PADA SIAPA IA BERCERITA?!

12.02 23
bercerita pada tuhan
Pada siapa ia bercerita?!


Pada Siapa Ia Bercerita?! : Waktu itu pagi menjelang siang. Ada tiga orang di ruang tersebut. Saya salah satunya. Saya dan seorang teman terlibat suatu obrolan yang sebenarnya sudah pernah kami bahas sebelumnya. Bedanya biasanya kami membahasnya lewat WA ataupun via telfon. Kali ini ngobrol langsung. Yang seorang lagi adalah perempuan yang sudah saya kenal sejak ia masih kanak-kanak dan sekarang tengah beranjak remaja.


Ia baru pulang sekolah dan mengaku lapar. Pelajaran olah raga membuatnya cepat lapar hari itu padahal belum waktunya makan siang. Beruntung hari itu mereka pulang cepat, jadi bisa makan di rumah. Itu sebabnya ia terlalu asik dengan piringnya. Seakan tak peduli dengan perbincangan kami.


Perbincangan kami, seperti yang sudah saya katakan, adalah perbincangan yang sebelumnya pernah kami bahas beberapa kali. Namun tetap saja perbincangan kali ini tak mengurangi antusiasme kami.
Ini tentang sahabat kami yang menarik diri. Susah dihubungi. Tak pernah mengangkat telfon meski sudah berpuluh kali ditelfon. Tak membalas SMS ataupun WA. BBM yang dikirimkan beberapa hari lalu pun hingga kini belum di-read.


Ini bukan pertama kalinya sahabat kami itu berulah seperti ini. Sudah berkali-kali. Saya pernah beberapa kali mendatanginya ke rumah saat ia memutus komunikasi. Tapi kali ini tak saya lakukan karena saya pun sedang ada sesuatu yang mengganggu pikiran.


Kami berdua sebenarnya paham. Sahabat kami tercinta itu berlaku demikian bukan tanpa sebab. Ia sebenarnya tengah dalam masa ujian kenaikan kelas dari Sang Raja Semesta. Kami pun mengerti, tak selamanya manusia mampu berdiri tegak menghadapi ujian demi ujian. Namun kami seakan tak rela ketika ia menarik diri dan tak memberi kabar. Kami prihatin tapi juga kesal dan marah. Seenaknya dia memutus komunikasi. Memangnya cuma dia yang punya masalah, kami juga. Bukankah sebaiknya ia terbuka dan cerita, siapa tau kami bisa membantu. Atau setidaknya ia jadi sedikit lega karena sudah cerita.


Perbincangan kami semakin seru. Kami terus mencari sebab musabab sahabat kami itu menarik diri. Mengingat-ingat kapan kami terakhir komunikasi. Dan apa kira-kira badai besar yang sebenarnya tengah ia hadapi. Sebab selama ini kami hanya tau ia tengah ada masalah, tanpa tau mana yang paling memukul telak ketegarannya.


“Coba lah kau pikir, sama siapa lagi dia cerita kalau menarik diri dari kita kekgini?” teman bicara saya berucap. Saya manggut-manggut namun mencoba memberi jawaban netral. Tak ingin ia makin terbawa emosi.


“Kalau aku sih nggak masalah dia menarik diri dari kita, asal masih ada orang-orang yang jadi tempat dia terbuka. Kalau menarik diri dari semuanya…”


“Semuanya! Dia menarik diri dari semuanya loh. Nggak cuma sama kita, sama yang laen juga dia menarik diri (menyebutkan beberapa nama teman kami yang berada dalam lingkarannya). Coba lah kau pikir, mau sama siapa dia cerita kalau nggak sama kita-kita. Kalau dia menarik diri gini mau cerita sama siapa dia?!” ia berucap berapi-api.


“Sama Tuhan.”


Gadis yang tengah beranjak remaja yang sedari tadi asik menikmati makanannya itu berucap santai di antara kunyahannya. Kami berdua terdiam beberapa saat.


“Ya… iya sama Tuhan,” ucap teman saya dengan nada suara menurun.


“Iya kalau sama Tuhan,” ucapnya lagi, diiringi tawa. Saya pun ikut tertawa.


“Ya kita doakan aja dia ceritanya sama Tuhan,” ucap saya akhirnya.



Cerita sama Tuhan. Saya kok jadi merasa jleb sendiri saat mendengar gadis yang tengah beranjak remaja itu mengatakan kalimat itu. Apalah saya ini kok ya sombong banget ngerasa diperlukan oleh sahabat saya. Sampai-sampai harus marah saat ia menarik diri. Memangnya siapa saya? Memangnya selama ini kehadiran saya di sisi sahabat saya benar-benar telah meringankan bebannya. Atau sebaliknya, hanya membuat hatinya sesak dengan kalimat-kalimat sok menasehati. Atau kalimat-kalimat bernada men-judge *seandainya pun tak berniat demikian, bisa jadi kan hal tersebut yang ia rasakan*


Saya kok ya seakan lupa kalau Tuhan adalah tempat terbaik menumpahkan segala keresahan hati. Tuhan adalah jalan keluar dari semua masalah. Kenapa saya hanya merisaukan kealfaan sahabat saya bercerita? Bukan kah lebih baik saya mendoakan ia saja agar ketika ia menarik diri dari lingkungannya, ia menemukan tempat yang tempat untuk mengadu : Tuhan.


Dalam hati saya jadi bertanya-tanya, benarkah saya care dengan sahabat saya itu, atau saya hanya sedang menjaga wibawa agar ketika orang bertanya “Si pulan gimana kabarnya?” saya bisa menjawab dengan fasih. Agar orang-orang berpikir bahwa saya adalah salah satu orang yang paling tau  keadaan sahabat saya itu. Benarkah saya peduli? Atau sebenarnya hanya dorongan keingintahuan semata?


Lupa. Saya seakan lupa pernah berada di posisi sahabat saya. Masa-masa dimana saya merasa orang-orang hanya datang untuk men-judge, sebagian besar ngoceh dengan rangkaian kalimat bak Mario Teguh.


Masa-masa itu adalah dimana menurut saya peduli dan kepo itu beda tipis hingga saya sering merasa terkecoh. Orang-orang yang datang saya pikir peduli, nyatanya hanya penasaran. Mungkin memang ada yang benar-benar tulus peduli. Tapi entah kenapa kala itu saya muak dengan kepedulian yang hanya berupa pertanyaan dan atau kata-kata mutiara saja.


“Karena aku peduli”


Kalimat itu menjadi kalimat yang saya benci kala itu. Karena nyatanya saya merasa tak ada yang benar-benar peduli. Kepedulian hanya sebatas ucapan. Sementara menurut saya peduli  adalah tindakan. Peduli itu harusnya tulus. Nyatanya kebanyakan orang membuat syarat, musti diceritain dulu masalahnya apa baru mau maklum.


Misalnya saja saat kita melihat seorang kawan kos uring-uringan. Malas makan. Respon orang di sekitarnya berbeda-beda.


A : Makan, nanti sakit loh!


B : Kau kenapa, kok nggak semangat?! Cerita lah!


C : Nelfonin kawan-kawannya suruh ke rumah, bawa makanan. Gitu semua nyampe rumah, ajak si kawan yang uring-uringan buat makan bareng-bareng, rame-rame. Seolah nggak tau dia ada masalah.  Bersikap biasa. Becanda ketawa-ketiwi kayak biasa.


Saya dulu berharap ada orang seperti C. yang nggak bertanya saya kenapa, yang nggak bilang kalau dia peduli, tapi dia berpikir dan mencari cara agar temannya itu mau makan dan kembali tertawa. Yang mencoba menghibur, membuat temannya terhibur tanpa sadar ia memang sedang sengaja dihibur. Yang membuat saya semangat mengahadapi masalah padahal saya cerita pun tidak masalah saya apa. Yang sabar menunggu sampai saya siap dan memang ingin cerita, bukan diminta cerita.


Tapi yang saya dapati adalah orang-orang yang bertanya dan kemudian memberi rentetan kata-kata motivasi namun tak menambah sedikitpun kadar semangat dalam diri. Sampai akhirnya saya memilih diam untuk segala masalah hidup saya. Menyimpannya rapat-rapat untuk saya nikmati sendiri dan hadapi sendiri. Adakalanya saya menangis terseduh kala mengadu pada Tuhan, namun adakalanya untuk menangis pun saya tak bisa, tapi tetap mencoba percaya Tuhan selalu ada untuk siapa saja.


Saat-saat seperti itu saya biasanya meminta pada Tuhan, seterpuruk apapun saya semoga tidak membuat saya jauh dari-Nya.


Pernah. Saya pernah berada di masa seperti itu. Dan karena pernah mengalaminya, harusnya saya bisa memahami beban berat sahabat saya saat ini. Ia mungkin tengah lelah hingga untuk bercerita saja pun ia muak. Di tengah kepenatannya itu, ia pasti tak ingin mendengar berbagai pertanyaan. Ia hanya butuh dimaklumi, dan didoakan. Iya, didoakan. Bukankah doa adalah setulus-tulusnya rasa. Kala kita tak tau harus membantu apa, doa tulus kita adalah bantuan yang mudah-mudahan didukung semesta.


Duhai kamu yang tengah menarik diri, maafkan diri yang terlalu kepo ini. Ia sebenarnya hanya khawatir kamu kenapa-napa. Ia hanya ingin membantu tapi kamu menghilang. Tapi tak apa, kamu nggak perlu cerita kalau sedang tidak ingin. Kamu boleh menarik diri jika kamu masih butuh menyendiri. Akan selalu ada namamu di tiap rafal do’a, moga kamu dikuatkan sebesar apapun badai menerpa.


Pada siapa ia bercerita?! Pada Tuhan, Sang Raja Semesta.

TANGKAL KOLESTEROL SEDINI MUNGKIN, CEGAH JANTUNG KORONER SEDARI MUDA

15.04 45

Tangkal Kolesterol Sedini Mungkin, Cegah Jantung Koroner Sedari Muda : Hai..hai… udah Agustus aja ya. Perasaan baru kemarin saya buat status Welcome July di sosmed, eh sekarang udah Agustus.


Postingan pertama bulan Agustus ini saya mau share tentang kegalauan saya di akhir Juli lalu. Berawal dari ketika saya sedang muter-muter di Pajak Ikan *FYI, pajak bagi orang Medan itu berarti pasar. Dan Pajak Ikan yang saya maksud itu bukan pasar yang menjual aneka ragam ikan, melainkan menjual aneka produk fashion seperti baju, kain bakal baju, gordin, mukenah, dll*. Lagi asik jalan eh tiba-tiba kaki kiri saya rasanya sakit banget nggak tau kenapa. Dipakai melangkah sakit, jadinya saya diam berdiri di antara lalu lalang orang. Terus nungging sambil mijetin kaki. Beberapa saat saya pijat akhirnya bisa jalan pelan-pelan dengan sedikit pincang.


Saya langsung ke parkiran, nggak jadi melanjutkan hunting. Soalnya takut kenapa-napa juga. Secara saya sendirian kala itu. Di jalan saya kepikiran. Kenapa ya kaki saya tiba-tiba sakit. Padahal baru jalan sebentar.


Sampai di rumah, sambil tiduran santai saya melihat-lihat koleksi foto saya di hape. Terlihatlah foto saya dengan seorang kawan. Itu foto 3 hari sebelumnya. Foto tersebut blur karena saat mengambil foto saya bergaya dengan mengangkat satu kaki saya, rasanya sulit sekali menjaga keseimbangan. Jadi fotonya blur melulu.

Buat foto begini musti diulang-ulang karena saya susah menyeimbangkan badan.


Lagi-lagi saya kepikiran. Kenapa ya sekarang itu rasanya susah banget jaga keseimbangan badan. Badan jadi mudah capek dan pegel-pegel padahal nggak kerja berat. Beda banget dengan saya yang dulu, lincah dan aktif dengan berbagai kegiatan.


Beberapa teman bilang saya kurang gerak dan menyarankan untuk rajin olah raga dan kurangi ngemil. Badan yang kurang gerak bisa menyebabkan penumpukan lemak dan kolesterol. Saya jadi bergidik ngeri sendiri mendengar kata kolesterol. Secara kan ya, kolesterol yang tinggi merupakan awal dari berbagai penyakit seperti jantung dan stroke.


Awalnya saya mau cuek aja sih. Nggak mau mikirin yang serem-serem. Tapi keinget almarhum ayah yang dulu juga mengidap penyakit jantung kok saya jadi was-was. Emang sih penyakit jantung itu bukan penyakit turunan, tapi kalau ada keluarga yang punya riwayat penyakit tersebut artinya kita juga harus waspada karena berarti kita juga berisiko.


Pas lagi galau-galaunya masalah kolesterol dan jantung, saya dapat info ada acara Gerakan Jantung Sehat : Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 bersama Nutrive Benecol di hari Minggu 30 Juli 2017 di Hotel Santika Medan. Karuan aja saya semangat buat ikut. Secara saya emang lagi pengen tau banyak hal tentang kolesterol dan penyakit jantung.


Minggu pagi sekitar pukul 09:30 WIB saya udah nyampe di lokasi. Rame bingits ternyata yang ikutan. Yang pertama saya liat itu ada cooking class. Chefnya lagi ngebagi resep menu sehat sehari-hari. Sayanya pengen ikutan tapi kursi udah penuh. Keliatan banget pada antusias pengen sehat :D

Pada antusias dengerin chefnya

Di sepanjang ruangan, ada banyak stand. Dari stand buat futo-futo yang ternyata juga banyak banget yang ngantri. Ada cek kolesterol, cek jantung koroner, konsultasi dengan dokter, ada senam sehat B-Fit 2.0, dan ada juga stand Nutrive Benecol. Nutrive Benecol dari Kalbe Nutritionals ini adalah produk yang diformulasikan untuk membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner. Rutin mengonsumsi Nutrive Benecol dua botol sehari adalah cara enak turunkan kolesterol karena kaya akan kandungan Plant Stanol Ester yang memang dipercaya ampuh untuk turunkan kolesterol.

Peserta cek jantung koroner

Selain cooking class dan cek kesehatan jantung, yang nggak kalah menarik di acara ini adalah talkshow dengan para ahli. So, selain bisa cek kesehatan, konsultasi ke dokter, saya juga dapat berbagai pengetahuan seputar penyakit jantung, penyebab dan pencegahannya.


Karena penasaran dengan kadar kolesterol dan resiko saya terhadap penyakit jantung koroner,saya pun memberanikan diri buat cek. Apalagi disini kita bisa tau resiko penyakit jantung 10 tahun ke depan. Awalnya ragu sih, soalnya sebenarnya saya paling males berurusan dengan jarum suntik. Secara ngeceknya pake diambil sampel darah. Tapi demi mengetahui sedini mungkin, saya pun memberanikan diri. Eh banyak loh saya orang yang nggak mau cek kesehatan karena takut tau penyakitnya. Padahal kan kalau kita tau dari awal, bisa segera dilakukan tindakan pencegahan maupun pengobatan sesegara mungkin ya kan.

Walau awalnya takut, tapi memberanikan diri buat cek jantung koroner

Hasilnya? Tensi saya normal, jantung saya juga berada di level aman untuk 10 tahun ke depan. Tapi kolesterol saya tinggi meeeen, 229. Normalnya itu 200 padahal. Sedikit shock sih. Tapi kemudian jadi semangat buat ngurangin makan gorengan dan makanan bersantan. Oya, saya juga dianjurkan untuk sering-sering makan nasi. Tau aja nih mbaknya kalau saya kebanyakan ngemilnya ketimbang makan nasinya.


Jadi sebenarnya guys, penyakit jantung koroner ini disebabkan oleh gaya hidup di masa kini yang cenderung instan dan sedentari atau kurang gerak *huaaa… saya banget ini hiks*. Tau sendiri kan ya sekarang itu memang jamannya serba online. Bayar listrik online, belanja online, nyuci tinggal laundry, makan tinggal beli. Rasa-rasanya kita dimanjain banget dengan kemajuan teknologi, tapi di waktu bersamaan sebenarnya juga sedang numpuk penyakit kalau kita nggak bijak menyikapinya.


Gaya hidup sedentari ini makin diperparah dengan pola makan yang buruk *lagi-lagi ini saya banget huhuhu*. Sebagai anak kos, saya itu pola makannya ya ampun kacaunya.


Menurut Dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA-spesialis jantung dan pembuluh darah, Siloam Hospitals Lippo Karawaci yang menjadi salah satu narasumber pada acara ini, penyakit jantung ini terjadi karena adanya plak pada dinding pembulu darah arteri seseorang. Nah plak yang menumpuk ini menjadikan peredaran darah kita tidak lancar yang bisa memicu terbentuknya bekuan darah yang menyebabkan serangan jantung atau stroke.


“Kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait oleh proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah dan gangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke. Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” tutur Dr. Vito.


Lebih lanjut diterangkan Dr. Vito kalau penyakit jantung ternyata nggak hanya menyerang mereka yang sudah berusia lanjut saja loh guys. Jadi kita yang masih muda juga musti waspada, karena penyakit jantung bisa menyerang siapa aja, mau tua ataupun muda, laki-laki ataupun perempuan, semuanya berisiko. Apalagi dengan gaya hidup masa kini yang memang lebih banyak mengutamakan kepraktisan dibanding kesehatann.


Selain itu, manajemen emosi dan stress juga penting. İni nih yang banyak juga salah kaprah *termasuk saya*. Jangan mikir kalau sakit itu penyebabnya dari makanan, dari pikiran juga loh. Misalnya kalau kita lagi emosi, marah misalnya, ya ekspresiin aja, keluarin, jangan dipendam. Karena kalau dipendam justru efeknya tubuh akan bereaksi sebagai peralihan. Saya kalau sedih atau lagi marah juga termasuk tipe yang suka diem. Terus ujung-ujungnya gila makan buat menyalurkan emosi. Ternyata ini salah guys *dan sepertinya ini yang buat berat badan saya naik, saya kalau lagi suntuk bukannya nggak selera makan, justru banyak makan*.


Jadi baiknya gimana? Ya baiknya eksperikanlah senormalnya. Sedih ya nangis, kesel ya diobrolin, jangan dipendam-pendam, selain nggak baik buat kesehatan hati dan pikiran ternyata nggak baik juga buat kesehatan badan *note to myself*.


Faktor Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Faktor penyebab penyakit jantung koroner dibedakan menjadi 2, yaitu :
Faktor yang dapat dicegah, meliputi :
- Rokor
- Obesitas
- Stress
- Kurang olah raga
- Diabetes Melitus
- Hiperkolesterol
- Hipertensi


Faktor yang tidak dapat diubah meliputi :
- Riwayat keluarga
- Jenis kelamin (lebih sering diderita oleh pria daripada wanita yang belum menopause)
- Usia


Jadi jika ada keluarga kita yang memiliki riwayat penyakit jantung, ada baiknya kita juga waspada dengan menjaga pola makan dan gaya hidup dimulai dari sekarang. Jangan mentang-mentang masih muda jadi abai, karena gimana kondisi kita saat tua itu dipengaruhi gaya hidup kita kala muda loh guys. Catet!


Terus gimana dong kalau kita pengen mencegah penyakit jantung sedini mungkin? Nih saya share ya tips dari Yayasan Jantung Indonesia yang disampaikan oleh Ibu Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, Ketua Cabang Utama Yayasan Jantung Indonesia Sumatera Utara dan Tim penggerak PKK yang kemarin juga turut hadir. Menurut Yayasan Jantung Indonesia ada (5) Panca Usaha agar jantung kita tetap sehat. Kelima hal tersebut disingkat “SEHAT”. Nah apa aja sih si SEHAT itu? ini dia :

1. Seimbangkan Giji. Buat anak kos seperti saya, hal ini termasuk yang susyaah dilakukan. Secara anak kos kadang males makan, kadang bokek, kadang galau :D tapi mulai sekarang nggak ada lagi alasan. Sehat itu dimulai dari diri sendiri. Jadi walaupun jauh dari keluarga, musti aware dengan kesehatan diri. Karena nun jauh di kampung halaman sana, ada keluarga kita yang senantiasa mengharapkan agar kita selalu sehat.


2. Enyahkan Rokok. Hiks,,, ingat rokok saya ingat alm. Ayah saya. Beliau dulu emang perokok berat sih. Masalah rokok ini udah saya terapkan ke someone yang nyoba dekat ke saya, boleh dekat ke saya, tapi harus berenti ngerokok. Saya kan nggak mau ditinggal pas lagi sayang-sayangnya karena dia perokok terus kena penyakit jantung.


3. Hadapi & Atasi Stress. Well, ini yang sedang saya coba buat cari pelampiasan yang lebih positif. Dulu saat stress dan lari ke makanan itu saya pikir bagus. Ketimbang nggak selera makan trus sakit kan. Eh ternyata nggak baik juga buat kesehatan kedepannya.


4. Awasi tekanan darah. Musti rajin-rajin cek nih. Idealnya sih punya alat pengukur tekanan darah ya *mulai mikir buat beli*.


5. Teratur Berolahraga. Ini saya juga masih angin-anginan. Kadang rajin bener. Kadang mualessnya minta ampun. Mungkin saya harus mengganti alasan saya berolahraga deh biar lebih komitmen. Emang sih dulu-dulu itu saya pengen olah raga pas ada yang baru bilang ke saya “Diah kamu gendutan deh kayaknya”. Jadi motivasi saya dulu pengen kurus *kemudian lupa berat badan pas liat gorengan, bakso, dan para sekutunya*. Hmm.. mulai sekarang alasan olah raganya musti diganti jadi : “Saya harus olah raga karena saya harus tetap sehat”. Doaken saya komit ya olahraganya.


Berkaitan dengan gaya hidup sedentari, di acara ini kita juga dikenalkan dengan senam B-Fit 2.0. Saya tertarik dengan senam B-Fit 2.0 nya, soalnya gerakan-gerakannya nggak sulit namun bermanfaat banget jika dilakukan dengan rutin, khususnya bagi para pekerja yang kerjaannya lebih banyak duduk *lagi-lagi saya termasuk di dalamnya*. Karena gerakannya simpel, senam B-Fit 2.0 bisa dipraktekkan di area kerja loh.


Senam B-Fit 2.0 ini bermanfaat untuk melepaskan stress, memperbaiki postur tubuh, dan meningkatkan metabolisme. Kalian mau praktekkin juga. Boleh, ini saya share ya panduannya :

1. Dips. Gerakannya turun naik di kursi dengan lengan. Gerakan ini melatih lengan dan tubuh bagian atas.

2.Oper botol atas dan bawah. Gerakan ini melatih kekuatan punggung dan bahu kita guys.

3. Angkat beban ke satu sisi. Nah kalau yang ini melatih kekuatan dan keseimbangan punggung.

4. Squat dengan beban. Manfaatnya untuk melatih kekuatan kaki dan tubuh baguan atas.
Senam B-Fit 2.0 ini mudah banget dipraktekkin. Cuma empat gerakan doang tapi manfaatnya yahud mameen.

Peserta antusias ikutan instruksi senam B-Fit 2.0


Paduan senam B-Fit 2.0


Kejadian kaki sakit dan pengalaman ikut acara Gerakan Jantung Sehat : Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 ini membuka mata saya kalau siapa aja berpotensi terkena kolesterol tinggi yang berujung penyakit jantung. Jadi nggak ada alasan untuk nggak waspada. Kolesterol musti ditangkal sedini mungkin, penyakit jantung musti dicegah sedari muda. Kenapa? karena jantungmu jantung keluargamu.


Kenapa harus tangkal kolesterol sedari dini? Beberapa fakta di bawah ini mungkin bisa menjawabnya :

1. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI tahun 2012 menyebutkan bahwa serangan jantung adalah penyebab kematian nomor 1 di dunia.

2. Data dari survey Sample Registration System (2014) menunjukkan bahwa penyebab kematian tertinggi di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung. Sebanyak 12,9 % kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan pembulu darah. Hal ini tentu berpotensi naik tiap tahunnya.

3. Data dari European Prospective Investigation Into Cancer and Nutrition (EPIC) tahun 2008 menunjukkan bahwa kematian akibat gaya hidup sedentari jumlahnya dua kali lipat dibanding kematian karena obesitas. Gaya hidup sedentari berisiko menyebabkan penyakit jantung jika dibarengi dengan pola makan tidak seimbang.

4. Data dari Cholesterol Fact Sheet, Centre for Desease Control & Prevention USA menyebutkan bahwa kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

5. Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 menyatakan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia menderita kolesterol tinggi dan tidak menyadarinya.




Tangkal kolesterol sedari muda. Karena jantungmu jantung keluargamu.

Nah untuk lebih jelasnya tentang kolesterol, jantung koroner, dan cara pencegahannya, bisa dilihat di video di bawah ini ya guys :




Apa itu Nutrive Benecol?
Di atas udah saya jelasin sekilas sih ya kalau Nutrive Benecol adalah sebuah produk yang diformulasikan khusus untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

Saat ini terdapat dua varian Nutrive Benecol, Nutrive Benecol Smoothies kemasan botol siap minum dan kemasan sachet dalam bentuk bubuk sereal. Baik kemasan botol ataupun sachet, keduanya mengandung Plant Stanol Ester. Jadi kalau kita rutin mengonsumsinya 2 botol perhari, dalam 2-3 minggu dapat membantu menurunkan kolesterol hingga 7-10%.

Asiknya selain rendah lemak dan bebas lemak trans, Nutive Benecol juga diperkaya 11 vitamin dan 5 mineral yang bagus untuk sistem metabolisme tubuh. Karena merupakan  paduan gandum, oat, dan jelai (barley), Nutrive Benecol juga mengenyangkan serta tinggi serat pangan larut Inulin. Oya, 2 sachet Nutrive Benecol (Plant Stanol Ester 3.4 g) itu setara dengan 6 mangkuk Oats (Beta Glucan 3 g) loh. Nggak heran kalau produk Kalbe Nutritions ini telah teruji manfaatnya dalam mengurangi kolesterol dalam tubuh.



Gerakan Jantung Sehat : Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 bersama Nutrive Benecol
Menyadari tingginya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, Nutrive Benecol mengajak masyarakat untuk bersama-sama tangkal kolesterol agar dapat menurunkan risiko jantung koroner. TANGKAL kolesterol bisa dilakukan dengan langkah berikut :

- Teratur periksa kolesterol

- Awasi asupan dan pola makan

- Nikmati hidup tanpa rokok dan miras

- Giat berolahraga gerakan B-Fit

- Kendalikan berat badan & hindari stress

- Awasi tekanan darah

- Lengkapi dengan Nutrive Benecol 2x sehari




Kalian yang pengen cek kolesterol dan jantung serta dapetin info menarik seputar hal tersebut bisa loh datang ke acara serupa di kota berikutnya. Bakal ada empat kota lagi yang bakal disambangi : Surabaya (06 Agustus), Makasar (27 Agustus), Bandung (23 September), dan Jakarta (08 Oktober). Info lebih lanjut bisa pantengin Ig mereka : @nutrivebecol_id ya guys.


Kalian punya pengalaman seputar kolesterol dan sakit jantung? Share dong disini.

AYAM GORENG SAMBAL ANDALIMAN : MENU MEWAH NAMUN PRAKTIS ALA ANAK KOS

01.53 51
so good ayam potong
Ayam goreng sambal andaliman : menu mewah namun praktis ala anak kos

Ayam Goreng Sambal Andaliman : Menu Mewah Namun Praktis Ala Anak Kos : Dasar blogger anak kos ya. Postingan blog pun banyak yang ada embel-embel anak kosnya. Harap maklum lah ya, secara udah belasan tahun ngekos.


Seperti yang sudah pernah saya katakan di postingan sebelum-sebelumnya, jadi anak kos itu seru-seru serem. Seru karena bisa terbebas dari omelan emak yang nyuruh bangun pagi ataupun bersihin rumah. Seremnya ya kalau kangen sama omelan emak *apaan sih ah*


Tapi beneran loh ya, seremnya jadi anak kos itu kalau lagi terserang virus kangen rumah alias homesick. Kangen masakan emaklah, kangen barentem sama adik/kakak lah. Kangen dinasehatin ayah lah. Pokoknya macem deh.


Kadang karena kangen keluarga, kita jadi uring-uringan, mau pulang kampung tapi belum waktunya. Alhasil di kos ngapa-ngapain males. Makan juga males karena kebayang-bayang masakan emak. Biar kata banyak orang jualan makanan enak, tetep aja kadang nggak bisa ngilangin rasa kangen akan lezatnya masakan emak.


Karena selama ngekos saya kebanyakan makan di luar, masakan rumahan menjadi menu mewah bagi saya. Maklum lah, makan di luar mulu tiap hari bosen juga loh. Kadang pengen masak sendiri tapi di kontrakan sebelumnya pemilik rumah nggak ngijinin pakai kompor gas karena parno sama berita-berita kompor mbleduk.


Untungnya sejak November tahun lalu saya pindah ke kontrakan yang ngebebasin kita masak. Lalu apakah saya jadi rajin masak? Ya nggak rajin-rajin amat sih ehhehee… tapi ya lumayan sering dibanding saat nggak dibolein pakai kompor gas.


Biasanya saya masak yang simpel-simpel dan jarang dijual di luaran. Misalnya kayak rebusan. Atau pas lagi males keluar beli lauk ya tinggal buat telur dadar. Atau menu-menu rumahan yang lagi saya pengenin. Pokoknya yang simpek-simpel deh. Yang bumbunya berkisar cabe, bawang merah, bawang putih, jahe, tomat, gula, dan garam. Kenapa? Ya karena saya taunya cuma bumbu-bumbu itu. Menu masakan yang pakai bumbu selain bumbu yang saya sebutkan tadi saya anggap menu mewah karena selain ragam bumbunya lebih banyak juga karena saya nggak tau resepnya :D. Rencananya entar-entar aja saya pelajarin resepnya, kalau udah ada yang mau dimasakin #eh :D *bukan kode bang, tapi kalau paham ya syukur ehehhehee*


Eh tapi ada loh satu menu masakan yang pakai bumbu tambahan selain yang saya sebutkan di atas yang pernah saya masak. Bisa dikatakan ini satu-satunya menu mewah yang saya kuasai. Dan kebetulan tadi baru aja saya masak menu tersebut, jadi masih nempel rasanya di lidah, so masih semangat buat ngebagiin resepnya disini.


Ayam Goreng Sambal Andaliman, itu nama menu masakan yang akan saya bagi resepnya disini. Resep ini saya bela-belain belajar karena awalnya penasaran, juga karena saya suka rasanya. Ada sensasi ledakan-ledakan kecil di lidah dan bibir saat dan setelah makan dengan sambal andaliman ini. Iya, sensasi ledakan kecil atau ketir-ketir ini seakan nempel bahkan setelah kita selesai makan. Ibaratnya mantan, andaliman ini adalah mantan yang bikin kamu susah move on karena terus-terusan terkenang masa indah bersamanya #uhui


Sedikit tentang andaliman, andaliman atau sering juga disebut merica Batak adalah salah satu jenis rempah yang berasal dari daratan Asia. Di Indonesia, andaliman banyak tumbuh di tanah Batak, yakni sekitaran danau Toba, makanya banyak yang menyebutnya merica Batak. Karena rasanya yang pedas dan karena masyarakat Batak sering menggunakannya untuk bumbu masakan.

so good ayam potong
Andaliman, si merica Batak

Tak hanya memperkaya rasa masakan, andaliman juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk tubuh. Buah yang termasuk dalam suku jeruk-jerukan ini memiliki kandungan vitamin A, B1, dan C. Kandungan lainnya seperti zat besi, kalsium, fospor, lemak, energy, dan protein juga ada dalam andaliman. Karena itu andaliman memiliki fungsi sebagai antioksidan alami yang tentu saja sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh.


Andaliman bagus dikonsumsi untuk meperlancar peredaran darah sekaligus penambah darah alami, menyehatkan mata, menguatkan tulang dan gigi, juga membantu menjaga kinerja fungsi otak. Untuk perempuan, andaliman ternyata juga bermanfaat untuk melancarkan menstruasi loh. Makanya selain  sensasi ketir-ketir di lidah dan mulut setelah memakannya,  hal yang membuat saya suka sama jenis rempah yang satu ini adalah kasiatnya yang ternyata banyak sekali.


Oke, balik lagi ke Ayam Goreng Sambal Andaliman. Berhubung saya orangnya suka yang praktis tapi nggak mau mengabaikan masalah kualitas gizi, jadinya saya biasanya bakal milih beli So Good Ayam Potong yang isinya bagian dada dan paha ayam. Jadi praktis nggak perlu motong-motong sendiri. Selain itu juga karena kedua bagian itu terkenal dagingnya banyak *maklum lah ya, anak kos nggak mau rugi*.


so good
Praktis, nggak perlu motong.

Selain alasan praktis, So Good Ayam Potong juga berasal dari ayam pilihan yang dipelihara dengan baik di peternakan modern, tanpa suntikan hormon. Dan yang paling penting juga karena ayam-ayam tersebut dipotong secara halal serta proses pembekuannya menggunakan teknologi IQF (individually quick prozen) sehingga kesegaran, gizi, rasa, dan kebersihannya terjaga.

so good
So good ayam potong isi dada dan paha ayam

Resep ayam goreng sambal andaliman yang akan saya bagi ini sebenarnya sudah saya kreasikan sendiri sesuai bumbu yang biasa saya pakai. Jadi kalau kalian browsing resep sambal andaliman mungkin bakal beda dari yang saya buat ya.


Oke deh, langsung aja ya saya bagi resep Ayam Goreng Sambal Andalimannya.

Bahan :
- So Good Ayam Potong  dada dan paha ayam : 1 kg (isi 13 belas potong)
- Minyak Goreng : 250 ml
- Timun : 1 buah (untuk lalapan. Ini opsional sih, nggak dipakai juga gapapa)

Bumbu  sambal :
- Andaliman : 20 gram
- Cabai merah : ½ ons
- Bawang merah : 6 siung
- Bawang putih : 1 siung
- Tomat : 1 buah ukuran sedang
- Garam : sesuai selera

sambal khas batak
Ini bumbu dalam foto cuma mewakili ya guys, jumlah bumbu per itemnya yang benar sesuai resep yang saya tulis.


Bumbu ungkep ayam :
- Bawang putih : 2 siung
- Bawang merah : 4 siung
- Garam : 1 sendok teh

Cara memasak :
- Lunakkan terlebih dahulu So Good Ayam Potong,, saya biasanya setelah beli begitu sampai rumah langsung saya rendam di air tanpa membuka kemasannya. Tunggu sekitar satu jam.

- agar bumbunya meresak, ungkep ayam dengan bumbu ungkep yang sudah digiling. Tunggu sampai kira-kira empuk dan bumbu meresap. Tiriskan, lalu goreng.

- Rebus semua bumbu sambal (kecuali  garam). Rebus sekitar 10 menit. Angkat, tiriskan lalu giling. Tambahkan garam setengah sendok teh atau sesuai selera.


Nah sampai disini kalian punya pilihan untuk selesai atau lanjut, halalin atau putusin *jiahahhaa.. sayanya baper sama tulisan sendiri*. Tapi bener kok setelah sampai di tahap ini kita punya pilihan untuk lanjut ke tahap selanjutnya atau sampai disini aja. Loh kok gituh?! iya karena sambal andalimannya sudah jadi. Sudah bisa dinikmati bersama ayam yang sudah selesai digoreng. Namun kalau misalnya pengen sambalnya lebih tahan lama, bisa digoreng lagi sambalnya. Rasanya sama-sama enak kok menurut saya. Hanya saja kalau tidak digoreng andalimannya lebih tajam rasanya.


Untuk penyajian juga bisa dua pilihan. Mau dipisahkan sambalnya dan dinikmati dengan cara suwiran ayamnya dicocol ke sambal, atau dicampurin jadi satu. Bebas aja tergantung selera. Kalau misalnya di rumah kalian ada yang nggak bisa makan pedas, ya tinggal pisain aja ayam dan sambalnya. Biar masing-masing bisa cocolin ayamnya ke sambal sesuai selera dan porsi mereka.

sambal andaliman
Sambalnya dipisah, tinggal disuir dan dicocol ke sambal sesuai selera

Saya biasanya pilih yang sambalnya dipisain, karena salah satu temen kontrakan ada yang perutnya bakal ngulah kalau banyak-banyak makan sambal. Tapi berhubung tadi sekalian mau sungkeman ke rumah ibu yang punya kontrakan, jadilah saya buat keduanya. sebagian dipisain sambalnya untuk temen kontrakkan, sebagian dicampurin jadi satu karena mau dibawa buat ibu pemilik kontrakan *segan euy datang gak bawa apa-apa*. Si ibu seneng banget dibawain ayam goreng sambal andaliman ini, secara kan ya jarang banget ada yang jual sambal andaliman. Walaupun andaliman merupakan rempah khas Batak, di Medan belum pernah tuh nemuin tempat makan yang nyediain sambal andaliman. Makanya sering-sering nyambal pakai andaliman ini itung-itung turut melestarikan rempah tradisional.


sambal khas batak
Ini nih sambal andaliman ala Perempuan November

sambal khas batak
Kalau yang ini ayam dan sambalnya dicampur, untuk ibu kontrakan


Ayam Goreng Sambal Andaliman ini menu mewah namun praktis yang saya suka. Mewah karena ada bumbu khas Batak yang udah jarang dipakai orang. Mewah karena ayamnya terjaga 4 kualitasnya : segar, gizi, rasa, dan bersih. Mewah karena membuat rasa kangen saya ke masakan rumahan terobati.
Dan praktis karena memang penyajiannya mudah. Apalagi kompor saya dua tungku, yo cepet banget lah buat menu beginian.


Ayam goreng sambal andaliman ini cocok banget buat kalian anak kos yang kangen masakan rumahan namun nggak mau masak yang ribet. Eh buat para ibu rumah tangga juga cocok ding. Karena bergizi, enak, dan praktis.


Eh iya, kalau kalian punya resep olahan ayam potong lainnya yang juga praktis dan enak seperti resep saya, itu artinya kalian harus ikutan lomba yang diadain So Good. Kenapa? Karena berbagi resep masakan itu berpahala loh, apalagi kalau menang lomba, hadiahnya kece euy. Yuk ah buruan, ketentuan lombanya bisa dibaca disini ya guys!


MENIKMATI PIZZA DOREMI BERSAMA DUA PANGLIMA

12.25 3
pizza doremi
Menikmati pizza doremi bersama dua panglima

Menikmati Pizza Doremi Bersama Dua Panglima : Pizza, makanan yang berasal dari Italia ini termasuk yang digemari di Indonesia. Sama kayak ayam goreng berbalut tepung keefsi. Bedanya kalau keefsi udah banyak yang jual di pinggir jalan. Mungkin karena resepnya lebih muda. Kalau pizza mah belum sebanyak ayam keefsi penirunya.


Makan pizza itu asiknya rame-rame. Kenapa? Ya karena kalau sendiri susah ngabisinnya 1 pan. Saya walaupun yang sensasi delight di pijahat tetep aja makannya musti ada temennya. Kalau sendiri nggak sanggup ciin. Pernah kami pesan satu pan besar pizza. Kami berlima loh. Tapi tetep sisah satu slice. Pada udur-uduran ngabisinnya karena udah beneran kenyang.


Makanya saya bilang makan pizza itu asiknya rame-rame, biar sekalian menerapkan prinsip gotong royong yang sekarang udah jarang diterapkan di masyarakat *lah ini kok jadi melenceng kesini obrolannya*.


Juni lalu saya menikmati pizza Doremi bersama dua panglima. Eits.. jangan mikir panglima yang saya maksud ini adalah seseorang berpangkat panglima dalam kemiliteran. Bukan begitu. Panglima yang saya maksud ini adalah sebuah julukan. Sebenarnya ada dua kata lagi setelah kata panglima itu, tapi sengaja saya sebut panglima saja. Soalnya saya takut dijitak sama kedua panglima tersebut hahhahaa… emang panglima apaan sih?! Ada deh. Yang jelas ini berhubungan dengan usia dan status, jadi sangat sensitif untuk dibahas hahhahaa..


Berawal dari obrolan saya di WA dengan salah satu panglima, sebut saja ia panglima F. Panglima F ini suka banget ngajak saya chat tengah malam kalau pas kerja kena shift malam.  Tiap chat sering banget bilang gini :


“Sa, pizza yok Sa. Abang lagi bokek ini. Tapi gapapa lah abang yang traktir. Dua Loyang pun jadi pizzanya. Tapi harus malam ini ya. Kalau besok siang atau pas buka puasa udah nggak berlaku lagi traktirannya hihihii.”


Yang kemudian saya balas dengan mencak-mencak. Ya kali mau nraktir pizza tengah malam gituh. Sengaja banget dia bilang mau nraktir karena yakin saya nggak bakal bisa keluar tengah malam. Iseng banget kan.


Pembicaraan traktir mentraktir pizza  ini pun berlanjut ke chat grup. Ia, panglima F ini temen satu komunitas saya. Komunitas Sheilagank Sumut, penikmat karya-karyanya Sheila On 7.


Nggak ada rencana sebelumnya, tiba-tiba malam itu sibuk ngobrolin ngajak ngepizza. Saya mah oke-oke aja. Tapi dari sekian banyak anggota grup, yang bisa cuma 3 orang. Saya, Panglima F, dan satu pria lagi yang kebetulan juga bergelar panglima. Jadi sebutlah dia Panglima I.


Kami sepakat ngepizza di Pizza Doremi yang ada di jalan H.M Yamin Medan. Pizza Doremi ini letaknya dekat lampu merah masjid Perjuangan. Konsepnya food truck gituh di pinggir jalan. Alasan kenapa milih kesini karena lokasinya dekat dengan kontrakan  saya :D *karena lagi bokek tapi pengen ngunyah juga ding*


Baik saya ataupun kedua panglima ini sama-sama belum pernah nyobain Pizza Doremi, jadi nggak ada yang jamin rasanya bakal enak. Tapi berhubung kami emang penasaran jadi yo lanjut aja, semangat 45 ke food trucknya.


Saya dan panglima I sampai lebih dulu. Sementara panglima F nyampe beberapa menit kemudian. Abang-abang penjualnya menyapa ramah dan mempersilahkan kami duduk di kursi plastik yang disediakan. Sambil cekikikan ngobrolin berbagai hal kami melihat-lihat daptar menu. Ada lima pilihan ukuran dengan harga berbeda. Kesemuanya tergolong terjangkau menurut kami. Tapi ya belum tau juga rasanya gimana. Untuk varian rasa, ada 11 varian dengan tambahan 5 ribu rupiah per varian jika ingin tambahan Xtra sosis dan Xtra keju.


Sebenarnya kami bingung mau pilih yang mana. Saya tanya kedua panglima teman saya ngepizza malam itu untuk memesan yang mana. Eh mereka malah menyerahkan ke saya. Yasudah lah, kami akhirnya pesan Chicken Favorite satu porsi yang ukuran sedang seharga 35K.  Chicken Favorite ini isinya ayam, sosis, jamur, dan keju.


Pesanan kami datang dengan kotak dominan warna hitam dan merah dengan tulisan Pizza Doremi. Entah ada hubungan apa mereka dengan Budi Doremi. Apakah si Budi Doremi adalah salah satu ownernya, atau hanya kebetulan saja. Saya kurang tau dan tak mau tau karena pesanan sudah datang dan saya keburu penasaran pengen segera icip-icip pizzanya.

pizza pinggir jalan
Kotak kemasan pizza doremi


pizza doremi
Yeaaaiii.. pizzanya udah jadiiii...

Tapi etapi, meski sudah penasaran kami nggak serta merta ngelahap pizzanya. Karena apalagi coba kalo bukan alasan kekinian : foto (doa) dulu sebelum makan :D. Cekrak-cekrek beberapa kali hasilnya blur mulu karena panglima I tremor pas pegang kameranya. Cuma berhubung fotonya hanya untuk kebutuhan pamer-pamer manjah sama temen-temen di chat grup WA Sheilagank Sumut jadi ya gapapa lah. Yang penting ada buktinya kalau kami jadi ngepizza. Secara kami kan nggak mau mereka bilang no pict hoax!

dua panglima
Sebelum makam foto dulu walau fotonya ngeblur :D

sheilagank sumut
Ada yang nggak sabar mau cepet-cepet makan :D

Gigitan pertama, saya manggut-manggut keenakan. Pizza anget-anget dengan isian ayam, irisan sosis, jamur, dan keju yang lumer bikin lidah saya nagih. Paduan rasanya pas, tekstur dan rasa tepungnya juga nggak ngecewain. Saya pernah tuh makan pizza pinggir jalan yang tepungnya masih berasa mentah dan kayak butiran butiran kecil. Bikin saya mikir dua kali buat makan pizza pinggir jalan.


Dua panglima rekan saya itu jangan ditanya. Lahap bener mereka. Mungkin karena porsi ayam, sosis, jamur, dan kejunya yang nggak pelit makanya mereka nikmatin banget ngunyah pizza segigit demi segigit yang kemudian habis sekejap. Tinggallah kotak pizza yang kosong melompong.


Saya menghabiskan dua slice pizza ukuran sedang. Sementara dua panglima itu masing-masing menghabiskan tiga slice. Entah karena emang enak atau karena sejak buka puasa saya belum makan makanan berat, rasanya hampa melihat kotak pizza itu kosong, hanya meninggalkan bungkus saus sachet kecil.


Panglima F yang dari tadi selalu berucap ‘enak’ itu pun dari mimik wajahnya jelas masih mau lagi. Apalagi panglima I yang memang tukang makan. Hanya sejenak kami saling berpandangan kemudian ketawa ngakak. Fix kami kekurangan dan sepakat untuk pesan satu porsi lagi. Panglima I bahkan memesan 2 kotak untuk dibawa pulang. 1 kotak untuk adiknya. 1 kotak lagi untuk adiknya juga. Pertanyaannya adik yang mana hahhahaha,,, *peace panglima I*


Pesanan kedua kami adalah varian metlovers dengan isi ayam, sapi, sosis, dan keju. Kelihatan banget kan pipi chubby saya asalnya dari mana. Gabungnya aja sama para pecinta daging :D

pizza doremi
Ekspresi bahagia di pesanan pizza kedua

Meatlovers ini ternyata nggak kala maknyus dari chicken favorite. Cuma menurut saya lebih berat karena irisan daging sapinya. So, saya jadi berasa kenyang banget dan nyerah di slice kedua (lagi).
4 slice pizza ukuran medium sudah cukup membuat lambung saya berasa full banget. Begitupun dengan dua panglima yang duduk di samping kanan kiri saya. Kami kekenyangan pizza guys. Tapi mulut sebenarnya masih pengen ngunyah karena rasanya udah terlanjur nempel di lidah :D

sheilagank sumut
Rasanya nggak kalah enak dari pesanan pertama
pizza doremi
Ini nih penampakan pan pizza kedua

Saking kenyangnya makan pizza, esoknya saya sampai nggak sahur loh. Bukan diniatin sih. Cuma pas bangun-bangun udah adzan subuh hahahhaa. Tapi untungnya puasa lancar tanpa hambatan sampe waktu berbuka.


Buat saya, Pizza Doremi ini nggak kalah lah sama pijahat. Apalagi lokasinya dekat dari kontrakan. Kalau pas pengen dan cuma sendirian bisa beli yang slice aja atau yang ukuran kecil. Kalau lagi males keluar ya tinggal order via gojek aja bisa kok. Harganya juga terjangkau. Besok-besok kesini lagi ah, nyobain varian rasa yang lain.


Karena rasanya yang worth it, saya dan 2 panglima itu sampe sekarang kalau ngobrol masih sering bilang “pizza doremi kita?!” yang langsung disambut kalimat : “ayok ayok.. kapan?!” Cuma sampe sekarang belum kesana lagi karena belum sempat ketemuan lagi. Tapi yang musti diingat kalau kesini lagi adalah bawa minum sendiri karena mereka nggak jual minuman. Kami aja kemarin musti beli air mineral di kedai di seberang jalan.


Yaiii… udah dulu ya cerita saya tentang Menikmati Pizza Doremi Bersama Dua Panglima. Kalian punya pengalaman makan pizza Doremi? Atau makan pizza bareng panglima? Share dong ceritanya.

NGETRIP, TOILET, DAN DILEMA YANG BIKIN SESAK

16.59 0
prive uricran
ngetrip, toilet, dan dilema yang bikin sesak

Ngetrip, Toilet, dan Dilema yang Bikin Sesak : Mungkin ada yang bertanya-tanya dengan judul postingan saya kali ini. Apa hubungannya coba ngetrip dan toilet, juga dengan munculnya dilema yang bikin sesak.


Buat saya ada. Ngetrip merupakan salah satu hobi saya. Entah itu yang jaraknya deket atau yang sampe butuh naik pesawat dan paspor. Saya selalu suka ngetrip. Cuma adakalahnya kegiatan ngetrip ini bikin saya dilema. Salah satunya saat kebelet pipis.


Iya, saya suka males banget pipis kalau lagi dalam perjalanan ataupun lagi ngetrip. Alasannya sih cuma satu : saya males ke toilet umum. Mau itu toiletnya hotel bintang lima yang  wangi dan terlihat bersih ataupun toilet café, resto, mall, tetep aja saya enggan ke toilet. Apalagi kalau toilet umum di pom bensin ataupun di pinggir jalan yang saat masuk kita harus bayar.


Cuma sayangnya saat di hotel dan kena AC saya jadi pipis-pipis mulu. Gitu juga kalau camping yang biasanya lokasinya dingin, otomatis bawaannya mau pipis aja. Jadi lah saya dilema. Mau pipis males, nggak pipis ya jadinya sesak :(


Alasan saya males ke toilet mall dan hotel adalah karena bentuk wc-nya yang model duduk. Bukannya nggak bisa dengan dengan toilet model begitu, cuma saya suka geli sendiri ngebayangin berapa orang yang udah duduk disitu entah itu buat pipis atau buang air besar. Orang-orang yang saya nggak tau seperti apa. Apakah kulitnya mulus dan bersih, atau kudisan dan jorok. Saya kan juga nggak tau mungkin aja pipisnya ada nempel di dudukannya. Ya walaupun ada petugas yang ngebersihin, tetep aja saya suka ngerasa geli.


Biasanya kalau terpaksa harus pipis juga di toilet mall atau hotel, saya bakal nyari yang model toilet jongkok *Cuma jarang nemu sih*. Kalau nggak ada toilet jongkoknya ya mau nggak mau lah. Beruntung kalau disediain kertas khusus untuk ngelapisin dudukan toiletnya. Tapi ini juga jarang ada. Alternatifnya ya dialasi tisu. Duuuh… mau pipis aja ribet saya ya hihihiiii..

prive uri-cran
Biar kata di tempat mewah, saya tetep aja mikir-mikir kalau toiletnya model toilet duduk

Kalau di toilet umum di pom bensin atau pinggir jalan rata-rata masih toilet jongkok ya. Cuma permasalahan lain muncul : jorok dan bau. Bikin serem tiap mau masuk. Belum masuk aja aroma tak sedapnya udah kecium. Belum lagi kalau bak, ember, atau bahkan warna airnya bulukan banget. Bikin tambah horror deh.


Karena dua alasan tersebut saya jadi punya kebiasaan nahan pipis kalau bepergian. Bukannya saya sok bersih atau gimana sih. Kamar mandi di kontrakan saya juga nggak bersih-bersih amat kok. Tapi kalau judulnya udah toilet yang dipakai banyak orang umum kok ya saya jijik sendiri bayanginnya.


Gimana kalau lagi ngecamp di hutan atau gunung yang nggak ada toiletnya?! Ya kalau ini mah udah jelas saya milih nahan pipis ketimbang ke semak-semak. Tapi kalau udah nggak tahan juga ya akhirnya ke semak-semak juga ding hhahahaaaa…

prive uri-cran
kalau ngecampnya di tempat seperti ini ya wajib ke semak-semak karena nggak ada toilet


Intinya saya jadi kebiasaan nahanin pipis. Saya mah mikirnya selagi masih bisa saya tahan ya ditahan aja. Tapi sejak saya tau kalau nahan pipis itu nggak baik saya jadi tambah dilemma lagi. Antara nggak mau nahan pipis atau nekat pipis aja biar kata toiletnya jorok, bau, ataupun toilet duduk yang entah udah siapa saja duduk disitu.


Nahan pipis ternyata merupakan salah satu penyebab anyang-anyangan guys. Iya anyang-anyangan, kondisi dimana kita pengen pipis tapi setelah kita ready eh malah nggak keluar-keluar. Atau kalau keluar biasanya dikit. Dikit tapi jadi sering-sering. Alhasil bentar-bentar jadi ke kamar mandi. Orang yang anyang-anyang biasanya pas pipis disertai dengan rasa sakit.


Anyang-anyangan ini ternyata eh ternyata nggak bisa diremehin loh guys. Karena merupakan gejala awal dari penyakit infeksi saluran kemih. Menurut penelitian nih ya, 5 dari 10 wanita terkena infeksi saluran kemih. Duuuh,,, saya jadi sedih sendiri keinget kadang mau juga anyang-anyangan. Moga-moga nggak sampe jadi infeksi saluran kemih.


Berawal dari baca-baca blog temen tentang anyang-anyang yang ternyata merupakan gejala awal dari penyakit infeksi saluran kemih, saya jadi tertarik untuk mencari tau lebih jauh tentang penyakit ini dan pencegahannya.


Anyang-anyangan ini disebabkan oleh bakteri E-Coli guys. Bakteri ini bisa aja ada di pakaian dalam kita yang kurang bersih, atau di toilet yang jorok *nah loh, jadi makin dilema kan. Toilet jorok ada bakterinya, nekat nahan pipis juga salah juga. Gimana doong hiks*.


Kondisi tubuh yang dehidrasi juga bisa buat anyang-anyangan, makanya kita dianjurkan untuk konsumsi air yang cukup. Selain itu, penggunaan cairan pembersih organ intim, cara membersihkan organ intim, dan alergi juga bisa menjadi penyebab anyang-anyangan.


Kalau kalian termasuk yang sering anyang-anyangan, jangan diabaikan begitu aja ya guys. Nggak cukup juga dengan hanya banyak minum air putih. Musti konsumsi buah cranberry yang dari dulu dipercaya bisa mengobati infeksi saluran kemih.


Masalahnya nyari buah cranberry nya ini yang ribet. Mau nanam sendiri kok ya lama nunggunya berbuah, keburu anyang-anyangannya naik level dah. Lagian boro-boro nanem sesuatu di halaman rumah, lah pot bunga sebiji aja pun nggak ada. keliatan kan segimana nggak telatennya saya dalam urusan tanam menanam :D


Tapi untungnya kita nggak perlu repot-repot nyari buah cranberry dan mengolahnya untuk obat guys. Karena ternyata sekarang ada Prive Uri-Cran, obat herbal yang mengandung ekstrak buah cranberry yang menjadi solusi alami untuk anyang-anyangan. Jadi cukup dengan minum Uricran dan mengobah kebiasaan yang menyebabkan anyang-ayangan mudah-mudahan anyang-anyangannya menjauh dan menghindarkan kita dari penyakit infeksi saluran kemih. Untungnya lagi Prive Uri-Cran ini udah ada di apotik dan mall-mall. Jadi gampang dapetinnya.

mencegah anyang-anyangan
Prive uri-cran obant herbal yang mengandung ekstrak buah cranberry

Kalian ada yang sering anyang-anyangan? Mulai sekarang coba konsumsi Prive uri-Cran dan jangan coba-coba lagi deh nahan-nahan pipis. Saya aja mulai ngebiasain bawa tisu kemana-mana, jaga-jaga kalau toiletnya nggak ada tisu. Saya juga jadi sering ganti pakaian, khususnya pakaian dalam. Soalnya kalau ngetrip saya biasanya hemat banget pakaian karena males bawa baju banyak-banyak. Yaaa.. walaupun kedengarannya jadi lebih ribet dan bawaan jadi lebih banyak pas ngetrip, seenggaknya saya berusaha mencegah. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati.


Udah sore, sekian dulu cerita saya tentang Ngetrip, Toilet, dan Dilema yang Bikin Sesak. Kalian kalau punya pengalaman anyang-anyangan boleh lah di-share disini.

ANAK KOS DILARANG SAKIT

16.00 28
theragan - m
Anak kos dilarang sakit

Anak Kos Dilarang Sakit : Kalau diingat-ingat lagi, udah lama banget saya jadi anak kos. Bayangin aja, sudah sejak 2003 sampe sekarang saya hidup sebagai anak kos. Kalau dulu saat sekolah dan kuliah saya pulang sesekali saat uang habis atau saat liburan. Kali ini tak jauh beda, pulangnya nunggu ada waktu luang, dan nunggu tabungan cukup buat bantu-bantu emak di kampung hihihiii…


Memasuki tahun ke-14 sebagai anak kos, satu hal yang saya sadari adalah : anak kos wajib menjaga kesehatan! Iya, anak kos wajib sehat. Mmm… sebenarnya nggak Cuma anak kos sih yang wajib menjaga kesehatan. Semua orang memang seharusnya berusaha untuk tetap sehat. Tapi sebagai anak kos, menjaga kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diterapkan.


Kenapa?! Karena sakit di perantauan itu enggak enak ciiin. Bayangin aja kamu harus tergolek di kamar sempit seorang diri saat teman kosmu harus kuliah misalnya. Sendirian menahankan rasa tak enak yang menyerang tubuh dan jauh dari orang tua, itu rasanya menyedihkan banget guys! Ya kali kamu dapet temen yang care, nah kalo temen sekosnya yang bangsa cuek ya alamat bakal lebih menyedihkan lagi rasanya.


Sepanjang jadi anak kos, saya pernah dua kali sakit yang sampai harus pulang kampung. Itu juga karena saya ngerasa udah nggak tahan banget makanya akhirnya bilang ke ortu. Kalau masih tahan biasanya saya bakal diem aja nggak bilang mereka.


Yang pertama itu waktu masih sekolah, saya demam berhari-hari sampai harus dijemput di kos oleh abang saya. Yang kedua waktu kuliah. Saya lagi KKN tuh waktu itu. Kena cacar air yang lumayan parah. Sekujur badan keluar cacar air besar-besar. Bahkan di tenggorokan pun ada sampe saya  susah mau makan waktu itu.


Selebihnya kalau sakit saya tahankan sendiri di kos-kosan karena biasanya sakitnya ya demam kecapean ataupun masuk angin. Nggak cerita ke keluarga karena nanti yang ada mereka bakal panik.


Saya pernah demam tinggi sampe tertidur pasrah cuma pakai handuk. Ceritanya waktu itu tamu bulanan saya lagi datang. Emang si tamu ini kalau datang kadang mau sakit kadang nggak. Saya di kos sendirian. Temen sekamar lagi kuliah, ibu kos juga lagi pergi. Saya ingat waktu itu lagi nyuci pakaian. Selesai nyuci saya langsung mandi. Nah selesai mandi itu badan saya ngedrop. Keringat bercucuran padahal saya baru aja mandi dan masih pakai handuk. Kepala saya pusing dan suhu badan saya naik. Dengan mata terpejam dan meraba-raba dinding saya menuju tempat tidur. Rebahan. Antara tidur dan sadar, saya masih bisa mendengar suara-suara di sekitar, tapi tak bisa bangun,mata saya terpejam dan tubuh tak bisa digerakkan.


Saya pasrah dan cuma bisa berdoa. Teman saya pulang kuliah dan tanya apakah saya sakit, saya cuma bisa denger, nggak bisa jawab. Waktu itu saya sempat kepikiran buat ngabarin keluarga di kampung kalau saya udah sanggup gerakin badan dan nelfon, tapi akhirya urung karena berangsur-angsur kondisi saya membaik.


Pernah juga saya ijin kerja selama tiga hari karena leher dan punggung saya rasanya kaku banget. Tapi saya bantai istirahat aja, syukurnya nggak sampe pulang kampung.


Apa rasanya sakit di perantauan?! Sumpah nggak enak banget. Seandainya pun ada teman-teman yang care ya tetap aja rasanya sedih karena jauh dari keluarga. Belum lagi masalah biasa pengobatan kalau sampai harus rawat inap. Karena itu saya selalu mewanti-wanti diri sendiri supaya nggak sakit.

dilarang sakit
Anak kos dilarang sakit


Tau sendiri kan ya, anak kos ini orang yang nggak boleh sakit tapi pola hidupnya banyak sekali yang dekat dengan penyakit. Makan telat. Makan beli di luar yang udah pasti nggak tau gimana kebersihan si penjualnya. Ini masih tentang disiplin waktu makan dan kebersihannya, belum lagi tentang kandungan nutrisi dalam makanan. Hayoo ngaku deh, kalian yang anak kos pasti sering banget nyantap makanan instan kan?! Saya juga kok. Saya masih sering telat makan, masih rajin beli makanan di luar, dan paling semangat ngelahap junk food.


Trus gimana caranya tetap sehat? Kalau saya sih biasanya berusaha sebisa mungkin buat ngimbangin makanan dengan yang bernutrisi. Misalnya aja kalau di luar sering makan junk food, di rumah saya biasanya bakal nyoba buat masak rebusan. Atau kalau masak sendiri di rumah saya biasanya nggak pake penyedap. Minum teh nggak pake gula *karena memang saya nggak suka teh yang terlalu manis*. Terus kalau pesan jus di luar atau ngejus sendiri di rumah saya selalu minta yang original, tanpa tambahan susu, gula, es, dll.


Konsumsi  buah juga penting banget. Begitu juga dengan air putih. FYI, saya paling jarang konsumsi softdrink, lebih suka air putih. Saya juga jaraaaang banget minum es karena biasanya perut saya bakal kembung sehabis minum es.


Saya dulu punya temen satu kos yang punya kebiasaan lucu. Dia itu orangnya paling anti kalau ada makanan kebuang. Kadang lauk udah mau basi juga dimakan. Beli produk makanan yang udah lewat beberapa hari masa kadaluarsanya tetep diembat. Tapi setelah makan makanan itu biasanya dia minum susu. Alasannya untuk menetralisir racun-racun di makanan yang baru dimakannya. Jadi prinsipnya dia, gapapa minum racun asal dibarengi sama minum penawarnya hahahhaaaa…


Saya nggak sampe makan makanan yang udah lewat tanggal kadaluarsanya sih, tapi prinsipnya yang makan racun dibarengi penawarnya itu saya suka. Kadang saya terapin juga di kehidupan saya. Misalnya waktu pengen makan sate dan ayam bakar, biasanya setelah itu saya makan timun buat menangkal zat karsinogenik yang terkandung dalam makanan yang dipanggang/bakar. Atau saat saya pengen minum kopi, saya bakal makan nasi dulu karena biasanya kalau minum kopi dalam kondisi perut kosong saya bakalan masuk angin.


Selain itu biasanya saya coba mengenali ritme aktifitas saya. Kalau pas lagi banyak kegiatan jangan coba-coba makan telat, atau makan mie instan. Bila perlu barengi dengan multivitamin. Ini penting buat saya karena udah pernah ngalamin yang namanya sakit saat kerjaan  lagi banyak-banyaknya. So, saya bisanya nyoba sadar diri dan nahan diri buat ngelakuin hal-hal yang bikin badan ngedrop saat banyak kerjaan.


Kalau sudah terlanjur sakit gimana? Ya stop aktifitas dulu lah. Istirahat full, banyak makan buah dan minum air putih. Kuncinya itu aja deh kalau saya. Eh iya hampir lupa, tambah satu lagi kuncinya : minum multivitamin. Jurus terjitu tuh. Biar hasilnya maksimal dan badan jadi lebih cepat pulih saya biasanya selain istirahat, banyak konsumsi buah, sayur dan air putih, juga minum multivitamin. Saat ini ada banyak pilihan merek multivitamin yang bisa dengan mudah didapat di apotek dan toko terdekat. Kalau saya pilihannya jatuh ke Theragran-M.


Kenapa pilih Theragran-M? Karena Theragran M adalah vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Tiap tabletnya mengandung beraneka vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh saat masa penyembuhan setelah sakit. Nggak mau kan sakit lama-lama? Kalau saya sih nggak mau ya. Dan alhamdulillah sejauh ini kalau badan terlanjur ngedrop dan saya lakuin jurus terjitu itu, badan berangsur-angsur pulih.

vitamin yang bagus untuk masa pemulihan
Theragran - M, vitamin untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit

Hidup di perantauan dan jadi anak kos memang seru-seru asik. Nggak bakal denger omelan emak kalau pas lagi males bersihin rumah. Nggak bakal ada yang nyuruh-nyuruh tidur kalau pas kita lagi begadang, marathon nonton drama korea. Makan bisa beli sesuka hati yang penting ada budget. Tapi ya harus tetap bijak dan punya kontrol diri supaya nggak salah pergaulan dan tetap sehat. Karena sebenarnya bukan tentang ada atau nggaknya orang yang ngurusin saat kita jatuh sakit, tapi karena tiap orang bertanggung jawab terhadap kesehatan jiwa raganya. Karena saat kita sehat badan dan pikiran, saat itu kita bisa live to the max!


Oke guys, sekian cerita saya tentang Anak Kos Dilarang Sakit. Kalian jangan lupa jaga kesehatan ya :)

Ada yang punya pengalaman sakit di perantauan? Share dong!

BINCANG-BINCANG DENGAN SUTRISNO “TRIS MANGROVE”, SOSOK DI BALIK WISATA MANGROVE KAMPUNG NIPAH - SERDANG BEDAGAI

16.50 18
pantai mangrove
Bincang-bincang dengan Sutrisno "Tris Mangrove", sosok dibalik wisata mangrove Kampung Nipah _Serdang Bedagai

Bincang-Bincang dengan Sutrisno "Tris Mangrove", Sosok di Balik Wisata Mangrove Kampung Nipah - Serdang Bedagai : Di blog saya ini, seenggaknya ada dua postingan yang menyangkut Pantai Mangrove di Serdang Bedagai. Yang pertama saat pergi berdua dengan seorang kawan. Kemudian saat wisata bareng kawan-kawan Blog M (Blogger Medan) pada Desember tahun lalu.


Ngobrolin Pantai Mangrove ini asik. Nggak hanya tentang pantainya yang indah, tetapi juga kalau bicara tentang sejarah awal adanya pantai ini. Emang sejarahnya gimana? Baca aja postingan ini sampe akhir biar tau ehehehee…


Okeh, jadi di postingan kali ini saya mau sok-sok’an jadi wartawan, ngobrol-ngobrol sama Pak Sutrisno, sosok yang berada di balik Wisata Mangrove Kampung Nipah. Selamat membaca :)

Sosok di balik wisata mangrove kampung nipah
Sutrisno "Tris Mangrove"

Nama : Sutrisno “Tris Mangrove”
Posisi : Ketua Koperasi Muara Baimbai
Lahir : Alur Merbau, 11 September 1976
Pendidikan : SLTA


Besar di daerah pesisir laut dan menyaksikan sendiri bagaimana dampak kerusakan lingkungan di tempat tinggalnya membuat Sutrisno sadar harus melakukan sesuatu. Bersama istrinya, Jumiati ia mulai menanam mangrove. Merekapun mengajak warga di sekitar untuk bersama-sama menanam mangrove dengan tujuan konservasi. Seiring berjalannya waktu, bersama warga yang tergabung dalam Koperasi Muara Baimbai, mereka mengembangkan wisata berkonsep ecotourism bernama “Wisata Mangrove Kampoeng Nipah”


Bagaimana awalnya hingga wisata mangrove Kampung Nipah ini berdiri, Pak?
Awalnya Desa Nagalawan ditumbuhi oleh vegetasi mangrove yang luar biasa. Tahun 80an masuk industri tambak udang yang kemudian membabat hutan mangrove. Tahun 90 mulai terjadi abrasi pantai, nelayan mulai sulit menangkap ikan dan udang, dampak dari penggundulan hutan tersebut. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor dari kemiskinan nelayan. Tahun 2004 saya dan Buk Jumiati istri saya mulai menanam mangrove dan mulai membentuk kelompok nelayan dan kelompok perempuan Muara Tanjung. Tahun 2009 kelompok mulai memproduksi makanan olahan dari mangrove dan tahun 2011 mulai memanfaatkan hutan mangrove sebagai wisata hingga sekarang melalui Koperasi Muara Baimbai yang dibentuk tahun 2011.

Baca juga : Menikmati Wisata Pantai Mangrove Kampung Nipah - Serdang Bedagai


Berarti Bapak merupakan salah satu orang yang merasakan langsung imbas dari kerusakan lingkungan akibat alihfungsi lahan?
Saya lahir di Langkat. Tamat SD pindah ke Nagalawan sebab ibu dan nenek saya asli kelahiran sini. So pasti saya merasakan langsung. Itu juga yang memicu untuk menanam mangrove. Bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan melibatkan masyarakat nelayan di kampung kami.


menanam mangrove
merasakan langsung imbas alih fungsi lahan mangrove membuat Tris tergerak untuk menanam mangrove


Dampak positif apa yang dirasakan dari sebelum menanam mangrove dengan setelah menanam mangrove?
Pertama, nelayan sudah tidak sulit menangkap ikan. Kedua ,masyarakat sadar tentang pentingnya mangrove. Ketiga, bertambahnya penghasilan nelayan dengan adanya wisata mangrove dan pengolahan produk berbahan mangrove.


Darimana ide awal untuk menanam mangrove?
Almarhum orangtua saya dulu juga penggerak lingkungan di Nagalawan tahun 1993an.


Nah, awal menanam mangrove, bagaimana respon orang-orang sekitar?
Mencemooh, bahkan dianggap gila, kurang kerjaan. Giliran sudah kelihatan berhasil membangun wisata, orang yang mencemooh malah mau merebut lahan yang kami kelolah.


Lalu apa yang Bapak lakukan?
Saya dan kawan-kawan terus bekerja tanpa pamrih dan ingin membuktikan bahwa yang kami lakukan pasti berhasil. Hingga sekarang.

pantai mangrove
bergerak bersama masyarakat yang mau peduli

Pernah merasa lelah dan ingin berhenti?
Pernah, ketika banyaknya tekanan dari kelompok-kelompok lain yang tidak mendukung. Terutama mereka yang ingin merebut apa yang telah kami bangun. Tapi semua bisa ditepis berkat komitmen kawan-kawan komunitas yang solid dan terus mendukung langkah yang kami tempuh. Terutama istri yang selalu kuat mendampingi dan menghadapi masalah bersama-sama.



Tadi Bapak katakan tahun 2011 mulai mengembangkan wisata mangrove. Ini ide darimana sampai kepikiran menjadikan mangrove sebagai wisata?
Sejak awal menanam sudah mulai kepikiran untuk wisata mangrove. Selain itu saya juga melihat di luar daerah, pemanfaatan hutan sebagai wisata, selebihnya kami kembangkan berdasarkan kemampuan kami sendiri.


Sejauh ini, dalam pengembangan wisata, adakah hal-hal yang menghambat, ataupun masalah-masalah yang pernah dihadapi?
Terutama mengenai kapasitas SDM kami. Perlu banyak belajar mengenai banyak hal. Terutama IT dan manajemen. Kami sering bekerjasama dengan kawan-kawan kampus dan aktifitas untuk membantu kami. Pengembangan infrastruktur wisata juga menjadi salah satu kendala.

Baca Juga : Wisata Mangrove Bareng Blog M


Kalau respon wisatawannya sendiri bagaimana?
Segmen pasar kita adalah pelajar dan mahasiswa serta wisatawan yang konservasionis. Kami juga berupaya menularkan pentingnya mangrove kepada wisatawan melalui event maupun himbauan yang kami buat di lokasi wisata.
sosok di balik wisata mangrove kampung nipah
Masih banyak mimpi dan perjuangan yang harus dilakukan, semangat Pak Tris!

Oke, 1 pertanyaan terakhir. Apa harapan Bapak ke depan?
Menjadikan wisata mangrove menjadi wisata internasional. Mangrove tetap terjaga dan pendapatan masyarakat nelayan semakin meningkat.



Guys, saya selalu bersyukur ketika bisa kenal dan berbincang dengan orang-orang inspiratif seperti pak Tris dan istrinya ini. Cuma kemarin memang kesempatannya ngobrol sama Pak Trisnya doang, sama istrinya cuma kenalan doang, nggak ngobrol. Mereka pasangan yang keren menurut saya, sama-sama memiliki kepedulian terhadap sekitar, saling mendukung dan tak menyerah saat banyak yang mencemoh.


Kita mungkin belum bisa berbuat seperti mereka, tapi seenggaknya kita dukung perjuangan mereka dengan perilaku-perilaku positif, misalnya saja dengan nggak membuang sampah sembarangan dimanapun berada, khususnya waktu maen di pantai. Dan buat kalian yang mungkin kepikiran mau usaha tambak ikan/udang dengan mengalihfungsikan hutan mangrove, pikir-pikir lagi deh, dampak negatifnya banyak ciiin :D


Sekian Bincang-Bincang Dengan Sutrisno “Tris Mangrove”, Sosok Di Balik Wisata Mangrove Kampung Nipah -  Serdang Bedagai. Kalian pernah ngobrol dengan pak Tris atau dengan sosok inspiratif lainnya? Gimana kesannya?!



NB : Foto-foto adalah hasil jepretan Robby Subrata

PENGALAMAN NGGAK ENAK BELANJA ONLINE

16.22 2
online shop
Pengalaman nggak enak belanja online

Pengalaman Nggak Enak Belanja Online : Jaman sekarang apa-apa serba online. Bayar tagihan online, beli tiket pesawat online. Apa-apa di-online-in deh pokoknya. Kemarin pas mau bukber bareng temen juga pesan voucher makannya online.


Era online memang eranya orang-orang pemuja kepraktisan. Dari pada ngantri di loket ya mending bayar online, nggak rugi waktu dan tenaga. Belanja juga gituh. Dari pada capek muter-muter toko buat mencari barang yang kita inginkan ya mending beli online aja. Tinggal transfer duitnya ntar barang diantar ke rumah. Praktis. Cuma butuh gadget yang tersambung jaringan internet dan jempol yang scrolling kesana sini.


Saya bahkan dulu pas ngantor punya temen yang hobinya beli barang lewat olshop. Teman-teman saya juga banyak yang memanfaatkan peluang dengan berjualan di tokoh online mereka. Internet memang membawa semangat baru bagi para pengusaha yang belum punya modal untuk membuka toko secara offline namun pengen berdagang.


Saya sendiri bukan yang termasuk demen belanja online. Palingan beli tiket online kalau lagi males ke stasiun buat pesen. Tapi pernah sih beberapa kali beli sesatu lewat online. Itu juga biasanya ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Misalnya disini susah nyari yang jual barang tersebut, biasanya kalau begitu saya sih bakal memilih beli online memang.


Saat belanja online biasanya saya menghindari barang-barang yang pakai ukuran. Misalnya sepatu atau jeans. Soalnya takut ukurannya nggak pas.


Meski terbilang kurang gemar belanja online, tapi pernah juga saya memutuskan untuk belanja online karena satu dan lain hal. Dan dari beberapa kali berbelanja itu ada pengalaman nggak enak yang saya alami saat belanja online. Di postingan kali ini saya pengen ngebagiin pengalaman nggak enak belanja online tersebut.


Sempit
Ini kemarin saya memutuskan buat beli baju di salah satu marketplace. Nggak tau kenapa kemarin itu saya kok niat banget beli baju online. Padahal biasanya nggak begitu.


Sebelum memutuskan untuk beli, saya lihat dulu informasi tentang produk yang dicantumkan. Di keterangan produknya dikatakan kalau baju tersebut free size dan fit L. Artinya saya yang ukuran bajunya L ini bisa pake dooong. Sebelum order saya pun tak lupa untuk chat ke penjualnya. Saya katakan berapa berat tubuh saya. Si pembeli bilang muat. Oke lah, saya pun order.


Begitu barang sampai rumah, jreng..jreng..jreng… bajunya muat sih. Tapi sempit banget di bagian punggung. Rasa-rasanya lemak di tubuh terekspos banget. Tapi saya memutuskan untuk nggak komplain ke penjual dan nyoba berpikir positif: mungkin badannya yang tambah besar, jadi ukurannya nggak L lagi :D


Jahitan nggak rapi
Emang sih ya, ada rupa ada harga. Kemarin itu saya beli baju nggak bisa dibilang murah banget sih. Harganya standar aja sama harga pasaran disini. Cuma karena kebetulan saya lagi malas, trus kalo beli satu baju nggak dapat gratis ongkir *gratis ongkirnya pakai minimum pembelian*. Jadilah saya beli baju lagi biar gratis ongkir. Nah si baju ini selain masalah ukuran seperti yang saya jelasin di atas, jahitannya juga nggak rapi. Ujung pinggir kiri kanannya malah mencang mencong sampe terpaksa saya benerin dengan jahit sendiri. Ealaaah…



Beda dari gambar
Ini kejadiannya masih sepaket sama baju- baju di atas. Yang ini masalahnya lebih parah sih. Dari bahan hingga modelnya sangat jauh dari yang di gambar. Saya pesan jaket kemarin itu. Bener-bener ngecewain sampai saya akhirnya ngasi penilahan jelek ke produknya.


Jadi saya itu beli 3 item. 2 baju atasan, 1 jaket. Sebenarnya di 2 baju atasan itu udah kecewa sih. Cuma saya nyoba tahan dengan nggak komplain dan nggak ngasi penilaian jelek ke produk olshop tersebut. Tapi jaket itu bener-bener ngecewain, jadi lah saya cuma kasi 1 bintang. Maaf sist,,, bukan maksud hati mau ngasi citra jelek ke tokonya kamu, tapi emang aku kecewa sama barang yang kamu jual. Jauh banget dari aslinya.



Beda ukuran
Ceritanya keponakan saya yang masih kelas 4 SD keduanya dapat sepuluh besar. Terus deh heboh nelfon saya minta hadiah. Berhubung keluhannya tas sekolahnya rusak, jadi lah saya mikir mau beliin tas sekolah aja.


So, saya pun mulai hunting tas sekolah di salah satu marketplace. Nemu tas yang menurut saya unyu dan cocok buat anak sekolah. Katanya 4 in 1 gitu deh. Ada tas ranselnya, trus tas selembang, trus yang kecil-kecil kayak dompet koin. Saya mikirnya bakal jadi tempat pensil mereka. Jadi lah saya beli 2 dengan warna yang sama biar nggak rebutan.


Begitu barangnya nyampe saya pun terhenyak. Terus ngekeh sendiri. Ya ampuuun, kecil banget tasnya. Ini mah cocoknya buat anak balita gituh. Kalau buat anak SD nggak cukup lah buat bukunya, pikir saya. Padahal itu tas di fotonya ada dikenakan orang dewasa dan saya lihat ukurannya normal.
Nggak keliatan jomplang dipakai orang dewasa. Lah ini aslinya kok ya jomplang banget ih.


Saat pulang kampung, keponakan saya yang emang lagi liburan di rumah emak saya pun langsung menyerbu. Begitu liat tasnya mereka pada nanya, tas buat siapa ini Nde? Saya jawab ya buat kalian, kecil banget ya?! Mereka ketawa, ini sih buat adekku Nde baru pas *adik mereka masih umur 3 tahunan gitu deh*


Yaaah… saya pun akhirnya minta maaf karena nggak jadi beliin mereka tas. Tasnya buat adik-adiknya aja karena kecil bingits…


Isi nggak lengkap
Namanya perempuan, perkara harga beda dikit doang aja pasti deh jadi pertimbangan. Saya pun demikian. Beli tas gunung di marketplace. Sebelumnya udah hunting harga dulu tas dengan merek tersebut dan tipe yang saya inginkan itu harganya berapa. Rata-rata penjual lainnya di marketplace itu jual dengan harga yang sama di toko resmi. Bahkan ada yang jual lebih mahal. Ada juga sih yang jual di bawah harga standar.


Saya menemukan penjual yang pasang harga lumayan murah dibanding lainnya. Jadi lah saya beli disitu sambil siul-siul senang karena nemu harga yang murah.


Tapi sodara-sodara, lagi-lagi saya mendapatkan pengalaman nggak enak belanja online. Bukan karena barangnya palsu atau sudah tak baru lagi, tapi karena ternyata ada yang dikurangi disana. Iya dikurangi. Harusnya itu tas sepaket sama jas ujan buat tasnya. Tapi saya buka semua resletingnya, nggak ketemu juga itu rain bagnya. Kya..kya…kyaaa… rain bag mahal juga kelesss… kalau diitung beli rain bag plus harga tas yang udah saya bayar, jatuhnya malah lebih mahal dari harga normal. Asem!



Emang nggak asiknya beli online itu ya gitu ya, kita nggak bisa mastiin kondisi barangnya gimana. Kalaupun nggak sesuai ekspektasi dan bisa minta kembaliin ya tetep aja jadi ribet menurut saya. Udah rugi waktu dan paket data juga ngubek-ngubek market place ya kan. Jadi ya biasanya saya pasrah aja hahahhaa.


Tapi apakah saya kapok belanja online?! Ya nggak juga sih. Biasa aja. Saya anggap itu resiko. Masih mending ada barangnya. Lah kalau seperti yang di berita-berita itu, uang sudah ditransfer tapi barang nggak nyampe-nyampe, kan nyesek *ini biasanya kejadian kalau belinya di tokoh online personal. Bukan di marketplace*. Ya walaupun barang nggak sesuai ekspektasi itu juga nggak kalah nyesek ehehheee..


Tapi saya nggak kapok kok belanja online. Saya yakin kok banyak yang dapat pengalaman menyenangkan ketika beli online. Pasti masih banyak penjual yang jujur dan menjual barang sesuai spesifikasi yang ia tawarkan. Saya pas kebetulan aja dapat yang nggak enak.


Saran saya sih kalau kalian mau beli online, beli lah di penjual terpercaya. E-commerce, Olshop pribad, ataupun yang tergabung di marketplace juga banyak yang terpercaya kok, walau nggak dikit juga yang suka nipuh. Pinter-pinter kita aja menilai mereka,


Kalian punya Pengalaman Nggak Enak Belanja Online?! Ceritain dong disini :)