trip to Tapanuli Utara : Ketika Boru Regar Pulang Kampung


Trip to Tapanuli Utara : Ketika Boru Regar Pulang Kampung : Rasanya seperti pulang kampung. Itu yang saya alami ketika berkunjung ke Desa Bintang Pariama, Silalitoruan, Kecamatan Muara – Tapanuli Utara.


Berkunjung ke Desa Bintang Pariama ini merupakan salah satu dari rangkaian agenda yang saya dan beberapa teman blogger dan instagramer Medan berkunjung ke Taput Desember lalu, seperti yang sudah saya singgung di postingan-postingan saya sebelumnya.


Desa Bintang Pariama adalah desa yang menjadi lokasi homestay tempat kami menginap. Ya, memang belum diresmikan. Tapi desa ini memang sedang dalam pengembangan dan ke depannya akan dijadikan homestay bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Tapanuli Utara, khususnya Muara.
Yang ingin berkunjung tak hanya sekedar melihat keindahan alamnya saja, tetapi juga merasakan tidur di rumah khas masyarakat Batak disini yang umumnya rumahnya masih khas rumah adat Batak.
Kami beruntung bisa duluan merasakan menginap disini. Walau beberapa rumah masih dalam tahap pengembangan (pembangunan dan renovasi). Meski memang waktunya sangat singkat. Tapi cukuplah untuk jadi pengalaman manis merasakan menginap di rumah warga disini.

homestay desa bintang pariama
Ini situasi waktu kami datang bulan Desember tahun lalu. Sekarang mungkin udah ready ya.
rumah tradisional batak
Salah satu rumah di desa Bintang Pariama. Nah cowok-cowoknya kemarin nginap disini nih.


Trip to Tapanuli Utara : Ketika Boru Regar Pulang kampung. Mungkin kalian sedikit bingung dengan judul postingan saya kali ini. Saya memang bermarga Siregar. Boru Regar, begitu biasanya penyebutannya untuk perempuan. Tapi kampung kelahiran saya kan di Kisaran. So, kenapa judulnya ada ‘pulang kampung’ nya?


Judul ini tak lain tak bukan karena memang kampung homestay ini adalah kampung yang ditinggali oleh marga Siregar. Jadi penduduk di kampung ini isinya adalah pria maupun wanita bermarga Siregar bersama pasangan dan anak-anak mereka.


Mendapati kampung dengan nama marga dan penduduknya adalah mereka yang bermarga sesuai dengan nama kampung tersebut bukanlah hal mengejutkan buat saya. Nama kampung dan daerah disini memang biasa menggunakan nama marga. Tapi jujur, baru kali ini saya mengunjungi kampung yang didiami oleh mereka yang bermarga Siregar. Dan karena saya juga Siregar, hal itu sunggu surprised buat saya.


Masyarakat disini menyambut kami dengan begitu ramah dan sangat antusias. Walaupun sedikit terkendala oleh bahasa (mereka biasa menggunakan bahasa batak sehari-hari) tak lantas menjadikan suasana kaku. Malah tetap hangat.


Begitu tau saya bermarga Siregar, seakan kadar keakraban semakin bertambah. Begitu lah memang biasanya sesama orang Batak, khususnya yang semarga. Jika tau lawan bicaranya adalah orang yang semarga dengannya atau dengan ibunya, obrolan jadi kian terasa akrab.


Beberapa pertanyaan diajukan ke saya, dari mulai Siregar apa dll. Sayangnya saya memang tak tau menau silsilah marga yang menempel sebagai nama belakang saya. Saya juga tak mengerti Bahasa Batak. Tapi mereka tetap antusias. Khususnya kaum ibu, mereka tak sungkan memeluk, menjabat tangan, seakan bertemu keluarga yang lama terpisah.


Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang Kampung Siregar di Desa Bintang Pariama, Silalitoruan ini. Mengingat memang waktu kami disini tak lama. Hanya datang untuk berkenalan sejenak dengan penduduk desa, menaruh barang-barang di homestay, kemudian melanjutkan perjalanan sesuai itinerary. Tengah malam baru kembali, mereka sudah tidur, kami pun sudah sangat lelah. Esok paginya agenda Sport Tourism Colour Run 2018 sudah menanti. Praktis kami tak banyak berbincang dengan masyarakat. Hanya saat pertama datang dan saat berpamitan.

Baca juga : Trip to Tapanuli Utara : Kejutan-Kejutan Kecil yang Tak Disangka

Sedikit yang saya tangkap selain keramahan masyarakat sekitar, juga keindahan suasana pedesaan yang sungguh mewah di mata saya. Kampung ini berada di atas bukit, yang juga merupakan kaki dari perbukitan yang lebih tinggi lagi.


Di bawahnya, ada Danau Toba yang membentang, dengan Pulau Sibandang di seberangnya. Iya, Danau Toba tak hanya punya Pulau Samosir, tapi juga ada Pulau Sibandang dan pulau-pulau kecil lainnya. pemandangannya, jangan ditanya, perfecto lah :)

trip to tapanuli utara
Pulau Sibandang di seberang desa


Sawah-sawah dengan pemandangan danau ataupun yang menawarakan pemandangan perbukitan di Desa Bintang Pariama adalah daya tarik tak terbantahkan. Kalian yang lagi pengen menyepi sejenak dari hiruk pikuk kota bisa lah melipir kesini.

desa bintang pariama
Nah itu dia Desa Bintang Pariama tempat kami menginap, bersanding dengan perbukitan dan sawah, aduhai indahnya :)

pesona taput
Selain view Danau Toba, Pesona Taput lainnya itu ya pemandangan sawah dan yang bersanding dengan perbukitan begini


Apa yang menjadi alasan menjadikan Desa Bintang Pariama sebagai lokasi homestay? Ada beberapa hal yang saya simpulkan sendiri setelah menginap satu malam disana. Selain memang bangunan rumahnya khas rumah adat batak, pemandangan di sekitar pedesaan yang indah, bisa jadi karena memang penduduk di kampung ini terbilang bersih ya.


Sudah sama-sama kita ketahui jika umumnya masyarakat Batak non muslim punya kebiasaan memelihara anjing, juga babi di bawah rumah panggung mereka. Nah di desa lokasi homestay ini, menurut mereka tidak ada yang memelihara babi dan anjing. Jika pun ada terlihat anjing, itu bukan anjing mereka, melainkan anjing dari kampung lain. Jadi mereka yang muslim juga bisa menginap di homestay ini.


Toiletnya juga bersih, bangunannya bergabung dengan rumah, walaupun jika dibanding toilet hotel bintang lima jelas berbeda. Airnya? Jernih dan duingiiin gaes.


Malam itu kami para cewek-cewek menginap di satu rumah yang paling ujung. Kasur, bantal, sprei, dan selimut sudah disiapkan. Khusus untuk tamu yang menginap. Masih diplastikin malah, mungkin karena kami tamu pertama kali ya, jadi masih baru semua.


Karena sudah larut malam dan si empunya rumah sudah tidur, kami juga sudah lelah, jadi malam itu kami langsung ambil posisi masing-masing setelah sebelumnya cuci muka. Hanya butuh waktu sebentar saja kami pun lelap dalam tidur.


Keesokan paginya, kami bergantian ke kamar mandi. Kami tak punya banyak waktu berbincang dengan pemilik rumah karena harus menuju Lapangan Gantole Hutaginjang untuk melihat event Sport Tourism Festival Colour Run 2018.

Baca juga : Trip to Tapanuli Utara : Ketinggalan Momen Opening Tapot Sport Tourism fest Colour Run 2018

Menunggu yang lain bersiap, saya dan Ayu memanfaatkan waktu untuk foto di pintu rumah berlatar perbukitan. Dari luar terdengar suara keramaian, ternyata Pak Bupati Taput datang berkunjung sebelum ke acara Sport Tourism Festival Colour Run 2018. Karuan saja warga antusias menyambut.

homestay di rumah tradisional batak
Sambil nunggu yang lain, foto dulu ah :)


bupati tapanuli utara
Pak Bupati Taput, Nikson Nababan (duduk di bangku, memakai baju merah, nomor 2 dari kiri) berbincang akrab dengan waraga


Trip to Tapanuli Utara : Ketika Boru regar Pulang Kampung, singkat memang waktu kami di Desa Bintang Pariama ini, tapi cukup membuat saya seakan merasakan tengah pulang kampung.


Merasakan hangat sapa warganya, antusiasme mereka menanyakan asal usul marga Siregar yang saya sandang, semua jadi kenangan manis yang saya bawa pulang ke ibukota, dan saya abadikan ceritanya di blog ini.

trip to tapanuli utara ketika boru regar pulang kampung
Pamit pulang


Kelak, semoga ada waktu berkunjung ke desa ini lagi, sekedar menikmati sawah di kaki bukit, atau memandangai Pulau Sibandang di kejauhan sana.


Kalian, kapan main ke Desa Bintang Pariama, Silalitoruan – Tapanuli Utara?!

3 BISNIS MINIM MODAL YANG BISA DIKELOLA DENGAN FLEKSIBEL

10.52 0
3 bisnis minim modal yang bisa dikelola dengan fleksibel
3 Bisnis minim modal yang bisa dikelola dengan fleksibel


3 Bisnis Minim Modal yang Bisa Dikelola dengan Fleksibel : Di postingan sebelumnya saya sedikit bercerita tentang beberapa usaha yang sudah pernah saya jalankan. Iya, dari dulu sebenarnya saya memang lumayan tertarik dengan dunia bisnis. Juga punya mimpi suatu saat bakal punya bisnis yang sukses. Walaupun sampai sekarang belum terwujud, ya minimal saya sudah pernah mencobanya.


Memulai bisnis sendiri, baik sebagai seorang wirauswasta maupun freelancer, adalah salah satu cara untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dari segi profesional maupun finansial. Mungkin akan terasa berat ketika di awal kita memulainya. Wajar jika kita ragu mengenai ide bisnis apa yang akan dijalani dan bagaimana cara mengembangkannya. Beruntung, adanya teknologi internet memudahkan kita mendapatkan ide-ide segar yang bisa dijadikan bisnis.

Baca juga : Bisnis-Bisnis yang Gagal dan Impian yang Masih di Awang-Awang


Selain menjadi sumber ide bisnis, internet sebagai suatu teknologi juga berperan aktif dalam persebaran informasi yang semakin hari semakin cepat dan instan. Eksistensi internet ini juga turut membantu para pengusaha mengembangkan strategi bisnis dengan lebih mudah menggunakan teknik digital marketing.


usaha dengan modal minim
Salah satu usaha saya dulu, cokelat karakter. Cuma dulu belum pakai tekhnik digital marketing


Teknik ini memungkinkan setiap orang untuk mengelola bisnisnya di mana saja, tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak modal untuk memulainya. Modal utama yang harus dimiliki hanya berupa website dengan harga domain murah dan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lain-lain. Namun, jika masih merasa terkendala masalah ide dan konsep bisnis apa yang bisa dikelola dengan fleksibel, berikut beberapa model bisnis yang bisa dimulai dari sekarang.


1. Event Planner
Kemampuan mengorganisir banyak hal tergolong dalam skill manajerial yang langka. Banyak orang yang bergantung pada sosok yang bisa mengakomodir kebutuhan mereka akan kemudahan mengatur jadwal dan kegiatan yang mereka punya. Salah satu profesi yang memerlukan kehadiran sosok seperti ini adalah event planner. Profesi ini menuntut seseorang bekerja serba bisa dalam mengelola berbagai printilan penting yang sama sekali tidak boleh terlewatkan.


event planner
foto : lifehack.org


Dalam menjalani pekerjaannya, seorang event planner tidak hanya mempunyai kemampuan manajerial yang tinggi, tetapi juga harus baik dalam berkomunikasi. Aspek ini termasuk penting, mengingat seorang event planner perlu memastikan segala sesuatunya berjalan lancar sesuai keinginan klien. Klien pun tidak lagi pusing dengan hal-hal yang berhubungan dengan komunikasi yang menyita pikiran dan tenaga. Ini mengapa banyak orang yang tidak segan mengeluarkan uang hingga puluhan bahkan ratusan juta untuk menyewa seorang event planner.


2. Pengajar Online
Mengajar secara daring atau kursus online saat ini sangat banyak diminati oleh para kaum milenial yang ingin mengembangkan skill di tengah kesibukan mereka sebagai pelajar maupun pekerja kantoran. Dengan tingginya peminat akan kursus online, makin luas juga peluang untuk mereka yang ingin mengembangkan bisnis sebagai trainer online melalui bidang yang sudah dikuasai.
Padatnya jadwal para kaum milenial, seperti para pelajar maupun pekerja kantoran, tidak menghentikan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan skill yang mereka miliki. Faktor inilah yang membuat kursus online atau belajar secara daring makin banyak diminati. Tingginya antusiasme kursus online ini juga membuat peluang yang makin luas untuk kalian yang ingin mengembangkan bisnis sebagai pengajar online melalui bidang yang kalian kuasai tentunya.


pengajar online
Foto : thebalancesmb.com



Di Indonesia, terdapat berbagai aplikasi maupun platform website berbasis kursus online seperti Ruang Guru dan Quipper, yang bisa menjadi tempat kita untuk mulai mengajar dan mengumpulkan portofolio kita sebagai pengajar online. Dari platform-platform ini, kita bisa mulai menjaring “klien” dan dapat mencantumkannya sebagai pengalaman profesional. Dari sini, status kita sebagai pengajar online pun menjadi lebih kredibel dan terpercaya.


Jadi pengajar online ini tak terbatas hanya lewat platform yang saya sebutkan di atas. Bisa juga lewat grup WA. Beberapa teman di facebook saya lihat pernah mempromosikan kelas online yang mereka buka. Entah itu belajar bahasa Inggris, ataupun kelas membuat kerajinan.


Biasanya setelah kita daftar, akan dibuat grup WA, kemudian diatur jadwal kelasnya. Kelas-kelas seperti ini biasanya lebih fleksibel sih. Baik itu dari segi jadwal kelasnya maupun jumlah murid. Nggak pengen rame-rame? Ya gampang, tinggal ambil kelas yang privat. Sama seperti privat less lah, bedanya ini belajarnya lewat online, nggak ketemu langsung.



3. Penulis dan Penerjemah Online
Saat melihat referensi mengenai bisnis online, sepertinya ide sebagai penulis maupun penerjemah online selalu ada dan tidak terlewat untuk disebutkan. Kemampuan sebagai penulis, editor, dan penerjemah saat ini memang semakin banyak dibutuhkan. Banyak di antara perusahaan besar yang mulai bergantung pada jasa kepenulisan. Kebutuhan ini pun semakin meningkat dengan adanya kesadaran tren marketing berbasis digital, di mana konten tulisan akan sangat diperlukan untuk mempromosikan produknya.


penulis online
Foto : haho.co.id


Maka dari itu, bagi yang punya kemampuan menulis dan menerjemahkan, bisa mulai membuka jasa sebagai penulis dan penerjemah melalui teman-teman atau kerabat terdekat di sekitar kalian. Mengingat kebutuhan para pengusaha online yang ingin menjangkau klien maupun pelanggan hingga ranah internasional. Selain itu, kalian juga bisa mencoba masuk ke platform penerjemah online seperti Lengoo, Translator Pub, Fastwork Indonesia, dan lain sebagainya. Semakin banyak portofolio yang kalian miliki, semakin banyak calon klien yang tertarik untuk menghubungi dan menggunakan jasa penerjemahan maupun kepenulisan kalian.



Selain ketiga ide tersebut, masih banyak ide lain yang bisa dicoba untuk memulai bisnis kita sendiri. Jika jeli melihat peluang yang dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar kita, bisnis pun akan berpeluang untuk berkembang lebih besar. Modal yang minim pun tidak lagi jadi alasan untuk tidak memulai bisnis sesegera mungkin. Selamat berbisnis, teman-teman!

SPOTS, APLIKASI KASIR DENGAN FITUR BERAGAM

03.16 26
spots 5
SPOTS, aplikasi kasir dengan fitur beragam

SPOTS, Aplikasi Kasir dengan Fitur Beragam : Maret-April tahun ini jadi bulan yang cukup sibuk buat saya. Selain rutinitas biasa, ada beberapa aktifitas tak biasa yang harus saya jalankan dua bulanan ini. Salah satunya adalah ikutan stand di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara).


Yass,, sama memberanikan diri untuk buka usaha lagi dan menyewa stand di PRSU. Cukup excited karena ini merupakan pengalaman baru buat saya. Nyoba-nyoba buka usaha sih udah sering, tapi buat ikutan dalam sebuah event itu baru kali ini. Langsung event sebulan lagi, so pasti biaya sewanya nggak murah. Sungguh nekat memang, ehhehee…


Asiknya ikut stand ini jadi punya kenalan baru sesama pengusaha kecil yang masih merintis. Banyak yang masih muda. Beberapa juga perantauan seperti saya.


Ada cerita yang menurut saya lucu tentang PRSU ini. Sebelum PRSU berlangsung, saya sudah berencana bawa bekal tiap hari supaya ngirit. Saking niatnya sampe bongkar  kardus untuk ambil wadah bekal makan saya. Eh gitu event berlangsung, bawa bekalnya cuma 2 kali doang, selebihnya jajaaaaan.


Ada dua alasan sih kenapa akhirnya memutuskan buat nggak bawa bekal. Pertama karena di sederetan stand saya itu isinya penjual makanan dan minuman semua. Cuma stand saya yang nggak jual makanan. Dikelilingi gerobak dengan aneka jajanan itu beraaat sodara. Bawaannya mau jajan mulu. Bekal saya sukses cuma di hari pertama doang. Hari kedua gagal. Bukan gagal bawa bekal, melainkan gagal menghabiskan bekal. Keasikan kulineran sampe bekalnya utuh tak tersentuh.


Alasan kedua ya karena walau baru kenal sama sesama pengisi stand, nggak tau kenapa langsung merasa senasib seperjuangan. Jadi mutusin buat beli jajanan mereka sekalian ngebantu supaya jualan mereka cepat habis. Soalnya PRSU tahun ini tergolong sepi pengunjung. Kan kasian yang jualan jajanan kalau nggak laku bahannya bisa busuk. Beda ama jualan saya yang masih bisa dijual kapan-kapan.


Begitu lah ya, ternyata perasaan senasib ini sukses membuat saya melupakan niat luhur saya untuk bawa bekal supaya hemat. Juga sukses membuat saya masa bodoh sama lemak-lemak yang menggelambir. Rasanya senyum mereka saat kita beli jualannya ketika pengunjung sepi itu kok ya lebih penting ketimbang lemak-lemak yang bisa dihancurkan dengan olahraga *walaupun olahraganya entah kapan :D*


Ngeliat banyaknya penjual makanan di PRSU kemarin ngebuat saya keinget usaha-usaha yang udah pernah saya jalankan sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah usaha kuliner. Semuanya tumbang sebelum sempat mengecap manis kesuksesan *ahaaiii,,, gaya banget bahasa saya*


Saya jadi mikir, apa ya yang bikin usaha kuliner saya dan temen saya dulu itu gulung tikar. Selain karena memang kami yang belum fokus, mungkin masalah lokasi juga kali ya. Dulu lokasi café kita tuh di pinggir jalan sih emang. Kita mikir bakal rame nih pengunjung. Eh ternyata salah perhitungan. Karena emang walaupun siang rame, jam 9 malam aja udah mulai jarang orang melintas. Sementara kita jualannya sore ke malam.


Sekarang, di jaman digital yang apa-apa tinggal klik, saya kok tergelitik untuk nyobain buka usaha kuliner lagi. Secara ya, era digital ini nggak cuma memanjakan kita sebagai konsumen aja, tetapi juga memberi peluang selebar-lebarnya bagi yang mau mengambil peluang, jualan online misalnya.
Iya, saya pengen buka usaha kuliner. Tapi nggak pengen gagal lagi seperti yang sudah-sudah. Makanya semuanya musti dipikirkan dengan bijak. Harus dipersiapkan dengan baik. Termasuk masalah catatan penjualan. Harus rapi dan dicek tiap hari.


Apalagi sekarang teknologi sudah sangat memudahkan. Promosi bisa dari online. Jualan bisa online *Dulu bisa juga sih, cuma belum dimaksimalkan seperti sekarang*. Catatan penjualan juga nggak harus ditulis manual di buku, karena sudah ada SPOTS, sistem Point of Sale yang membantu operasional usaha kita dengan beragam fitur yang dimilikinya.


Jadi SPOTS ini adalah aplikasi kasir yang masih satu grup dengan perusahaan GO-JEK. You know lah ya GO-JEK, si unicorn pertamanya Indonesia ini sudah terbukti kualitasnya lewat nama besar yang masih mereka pertahankan hingga kini.


Nggak cuma sebagai mesin kasir, SPOTS ini multifungsi gaes. Cocok banget untuk pengusaha kuliner. Dari mulai usaha kecil yang pakai gerobak keliling, warung sederhana, café, sampe resto, semuanya cocok menggunakan SPOTS karena memang praktis dan efektif. Dengan SPOTS kita bisa menghemat waktu, khususnya untuk hal-hal yang berhubungan dengan catatan penjualan.


spots 2


Masalah catat mencatat ini emang hal sepele tapi wajib buat yang bener-bener serius berwirausaha. Bayangin kalau sampai salah nyatet penjualan, bisa pusing tujuh keliling. Nah SPOTS ini solusi buat pengusaha kuliner yang pengen catatan penjualannya rapih tanpa perlu repot-repot nulis di buku catatan tiap kali orderan datang.


Beragam Fitur dalam Satu Perangkat
Mengatur menu. Dengan SPOTS, kita bisa mengatur menu jualan kita. Atur manual bisa, impor dari menu GO-FOOD juga bisa kalau kita sudah terdaftara sebagai partner GO-FOOD. Karena seperti yang udah saya sebutkan, SPOTS dan GO-JEK ini satu grup perusahaan, so pasti bisa terkoneksi ke akun GO-FOOD kita.


Kita bisa atur menu kita sesuai keinginan, dari mulai jumlah, harga, foto, serta kategori, semuanya bisa diatur.

spots 1



Terima pesanan GO-FOOD
Ini juga buat yang sudah terdaftar sebagai partner GO-FOOD. Lewat SPOTS kita bisa dapet notifikasi real time kalau ada pesanan lewat GO-FOOD. Jadi menurut saya menghemat waktu banget untuk semua pihak. Kita bisa segera siapin orderan tanpa harus menunggu driver GO-JEK tiba, waktu menunggu si driver jadi lebih singkat, konsumen juga nggak harus nunggu lama untuk pesanannya.



Terima pembayaran GO-PAY
Punya akun GO-JEK memang idealnya punya GO-PAY juga dong. Karena selain praktis juga bisa digunakan di SPOTS. Cukup scan kode QR dan dana pun masuk ke akun GO-PAY kita. Praktis. Nggak pake acara bingung ketika nggak ada uang receh untuk kembalian.

spots 7



Mencatat ragam tipe pembayaran
Nggak cuma menerima pembayaran pakai GO-PAY aja loh. Pakai kartu debit, kredit, tunai, dan yang lainnya juga bisa kok. Semuanya tercatat di SPOTS. Jadi kita bisa tau tipe pembayaran apa yang sering digunakan pembeli.



Cetak resi instan
SPOTS memang bukan mesin kasir semata. Karena perangkat ini ternyata juga dilengkapi dengan mesin printer sodara sodara. So, nggak perlu mesin tambahan lagi dong kalau sewaktu-waktu mau cetak resi transaksi.

spots 4



Dapatkan laporan harian
Baik usaha baru merintis ataupun yang sudah maju, yang namanya usaha itu memang musti dipantau tiap waktu.  Sebab dengan memantaunya, kita tau apa- apa yang musti dilakukan untuk perkembangan usaha kedepannya. Kalau kita pakai SPOTS kita bisa melihat rekap penjualan kita setiap hari, baik dari aplikasi maupun lewat email.



Ternyata ya, banyak kegunaan SPOTS. Fitur-fiturnya sangat membantu pengusaha nggak hanya mencatat penjualan, tapi juga cetak resi, mengatur menu, laporan harian, dan berbagai kemudahan lainnya. Dan untuk satu perangkat dengan banyak fungsi seperti yang sudah saya ceritakan di atas, kita cuma perlu ngerogoh kocek 290 ribu saja untuk biaya pendaftaran dan 2.900 rupiah untuk biaya hariannya. Dengan berbagai fitur dan kemudahan yang didapat, harga tersebut sangat worth it lah ya menurut saya.



Hmmm,,, malam-malam gini ngobrolin mesin kasir dan usaha kuliner. Apakah itu artinya saya bakal membuka usaha di bidang kuliner lagi? Entah lah! Kita lihat saja nanti :)


Ada yang pernah pakai SPOTS? Gimana pengalamannya? Ceritain di kolom komen ya :)



PASAR TIKUNG, PASAR WISATA PERTAMA DI SUMUT

15.38 1
pasar tikung pasar wisata pertama di sumut
Pasar Tikung, Pasar Wisata Pertama di Sumut

Pasar Tikung, Pasar Wisata Pertama di Sumut : Kalau ada temen yang main ke Medan dan mau balik ke kotanya, salah satu yang sering ditanyakan adalah tempat membeli oleh-oleh. Dan saya biasanya bakalan antusias banget ngasih tau. Ya walau ada bingung-bingungnya juga.


Iya bingung. Soalnya di Medan ini masih sedikit toko oleh-olehnya. Itu pun lokasinya beda-beda. Jadi kalau misal kita masih belum menemukan barang yang pas di salah satu toko oleh-oleh, bakal ribet dan wasting time banget kalau pengen ke toko oleh-oleh lainnya.


Nah beberapa bulan lalu saya nggak sengaja liat postingan seorang kawan blogger di instagramnya tentang Pasar Tikung. Bikin penasaran karena dia bilang ini pasar wisata. Kepo dong tanya-tanya. Eh kemarin malah dapat kesempatan buat liat langsung ke lokasinya, asiiiiik.


Jadi gaes, Pasar Tikung ini sebenarnya adalah pasar revitalisasi dari pasar sebelumnya, yakni Pasar Inpres Titi Kuning. Meski masih dengan konsep pasar, namun Pasar Tikung adalah pasar yang mengedepankan kebersihan dan keteraturan demi kenyamanan pengunjung.


Menariknya, mayoritas penjual di Pasar Tikung nantinya adalah pedagang kerajinan, souvenir, dan oleh-oleh khas Sumut. Itu makanya dikatakan Pasar Tikung Pasar Wisata pertama di Sumut. Karena memang didominasi oleh penjual oleh-oleh khas Sumut.


Saya berkesempatan mengunjungi Pasar Tikung yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Lokasinya dekat dari rumah kontrakan saya di jalan Brigjen Katamso. Karena letak Pasar Tikung di jalan Brigjen Zein Hamid Medan, jadi dari jalan Brigjen Katamso cukup lurus saja ke arah Titi Kuning. Melewati underpass Titi Kuning, Pasar Tikung berada di sisi sebelah kanan, sekitar 70 meter dari underpass. Sangat mudah mencarinya, cukup berpatokan pada underpass Titi Kuning saja.

Untuk wisatawan, lokasi Pasar Tikung ini terbilang strategis ya. Dari Bandara menuju Berastagi, Kabanjahe, Langkat, biasanya melewati underpass Titi Kuning yang memang sangat dekat dengan lokasi Pasar Tikung.

pasar tikung
Pasar Tikung yang sedang dalam pembangunan


Setelah beroperasi nanti, Pasar Tikung akan terbagi dalam 5 zonasi yang terbagi dalam 5 lantai. Lantai dasar akan menjadi lokasi parkir yang mampu menampung 150 mobil dan 200 motor. Saat ini lantai dasar masih menjadi tempat sementara bagi pedagang tradisional existing. Nantinya pedagang-pedagang ini akan menempati lantai satu.


Akan ada 389 kios dan stand di lantai 1, wuaaah banyak juga ya. Pedangan basah (ikan, ayam, daging) berada di bagian belakang. Pedagang sayur mayur, buah dan sembako di bagian tengah. Di bagian depan lantai satu diisi oleh pedagang pakaian.


Nah di lantai 2 dan 3 ini yang bakal jadi surganya turis yang pengen beli oleh-oleh. Karena di dua lantai ini diisi oleh penjual kerajinan dan souvenir khas Sumut. Lantai 3 berisi 160 unit kios, sementara lantai dua lebih banyak lagi, yakni 183 unit kios.

pasar tikung medan
Kios-kiosnya sudah sudah selesai gaes

pasar wisata medan
Bakal jadi surganya wisatawan pencari oleh-oleh nih :)

Kalau lantai 2 dan 3 adalah surganya para turis pemburu oleh-oleh, maka lantai 4 adalah surganya pecinta kuliner.  Yess, lantai 4 yang merupakan rooftop ini bakal dijadikan food market. Dimana akan ada 94 kios dan stand dengan berbagai jenis makanan dan minuman yang siap menggoyang lidah siapa saja. Cabana Food Market namanya. Food market bernuansa pantai dengan total luas area 3 ribu meter persegi. Area ini cukup untuk 500-1000 kursi, dimana tiap seating areanya teratapi.

pasar tikung sumut
Rooftop, ini lokasi food marketnya gaes


Dari zonasi yang sudah saya ceritakan barusan saja sudah jelas kalau Pasar Tikung ini dibangun bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pasar. Tetapi juga untuk kita-kita yang kalau jalan-jalan suka dimintain oleh-oleh, kita-kita yang kalau kemana-mana pengen bawain sesuatu untuk keluarga, kita-kita yang biar kata ngetripnya ala backpacker tapi tetap kekeh cari oleh-oleh sesuai budget, juga untuk kita-kita yang maunya belanja di tempat yang nyaman tapi harganya bersahabat banget sama dompet :)

pasar wisata
Sosialisasi Pasar Tikung bareng pelaku IKM 


Tapi etapi, sebagai pasar wisata dan pula ditargetkan menjadi destinasi wisata, Pasar Tikung tidak hanya menawarkan aneka pilihan souvenir khas Sumut saja. Tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang nggak semua pasar memilikinya.


Memang apa aja sih fasilitas di Pasar Tikung? Ini dia :


Ramp Putar. Nggak tanggung-tanggung, ramp putar di Pasar Tikung adalah ramp putar raksasa pertama di kota Medan.

pasar tikung di medan
Masih dalam tahap penyelesaian


Lift Penumpang dan Lift Barang. Walau konsepnya pasar, tapi fasilitas harus modern dong. Jadi di Pasar Tikung ini juga disediakan lift. Dibedain malah, ada lift barang dan lift penumpang. Jadi nggak cuma pengunjung aja yang dimanjain, pedagang juga. Kan nguras tenaga dan waktu juga kalau misal mau restock barang di lantai 3 kalau nggak lewat lift.


Toilet sekelas mall. Seperti yang saya sebutkan tadi, konsep boleh pasar, fasilitas musti mall ya kan ya kan.  Karena masalah toilet ini kelihatannya aja sepeleh, tapi sebenarnya penting dan mendasar. Saya termasuk orang yang menjadikan toilet sebagai salah satu landasan untuk mengambil keputusan.

Misal mau nginap di hotel, ke mall, café, dan bahkan saat hendak ngontrak rumah. Saya periksa dulu toilet/kamar mandinya layak nggak. Kalau toiletnya nggak asik, walau harga kontraknya murah, saya nggak akan pilih. Gitu juga kalau nginap di hotel atau maen ke mall/café, kalau punya pengalaman nggak asik sama toiletnya, saya bakal males datang kesitu lagi.


Di Pasar Tikung, di tiap lantainya disediakan toilet standart mall untuk memenuhi kenyamanan pengunjung.



Fasilitas Keamanan. Nggak cuma ke pasar, kemana pun pasti kita pengennya aman dan nyaman ya kan. Selain security 24 jam, Pasar Tikung juga dilengkapi dengan CCTV, alarm, fire hydrant, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), dan tangga darurat. Ini penting banget nggak cuma buat pengunjung, tapi juga buat pedagang gaes.


Tempat Parkir. Ini tadi udah saya ceritain ya kalau di lantai dasar bakal dijadiin parkir yang mampu menampung 150 mobil dan 200 motor. Tapi ini belum termasuk parkir di pelataran depan ya gaes. Jadi bisa lebih dari jumlah di atas.


Atrium. Namanya wisata sudah pasti dekat dengan seni dan budaya. Nah di Pasar Tikung ada atrium yang bisa digunakan untuk berbagai pertunjukkan seni dan budaya. Makanya yang datang kesini nggak harus karena pengen beli souvenir, tapi untuk lihat pertunjukkan seni juga bisa.


Mushola. Jualan mencari rejeki itu wajib. Menyenangkan orang dengan memberi hadiah/oleh-oleh itu dianjurkan (yang penting sesuai kesanggupan), dan beribadah nggak boleh tinggal karena dua hal tersebut. Jadi keberadaan mushola ini merupakan poin plus ya menurut saya.


Genset. Apa jadinya kalau lagi asik milih oleh-oleh tiba-tiba listrik padam. Mending kalau sebentar, lah kalo berjam-jam gimana dong. Tapi di Pasar Tikung hal itu nggak akan terjadi karena pasar ini dilengkapi dengan genset. Begitu listrik padam genset pun dihidupkan, pilih-pilih souvenir pun bisa dilanjutkan.


Dengan semua fasilitas dan konsep pasar wisata yang diusung Pasar Tikung, saya kok jadi nggak sabar pengen segera bisa belanja-belinji dan kulineran di Cabana Food Market ya. Nggak sabar pengen ngasi tau temen-temen di luar Medan kalau Medan bakal punya pasar wisata yang lokasinya mudah diakses, nyaman, bersih, dan ideal juga buat kulineran.

pasar wisata pertama di sumut
Nggak usah fokus di orangnya, fokus ke kipas angin yang sudah terpasang di langit-langit itu aja, jarang-jarang kan pasar ada kipas anginnya :)


Ada yang pernah bingung nyari oleh-oleh khas Sumut di Medan? Tenang sebentar lagi bakal dibuka Pasar Tikung pasar wisata pertama di Sumut. Kita tunggu bareng-bareng yuk, soft opening Pasar Tikung direncanakan diadakan Juni tahun ini. Sementara grand openingnya direncanakan akhir tahun ini :)


Masih butuh info lanjutan tentang Pasar Tikung, pantengin aja IG mereka : @pasartikung dan websitenya : www.pasartikung.com

HARGA HEADSET LOGITECH GAMING TERBAIK 2019 DAN SPESIFIKASINYA

16.03 0
headset logitech
Harga headset Logitech gaming terbaik 2019 dan spesifikasinya (foto : www.bukalapak.com)


Harga Headset Logitech Gaming Terbaik 2019 dan Spesifikasinya - Untuk meningkatkan kenyamanan saat mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game, headset merupakan perlengkapan yang pastinya dicari oleh pengguna gadget. Dengan bentuknya yang menutupi telinga, tentu sensasi suara yang dihasilkan gadget kamu akan semakin terdengar jelas. Belum lagi ada fitur khusus peredam suara dari luar yang membuat audio lebih terdengar sempurna.


Buat kamu yang suka bermain game, memakai headset tentu menjadi sensasi tersendiri. Ada banyak produsen headset yang hadir di Indonesia dengan menawarkan kualitas audio terbaiknya, salah satunya Logitech. Dengan kualitas yang mereka tawarkan, pengalaman bermain kamu akan semakin terasa lengkap, apalagi harga headset Logitech masih terjangkau untuk kalangan mid range.


Berikut beberapa model dari headset Logitech yang patut kamu pertimbangkan untuk membelinya dengan harga terjangkau.


Logitech G430 Surround Gaming Headset

Tipe G430 ini termasuk barisan harga headset Logitech terbaik tapi dengan kualitas dan fitur suara yang sudah sangat baik di kelasnya. Banyak gamer yang jatuh hati pada headset ini bukan hanya dari harganya yang murah, tapi juga dari teknologi canggih yang sudah diusungnya, seperti DOLBY 7.1 Surround Sound.


Teknologi itu memungkinkan kamu mendengarkan audio game seolah-olah dari semua arah, sehingga kenikmatan suara-suara gamenya bisa kamu dapatkan dengan sempurna. Ada juga teknologi Noise cancellation yang membuat suara sekitar lebih teredam dan kamu akan fokus pada audio game tersebut saja.


Rancangannya yang ringan pasti akan membuat kamu merasakan seperti tidak sedang menggunakan headset ini. Jadi, kepala kamu tidak akan terasa berat meski kamu sudah menggunakannya berlama-lama. Harga headset Logitech ini sekitar harga Rp 450.000.



Headset Logitech G633

Untuk tipe ini, kamu perlu mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dari model sebelumnya. Harga headset Logitech ini sebenarnya masih terjangkau, tapi masuk ke dalam kategori mid range karena harganya sekitar Rp 1.200.000. Meski begitu, kualitas suara yang dihasilkan tidak tanggung-tanggung kamu dapatkan.


Teknologi Superior Sound Pro-G Audio Driver membuat kamu akan merasakan pengalaman mendengarkan suara game lebih berbeda. Kamu yang bermain game perang, pasti akan mendengar dengan jelas musuh berbisik di belakangmu. Bahkan audio soundtrack-nya terdengar lebih sempurna saat memakai headset canggih ini.


Kamu yang membeli headset yang harganya cukup terjangkau ini juga tidak hanya menggunakannya di laptop atau PC saja, tapi juga di smartphone kamu dan game console yang kamu miliki, seperti Xbox atau PS3 maupun PS4. Desainnya terlihat keren dengan memberikan tampilan warna yang bisa berganti-ganti di waktu tertentu.


Dari fitur-fitur itu, sudah wajar harganya yang mencapai 1 jutaan menawarkan kualitas audio terbaiknya.



Headset Logitech Prodigy G231

Kalau harga headset Logitech di atas masih terlalu mahal buat kamu, tipe Prodigy G231 bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu. Harga yang ditawarkannya mulai dari Rp 420.000 hingga Rp 550.000 tapi untuk fitur yang dimilikinya sudah sangat mendukung pengalaman bermain game kamu.


Teknologi Stereo Sound memberikan efek audio yang berkualitas baik, sehingga kamu pun pasti akan betah mendengarkan suara game kamu. Ear cup yang digunakannya sangatlah nyaman karena bahannya yang terbuat dari kain sport nyaman untuk kamu pasangkan terus di telinga kamu. Bahkan kamu bisa membersihkannya dengan cara mencucinya, sehingga kebersihannya bisa terus terjaga.


Untuk mikrofonnya, saat kamu sedang tidak menggunakannya, kamu bisa melipatnya ke atas. Tapi saat kamu memakainya untuk berbicara, audio yang dihasilkannya sangatlah jernih dan jelas di lawan bicara kamu.


Kamu yang masih mencarinya, bisa membelinya di Bukalapak dengan banyaknya lapak yang tersedia. Kamu bisa saja mendapatkan harga headset Logitech lebih murah kalau kamu memakai voucher, diskon, atau gratis ongkirnya. Tentu anggaran yang dikeluarkan tidak semakin bertambah, kan?

DURIAN DAN CERITA TENTANG KEBERSAMAAN

21.38 0



Durian dan Cerita tentang Kebersamaan : Durian, siapa yang tak kenal. Apalagi buat saya yang tinggal di Medan. Kota yang terkenal dengan duriannya yang selalu ada tak kenal musim. Terlepas suka atau tidak suka, orang Medan sudah pasti tau yang namanya durian.


Bercerita tentang durian, buat saya sama saja dengan mengenang orang-orang tersayang. Apa sebab?! Tak lain tak bukan adalah karena sepanjang ingatan, hampir tak pernah saya makan durian sendirian. Selalu ada kawan. Jadi tak berlebihan rasanya jika saya katakana makan durian adalah cara saya dan orang-orang tersayang dalam merayakan kebersamaan.


Di Medan, makan durian bareng-bareng dulu kerap saya lakukan dengan Sheilagank Sumut, komunitas fansnya Sheila On 7 disini. Kami biasa menyebutnya : ngeduren. Sekarang, karena sudah punya kesibukan masing-masing, kenangan ngeduren bareng kerap sekali menghadirkan rasa rindu. Rindu durian yang rasanya memang klik banget di lidah saya. Rindu kebersamaan dengan para kawan. Sebab kini memang tak bisa ngeduren bareng sesering dulu.




Lebih jauh ke belakang, durian adalah sesuatu yang begitu dekat dengan masa kecil saya. Tinggal di kampung di mana hampir tiap orang punya pohon durian di ladang ataupun di belakang rumahnya. Musim durian adalah masa yang menyenangkan buat anak-anak kampung.


Pagi hari begitu bangun tidur langsung ke belakang rumah, mengecek apakah ada durian yang jatuh malam tadi. Menyisir semak-semak dengan penuh harap. Jika ada, wah senangnya bukan main.
Siang hari selepas sekolah, bermain di sekitar pohon durian adalah sebuah kebiasaan. Manakala suara ‘gedebuk’ terdengar, semua riang dan berlari ke asal suara, berlomba siapa yang paling cepat menemukan si buah durian kesukaan. Jika sudah dapat, bersama-sama memeriksa kondisi durian. Apakah masih bagus, tidak ada yang busuk ataupun bolong dimakang kalong. Jika ada bagian yang busuk ataupun bolong, biasanya durian kami belah dan makan bersama bagian yang bagusnya, rejeki kami para bocah.


Jika keseluruhan kondisinya bagus itu artinya rejeki buat orangtua kami, karena yang bagus biasanya dijual ke agen untuk dipasarkan ke kota.


Waktu kecil dulu, makan durian sepuasnya rasanya oke-oke saja. Tapi sekarang, semakin usia bertambah, rasa-rasanya ada saja pantangan untuk makan ini dan itu. Salah satunya durian. Katanya tidak boleh makan banyak-banyak. Yang tinggi kolesterol lah, panas di badan lah, bikin gemuk lah, big no untuk penderita maag, asam lambung, ibu hamil, dan sederet rumor lainnya.


Saya sempat bertanya-tanya juga. Beneran nggak sih ini durian di balik rasanya yang uenak itu punya efek yang semenakutkan itu. Ternyata oh ternyata, tidak seperti itu pemirsa.


Banyak yang menganggap durian memiliki kandungan kolesterol yang tinggi karena setelah mengonsumsinya suhu tubuh cenderung naik, teksturnya yang berlemak, dan bau yang tajam mirip bau alkohol.


Buuuut,,, tidak seperti anggapan banyak orang. Durian malah tidak memiliki kandungan kolesterol. Oh, tentu ini fakta menyenangkan untuk saya. Juga untuk kalian yang suka makan durian tapi parno karena anggapan durian bikin gemuk bersebab kandungan kolesterolnya yang tinggi.
Jadi berbahagialah kita para penikmat durian. Karena dalam 3 biji durian, terdapat 160 Kkal, 6 gram lemak, 3 gram Protein, 30 gram Karbohidrat, 5 gram Serat, daaaan 0 gram kolesterol pemirsaaah. Jadi, dengan kandungan makro nutriens seperti yang disebutkan di atas, durian sebagai buah yang tinggi Anti-oksidan bermanfaat untuk mencegah kanker, tekanan darah tinggi, diabetes, PCOS, dan insomnia.


Ah ini mah pinter-pinterannya Perempuan November aja supaya ada temen ngeduren bareng. Ehehhee,,, nggak dong. Ini info saya dapat waktu menghadiri acara YOUVIT Media & Community Foodpedia pada Kamis 28 Maret 2019 lalu.



Acaranya santai dan asik. Ada Rachel Olsen, Nutrition Expert yang mengupas tentang kandungan buah durian seperti yang saya ceritakan di atas. Seru-seruan juga buat smoothies durian. Fun and enjoy banget.




Selain mengupas tentang nutrisi durian, kita yang hadir juga dikenalkan dengan YOUVIT. Nah, pasti kalian bertanya-tanya kan, apa sih YOUVIT ini. Sama. Saya pun demikian. Tapi pertanyaan saya terjawab di Laurence House, Jl Petula No 2A Medan, tempat YOUVIT Media &Community Foodpedia berlangsung.


YOUVIT, Multivitamin Gummy Pertama di Indonesia
Yess, YOUVIT adalah multivitamin. Jadi cocok banget kita-kita yang aktif, banyak aktifitas, atau saat kondisi tubuh memang sedang tidak fit. Kemarin saat acara berlangsung kebetulan saya emang lagi flu, efek dua mingguan lebih pulang malam terus karena kerjaan. Jadi begitu ditawari untuk mencoba YOUVIT, karuan aja semangat.




Langsung hilang flunya? Ya nggak lah. Dikira iklan TV disitu obat diminum disitu langsung sembuh. Ya pakai proses dong. Dan harus diimbangi dengan pola makan yang baik juga. Jangan mentang-mentang konsumsi multivitamin terus kita sesuka hati pola makan dan pola istirahatnya.


Dari nyobain YOUVIT kemarin, seenggaknya ada beberapa hal yang jadi poin dari YOUVIT yang saya highlight. Apa aja? Ini dia!


Bentuknya Menarik. Kalau selama ini multivitamin berbentuk cair, tablet, atau yang larut dalam air, YOUVIT berbeda. Berbentuk gummy bulat yang lucu. Dan karena bentuknya yang lucu, saya jadi berasa ngunyah jelly kenyal aja gituh, bukan multivitamin, ehhheheee




Rasanya ringan. Yess!! Ini salah satu yang saya suka dari YOUVIT. Rasa berry nya ringan, beneran seperti lagi nge-gummy aja. Rasanya satu aja nggak cukup karena tekstur dan rasanya yang asik. Cuma karena memang dianjurkan cukup satu gummy aja sehari, jadi menanti-nanti esok supaya bisa nge-YOUVIT lagi.


Kemasan menarik. Dari segi tampilan YOUVIT ini fun banget gaes. Pemilihan warna dan disain logonya anak muda banget. Untuk kemasan paket seminggu yang berisi 7 gummies, kemasannya praktis. Dengan adanya double perekat membuat kemasan di dalam aman. Tapi ngebukanya juga nggak ribet karena sudah ada penanda yang memudahkan kita untuk menyobeknya saat akan membuka.




Nah kalau kemasan satuannya dikemas layaknya permen. Jadi kalaupun kemasan paketnya sudah dibuka, masing-masing gummy tetap terjaga karena berada dalam kemasan tersendiri.

Kaya Vitamin. dalam sebutir gummy terdapat 10 jenis vitamin dan 2 mineral yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh kita agar tetap fit. Dosisnya juga disesuaikan dengan yang tubuh kita butuhkan gaes. Misal kayak vitamin C nih. Kebutuhan vitamin C tubuh kita kan 50 gram perhari. Di sebutir gummy YOUVIT  mengandung 45 gram vitamin C.


Kenapa nggak dipasin aja 50 gram? Karena yang 5 lagi bisa didapat dari konsumsi makanan/buah kita sehari-hari. Jadi diharapkan kombinasi antara pola makan yang baik dan konsumsi YOUVIT satu gummy setiap hari bisa memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh sehari-hari.



Okeh gaes, sudah cukup melebar kemana-mana obrolan saya ya. Dari mulai durian, kenangan tentang durian, nutrisi durian, sampe ke YOUVIT, si multivitamin berbentuk gummy yang kaya vitamin itu. Sudah cukup sampai disini dulu lah ya. Kalau pengen beli gampang kok, YOUVIT sudah tersedia di 7.000 toko di seluruh Indonesia. Di Medan bisa dibeli di Berastagi Supermarket, Maju Bersama, Irian, dan Suzuya.


Butuh info lebih lanjut tentang YOUVIT? Gampang, kunjungi saja website mereka di youvit.co.id atau di instagram : youvitforlife.


Kalian sudah pernah coba YOUVIT? Gimana kesannya? Ceritain di kolom komentar ya :)



TEMPAT WISATA WAJIB UNTUK DI KUNJUNGI DI JAKARTA

21.42 0
tempat wisata wajib untuk dikunjungi di jakarta
Tempat wisata wajib untuk dikunjungi di Jakarta

Tempat Wisata Wajib Untuk di Kunjungi di Jakarta - Walaupun dikenal dengan kota yang penuh dengan kemacetan, Ibu kota Indonesia yakni Jakarta juga dikenal dengan tempat-tempat wisatanya yang sayang untuk dilewatkan. Di jakarta ada banyak sekali tempat wisata yang bisa memuaskan dahaga kamu akan berwisata. Kamu bisa gunakan tempat wisata tersebut bersama dengan keluarga, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Di sana ada beberapa tempat wisata, mulai dari wisata religi, wisata buatan, wisata alam dan lain sebagainya.


Makanya jika kamu berlibur ke Ibu kota tak ada salahnya mengunjungi beberapa tempat wsiaat berikut. Ada beberapa tempat yang harus kamu singgahi yang bakalan bikin kamu gak kecewa berlibur ke Jakarta. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata populer yang ada di Jakarta yang gak boleh kamu lewatkan ketika jalan-jalan kesana, dijamin kamu gak bakalan nyesal berlibur ke Jakarta.


1. Tugu Monas
Monumen bersejarah yang dimiliki Indonesia yakni Tugu Monas adalah tempat wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi yang dimiliki Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Bangunan yang didirikan pada masa pemerintahan Soekarno ini sebagai simbol bangsa Indonesia yang berjuang meraih kemerdekaan. Tentunya bagi kamu yang berlibur ke Jakarta pertama kali, tempat wisata bersejarah ini tidak boleh kamu lewatkan. Di monumen tersebut kamu bisa memandangi keindahan kota metropolitan Jakarta di ketinggan gedung yang tentunya menarik.


2. Taman Impian Jaya Ancol
Tempat wisata berikutnya cocok bagi kamu dengan rombongan keluarga kamu. Tempat wisata tersebut menyajikan berbagai wahana permainan yang tentunya menarik untuk di kunjungi, terlebih lagi untuk anak-anak. Wahana yang ada antara lain seperti Gelanggang samudera, dunia fantasi dan sea world yang pastinya akan membuat liburan kamu dengan keluarga menjadi menyenangkan.


3. Dufan
Tempat wisata satu ini juga tidak boleh untuk kamu lewatkan ketika berlibur ke Jakarta. Dengan luas sekitar 9 hektar, berbagai permainan yang menarik bisa kamu temukan di sana. Tentunya tempat wisata ini cocok untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman.


4. Kebun Binatang Ragunan
Jika ingin tempat wisata yang membawa nuansa kealaman, kebun binatang ragunan adalah jawabannya. Disini kamu bisa memandangi atau bermain dengan para hewan yang ada di kebun binatang. Tentunya wisata seperti ini baik untuk mendidik anak lebih mengenal tentang dunia hewan dan merangsang tumbuh kembang mereka.


5. Taman Mini Indonesia Indah
Tempat wisata yang sudah lama berdiri ini tentunya menjadi spot wisata yang juga tidak boleh kamu lewatkan, khususnya bagi kamu yang belum pernah sama sekali kesana. Disini kamu bisa melihat berbagai budaya yang ada di Indonesia dan juga terdapat wahana permainan yang seru. Tentunya berlibur akan mendidik dan menyenangkan disini.


6. Kota Tua Jakarta
Spot wisata terakhir yang tidak boleh kamu lewatkan yakni Kota Tua Jakarta. Tempat wisata ini selalu ramai pengunjung baik yang dari luar Jakarta maupun dari Jakarta sendiri. Tempatnya yang masih asri sangat pas untuk dijadikan spot foto, selain itu berbagai kuliner juga ada sekitaran yang tentunya siap memanjakan kamu.


Itulah beberapa tempat wisata di Jakarta yang populer dan tidak boleh untuk kamu lewatkan ketika berlibur ke Jakarta. Walaupun dikenal dengan kota yang penuh dan macet, namun kamu masih bisa menemukan keindahan dan sisi positif dari Jakarta tentunya. Stentu kalau kamu berasal dari luar daerah, silakan manfaatkan pesawat. Sekarang ini harga tiket pesawat tujuan jakarta banyak yang murah. jadi selamat berlibur saja lah.

TELAH DIBUKA! PLAZA UKM, PUSAT OLEH-OLEH SUMUT

21.51 0

Telah dibuka! Plaza UKM, Pusat oleh-oleh Sumut.


"Awas ya kalau pulangnya nggak bawa oleh-oleh"

"Jangan lupa oleh-oleh buatku ya"

Kalian yang sering bepergian pasti sering banget mendengar kalimat sejenis di atas kan?! Sama, saya juga.

Saya pribadi biasanya sebisa mungkin nggak latah ikut-ikutan minta oleh-oleh waktu temen lagi traveling. Takutnya malah membebani. Walaupun ya kalau misal dikasih oleh-oleh rasanya senengnya minta ampun. Merasa jadi orang spesial gituh :)

Perkara oleh-oleh ini sebenarnya seru-seru jambu ya. Bukan hal yang wajib tapi bisa bikin ribet juga kadang-kadang.

Lah iya, kalau misal temen sampe ngambek karna dia nggak dibawain oleh-oleh. Atau misal jadi nggak enakan ama salah satu temen karena oleh-oleh yang kita bawa ternyata kurang, jadi ada yang nggak kebagian, kan jadi ribet tuh.

Atau kalau misal saking banyaknya belanja oleh-oleh sampe kelebihan bagasi. Wohohoo.. Kalau ini saya pernah alami.

Waktu itu berempat sama temen-temen. Mau balik ke Medan dari Surabaya. Duit udah cekak, eh pake acara kelebihan bagasi lagi, amsyooong dah.

Pernah juga biaya beli oleh-olehnya setelah dihitung-hitung ternyata lebih besar dibanding biaya selama traveling. Kalo ini mah saya sendiri pun sampe geleng-geleng kepala sendiri.

Sebenarnya ya, oleh-oleh ini bukan hal wajib juga. Cuma memang rasanya nggak afdol ya ke suatu tempat nggak beli sesuatu yang khas dari daerah tersebut. Entah itu mau buat oleh-oleh, ataupun untuk dipakai sendiri. Rasanya seneng aja kalo bawa pulang sesuatu yang khas dari tempat yang kita kunjungi.


Nah ngomongin tentang oleh-oleh, Senin 18 Maret kemarin saya baru aja menghadiri soft launching Plaza UKM Pusat Oleh-Oleh Sumatera Utara di Bandara Kualanamu.

Berhubung lokasinya di luar Medan, cari kawan dong berangkatnya, biar nggak diem-diem aja di perjalanan. Secara Medan-Kualanamu satu jam juga naik motor ala saya. So, janjian lah sama kak Fuji buat berangkat bareng.

Berangkat jam 10an lewat, agak balap-balap dikit, nyampe lah di lokasi jam 11 kurang dikit. Sudah ada beberapa undangan yang datang, tapi acara belum dimulai. Jadi lah kami muter-muter bentar sambil foto-foto.

Eh iya, sedikit cerita. Plaza UKM Pusat Oleh-Oleh Sumut ini kan lokasinya di lantai 2 gedung Stasiun Railink Kualanamu. Nah, sayanya walau udah sering ke Bandara Kualanamu, baru kali ini masuk ke gedung railinknya. Ketauan ya nggak pernah naik kereta api kalo ke bandara hahhahaaa



Jadi karena baru pertama masuk, agak-agak surprised lah ya liat bangunannya. Segala koper-koper digantungin, lucuuuuk hheheee. Receh banget ya saya, liat koper-koper digantung aja udah seneng, berapa mau berangkat traveling, padahal cuma memenuhi undangan acara doang :D




Balik lagi ke acara soft launching Plaza UKM Pusat Oleh-Oleh Sumatera Utara. Menghadirkan Sofyan Sauri dari Plaza UKM, Suwito dari Angkasa Pura, dan Mayke Ritonga yang merupakan Kabid Bina Objek Usaha Pariwisata.



Jadi kan gaes, Plaza UKM ini memang baru soft launching. Beberapa space juga masih kosong. Tapi sudah ada beberapa yang berisi tenant-tenant yang menjual produk-produk khas Sumatera Utara, baik itu berupa kerajinan maupun kuliner.

Ke depan, rencananya Plaza UKM ini nggak hanya menjual barang kerajinan dan kuliner Sumut, tetapi juga bakal ada event-event seperti handycraft expo, sumatra batik fashion expo, temu rama creativepreneur UKM Sumut, dan sejenisnya.  Tiap Selasa, Sabtu dan Minggu juga bakal ada panggung interactive dengan penampilan berbeda-beda.

Trus, harga-harganya gimana? Mahal nggak sih? Kan biasanya di Bandara mahal-mahal.

Sepenglihatan saya harganya variatif sih. Tinggal sesuaikan ama budget aja. Sortali yang khas dan lagi hits saya cek harganya 15 ribu, standart kan. Di luaran juga harganya segitu, bahkan ada yang lebih mahal.

Baca juga : Harga Headset Logitech Gaming Terbaik 2019 dan Spesifikasinya



Kalau saya lihat nih ya, lokasinya asik, soalnya disediakan kursi di beberapa tempat. Jadi kalau capek muter-muter bisa duduk dulu. Rencananya bakal ada juga kafe dengan menu-menu khas Sumut. So bisa jadi tempat nongkrong juga doong.



Jadi buat kalian yang maen ke Sumut terus bingung beli oleh-olehnya dimana, di Plaza UKM aja, pas sekalian mau pulang, sambil nunggu jadwal penerbangan, bisa belanja dulu. Atau buat orang Sumut  yang hendak berkunjung ke kota lain, ingin bawa oleh-oleh khas Sumut, bisa juga beli disini.




Asiknya di Plaza UKM ini, oleh-olehnya beragam. Nggak cuma dari satu daerah aja, tapi dari semua daerah di Sumut ciiiin. So, kalau cuma sempatnya maen ke Medan tapi pengen bawa oleh-oleh khas Danau Toba, ke Plaza UKM aja.



Oke baiklah, sebenarnya pengen ngobrol lebih banyak lagi. Tapi berhubung laptop lagi rusak dan ini ngetiknya dari hape, jadi segitu dulu lah ya cerita tentang Plaza UKM, pusat oleh-oleh Sumut.

Kalian ada yang udah pernah ke Plaza UKM? Gimana ceritanya?!