CAFÉ RUMAH POHON : CAFÉ UNIK DI ANTARA PEPOHONAN

16.49 2
kafe hits di medan
Cafe Rumah Pohon Medan

Cafe Rumah Pohon : Café Unik di Antara Pepohonan – Kuliner Medan: Kafe yang satu ini mungkin bakal hits di Kota Medan. Berawal dari seorang teman facebook yang ternyata teman dari owner Cafe Rumah Pohon yang memosting foto-foto kafe ini. Saya yang memang sejak kecil terobesi sama rumah pohon gara-gara baca ulasan tentang rumah pohon di Majalah Bobo, jadi penasaran. Cuma saat itu kafenya belum beroperasi.

Jadinya saya nunggu-nunggu deh kapan nih kafe buka. Eh gitu udah buka malah sanyanya yang harus ngerjain suatu hal di luar kota selama sebulanan lebih. Nggak jadi-jadi deh ke kafe yang satu ini.
Nah kemarin itu ada kawan ngajak meet up. Katanya sih mau curhat tentang suatu hal. Saya sarankan buat curhat by WA aja dianya nggak mau. Katanya musti ketemu, mumpung lagi sama-sama di Medan. Oh baek lah, rencana pun disusun.

Baca juga : Dinner Cantik di Restoran Lembur Kuring Medan

Kami sepakat ketemu pas jam makan siang. Biar bisa sekalian kunyah-kunyah sekalian curhat ngalor ngidul. Tapi kemudian bingung nentuin tempat. Soalnya kalau bisa lokasinya di tengah supaya salah satu dari kami nggak ada yang kejauhan. Alhasil janjian ketemu di MW (Merdeka Walk). Yaah… mentok-mentoknya ke Mc Donald kalau di MW. Atau kalau nggak ya ke Srikandi, Nelayan Dimsum, sama ke Pizza Hut.

Saya oke-oke aja tapi sambil mikir tempat lain. Soalnya lagi pengen suasana baru. Dan tiba-tiba aja ingat Cafe Rumah Pohon. Hmm… lokasinya jadi lebih dekat ke si temen sih. Kalau dari kontrakkan saya jadi 2X lipat jauhnya dibanding kalau ke Merdeka Walk. Tapi nggak pa-pa deh, itung-itung mengobati rasa penasaran yang sudah lama mengendap.

H-1 dari waktu ketemuan, saya usulin buat ganti tempat meet up ke Cafe Rumah Pohon. Si temen langsung setuju.

Cafe Rumah Pohon beralamat di jalan Sei Belutu nomor 114 Medan. Berhubung ini jalannya 1 arah, jadi masuknya dari jalan Darussalam. Kalau dari pinggir jalan sih bangunan kafenya nggak kelihatan karena banyak pohon. Tapi ada plang penunjuknya kok. Jadi nggak bakal tersesat lah :)

Baca juga : Cafe Asik di Medan Idaman Anak Kos dan Pelajar

Di hari yang disepakati, saya sampai lebih dulu. Bukan karena saya on time, tapi karena gojek pesanan si teman nggak datang-datang. Berhubung saya sudah sampai di lokasi, ya langsung cari tempat duduk kosong saja sembari menunggu.

kafe instagramable
Halamannya luas dan bersih, banyak pepohonan yang bikin adem

Rasa penasaran terbesar saya terhadap kafe ini sebenarnya bukan di menunya, melainkan di bangunan rumahnya. Apakah benar-benar rumah di pohon seperti yang ada dalam bayangan saya selama ini. Atau hanya sebuah kafe di area rumah dan pohon-pohon di dekatnya.

Di bayangan saya, rumah pohon adalah rumah di dahan pohon yang jika kita mau masuk harus manjat pohon ataupun menaiki anak tangga dulu. Tapi bangunan Cafe Rumah Pohon ternyata hanya sebuah bangunan yang berjejak ke tanah. Memang ada pohonnya di dalam ruangan, tapi sepertinya pohonnya hanya sekedar hiasan saja. Dahan-dahan pohon yang sudah dipangkas dan sepertinya sudah mati.

Baca juga : Menu-menu Unik dan Kekinian di Sosmed Cafe

Memang sih ya saya sebelumnya sudah lihat bentuk rumahnya dari FB temen, tapi kirain ada bangunan lain gituh yang benar-benar seperti rumah pohon dalam bayangan saya. Jadi intinya ekspektasi saya dan reality nya beda.

Terlepas dari ekspektasi saya yang ternyata melenceng dari realitinya, saya tetap suka dengan suasana di kafe ini yang memang banyak pepohonannya. Terus bangunan rumahnya juga terbuat dari kayu, jadi tetap berasa lagi di alam-alam gitu deh.

kafe keren di medan
Ini nih penampakan cafe rumah pohon dari tempat sepeda motor saya parkir

Siang itu beberapa meja terisi pengunjung. Di salah satu kursi terlihat ada balon berwarna-warni. Sepertinya ada yang ultah.

kafe hits di medan
Ada yang ultah nih sepertinya :D

Memasuki area teras terbuka, saya berdiri sendiri celingukan sembari mencari tempat duduk mana kira-kira yang asik. Pelayan kafe terlihat berjalan kesana kemari, entah itu membawa pesanan ataupun mengangkat meja dan kursi. Mereka tengah menyusun kursi dan meja untuk teras yang masih kosong.

Dan di antara pelayan yang mondar-mandir melewati saya itu, saya merasa kesepian dan butuh perhatian hueheheeee… pelayan sini dong, sambut kedatangan saya, sapa atau tanyain saya kek: “mau duduk dimana mbak, indoor apa outdoor, atau mbak jomblo ya? Kami ada menu penangkal jomblo loh” hahhahhaa… ah dasar saya ya, tipe pelanggan manja sepertinya, datang aja mesti disambut huehehheee

Belasan menit menunggu, finally teman saya datang juga. Karena penasaran sama bagian dalam rumah pohonnya, kami memutuskan untuk pindah meja. Dekorasi ruangan di Cafe Rumah Pohon ini tergolong keren menurut saya. Banyak barang-barang jadul yang tertata di beberapa sisi rumah. Barang-barang jadul yang saat ini menimbulkan kesan artistik menurut saya. Ada rantang jadul, patung kayu karakter wayang, dan hiasan-hiasan lainnya. Dinding menuju tangga ke lantai atas dihiasi dengan kain ulos. Sama seperti ruangan di bawah, ruang atas berukuran tak terlalu besar. Ada rak berisi majalah, juga lemari berisikan aneka benda jadul.


cafe rumah pohon di medan
Dekorasi di cafe rumah pohon. 

rantang jaman dulu
Banyak barang-barang jadul disini :D

anak tangga
Tangga menuju lantai atas. Dinding kiri kanannya disiasi ulos :)

Kami memilih tempat di dekat jendela. Nah kalau lihat di foto-foto instagramnya, jendela ini cukup bagus juga buat foto-foto. Jadi kesannya kayak rumah adat Minang yang sering orang foto di sisi jendela itu. Cuma kami ya nggak bisa buat foto begitu karena nggak ada yang fotoin dari luar hehhehee..



kafe unik di medan
Hiasan keramik yang lucu, terpajang di rak lemari di lantai atas

cafe unik dan menarik
Yang ini juga menghiasi lemari di lantai atas

Oya, untuk indoor ini no smoking area guys. Jadi jangan merokok disini ya, ganggu yang nggak merokok tauuuu.. :P
cafe instagramable di medan
Pemandangan dari jendela dekat meja saya

Untuk menunya cukup beragam, tapi cenderung menu-menu Indonesia dan tradisional. Ada menu paket juga yang komplit sama minumnya. Saya coba Paket C seharga 35K. Isinya nasi putih, sayur daun ubi tumbuk, sambal ikan gabus rebus dengan bumbu bawang batak, tumisan terong telunjuk dan tempe, serta kerupuk. Minumnya jus timun. Rasanya, menurut lidah saya sih oke ya. Pas lah untuk saya yang emang lagi kangen masakan rumahan. Saya suka bumbu sambal yang melumuri ikan gembung rebusnya. Daun ubi tumbuknya juga tak terlalu bersantan, jadi nggak bikin perut berasa penuh karena lemak santan. Paduan menu di paket C ini menurut saya lengkap namun tetap ringan, tak terlalu berlemak.

paket makan
Paket C pesanan saya
Teman saya memilih menu Paket Rica-Rica, harganya sama 35K. Isinya nasi putih, ayam rica-rica, kerupuk, tempe goreng, dan irisan tomat dan timun. Minumnya Teh Madu Kasturi. Saya nggak bisa cerita gimana rasanya. Cuma waktu saya tanya teman saya katanya sih enak.

cafe rumah pohon
Nah kalau yang ini Ayam Rica-Rica pesana teman saya

Usai makan, kami pun ngobrol ngalor ngidul sampe akhirnya kepingin ngemil lagi. Jadi lah kami pesan camilan. Saya dari rumah awalnya pengen pesan camilan kue tradisional. Tapi waktu liat daftar menu kok ya tergiur nyicipin Fudge Brownies & Ice Cream. Teman saya mau pesan Cake of the day & Tea, tapi lagi kosong, jadi lah dia pesan menu yang sama dengan saya.

Dan… bagaimana rasanya?! Enyaaaak… saya langsung suka ini fudge browniesnya. Brownies cokelat dengan tekstur setengah keras namun lembut, dengan saus cokelat dan taburan butiran gula-gula permen di atasnya. Garingnya brownies dan lumernya saus cokelat, nyatu di dalam mulut. Ah,,, ini bakal jadi menu pavorit saya deh disini.

menu enak di cafe rumah pohon
Fudge Brownies & Ice Cream yang bikin saya jatuh hati

Menu yang lain gimana? Saya belum nyoba sih, jadi belum bisa komentar. Terus foto-fotonya juga nggak banyak karena hape saya lobet. Mau pinjem hape temen buat foto-foto kok ya nanti dikiranya saya lebih mentingin foto-foto ketimbang dengerin cerita dia. Jadinya ya foto seadanya dengan kamera yang apa adanya juga, ehheheee…

Baca juga : Wisata Kuliner Binjai : Tahu Balik Pondok Surya

Jadi begitu lah guys. Cafe Rumah Pohon ini kalau dari segi tempatnya sih oke doke lah buat futa-futo. Instagramable cyiiiin. Kalau dari segi makanan saya nggak bisa cerita banyak karena memang belum banyak nyobain menu-menunya. Tapi saat nanti balik lagi kesini, Fudge Brownies & Ice Cream bakal jadi menu yang nggak bakal saya lewatkan.

Kalian pernah ke Cafe Rumah Pohon?! Gimana kesannya? Cerita dong disini :)


Salam,
Perempuan November

FOTO-FOTO HARI KE-2 SENANDUNG SIMALUNGUN DI SAMOSIR

14.18 4
senandung simalungun di samosir
Foto-foto hari ke-2 Senandung Simalungun di Samosir
Foto-Foto Hari ke-2 Senandung Simalungun di Samosir - Review Event : Ingat postingan saya beberapa waktu yang lalu tentang event Senandung Simalungun di Samosir?! Postingan kali ini sebenarnya adalah lanjutan dari postingan tersebut.

Tapi postingan kali ini khusus aktifitas di hari kedua. Dan lebih banyak share fotonya ketimbang tulisannya.


Kalau acara penampilan musiknya sih cuma 1 malam saja. Tapi keesokkan harinya masih ada rangkaian acara bagi para panitia, pengisi acara, dan rombongan dari Medan dan Pematangsiantar. Acaranya berupa senam pagi Haro-haro, melepas bibit ikan mas ke Danau Toba, dan berwisata ke Ambarita. 


senam ala simalungun
Senam pagi Haro-haro, senam ala Simalungun

bibit ikan mas
Melepas bibit ikan mas ke Danau Toba


menabur benih
Pelepasan bibit ikan mas ini sebagai simbol dari kepedulian terhadap Danau Toba yang semakin tercemar, juga sebagai harapan ke depan tidak ada lagi keramba-keramba ikan yang merusak ekosistem danau


bernyanyi riang
Sembari menunggu yang lainnya berkemas, mereka asik karaokean :)

danau toba
Bergegas menuju tempat berkumpul

desa wisata ambarita
Kapal hendak berlabuh ke Ambarita, tapi susah cyiiiin. FYI nih ya, air Danau Toba sedang mengalami penurunan. Lihat saya tuh ban-ban yang menempel di dermaga, dulunya kalau mau merapat lewat situ, sekarang nggak bisa. Apa sebab? Saya kurang tau, yang jelas kita harus tetap jaga kelestarian lingkungan ya guys.

kekeringan di samosir
Karena air Danau Toba menurun, jadinya menepi di sebelah dermaga dan harus melewati batu-batu begini -_-


desa ambarita samosir
Sampai di Huta Siallagan, Ambarita - Samosir

Sedikit informasi tentang Huta Siallagan. Huta Siallagan adalah perkampungan Batak yang berata di Ambarita. Di Huta Siallagan terdapat rumah-rumah adat Batak Toba yang sudah tua. Juga situs-situs sejarah seperti batu persidangan dan batu eksekusi. Dari dermaga Ambarita ke Huta Siallagan, pengunjung akan melewati kios-kios penjual souvenir khas Danau Toba.


Huta Siallagan - Ambarita
Di depan salah satu rumah di komplek rumah adat Raja Siallagan


Kampung Siallagan
Oya, FYI guys, Huta artinya kampung, desa :)

Ambarita - Samosir
Mendengarkan cerita sejarah Siallagan dan batu persidangan, sambil makan kerupuk :)

menortor bersama
Bersiap hendak menortor bersama. Jadi guys, Pulau Samosir ini didominasi oleh masyarakat Batak Toba. Kegiatan menortor bersama ini sebagai simbol persaudaraan dan saling mendukung antara masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun.


tari tradisional batak
Jenis tor-tor nya macam-macam guys, ada tor selamat datang, tor-tor penghormatan kepada tamu, dll

tari tradisional
Semuanya ikut manortot


saling menghormati
Asik ya kalau melihat sesama suku di Nusantara bisa saling mendukung dan menghormati begini :)


patung sigale-gale
Manortor bersama patung Sigale-gale (patung legenda di masyarakat batak toba yang dikenal mistik)


simalungun dan toba
Ketika Batak Simalungun dan Batak Toba menortor bersama


huta siallagan
Kelihatan cuma jongkok-jongkok gitu ya guys, tapi aslinya susyaaah loh nor-tor sampai jongkok gituh


melestarikan budaya
Nggak cuma yang tua-tua, kaum muda juga ikut ramai-ramai menortor


tari tradisional
Ada yang pakai topeng besar juga loh, ikutan menortor

Usai menortor bersama, pindah ke batu penghukuman, alias batu tempat eksekusi bagi yang bersalah dan dijatuhi hukuman mati


kampung wisata siallagan
Serius amat pada dengerin cerita sejarahnya :D

desa wisata
Mendengarkan cerita

kampung siallagan samosir
Seperti inilah dulu kira-kira saat ada yang hendak dieksekusi

Oleh-oleh samosir
Usai dari batu eksekusi, melihat-lihat souvenir. Tongkat yang saya pegang ini namanaya Tunggal Panaluan, unik dan artistik ya :)
tongkat khas Batak
Ada yang ikut-ikutan foto sambil pegang Tunggal Panaluan :D

wisata danau toba
Saatnya kembali ke Parapat, eh tapi penyeberangan ke Parapat juga asyik untuk dinikmati loh, pemandangannya kece :)


Danau Toba
Saatnya kembali ke Medan. Semoga semakin banyak yang mencintai budayanya, mencintai alam juga doooong pastinya :)


Oke, itulah sedikit foto-foto hari ke-2 Senandung Simalungun di Samosir. Saya walaupun bukan orang Simalungun ataupun orang Toba, tapi senang bisa ikutan dalam acara ini. Senang bisa berkesempatan mengenal musik Simalungun. Senang bisa menyaksikan keindangan Samosir dan Danau Toba. Semoga ke depannya saya bisa jadi lebih mencintai, menghargai, dan bisa berkontribusi untuk kelestarian alam, budaya, dan kemajuan pariwisata. Aamiin! *Lah ini kok penutupnya jadi kayak gini ya hiiihihiii*

Kalian pernah ngetrip ke Huta Siallagan? Gimana ceritanya, seru?!

HUTANG-HUTANG YANG BELUM SAYA BAYAR

16.45 12
hutang wajib dibayar
Hutang-hutang yang belum saya bayar
Hutang-Hutang yang Belum Saya  Bayar : Saya sering banget dengar sebuah hubungan baik yang harus rusak karena sebuah hutang. Ada yang jadi bahan perbincangan karena sering berhutang. Ada pula yang jadi stress dan menarik diri dari pergaulan karena punya banyak hutang. Tapi ada juga yang mencak-mencak saat hutangnya ditagih *yang terakhir ini sering banget katanya terjadi. Yang minjemin yang ngenes, bukan yang dipinjamin hahhahaa*.

Saya juga punya hutang. Banyak. Nggak cuma sama satu orang, melainkan dengan beberapa orang. Sering juga saya kepikiran dengan hutang-hutang saya ini. Ya Allah, semoga Engkau segerakan memampukan hamba membayar hutang-hutang itu, aamiin.

Hari ini saya sedang mengingat-ingat pada siapa saja saya berhutang dan berapa jumlahnya. Beberapa hutang saya akan saya ceritakan disini. Eittss.. iya, sampai lupa bilang. Hutang yang akan saya ceritakan ini bukan hutang dalam bentuk uang ya, melainkan hutang dalam bentuk lain. Entah itu sebuah janji, atau sebuah ajakan/permintaan yang sudah saya iyakan namun belum saya penuhi. Itu termasuk hutang juga kan ya.


Nraktir Makan di Warung Seafood
Ini sebenarnya saya lupa-lupa ingat sudah saya penuhi atau belum. Ceritanya bertahun-tahun lalu saya pernah makan ikan bakar di sebuah warung seafood di pinggiran jalan di seputar jalan H.M Yamin Medan. Itu awal-awal saya ngekos di Medan. Saya dan teman saya Wati (Bunda Abid) makan di warung seafood tersebut. Saya lupa kejadian pastinya gimana. Entah uang kami kurang atau kami merasa harganya mahal banget untuk ukuran anak kos kere seperti kami. Nah saat itu saya bilang suatu saat nanti kalau sudah punya penghasilan sendiri saya bakal nraktir Wati makan di warung seafood.

Kini sudah bertahun-tahun berlalu. Wati sudah berkeluarga dan punya anak satu. Tapi saya lupa apakah sudah memenuhi janji saya atau belum. Secara sekarang kami mau jumpa susah. Dianya di Tanjung Morawa dan saya di Medan. Kalau mau jumpa juga bergantung sama suami karena teman saya ini nggak bisa bawa sepeda motor dan nggak biasa pergi kemana-mana sendiri. Jadi nunggu suaminya off kerja. Nah kalau off juga kadang sayanya atau dia yang lagi ada agenda lain.

hutang wajib dibayar
Dari jaman masih gadis sampai anaknya segede ini, saya lupa udah saya tepati belum itu janji hihihihii

Intinya saya lupa apakah sudah menunaikan janji saya ini atau masih menjadi hutang. Tapi saya ingat sih pernah janji begitu.


Nraktir Soto Nanda Jl. Sei Belutu
Ini hutang saya sama Ibenk, salah satu teman saya yang sering kulineran bareng. Nah Soto Nanda di Jalan Sei Belutu ini lumayan sering kami datangi. Karena memang menurut saya rasanya enak dan ngangenin.

Kapan saya berhutang nraktir Soto Nanda sama Ibenk? Tepatnya saya kurang ingat, tapi udah setaunan lebih deh. Dan sampai sekarang belum saya penuhi huhuhuuu…

hutang yang belum dibayar
Ibenk, saya niat bayar sih, cuma kejadiannya kalau pas makan di Soto Nanda pasti ujung-ujungnya Ibenk yang bayar hahahhaha


Abisnya kalau pas kami makan di Soto Nanda ada aja hal yang ngebuat justru si Ibenk yang nraktir saya. Entah saya lupa bawa dompet lah, atau pas saya niat bayar eh dia udah jalan duluan ke kasir lah, atau pas emang sayanya lagi bokek *alasan terakhir ini sih sebenarnya seringnya :D* hingga jadilah sampai sekarang hutang tersebut belum saya bayar.



Makan KFC Sama si Gufis
Ingat si Gufis? Keponakan saya yang pernah saya ajak ke Lapangan Parasamya di Kisaran saat liburan tahun baru? Waktu itu menjelang saya pulang kampung si Gufis sibuk terus minta oleh-oleh KFC. Karena pastinya bakal dingin kalau saya bawa dari Medan, akhirnya saya bawa tepung bumbu crispy. Kami buat KFC ala-ala kami sendiri di rumah.

Baca juga : Menyenangkan si Gufis di Lapangan Parasamya Kisaran

Tapi ternyata si Gufis ini penasaran banget sama iklan KFC di TV, jadinya dia tetap minta makan di KFC. Katanya dia pengen ngerasain yang asli KFC, weleeh..weleeh.. jadi yang lain itu ayam palsu gituh hahhaha..

Tapi karena saat ke Parasamya itu si Gufis nggak enak badan, jadinya saya memutuskan langsung pulang ke rumah, nggak jadi makan KFC.

Rupa-rupanya keinginan Gufis Makan KFC belum hilang. Saat libur lebaran kemarin dan kami ngumpul di rumah emak saya di kampung, si Gufis ini sibuk banget minta diajak jalan-jalan dan makan KFC. Saya pun mengiyakan. Tapi apa mau dikata, lebaran kemarin gantian saya yang ngedrop badannya. Ngedropnya pake acara berhari-hari pula tuh. Gitu udah baikan tinggal waktunya balik ke Medan. Jadi lebaran kemarin gagal lagi deh ngajak si Gufis makan di KFC. Padahal tuh anak terus-terusan minta.

hutang yang belum saya bayar
Si Gufis yang terobsesi sama KFC ckckkck...


Sampai dia balik ke kampungnya dan saya balik ke Medan, si Gufis tiap nelfon pasti bilang : “Nde, nanti taon baru aku kan ke rumah nenek. Unde pulang ya, kita jalan-jalan ke Parasamya sama makan di KFC ya.” ya amplooop.. ini anak kayaknya beneran terobsesi makan KFC. Dan berhubung saya sudah mengiyakan, jadi lah ini salah satu hutang yang belum saya bayar -_-


Nraktir Cappuccino Cincau
Beberapa orang mungkin udah tau kalau saya suka cappuccino. Saya juga suka cincau. Dan saat Cappuccino Cincau muncul di pasaran, saya menjadi salah satu penggemar minuman tersebut.

Nah pas dulu sok-sokan buka usaha Nebula Café, Cappuccino Cincau adalah salah satu menu minuman yang paling sering dibeli pelanggan. Erna salah satu pelanggan yang selalu pesan cappuccino cincau tiap maen ke rumah saya dulu. Dan biasanya saya juga buat cappuccino cincau untuk dinikmati sendiri.

hutang yang belum dibayar
Erna, temen minum cappuccino


Setelah pindah kontrakan dan Nebula Café tutup, saya masih sering buat cappuccino cincau. Si Erna pun ikut-ikutan minta dibuatin cappuccino cincau kalau pas maen ke rumah. Kadang kalau lagi males, kami beli aja di luar dan menikmatinya bareng-bareng.

Eh iya, ada satu tempat penjual cappuccino cincau yang jadi pavorit saya. Adanya di jalan Pancing, di seberang komplek MMTC. Disitu menurut sata cappuccino cincaunya sesuai ama selera saya. Takarannya pas gitu lah.

Baca juga : 5 Jajanan Kaki Lima Favorit di Kota Medan

Entah karena sebab apa, beberapa bulan lalu saya kok menjanjikan cappuccino cincau ke Erna. Dan sampai sekarang belum saya penuhi huhuhuuu.. dianya sibuk kerja terus sih, jadi kami pun jadi jarang ketemu *alesan*


Durian di Jalan Serdang
Hutang yang ini sebenarnya sering banget ditagih, cuma sampai sekarang belum saya penuhi. Lagian pas saya niat mau memenuhi janji, si penjualnya nggak mangkal. Pas dianya mangkal, pas saya lagi bokek. Yowes lah.. nggak jadi-jadi deh bayar hutang yang satu ini.

Nraktir durian ini adalah hutang saya ke Arul. Dan lagi-lagi saya lupa kapan mengucapkannya. Cuma menurut pengakuan Arul, pernah suatu ketika di percakapan BBM kami *waktu itu Arul lagi S2 di Solo*, dia minta ditraktir durian. Saya mengiyakan dengan catatan kalau si Arul udah balik ke Medan. Cuma sampai sekarang entah sudah berapa bulan itu anak di Medan, saya belum juga mentraktirnya. Maaf ya Rul, kemarin daku lihat nggak ada tuh penjual duriannya mangkal disitu eheheheee… *alesan lagi*


Renang di Kolam Renang Danau Toba International Hotel
Ini juga hutang udah lama. Tahun 2013 kalau nggak salah. Ceritanya saya baru maen ke Danau Toba Hotel, terus maen ke rumahnya sepupu saya, Tari. Saya cerita kalau saya suka suanana kolam renangnya Danau Toba Hotel. Kolam renangnya di tanah dan ada pohon-pohon kelapa dengan rerumputan hijau di sekitarnya. Beda sama kebanyakan hotel yang kolam renangnya ada di lantai berapa gitu misalnya.

hutang wajib dibayar
Sepupu saya, Tari. Duuuh.. belum sempat renang bareng di Danau Toba International Hotel

Nah karena cerita saya, si sepupu dan anaknya sibuk minta diajak renang di kolam renang tersebut. Saya pun iya iya saja. Beberapa kali kami rencanakan untuk renang disana tapi gagal melulu karena satu dan lain hal. Hingga sampai sekarang pun kami belum jadi jadi renang disini. Ah, lama-lama saya kok jadi seperti pemberi harapan palsu gini ya ehehhehee..


Yaah… itulah hutang-hutang yang belum saya bayar. Seingat saya sih itu saja, entah kalau ada yang terlupakan. Semoga saja ke depan saya bisa membayar hutang-hutang saya ini. Entah itu hutang uang, barang, ataupun sebuah janji. Secara katanya kan janji adalah hutang, jadi tetap harus dibayar dengan cara menepatinya. Eh tapi ada satu janji lagi ding, janji mencintaimu setulus hati eaaaakkk… hahhahaa mulai kambuh alay nya :D

Kalian punya hutang yang belum dibayar? Boleh loh diceritakan disini :)

CARI ULOS DAN OLEH-OLEH KHAS SUMUT?! DISINI TEMPATNYA!

07.41 10
kain tradisional batak
Ulos dan oleh-oleh khas Sumut

Cari Ulos dan Oleh-Oleh Khas Sumut?! Disini Tempatnya! : Medan ini ya, sebenarnya punya banyak produk kerajinan. Cuma orang seringnya bingung mau kemana belinya. Apalagi kalau yang lagi traveling ke Medan, pasti yang dicari buat oleh-oleh kalau nggak yang berupa makanan ya kerajinan khas daerah.

Baca Juga : Pusat Oleh-Oleh Khas Medan

Eh tapi ternyata di Medan ada galeri yang isinya adalah produk-produk kerajinan masyarakat Sumut loh. Ini entah saya yang ketinggalan berita atau memang belum banyak yang tau. Padahal galerinya besar dan beragam produk ada disana.

produk kerajinan
Tak hanya ulos, produk kerajinan lain pun ada

Berawal dari seorang konsumen Penov Bracelet *itu loh, usaha gelang handmade kecil-kecilan saya* yang cerita tentang galeri Ulos Sianipar yang nggak begitu jauh dari rumahnya. Saya jadi penasaran, emang ada ya tuh galeri.

Gelang Handmade
Ini nih Penov Bracelet, gelang handmade ala-ala Perempuan November :D

Karena penasaran, saya pun ngajak Robby buat maen kesana. Alamatnya di jalan Pendidikan No. 130, Pasar Merah – Medan. Kalau dari arah Aksara, jalan Pendidikan ini ada di sebelah kiri. Di jalan masuknya ada kok gapura bertuliskan galeri Ulos Sianipar dan UKM Bersama. Masuk lurus saja, bangunanannya paling mencolok dibanding rumah-rumah di sekitarnya, jadi nggak perlu takut nyasar.

Robby Subrata
Percaya lah sodara-sodara, ini Robby nggak beli, cuma pinjem buat foto hahhahaha

Bangunannya berlantai 3. Nah di lantai 3 paling atas itu ada lagi rumah berbentuk rumah adat Batak Toba. Kalau dari jauh pas kita lagi celingak-celinguk nyari galerinya pasti bakal kelihatan deh rumah adat ini.


pusat ulos di medan
Yang paling atas itu rumah tradisional Batak Toba, kelihatan mencolok dibanding rumah-rumah yang lain disini. Kalau patung yang paling depan itu patung selamat datang.

Di sekitar pagar yang mengelilingi bangunan depan, ada patung khas Batak Toba *saya katakan khas karena kalau lagi main ke Tomok dan Samosir sering liat patung sejenis. Di tembok kirinya terpajang aneka jenis kain ulos. Ulos ternyata banyak jenisnya guys, mulai dari jenis warna,corak, dan aturan siapa pengguna dan kapan harus digunakan.

jenis-jenis ulos
Aneka jenis kain Ulos dipajang di tembok depan galeri

Nah di halaman bagian kiri, berdiri rumah tenun berbentuk rumah tradisional Batak Toba juga. Rumah panggung ini kece dan menarik perhatian saya. Selain karena bentuknya, juga karena suara berisik yang berasal dari bagian atas rumah ini.

pusat ulos dan aneka kerajinan di Medan
Beginilah penampakan Galeri Ulos Sianipar kalau dari luar

ulos batak
Narsis doloooo di depan rumah tenun :D

Setelah kami naik ke atas, ternyata suara itu berasal dari pengrajin yang tengah menenun. Ada 6 pengrajin dan 6 mesin tenun di rumah ini. Dari pengrajin-pengrajin inilah aneka Ulos yang ada di galeri tersebut. Aslinya sih ada lebih banyak pengrajin. Yang tempatnya nggak di galeri ini meski masih di jalan Pendidikan juga. Yang di rumah tenun ini sebagai display saja. Siapa tau ada pengunjung yang ingin tau proses pembuatan ulos di galeri ini.

kain tenun
Biasanya ada yang menenun ulos disini, tapi pas kami naik ke atas mereka lagi istirahat

Nah untuk bagian bawah rumah panggung ini dimanfaatkan sebagai tempat nyantai bagi yang sedang menunggu teman, pacar, suami, istri, atau majikan mereka berbelanja. Yang asiknya, disini bebas kalau mau ngopi atau ngeteh. Gratis. Bisa sambil nonton tv juga.

ngopi gratis
Area bawah rumah panggungnya dijadikan tempat untuk ngopi ataupun ngeteh gratis bagi yang sedang menunggu orang terkasih berbelanja di Galeri Ulos Sianipar & UKM Bersama
Saya paling suka sama tempat ngopinya. Didisain sederhana berupa kayu dan meja khas tempat ngopi. Tapi juga sangat artistik dengan patung-patung yang di beberapa bagian. patung-patung kayu yang khas.

ukiran patung tradisional
Patung-patung khas Batak yang berada di area ngopi dan ngeteh. Itu yang tengah bukan patung ya :D

Oya, toilet juga ada di bagian bawah rumah panggung ini guys.

Dari luar sebenarnya sudah kelihatan isi dalam galeri Ulos Sianipar ini, secara dinding depannya itu kaca. Tapi ya nggak afdol dong kalau kesini tapi nggak masuk ke ruangannya. Tapi sebelum masuk, lepas alas kaki dulu guys,,, biar lantainya tetap bersih. Jadi bisa liat-liat ulos sambil ‘ndeprok’ di lantai :D

kain tradisional Batak
Liat-liat Ulos sambil 'ndeprok'

Seorang pramuniaga yang selalu standby di depan pintu akan membukakan pintu kaca untuk siapa saja yang hendak masuk. Satu set kursi dan meja ada di bagian depan. Taplak meja dan sarung bantalnya bermotif ulos. Di dinding juga terpajang aneka motif ulos, foto-foto serta piagam penghargaan yang pernah diterima.

museum rekor muri
Salah satu penghargaan yang pernah di dapat

Apa aja yang ada disini? Buanyaaak. Ada aneka jenis ulos dan kain tradisional lainnya. pernak-pernik seperti gelang ulos, gantungan kunci, aneka patung kayu berukuran kecil khas Batak Toba. Miniature rumah adat, tas, dompet, baju jadi juga ada. Oya, disini juga dipajang barang hasil kerajinan dari UKM-UKM di Sumatera Utara. Barangnya beragam, dari mulai kerajinan hingga makanan.
Untuk harga dimulai dari 5 ribu rupiah hingga jutaan, tergantung jenis barang dan tingkat kesulitan memproduksinya.

pusat ulos di medan
Ini di lantai dasar. Aneka produk ada disini


seni ukir
Aneka ukiran patung khas batak

tas ulos
Tas-tas modern dengan sentusan etnik

sigale-gale
Ada yang tau ini patung apa? Iyess,,, ini patung Sigale-gale
baju motif etnik
Mau beli kainnya bisa, pakaian jadi juga bisa :)

Baca juga : Tauko Medan : T-Shirt Khas Medan

tunggal panaluan
Bahkan Tunggal Panaluan, tongkat penuh ukiran khas batak pun ada disini :)

Kalian pengen beli barang-barang kerajinan dengan sentuhan etnik sumut? Bisa lah datang ke Galery Ulos Sianipar & UKM Bersama di Jalan Pendidikan No 130 Pasar Merah – Medan. Buka dari pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Mau untuk dipakai pribadi atau dijadikan oleh-oleh juga tetap cocok kok :)