TEMPAT YANG INGIN DIKUNJUNGI DI TAHUN 2018

15.36 0
tempat yang ingin dikunjungi di tahun 2018
Tempat yang ingin dikunjungi di tahun 2018

Tempat Yang Ingin Dikunjungi di Tahun 2018 : Judul post saya kali ini sebenarnya adalah tema tulisan untuk tantangan #SatuHariSatuKaryaIIDN. Tadi malam pas buka facebook nggak sengaja saya baca postingan di grup IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis – Interaktif) tentang program bernama satu hari satu karya ini.


Saya yang emang lagi muealessaaan banget nulis blog ini pun ya kok tertarik buat ikutan. Sekalian buat ngebiasain diri nulis rutin lagi.


So, jadilah saya ikutan. Tema hari pertama ini saya pilih tema traveling. Jadi mereka itu udah nyiapin beberapa pilihan tema untuk kita pilih dan kita tulis tiap harinya. Ada tema traveling, parenting, beauty, kesehatan, dan makanan. Kitanya bebas milih yang mana dan boleh ganti-ganti temanya.


Tempat yang Ingin Dikunjungi Di Tahun 2018, ini berasa resolusi traveling nih buat yang hobi ngetrip. Tapi kalau ngomongin resolusi, taon ini justru saya nggak ada nulis resolusi apapun. Bukan berarti saya lagi down atau pesimis ya. Cuma emang ya lebih ke enjoy my live and di do what I love aja.


Etapi kalau ditanya tentang tempat yang pengen saya kunjungi ya banyaaaaak,,, tapi buat tahun ini kayaknya yang dekat-dekat aja kali ya.


Jadi, apa aja sih tempat yang pengen saya kunjungi di tahun 2018 ini? Nih saya bagi ke kalian, siapa tau ada yang niat ngetraktirin saya ke salah satu tempat tersebut ehehheee,,


1. Barus
Barus adalah salah satu daerah yang berada di wilayah administratif Sumatera Utara.  Merupakan salah satu kecamatan di Tapanuli Tengah. Walaupun orang Sumut, tapi saya memang belum pernah mengunjungi daerah Tapanuli, baik itu Tapanuli Tengah maupun Utara. Jadi memang dari taon lalu itu saya pengen kesini. Kenapa?! Ya, karena tertarik aja sih, secara Barus kan kota tua yang konon merupakan tempat dimana peradaban islam di Nusantara bermula.


Mmm… selain itu ada alasan lain sih, saya ingin memungut jejak seseorang disana. Iya seseorang yang… ah sudahlah, tiba-tiba saya tidak ingin membahasnya lebih jauh :D


2. Pulau Berhala
Pulau Berhala merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Letaknya di Selat Malaka, laut yang memisahkan daratan Malaysia dan Indonesia.


Sebenarnya saya sudah pernah mengunjungi Pulau Berhala, tapi udah lama sih, tahun 2012 lalu. Tak ada alasan khusus kenapa saya ingin kesana selain karena memang dulu waktu kesana belum banyak eksplore pulau maupun keindahan bawah lautnya. Juga belum sempat naik ke menaranya. Tahun ini saya berharap bisa berkunjung ke Pulau Berhala lagi. Apalagi kalau bisa mancing di perairannya, mungkin akan lebih menyenangkan :)


3. Danau Toba
Sebenarnya Danau Toba termasuk tempat wisata yang sering saya kunjungi. Awal Desember taun lalu juga baru dari sana. Tapi buat saya Danau Toba memang punya magnet. Makanya pengen kesana lagi dan lagi.


Tahun ini pun Danau Toba masih jadi tempat yang ingin dikunjungi di tahun 2018 ini. Tapi bedanya kali ini saya pengennya stay aja di penginapan.


romlan guesthouse
2018 pengennya ke Danau Toba itu cuma buat leyeh-leyeh di penginapan
Biasanya kalau ke Danau Toba itu kan saya urusan kerjaan, atau ya jalan-jalan bareng temen. Kalau urusan kerjaan yang otomatis fokus ke kerjaan. Kalau urusan jalan-jalan sama temen ya karena semangat banget explore tempat-tempat kece di sekitar malah urusan nyantai dan tidur justru terabaikan.


Nah gara-gara taon kemarin saya nginep di salah satu guest house yang tempatnya asik, jadinya saya pengen kesana lagi. Nama penginapannya Romlan Guesthouse. Kamarnya sih sederhana aja ya, bukan ala-ala hotel berbintang. Tapi saya suka sama suasana di sana. Penginapan di pinggir danau dengan pemandangan danau dan perbukitan di seberang sana, juga sebuah pohon besar yang bikin teduh. Duduk santai baca novel di pinggir danau sambil menikmati teh atau kopi pasti bakal mengasikkan banget.

Baca juga : Romlan Guesthouse : Penginapan Murah dan Bersih di Tuk-Tuk, Samosir

So, tahun 2018 ini saya berharap bisa ke Danau Toba lagi, khusus nginap beberapa hari leyeh-leyeh di Romlan Guesthouse.



4. Pantai Gigi Hiu – Lampung
Pertama liat foto Pantai Gigi Hiu dan tau kalau ternyata itu adanya di Indonesia, saya sungguh tak menyangka. Lebih tak menyangka lagi kalau itu adanya di Sumatera. Saya jadi mupeng dong pengen kesana. Melihat dari dekat batu-batu karang menjulang tinggi dan ombak besar yang menghempas-hempasnya. Keren badaiii!


5. Air Terjun Binangalom
Air terjun ini adanya di Danau Toba. Jangan mikir Danau Toba cuma menawarkan kubangan air super besar doang yei.. karena sebenarnya ada banyak kecantikan tersembungi dari danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba ini. Salah satunya air terjun Binangalom ini. Yang bikin unik, air terjun ini airnya langsung jatuh ke danau. Jadi kita melihatnya juga dari atas kapal boat di danau.

keindahan danau toba
Danau Toba

Saya belum pernah kesini karena kalau kesini musti sewa kapal atau ikut trip dari travel organinizer. Awal Desember kemarin sebenarnya mau kesini sih, tapi karena ada suatu kendala jadinya kita cuma nginap di Parapat dua malam, maen ke Desan Siallagan dan mengunjungi Tomok.


6. Tangkahan
Percaya nggak percaya saya itu belum pernah ke Tangkahan. Padahal kalau turis Eropa yang maen ke Sumut biasanya wajib ke Tangkahan. Emangnya apa sih yang ditawarkan Tangkahan? Tak lain tak bukan adalah suasana alam yang asri dan melihat dari dekat gajah-gajah yang ada disini.


Entah karena apa, saya selalu gagal tiap mau ke Tangkahan. Sejak jaman-jaman kuliah dan aktif berorganisasi. Sampe sekarang selalu aja gagal tiap mau ke Tangkahan. Udah nanya sana sini info penginapan dll, udah ditentuin tanggal berangkat, eh ya tetep gagal.


Terakhir pas akhir tahun kemarin, ada salah satu cottage disana yang nawarin buat taon baruan disana, akomodasi dan segala keperluan mereka yang tanggung. Sayanya tinggal bawa badan aja. Saya mupeng banget mau ikut tapi nggak bisa karena lagi dalam perjalanan pulang kampung. Sudah janji ama keluarga mau ngumpul di pergantian tahun.


Yang bikin tambah nyesek, pihak cottagenya malah minta tolong cariin temen blogger yang bisa diajak taon baruan baeng mereka. Huuaaa…. Walaupun saya sedih nggak bisa ikut tapi ya akhirnya saya sanggupi juga permintaan mereka. Kemudian nyesek pas liat foto-foto temen-temen blogger Medan yang kesana hahahhaha
So, taon 2018 ini doakan saya jadi ke Tangkahan yaaak :D


7. Tanjung Balai Karimun
Jujur saya nggak tau pengalaman berwisata seperti apa yang ditawarkan di Tanjung Balai Karimun. Saya tak pernah browsing di internet tentang daerah ini. Tapi saya penasaran aja pengen kesana. Iya, kadang keinginan saya itu suka aneh. Sering saya pengen ke suatu tempat bukan karena tempat tersebut terkenal dengan spot wisatanya, tapi yak arena saat mendengar namanya saya penasaran dan pengen kesana.


Biasanya kalau sudah begitu saya justru tak mau mencari banyak info tentang tempat tersebut di google. Saya cenderung membiarkan rasa penasaran dan keinginan mengunjungi itu hingga mendekati waktu hendak kesana saat ada kesempatan, baru deh cari infonya.


Keinginan saya mengunjungi Tanjung Balai Karimun murni karena penasaran saat mendengar namanya. Namanya adalah gabungan dari 2 tempat yang pernah saya kunjungi : Tanjung Balai dan Karimunjawa. Kedua tempat itu sudah pernah saya kunjungi, Tapi Tanjung Balai Karimun saya sama sekali belum pernah dan belum tau seperti apa rupanya.

karimunjawa
Waktu maen ke Karimunjawa


Selain Tanjung Balas Karimun, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi bukan karena spot wisatanya, tapi karena rasa penasaran akan suatu hal. Seperti Timor Leste. Saya ingin mengunjunginya karena penasaran seperti apa kehidupan masyarakat di negara tersebut setelah melepaskan diri dari Indonesia. Saya pengen ke Suriname karena penasaran katanya zaman dulu banyak orang Jawa yang dikirim kesana.


Oya, saya juga penasaran pengen mengunjungi negara Lithuania hanya karena menurut saya namanya mirip dengan kata Tuathina, sebuah negara fiksi yang menjadi setting novel-novelnya Mimosa Q. Pertama kali membaca novel Selendang Merah Tuathina karya Mimosa Q, saya berpikir bahwa negara itu benar-benar ada. Dalam pikiran saya, Tuathina adalah Lithuania hahhahhaa…. Sekarang walaupun udah tau kalau Tuathina itu cuma tempat fiksi, tapi saya justru tetap penasaran dan suatu saat ingin mengunjungi Lithuania.


Hmm… sebenarnya masih banyak tempat yang ingin saya kunjungi. Saya tertarik sama Banda Neira dan tempat-tempat lainnya di wilayah timur Indonesia. Tapi untuk 2018 mungkin sekitaran Sumatera dulu kali ya.


Oke deh, sekian tulisan saya tentang Tempat Yang Ingin Dikunjungi di Tahun 2018, doain kesampaian ya gaes, ehehheee… eh kalau kalian, tempat mana aja nih yang pengen dikunjungi di 2018? Share di kolom komen ya :)


SERUNYA TUR MANGROVE DI BELAWAN

10.30 0
serunya tur mangrove di belawan
Serunya tur mangrove di Belawan

Serunya Tur Mangrove di Belawan : Wah… di Belawan ada mangrovenya juga ternyata, itu yang ada di kepala saya saat pertama kali tau ada kawasan wisata mangrove di Belawan. Maklum, selama ini di Sumut yang terkenal dengan wisata mangrove-nya kan Pantai Mangrove yang ada di Desa Sei Nagalawan,Serdang Bedagai.

Baca juga : Menikmati Wisata Pantai Mangrove Kampoeng Nipah - Serdang Bedagai

Ini sebenarnya trip taon lalu, cuma ya you know lah, saya kan blogger remahan rengginang yang sok sibuk padahal sebenarnya males, makanya baru ditulis sekarang. Berawal dari ajakan seorang kenalan, saya dan Fitri pun tertarik untuk ikutan tur mangrove yang ada di Belawan.


Berangkat pagi dari kontrakan, untungnya kak Fika yang ngajak kami ini naik mobil n orangnya baik banget. Dianya mau ngubah lokasi meeting pointnya biar bisa ngampirin kami di rumah kontrakan. Dari jalan Serdang, rumah kontrakan kami kala itu, kami menuju ke Belawan lewat jalan tol.


Karena masih pagi dan lewat tol, perjalanan ke Belawan berasa sebentar aja. Coba kalau lewat jalan biasa, udah pasti terjebak macet dimana-mana. Secara kami perginya pas hari kerja, so pasti pagi lalu lintas padat.

jalan tol medan belawan
Berangkatnya lewat jalan tol, jadinya lancar jaya bebas hambatan

Buat yang bukan orang Medan mungkin bertanya-tanya Belawan itu letaknya dimana. Jadi Belawan ini merupakan satu dari 21 kecamatan yang ada di kota Medan, namanya Kecamatan Medan Belawan. Bisa dikatakan kota pelabuhan lah, karena memang di Belawan terdapat pelabuhan kapal. Letaknya di pinggiran laut. Belawan di mata saya identik dengan orang-orang melayu yang bermukim di pesisir laut dan berprofesi sebagai nelayan *yaiyalah, masak iya tinggal di pinggir laut profesinya berkebun -_-*


Keluar dari jalan tol, kami menuju jalan Deli No 1 Belawan, tempat basecamp Belawan Mangrove Tour berada. Disini kami bergabung dengan peserta tour lainnya dari korporasi. Iya, saya ikutan agent tour. Karena memang saat ini tur mangrove di Belawan itu ya mereka yang buat. Lagian saya nggak mau juga ambil resiko tur mandiri, secara emang nggak ada angkutan yang khusus buat yang pengen muter-muter sekitaran perairan Belawan dan liat mangrovenya. Jadi kalau mau explore mangrove tur ini pilihan yang paling tepat ya ikutan turnya mereka.

jalan-jalan ke belawan
Pagi-pagi udah nyampe Belawan aja anak gadisnya :D



Tur Mangrove Dimulai!
Bapak-bapak dari korporasi udah datang, tour dimulai dengan briefing singkat dari pihak Belawan Mangrove Tour (BMT) ke peserta tour. Saya dan peserta lainnya mengenakan perlengkapan tour berupa life jacket dibantu oleh instruktur tur *duuuh apa ya istilahnya, pokoknya selama tur mereka lah yang memandu*.

briefing sebelum berangkat
Briefing singkat sebelum berangkat


Diselingi canda tawa, kami berjalan beriringan menuju dermaga, dimana kapal-kapal boat sudah menunggu dengan mesinnya yang menderu. Saya lupa berapa jumlah boat yang mengangkut kami, tapi sedikitnya ada empat kapal. Peserta dibebaskan memilih boat yang ada, yang penting jangan sampai kelebihan muatan. Saya dan Fitri sengaja memilih kapal yang sama, tujuannya tak lain adalah agar bisa gantian minta fotoin ehehheheee, secara no pic hoax ya kan :D
menuju kapal
Pada semangat menuju kapal

kapal boat
satu kapal sama bapak-bapak ini

Matahari sudah mulai tinggi karena sudah menjelang siang. You know lah ya gimana udara laut kalau siang hari. Tapi karena kapal bergerak jadi yang terasa justru angin yang seakan menerbangkan jilbab, sampe mau foto juga susyaah anteng jilbabnya :D


Selain pemandangan rumah-rumah di pinggir laut, hal pertama yang membuat saya excited di awal perjalanan adalah menyaksikan kapal-kapal yang tengah bersandar. Maklum lah, ini pertama kalinya saya menjelajah perairan Belawan. Kalau kapal-kapal nelayan sudah sering saya lihat, tapi kali ini beda. Ada kapal-kapal yang kalau saya lihat penampakannya seperti kapal militer, mungkin milik TNI AL. Beberapa saya lihat tengah anteng di pelabuhan, sayanya yang norak-norak bergembira saat pertama kali boat kami melewatinya. Saking noraknya sampe minta foto dengan background kapal tersebut.

pelabuhan belawan
Memandang jauh ke depan, mikirin kamu bang! adek siap kok berlayar mengarungi lautan kehidupan bareng abang #captionsinting


kapal militer
Norak-norak bergembira, foto dengan background kapal. Eh btw menurut kalian itu kapal militer bukan sih?

Iya, asiknya ikutan tur mangrovenya Belawan Mangrove Tour ini kita sekalian bisa liat kehidupan masyarakat pesisir, juga liat kapal-kapal besar yang lagi bersandar. Buat kalian yang belum pernah, ini pasti bakal jadi pengalaman pertama yang menyenangkan.


Perhentian pertama kami adalah ke tambak ikan terapung. Nah ini juga pengalaman pertama buat saya. Biasanya ya cuma liat doang pas lagi naik kapal boat pas kemana gituh. Nggak pernah tuh turun dan liat dari dekat.


Jadi disini ini kita peserta tur turun dari kapal boat, ngeliatin ikan-ikan yang ada di tambak. Pas kita nyampe itu ada buibu yang lagi ngasi makan ikannya, jadi ikannya pada ngumpul berebut makanan gituh. Tapi sebenarnya yang buat saya ngerasa seru itu justru goncangan ombak yang bikin papan pijakan nggak stabil. Namanya juga tambak terapung ya, jadi kalo tekanan ombak lautnya gede ya papannya ikutan goyang-goyang ngikutin ombak, yaaa,,, sekalian belajar menyeimbangkan badan juga lah kita disini :D.

tambak ikan terapung
Pada mau ikutan buibu ngasi makan ikan. Saya mah nonton aja :D


Jadi kita disini ada yang tereak-tereak karena pas mau jalan di papan eh ombaknya datang hahhaaa,,, apalagi waktu ada kapal besar bergarak dari pelabuhan hendak kemana *iya hendak kemana, soalnya saya nggak tau itu kapal mau kemana, yang jelas tuh kapal mulai jalan* kapalnya disono, kitanya disini, tapi hempasan ombak karena si kapal besar melintas itu nyampe ke kita loh. Pihak pemandu tur sampe nyaranin semua peserta tur buat duduk anteng di kapal dan pegangan, soalnya takutnya oleng karena hempasan ombak. Saya dan Fitri? Ya jelas lah foto-foto manjah berlatar si kapal besar *tapi tetap waspada loh, nggak sampe songong mengabaikan keselamatan*. Pake acara tereak-tereak pula waktu kapalnya goyang-goyang dihempas ombak *tapi tetep sempet foto-foto*.

kapal pesiar
Nah kapal besar yang disono itu lagi jalan, kitanya yang disini yang goyang-goyang, tapi yo disempetin foto :D


Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah sebuah pulau kecil tempat aneka burung berkumpul. Burungnya banyaaaak. Saya jadi keinget sama kolam burung di perumahan Cemara Asri Medan yang juga jadi tempat berkumpulnya aneka burung di sore hari.

habitat burung pantai
Ini aslinya banyak loh burung disini,cuma di foto nggak keliatan #SiapaMauNgasiSayaHapeMahal :D


Kapal boat melaju mengitari pulau. Tak butuh waktu lama karena memang pulaunya nggak besar. Boat kemudian melaju menuju hutan mangrove. Tapi sebelum sampe kesana, saya dan Fitri lagi-lagi heboh sendiri karena ternyata rutenya itu melewati kapal pembangkit listrik yang disewa PLN dari pemerintah Turki. FYI gaes, Marine Vesel Power Plant (MVPP) atau kapal pembangkit listrik yang di badan kapalnya bertuliskan “Karadeniz Powership Onur Sultan” ini panjangnya 300 meter dan lebar 50 meter. Kapal pembangkit ini mengalirkan daya 240 MW dan dapat ditingkatkan menjadi 480 MW. Intinya kapal pembangkit listrik ini disewa PLN selama 5 tahun ke depan untuk menanggulangi masalah listrik di wilayah Sumbagut yang emang sering byarpet alias mati lampu.


Jadi sebenarnya pas berangkat mau liat burung itu kita udah melewati kapal ini. Tapi ngelewatin dari jauh dan cuma keliatan bagian depan *entah depan entah belakang* aja.


Nah pas menuju hutan mangrove ini kita beneran lewat dari sampingnya. Ngeliat dari dekat badan kapal, yaoloooh gedenya. Saya sampe mikir kalau tadi pas di tambak ikan itu yang lewat ini kapal, pasti deh kami oleng mobat-mabit karena hempasan ombaknya :D

kapal pembangkit listrik dari turki
Ini kapal aslinya gede banget. sengaja fotonya setelah agak jauhan biar keliatan semua tulisannya


kapal besar di pelabuhan
Dasar saya norak. Coba deh hitung ini foto ke berapa saya dengan background kapal?


Nyampe di hutan mangrove, kapal semua menepi. Kita nggak turun dari boat, cuma merapat ke tepi saja. Disini ada guide yang merupakan warga lokal, menjelaskan all about mangrove. Jenis-jenis mangrove yang tumbuh di sekitaran Belawan, juga sejarah mangrove di daerah sini. Tak sedikit yang antusias dan bertanya banyak hal. Si bapak guide menjelaskan dengan ramah, dengan logat dan gaya bahasa yang khas.

belawan mangrove tour
Pada antusias dengerin si bapak jelasin tentang mangrove

tur mangrove belawan
Menyusuri kawasan hutan mangrove Belawan


Pemberhentian selanjutnya masih seputar mangrove. Kalau tadi berhenti di hutan mangrove yang isinya ya cuma pohon mangrove, kali ini kita berhenti di tempat yang udah ada dermaganya. Dermaga papan sederhana. Disini kita bisa berjalan-jalan dengan akses jembatan papan yang sudah disediakan. Oya, pas berenti disini juga udah disiapin gorengan dan es untuk peserta trip. Karuan aja pada nyerbu es karena emang cuacanya panas :D

wisata mangrove belawan
Keliatan banget yaaak pada haus :D

Saya excitednya waktu liat ada hammock tergantung di pohon. Karuan aja pengen nyoba tapi takut jatuh. Soalnya saya liat batang pohonnya kecil. Tapi pemandu turnya bilang itu kuat dan udah dicoba sebelumnya. Sayanya masih takut-takut. Eh ternyata beneran kuat. Bahkan setelah peserta tur lainnya naik ke hammock yang lebih tinggi dari punya saya, masih tetap kuat. Wah…waah.. saya jadi kepengen berlama-lama disini. Nyantai di hammock sambil menikmati suasana alam.

serunya tur mangrove belawan
Awalnya sendiri aja takut dahannya nggak kuat, eh dua orang juga masih sanggup

Puas berkeliling, perut pun lapar. Pas sekali dengan agenda tur selanjutnya : makan siang yeai!! Kita makan siang di rumah penduduk di Kampung Nelayan. Tentunya dengan menu-menu hasil laut yang bikin lidah bergoyang. Oh may… olahan kerang, ikan, kepiting, udang, bersanding dengan lalapan dan sambal yang bikin saya nambuh-nambuh. Nikmat benar rasanya makan siang kala itu. Rasanya nggak mau udah andai saja perut tak memberi sinyal kenyang.


Makan siang di Kampung Nelayan ini sekaligus memberi kesempatan peserta tur untuk melihat langsung kehidupan masyarakat setempat. Usai makan, saya, kak Fika, Fitri, dan beberapa peserta tur menyempatkan diri untuk sholat. Sebuah masjid yang kelihatannya sedang dalam masa renovasi berdiri tak jauh dari lokasi kami makan. Tapi untuk mencapainya kami harus melewati beberapa rumah warga.

kuliner kampung nelayan belawan
Menunya sungguh menggoda, bikin namboh #lupakankolesterol


Berhubung jalannya adalah jembatan kayu yang dibuat seadanya, kita yang tak terbiasa tentunya musti hati-hati. Karena kalau tidak ya bisa saja terjatuh ke tanah berlumpur di bawah sana. Tapi masyarakat disini ya udah biasa lah pastinya. Saya sih takjubnya waktu tau kalau ternyata disini ada yang beternak kambing. Sungguh tak menyangka. Apalagi liat kandang kambingnya yang seperti pulau pribadi gituh :D

kampung nelayan belawan sumut
Musti tiati jalan disini, kalau jatuh langsung ke kubangan lumpur meeen...


kampung nelayan belawan
Baru kali ini ngeliat kandang kambing di atas air gini :D 

anak-anak kampung nelayan
Anak-anak kampung nelayan asik bermain. Mungkin kalau di kampung yang daratan ini kayak lagi main sepedaan kali ya :D


Dari Kampung Nelayan kami kembali ke dermaga. Tur selesai. Kami pun menuju ke basecamp Belawan Mangrove Tour yang letaknya tak jauh dari pelabuhan.


Buat saya tur mangrove kali ini memberikan kesan tersendiri di hati. Selain karena memang ini pengalaman pertama saya explore perairan sekitar Belawan dan menyaksikan kapal-kapal besar, juga karena tur yang ditawarkan berbeda dengan wisata mangrove yang pernah saya ikuti.


Di wisata mangrove Kampung Nipah, pengunjung disuguhi pemandangan pantai dengan aneka mangrove yang tumbuh disana. Sementara wisata mangrove di Belawan kita seakan diajak bertualang menyusuri pelabuhan dan kawasan mangrove menggunakan boat. Juga berkesempatan merasakan sejenak kehidupan warga lokal, mencicipi kulinernya yang endes surendes itu. Buat saya keduanya menyenangkan dan patut kalian coba.

Baca juga : Wisata Mangrove Bareng Blog M


Tips Tur Mangrove di Belawan :

1. Jangan lupa gunakan sunblock, sunburn, atau apalah itu namanya. Yang pasti produk perawatan buat mencegah kulit terasa terbakar akibat paparan sinar matahari. Tau sendiri kan ya terik dan panasnya udara laut saat siang hari.

2. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Usahakan yang berlengan panjang. Karena ya itu, panas say. Emang sih waktu di kapal itu nggak terasa karena kan kapal bergerak, angin berhembus, semriwing deh. Tapi kalau kamu takut kulit jadi item ya wajib pakai baju lengan panjang. Usahakan pakai alas kaki yang support buat outdoor activity. Jangan pakai heels, kita mau ke laut, bukan ke mall :D

3. Kalian yang hobi foto-foto manjah ala selebgram, jangan lupa bawa perlengkapan pendukung biar foto-foto kalian makin cetar. Misalnya aja kacamata dan topi. Ini sekalian buat tutup kepala dan biar mata nggak silau banget karena kalau siang matahari biasanya bersinar cetar tar tar tar. Peserta tur biasa dibekali life jaket dan topi sih, tapi ya kalau kalian pengen topi yang fashionable dan sesuai gaya kalian, nggak ada salahnya bawa topi sendiri. Tapi catet, jangan ribet!

4. Ikuti aturan tur. Misalnya life jaket. Kalau buat foto-foto itu kan lumayan bikin kita keliatan ndut karena busanya yang tebel. Saya aja berasa pengen ngelepas aja tuh hahhahaa… Tapi namanya demi keamanan ya dipake aja say. Jangan gara-gara mau foto bagus jadi nggak tertib aturan. Selagi benar, hargai aturan yang dibuat tour operator. Secara itu life jaket juga buat keselamatan diri sendiri kan.



Ya udah itu aja sih tipsnya. Yang pasti menurut saya tur mangrove di Belawan ini perlu lah kalian masukin ke daftar trip kalian selanjutnya. Cocok juga buat kawan-kawan mahasiswa ataupun komunitas. Karena sekalian tur sekalian edukasi mangrove juga. Pas banget kan?!


Oya selain tur seperti yang saya ceritakan di atas, kalau misal ada request tur pengen ditambahin aktiftas ini itu, hubungi aja langsung ke pihak Belawan Mangrove Tour nya. Mereka orangnya asik-asik kok :

Belawan Mangrove Tour
Jln. Deli No 1, Belawan I
08116319194
www.explore-sumatera.com

serunya mangrove tur belawan
Bonus foto saya ala-ala pakai kain motif etnik, Gorga Batak. Abaikan bapak-bapak yang bawa galon air di belakang itu :D



Baiklah sodara-sodara, sudah terlalu panjang saya berbicara, sekian dulu cerita saya tentang Serunya Tur Mangrove di Belawan. Ntar kalau kalian udah kesini, ceritain ke saya ya pengalamannya.

ROMLAN GUESTHOUSE : PENGINAPAN MURAH DAN BERSIH DI TUK-TUK, SAMOSIR

22.59 2

romlan guest house : penginapan murah dan bersih di tuk-tuk
Romlan Guest House : Penginapan murah dan bersih di Tuk-tuk, Samosir

Romlan Guesthouse : Penginapan Murah dan Bersih di Tuk-Tuk, Samosir [Review Penginapan] : Haloo… semuanya. Apa kabar awal tahun ini duhai kalian pembaca setia blog saya (perasaan ada yang setia ngebaca blog saya, padahal mah gak ada ya :D).


Rasanya udah lama banget nggak posting di blog. Sok sibuk tak menentu padahal ya nggak ada juga yang dikerjain. Kemarin pas menjelang akhir tahun gayanya udah niatin awal tahun musti rajin ngeblog lagi. Eh sampe sekarang si malas masih aja nempel -_-


Hari ini diniatin yes buat postingan pertama, mengawali 2018 yang penuh pengharapan ini :D
Hmm… mau nulis apa ya. Sejujurnya saya sendiri juga belum tau mau nulis apa. Kayaknya banyak yang pengen ditulis. Tapi pas ngadep ke laptop gini kok ya malah ngeblank, nggak tau mau nulis apaan. Ah… saya masih payah ternyata huhuhuu.

…………………………………………………………………………………………………………


Oke, setelah beberapa saat laptop cuma saya biarkan nyala dan saya main hape karena nggak tau mau nulis apa, saya putuskan lah untuk tetep nulis.


Postingan Desember taon lalu saya ada nulis tentang Murni Inn Hotel Parapat, sebuah penginapan yang menurut saya cukup murah dan bersih di Parapat. Saya jadi kepikiran buat nulis hotel murah di Tuk-Tuk, Samosir.

Baca juga : Murni Inn Hotel : Penginapan Murah dan Bersih di Parapat

Ada banyak pilihan hotel di Samosir, khususnya di Tuk-Tuk yang memang dikenal sebagai tempat nginapnya para wisatawan baik dalam dan luar negeri.  Dari yang murah ala-ala penginapan, sampe yang mahal ala-ala hotel.


Saya beberapa kali nginap di Tuk-Tuk, dari jaman-jaman kuliah sampe sekarang. Dari yang fasilitasnya seadanya sampe yang terbilang mewah. Dari yang alasan nginapnya sekedar perkara hepi-hepi alias liburan bareng temen-temen sampe karena urusan kerjaan.


Romlan Guesthouse adalah salah satu penginapan yang pernah saya inapi dan saya rekomendasikan. Berawal dari hunting penginapan murah di sekitaran Tuk-Tuk, saya menemukan informasi mengenai Romlan Guesthouse dari blognya mbak Noni (nonikhairani.com). Mbak Noni bilang tempatnya bersih dan murah. Saya pun jadi tertarik dong. Etapi postingan tersebut ternyata postingan taun 2013, jadi saya ragu apakah masih murah dan bersih seperti yang dibilang mbak Noni atau udah berubah.
Saya cek di e-commerce, eh ternyata masih ada kamar harga 70 ribu di Romlan Guesthouse di booking.com.  Jadi semangat dong saya. Hari gini nginap seharga 70 ribu dengan ruangan bersih di pinggir danau, siapa coba yang nggak mau.


Cuma sayangnya pas saya cek lagi ternyata kamar harga 70 ribu itu udah habis dibooking. Tinggal yang harga 160 ribu dan yang lebih mahal dari itu. Oke lah, gpp 160, masih terhitung murah menurut saya.


Tapi sebelum booking di booking.com saya iseng mencoba menelfon nomor hape yang tertera di postingan blog mbak Noni, ternyata si pemilik nomor hape sudah tidak bekerja di Romlan lagi. Tapi kemudian dia memberikan nomor telfon Romlan Guesthouse. Saya pun segera menelfon, menanyakan ketersediaan kamar. Saya lupa pastinya, tapi yang jelas harga yang ia sebutkan di atas 200 ribuan dengan tipe kamar yang sama dengan yang saya lihat di booking.com, hohohooo… saya pun memilih booking via booking.com


Dari pelabuhan Simanindo, saya menggunakan google map untuk panduan ke Romlan Guesthouse. Tapi setelah sampai area Tuk-Tuk dan penunjuk lokasi di map menunjukkan kalau kami sudah melewati Romlan Guesthouse, tetap aja saya nggak ada ngebaca plang bertuliskan Romlan Guesthouse. Duuuh.. mulai panik dong, soalnya udah kebelet pipis hahhaaa.


Akhirnya saya memutuskan tanya sana-sini. Rupa-rupanya si Romlan Guesthouse ini memang agak tersembunyi letaknya sodara-sodara. Penanda yang pas itu adalah plang penginapan Sumber Pulomas. Iya, penginapan ini bersebelahan dengan Romlan Guesthouse. Jalan masuknya pun sama, hanya saja tak jauh dari jalan masuk itu ada pertigaan ke kiri dan lurus. Nah yang kekiri itu agak turunan dikit, Romlan Guesthouse itu yang lurusnya. Setelah mentok, belok kanan, keliatan deh tulisan Romlan gede-gede di tembok.  Nggak usah heran kalau penampakannya sama sekali nggak mirip penginapan, karena memang itu sebenarnya bagian belakangnya. Bagian depannya itu menghadap ke danau.

sumber pulomas hotel
Plang penanda ke Romlan Guesthouse Tuk-Tuk - Samosir


hotel romlan guest house samosir
Tulisan "Romlan" yang ketutup semak kalau dari jalan raya


romlan guest house samosir
Gak usah heran yang yang keliatan cuma kayak di gambar ini, ini memang bagian belakang cuy, bagian depannya menghadap ke danau :)


………………………………………………………………………………………………………


Terhenti beberapa hari, baiklah saya lanjutkan lagi tulisan ini. Maafkeun kemalasan saya sodara-sodara -_-


Ternyata citra bersih yang diceritakan mbak Noni di blognya sampai kini masih terjaga. Romlan Guesthouse emang bener bersih menurut saya.


Saya tidak tau berapa jumlah kamar yang dimiliki Romlan Guesthouse. Tapi sepenglihatan saya  tidak terlalu banyak. Bentuk bangunannya juga tak seperti penginapan pada umumnya yang berada dalam satu bangunan dengan kamar-kamar berjejer. Bangunan kamar di Romlan Guesthouse lebih mirip resort menurut saya. Dimana kamar-kamarnya berada tersebar dalam banguanan rumah-rumah kecil yang terpisah-pisah. Satu bangunan rumah bisa terdiri dari 1 kamar, 2 kamar, ataupun 4 kamar. Dua kamar di bawah, dua kamar lagi di atas. Oya, salah satu hal menariknya adalah bentuk atap bangunan yang menyerupai atap rumah adat suku Batak Toba. Jadi berasa banget kalo lagi ada di tanah Batak :)


Selain tempat tidur, terdapat sepasang kursi rotan dan meja, lemari, dan juga lampu tidur yang berdiri di sudut ruangan. Saya sempat memeriksa isi lemari, siapa tau ada sandal atau handuk. Yang saya temukan justri kabel cok sambung yang lumayan panjang, tergulung dengan rapi tapi lupa saya foto :D

romlan guest house tuk-tuk
Sepasang kursi rotan dan meja di dalam kamar

penginapan murah di pinggir danau toba
sebelum checkout, rapiin dikit tempat tidurnya buat difoto :D


Kamar mandinya juga bersih dan lumayan luas, berlantaikan keramik. Tersedia shampoo dan sabun cair untuk mandi, namun tidak ada odol dan sikat gigi. Tapi untuk kamar seharga 160 ribu buat saya ini sudah bagus. Awalnya saya bahkan mikir kamar harga segitu di daerah yang emang udah dikenal sebagai tempat nginapnya para bule pasti bakal nggak nyaman tempatnya, eh ternyata penilaian saya meleset.

fasilitas romlan guest house
Seperti inilah bentuk lemarinya :)


harga kamar di romlan guest house
Kamar mandinya lumayan bersih

Dua buat kursi malas dari rotan tersedia di teras kamar, juga fasilitas penjemur handuk/pakaian.
Bersih adalah poin plus dari saya buat Romlan Guesthouse. Poin lainnya adalah suasananya yang tenang. Iya, pas banget kala itu saya memang lagi pengen menikmati suasana yang tenang. Pengennya cuma duduk di depan teras sambil mandangin danau. Nah kalau nginap di Romlan Guesthouse dapet banget tuh suasananya. Entah karena emang biasanya gitu, atau pas kebetulan aja pas saya datang nggak ada bule-bule yang lagi party.

teras kamar
Teras kamar saya


penginapan murah di danau toba
Pohon dan bunga di depan kamar yang bikin pikiran adem

Tapi kayaknya emang suasanya tenang sih. soalnya saya perhatikan mereka nggak punya bar. Ada sih cafénya yang sekaligus ruangan reception, tapi tempat nggak mirip bar tuh.

romlan guest house
resepsion sekaligus cafe romlan guest house

penginapan di samosir
Kartu pos di salah satu sudut ruang resepsionis


jajanan di romlan cafe
Makanan ringan di romlan cafe, kebanyakan biskuit sih

penginapan murah di tuk-tuk
Ruangan cafe sekaligus ruang resepsionis, di luar juga ada kursi-kursinya

Nah untuk lebih jelasnya saya tunjukkin aja foto-fotonya yaaak. Tapi ya harap maklum soalnya jepretan saya hanya seadanya. Intinya saya pribadi rekomendasiin penginapan yang satu ini. Cocok banget buat yang emang lagi pengen liburan leyeh-leyeh, bermalas-malasan di pinggir danau sambil menikmati pemandangan dan kibasan angin.

hotel murah di tuk-tuk
Penampakan bangunan kamar yang saya inapi


alamat romlan guest house tuk-tuk
Nah yang atap rumahnya seperti rumah ada Batak Toba itu juga termasuk kamar Romlan Guesthouse ya gaes

hotel murah dan bersih di tuk-tuk
Kapan-kapan kalau kesini lagi pengennya nginap di banguan yang ini ah :D

hotel murah dan bersih di samosir
Coba punya rumah disini, asik bener kayaknya :D

hotel di pinggir danau toba
Ada gazebo dan tempat berjemurnya booook...


santai di pinggir danau toba
Duduk santai disini juga pastinya asik


Tips kalau kalian pengen nginap di Romlan Guesthouse :
1. Pesan kamarnya dari e-commerce aja kayak traveloka, booking.com, trivago dan sejenisnya. Soalnya seperti pengalaman saya pas iseng nanya langsung ke mereka harganya justru lebih mahal meski tipe kamarnya sama.

2. Kalau kalian datang saat peak season, mending booking jauh-jauh hari. Takutnya kalian kehabisan kamar karena sepenglihatan saya kamar mereka nggak banyak. Kalau pesan jauh-jauh hari siapa tau kalian bisa dapat kamar yang harga 70 ribu.

Baca juga : Rogate Beach Hotel : Hotel Cantik di Pinggir Danau Toba

3. Harga 160 ribu itu nggak termasuk sarapan ya. Saya kurang tau pemilik atau karyawannya muslim atau nggak. Secara Samosir kan memang mayoritas nonmuslim. Tapi tenang aja, sekarang udah ada kok beberapa café/resto/rumah makan muslim di Tuk-Tuk. Tapi kalau kalian nggak bawa kendaraan, Romlan Guesthouse juga ada cafenya. Mereka nyediain makanan Eropa dan Nusantara. Ada juga menu buat yang vegetarian. Tapi kalau ragu ya beli roti-rotian dan snack aja, ada kok dijual mereka. Kalau mau lebih irit ya bawa bekal sendiri coi :D

4. Walaupun sudah pakai google map, plang hotel yang musti kalian cari itu bukan yang bertuliskan “Romlan Guesthouse” melainkan yang bertuliskan “Sumber Pulomas” seperti yang ada di gambar di atas, karena memang nggak ada plangnya. Kalau pun ada tulisannya di tembok, terhalang semak-semak, jadi dari jalan raya sulit terlihat, apalagi kalau kalian datangnya malam. Kecuali kalau naik kapal, justru lebih mudah dicari :)


5. Hanya ada shampoo dan sabun cair di kamar mandinya, jadi perlengkapan mandi lainnya bawa sendiri yeiii.

6. Jangan lupa untuk menyempatkan diri duduk-duduk santai di pinggir danau karena Romlan Guesthouse mendukung banget buat yang suka suasana tenang dan santai.

7. Kalau butuh guide buat kesana hubungi saya aja, tapi dengan catatan semua keperluan saya kalian yang tanggung, plus dikasih uang jajan juga, ehehheeee


Romlan Guesthouse :
Ring Road Tuktuk : (0625) 451386


Oke deh, itulah sedikit ulasan tentang Romlan Guesthouse : Penginapan Murah dan Bersih di Tuk-Tuk, Samosir. Kalau kalian udah pernah kesini, ceritain dong kesannya di kolom komentar yak.

MEDIA KOMUNIKASI ZAMAN DULU HINGGA SEKARANG

09.46 0
media komunikasi zaman dulu
Media komunikasi zaman dulu hingga sekarang (foto : bobo.id)


Media Komunikasi Zaman Dulu hingga Sekarang : Manusia tentu membutuhkan komunikasi untuk bisa berhubungan dengan yang lain. Perkembangan komunikasi dari masa ke masa tentu begitu banyak, termasuk dalam hal alat atau sarang komunikasi yang digunakan. Pastinya zaman dulu berbeda dengan model komunikasi zaman sekarang yang kebanyakan menggunakan teknologi canggih.


Sebelum teknologi hadir, manusia begitu cerdas untuk menggunakan media-media alam sebagai alat komunikasi. Eh iya, btw kalian tau nggak sih media alam apa aja yang dulu digunakan sebagai alat komunikasi? Nah untuk lebih mengenal perkembangan alat komunikasi dari zaman dulu hingga zaman modern seperti sekarang, berikut adalah ulasan singkatnya yang bisa untuk tambahan referensi kalian.

Alat untuk Komunikasi
Begitu pentingnya komunikasi, membuat manusia menciptakan alat untuk komunikasi yang terus mengalami banyak perkembangan seperti berikut :

1. Menggunakan media asap
Zaman dulu saat belum ada teknologi, manusia memanfaatkan asap untuk bisa memberikan informasi ke pada orang lain. Menurut sejarah, asap digunakan untuk alat komunikasi beberapa tahun sebelum masehi. Pada saat itu, asap merupakan bentuk komunikasi visual yang sangat membantu manusia berkomunikasi jarak jauh. Media komunikasi tertua tersebut digunakan oleh bangsa Cina sekitar 200 tahun sebelum masehi. Sedangkan suku Indiana juga menggunakan asap sebagai media komunikasi antar suku. Komunikasi dengan asap ini bersifat rahasia. Artinya tidak semua orang mampu membaca sebuah pesan yang coba disampaikan dari kepulan asap. Hal tersebut pun dimanfaatkan pada zaman perang karena efektif dan tidak bisa terbaca oleh lawan.


2. Menggunakan Suara
Untuk komunikasi sekarang, suara memang digunakan dalam percakapan di telephone. Namun pada zaman dulu bukan suara dari orang yang digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi zaman dulu mengandalkan suara dari sebuah alat yang bisa menghasilkan suara keras. Contohnya saja  lonceng yang dapat terdengar hingga jarak yang cukup jauh. Umumnya lonceng diletakkan di sebuah menara yang tinggi agar bisa bergema dan menghasilkan suara yang lebih keras. Lonceng ini juga yang digunakan oleh kaum Kristiani untuk menandakan waktu ibadah. Suara lonceng akan terdengar tiga kali setiap harinya. Berdasarkan sejarah, lonceng dibunyikan pada jam 6 pagi, jam 12 siang, dan jam 6 sore atau petang.


Selain lonceng, komunikasi berupa suara juga dengan memanfaatkan kentongan. Mungkin media komunikasi ini yang tidak terlalu asing bagi bangsa Indonesia di masa lalu. Dibuat dari bambu dengan lubang di tengah yang nanti dipukul untuk menghasilkan suara. Kentongan akan dipukul dengan ritme cepat sebagai tanda atau informasi bahwa ada sesuatu yang berbahaya yang sedang terjadi. Kentongan juga akan dipukul untuk mengumpulkan masyarakat. Untuk bunyi kentongan tidak terlalu baku, jadi setiap tempat bisa berbeda-beda. Kentongan menjadi salah satu media komunikasi yang cukup lama di tanah air. Sejak zaman kerajaan hingga setelah kemerdekaan pun masih ada yang menggunakan kentongan untuk berkomunikasi.

kentongan
kentongan, salah satu media komunikasi zaman dulu yang familiar bagi masyarakat Indonesia (foto : wikipedia.org)

3. Menggunakan burung merpati
Burung merpati menjadi andalan untuk dapat mengirim pesan rahasia ke sebuah tempat. Media komunikasi zaman dulu ini digunakan pada perang dan untuk mengirim pesan jarak jauh. Burung merpati merupakan salah satu media komunikasi yang paling efektif untuk berkomunikasi zaman dulu. Hewan bersayap ini memang digunakan manusia sebelum ditemukannya teknologi yang lebih canggih. Burung merpati ini pula yang digunakan untuk komunikasi pada masa perang, baik perang dunia I atau pun perang dunia II. Menurut beberapa sumber penggunaan burung merpati untuk media komunikasi, pertama kali dilakukan pada abad ke 12 yakni untuk pesan yang ingin disampaikan oleh Sultan Nur-ed-in yang berasal dari Aleppo.


4. Menggunakan surat
Surat mulai digunakan sebagai komunikasi dengan menggunakan sandi-sandi tertentu. Kode-kode pesan diketahui banyak digunakan untuk komunikasi bangsa barat. Sedangkan ada pula yang menggunakan huruf, namun bukan dalam bentuk alfabet seperti sekarang. Surat disampaikan dengan menulis menggunakan huruf-huruf yang berbeda-beda sesuai tempatnya bukan huruf pada umumnya. Seperti misalnya, menggunakan aksara Jawa yang mungkin diketahui lebih awal dari alfabet. Setiap tempat atau suku biasanya memiliki kode-kode tertentu dengan bentuk yang cukup unik. Kode atau huruf milik sebuah suku tersebut belum tentu bisa dibaca oleh suku lain. Maka dari itu pesan bisa disampaikan dengan aman dan rahasia.


Untuk menulis, zaman dulu belum menggunakan kertas atau pun pulpen tinta. Di tanah air, ada daun lontar yang menurut sejarah merupakan kertas ala zaman dulu. Daun lontar ini lah yang digunakan untuk berkirim pesan dari satu kerajaan ke kerajaan lain yang ada di Nusantara. Jenis daun ini sangat mudah untuk didapatkan pada zaman dulu. Maka dipilih lah daun lontar sebagai tempat menulis. Selain mudah, daun lontar juga memiliki karakteristik daun yang tidak mudah rusak untuk diukir sebuah tulisan. Pesannya bisa bertahan cukup lama pada daun lontar tersebut.


5. Surat modern
Selanjutnya, komunikasi masih menggunakan surat. Namun lebih modern karena surat yang digunakan menggunakan kertas. Tentu komunikasi seperti ini, ada setelah masa alfabet dikenal oleh banyak masyarakat. Sudah banyak orang yang mulai mengenal huruf dan bisa membaca. Tidak seperti zaman dulu yang mungkin masih terbatas jaraknya. Di zaman selanjutnya, berkirim surat bisa untuk ke luar pulau dan bahkan untuk berkomunikasi antar negara. Pada saat ini lah mulai muncul jasa pos atau layanan surat. Mulai banyak komunikasi yang bisa dilakukan dalam cakupan jarak yang cukup jauh.


6. Menggunakan telephone
Selain media surat, komunikasi juga dilakukan dengan menggunakan telephone. Setelah ditemukan teknologi ini, komunikasi menjadi semakin mudah. Setiap orang dapat melakukan panggilan ke orang lain yang jaraknya jauh. Di tanah air begitu populer telephone yang disediakan di tempat umum. Biasanya ada perbedaan biaya untuk berkomunikasi di dalam negeri dengan komunikasi ke luar negeri.


7. Komunikasi dengan telephone genggam
Telephone dengan kabel memang menjadi populer pada masanya. Namun mulai banyak ditinggalkan saat muncul penemuan baru yakni telephone tanpa kabel atau telephone genggam. Mulai saat ini lah, perkembangan komunikasi begitu pesat. Bahkan sekarang media komunikasi tersebut, juga bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencari informasi, untuk hiburan, hingga cari pinjaman uang non bank. Semua kecanggihan tersebut tidak terlepas dari kemajuan teknologi internet.


Telephone genggam menjelma menjadi smartphone yang dapat digunakan untuk berbagai hal. Banyak kebutuhan manusia yang bisa dibantu dengan adanya smartphone ini. Untuk yang mencari informasi kesehatan, kecantikan, hiburan, sampai keuangan seperti pinjaman uang cepat online. Cukup dengan melakukan pencarian di mesin pencari, berbagai informasi dapat ditemukan pada smartphone. Teknologi yang satu ini benar-benar berkembang dari yang awalnya hanya media komunikasi hingga menjadi lifestyle yang tidak bisa terlepas dari masyarakat modern.


Demikian beberapa media yang digunakan sebagai sarana komunikasi manusia. Setiap saat media komunikasi berkembang begitu cepat. Awalnya yang berupa pesan visual, kemudian pesan suara, pesan tulisan, hingga pesan secara langsung dari suara manusia berupa panggilan telephone dan video call.


Nah kalau menurut kalian, selain yang disebutkan di atas, adakah media komunikasi lainnya yang kalian ketahui? Share di kolom komentar ya :)

TIPS MEMPERSIAPKAN LIBURAN BERSAMA KELUARGA

22.44 15
tips menyiapkan liburan
Tips menyiapkan liburan bersama keluarga


Libur telah tiba.. Libur tlah tiba..
Hore… hore.. hore..
Simpanlah tas dan bukumu
Lupakan keluh kesahmu
Libur telah tiba.. libur telah tiba
Hatiku gembira
(Libur Telah Tiba – Tasya)


Tips Mempersiapkan Liburan Bersama Keluarga : Rasanya lagu di atas sangat pas untuk menggambarkan kegembiraan menyambut liburan sekolah di akhir tahun yang telah di depan mata.


Untuk mereka yang sekolah, libur sekolah menjadi saat yang tepat untuk sejenak mengambil jedah dari aktivitas sekolah setelah satu semester menjalani rutinitas yang sama. Liburan sekolah biasa diisi dengan bersantai di rumah, berlibur ke tempat wisata, atau mengunjungi saudara yang bermukim di daerah yang berbeda. Momen liburan sekolah juga merupakan waktu yang tepat bagi sebuah keluarga berkumpul dan berwisata bersama. Para orang tua biasanya mengambil cuti demi momen kebersamaan sekeluarga.


Berlibur bersama keluarga, baik itu hanya berkeliling kota, beda kota, atau bahkan beda negara, semuanya harus dipersiapkan dengan baik agar acara have fun sekeluarga ini tidak berantakan hanya karena persiapan yang kurang matang. Nah, apa sajakah yang perlu dipersiapkan saat wisata sekeluarga selama liburan sekolah? Berikut saya rangkum untuk kalian semua.


Tentukan Tujuan
Ini penting karena yang akan berlibur bukan hanya kita seorang, melainkan satu keluarga yang mungkin saja berbeda selera wisatanya. Berbagai faktor harus dijadikan pertimbangan. Misalnya saja jika ada anggota keluarga memiliki fisik yang lemah dan tidak boleh capek, kan bisa berabe kalau diajak naik gunung. Atau jika anak/adik/ponakan masih TK atau SD, harus dipertimbangkan juga tempat wisata yang ramah anak, memiliki nilai edukasi sekaligus menghibur.

tips liburan bersama keluarga
Jika membawa anak-anak, pertimbangkan juga tujuan yang hendak dikunjungi



Sediakan Budget
Untuk mereka yang berkecukupan, perkara biaya mungkin bukanlah masalah. Tapi bagi ekonomi pas-pasan, urusan biaya liburan harus disiapkan dengan matang. Tentu saja dengan menabung jauh-jauh hari. Tempat yang dituju berkaitan erat dengan budget. Semakin jauh tujuannya, tentu semakin banyak waktu dan biaya yang dibutuhkan. Buatlah tabungan yang khusus untuk keperluan liburan keluarga dan persiapkan sejak jauh-jauh hari. Jangan lupa (dan jangan bosan) hunting tiket pesawat, voucher hotel, dan paket wisata murah untuk menekan pengeluaran. Biasanya selalu ada diskon ataupun penawaran menarik untuk mereka yang melakukan reservasi jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan.


Atur Keuangan Saat Berlibur
Bijak-bijaklah mengatur keuangan saat berlibur. Karena seringkali kita kalap membelanjakan uang saat melihat barang-barang unik dan cantik atau tergiur mencoba hal-hal yang tidak ada dalam list rencana liburan kita dan keluarga. Kan repot kalau sampai kehabisan uang saat berlibur.


Cari Info Tentang Tujuan Wisata
Tips Mempersiapkan Liburan Bersama Keluarga selanjutnya adala mencari info sebanyak-banyaknya tentang daerah yang akan dikunjungi. Mulai dari budaya, aturan, tarif transportasi, tempat makan yang murah dan enak, tempat yang rawan, serta spot-spot wisata yang menarik. Dengan mengetahui budaya dan aturan masyarakat setempat, kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya di Iboih, Sabang, tidak boleh berenang di pantai (snorkeling, diving dan aktifitas lainnya) saat waktu sholat Jum’at. Di Terengganu hari liburnya jatuh pada Jumat-Sabtu, hari Minggu mereka bekerja seperti biasa. Mengetahui tarif transportasi ataupun harga pasaran suatu barang di suatu daerah juga penting untuk menghindarkan kita ditipu dengan harga yang tinggi.


Obat-obatan
Bawalah obat-obatan umum ataupun sesuai resep dokter. Apalagi jika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit khusus, alergi udara dingin misalnya. Atau mabuk laut. Obat-obatan seperti minyak telon, minyak kayu putih, obat sakit kepala, obat anti mabuk, vitamin C, obat masuk angin, biasanya  adalah obat-obatan yang dibawa untuk mengantisipasi kalau-kalau ada yang daya tahan tubuhnya nge-drop saat sedang berwisata.


Gadget
Ini wajib dong ya. Walaupun sedang liburan, kita juga harus tetap keep in touch dengan para sahabat dan saudara. Lewat gadget juga kita bisa mencari info cara penyelesaian saat terjadi masalah ketika liburan. Jangan lupa untuk membawa charger dan power bank agar tetap terhubung dengan siapa saja.


Tas Khusus Traveling
Gunakan tas khusus traveling yang praktis dan mudah dibawa kemanapun. Bawa juga tas tambahan untuk barang-barang khusus yang sensitif dan tidak bisa masuk bagasi seperti kamera, handphone, dompet, paspor dan visa.


Kebutuhan Khusus
Kadang, tiap orang memiliki kebutuhan khusus yang dibawanya kemanapun ia pergi, termasuk saat traveling. Misal, si kecil tidak bisa tidur juga tidak memeluk boneka kesayangannya. Atau kalian yang punya kebiasaan mengkonsumsi kopi merek tertentu saat bangun atau hendak tidur. Kebutuhan-kebutuhan seperti ini harus diperhatikan karena jika diabaikan justru bisa mengganggu liburan.


Nah, itulah dia tulisang singkat saya tentang Tips Mempersiapkan Liburan Bersama Keluarga. Bagaimana, adakah point-point di atas yang kalian lewatkan? Atau mungkin ada poin penting lainnya yang ingin kalian tambahkan? Share di kolom komentar ya.

Selamat berlibur!