DEAR MBEK...

03.06 17
dear Na
Dear Mbek...


Dear Mbek…

Hei Mbek, apa kabar?! Aku nulis ini sesaat menjelang hari berganti. Detik-detik berakhirnya tanggal 18 Mei, your birthday. Selamat ulang tahun ya, terberkati lah selalu, kamu.


25 Juni 2012, itu tanggal pertama kali kita kenal. Jangan mikir aku orang yang sangat perhatian karena ingat tanggal tersebut, aku liat dari tanggal di foto ini kok :D

sg sumut
Pertama ketemu. Fotonya pecah, file aslinya entah kemana -_-

Thanks to Emak Gobid yang maksa-maksa aku buat datang hari itu buat ngumpul ama fansnya SO7. Aku memang males pergi awalnya. Tapi semesta berkata lain. Ia menggerakkan langkah kakiku ke Taman Teladan, bertemu denganmu dan yang lainnya.


Pertemuan pertama, awalnya mungkin kaku. Tapi kemudian kita larut dalam petikan gitar dan nyanyi bersama-sama. Akrab. Seakan sahabat lama yang baru jumpa setelah bertahun-tahun terpisah. Aku lupa judul lagunya. Yang pasti lagunya Sheila On 7, band asal Jogja yang mempertemukan kita itu :)


Sorenya, beberapa memutuskan pulang. Sementara kita ikut ngejam di studionya Rendy. Dari Teladan aku boncengin kamu. Lucu juga sih rasanya boncengin kamu, secara aku masih belum ingat namamu waktu itu. Aku emang gitu orangnya, pertama kenalan, walaupun udah ketawa-ketiwi bareng, tapi suka lupa nama :D

sheilagank sumut
Baru pertama ketemu langsung ngejam. Btw ini bang Fuja seru kali bah... :D


sheilagank sumut
Duet maut :D


Gimana rasanya dibonceng aku?! Pasti takut-takut ya, secara aku susyaaah jaga keseimbangan kalau bonceng orang, yaaah walaupun dulu kita itu belum ‘sebesar’ sekarang. Tetep aja kadang aku oleng.


16 Juli 2012, kita ketemu lagi. Di tempat yang sama, Taman Teladan. Gitar-gitaran lagi. Nyanyi lagu-lagu Sheila On 7 lagi sampe diliatin orang. Sampe dibereng-bereng ama pengamen yang biasa ngamen disitu. Dikira kita ngambil lahannya kali yaaak :D

sheilagank sumut
Pertemuan kedua, zaman kamera hape belum secanggih sekarang

sheilagank sumut
Gaya foto nyender gini kayaknya jadi gaya andalan kita ya dulu :D

Setelah itu, kita jadi sering ketemu. Sekedar kongkow, ketawa-ketiwi ngobrolin apa aja.
Kupikir,perkenalan kita hanyalah sebatas teman sesama penikmat karya-karya Sheila On 7. Nyatanya lebih dari itu. Obrolan kita tak lagi sebatas Eross Duta Adam Brian, tapi lebih luas dari itu. Luka masa lalu, pahit kenangan, juga manis kebahagian, pernah kita bagi.


Well, di mataku, kamu salah satu yang care. Yang datang ke acara yudisium dan wisudahanku padahal aku nggak minta. Yang buatin beras kencur buat obat pas kakiku sakit, jatuh dari motor. Yang mau datang ke kontrakkanku naik angkot padahal yang punya kendaraan itu aku, harusnya aku yang datengin kamu ya kan :D. Yang bahunya sering aku jadiin sandaran tidur padahal kamunya juga ngantuk bin capek *ini dulu sering kejadian pas nge-pick up wkkwwk*, dan yang jadi tempat aku pinjem duit beberapa kali pas lagi bokek hahahhaaa

sheilagank sumut
Kak Tih + Ila, kamu, aku, n Sodara pas yudisium aku.



sheilagank sumut
Ini pas pulang wisudaan nih

Kamu memang manggil aku kakak. Tapi untuk beberapa hal justru aku yang sering manja-manja nggak jelas ke kamu. Aku lebih mudah berubah moodnya dibanding kamu. Kamu punya cadangan mood yang bagus. Terbukti di beberapa kesempatan, saat aku udah bad mood, kamunya masih stabil aja.


Nggak cuma ke aku, kamu care ke semua orang. Obrolan-obrolan kita malah lebih banyak tentang masalah si A, si B, si C, dst. Bukan ngegosipin, tapi mikirin jalan keluar. Sering kita ngobrol sampe jauh malam cuma buat mencari solusi terbaik untuk masalah si A. Nggak jarang kamu sampe nginep di kontrakkanku buat diskusiin masalah si B.

sheilagank sumut
Nonton bareng Sheilagank Sumut, sebagian besar pasangan, kita berdua kok ya keliatan banget jomblonya :D

Si A, B, C, dan yang lainnya mungkin nggak tau kalau kamu tau masalah mereka. Mereka juga mungkin nggak nyangka kamu sepeduli itu ke mereka. Tapi aku tau, kamu adalah orang yang selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekelilingmu meski mungkin mereka nggak pernah menyadarinya.

sheilagank sumut
Baru kusadari kita itu kalo foto kok ya sukak banget sender-senderan, rangkul-rangkulan :D

Saking seringnya kita peduliin masalah kawan-kawan yang lain, kita sampai jarang dan bahkan lupa untuk berbagi masalah kita sendiri. Kadang kita terlalu sibuk memperhatikan masalah orang-orang di sekeliling kita sampai lupa kalau kita juga butuh diperhatikan. Tapi ya begitulah kita :D

sheilagank sumut
Sampe jadi caption postingan di IG perempuannovember :D



Care, itu salah satu alasan kenapa aku pengen kamu yang ngelanjutin tongkat estafet kepengurusan di SG Sumut setelah aku. Buatku, dulu ataupun sekarang kamu tetap orang yang tepat. Maaf kalau aku semaksa itu, dulu dan saat ini :D Tolong lanjutkan dan jangan terbebani. Aku cuma pengen kamu percaya ke diri kamu sendiri kalau kamu orang yang tepat dan mampu. Kenapa? Ya karena aku percaya sama kamu lah,, eheheee

sheilagank sumut
Liat foto ini yang terlintas di kepala kok ya waktu kita ngos-ngosan jalan dari Sidebuk-debuk ke Sibayak di tengah malam buta dan cuma ngandelin cahaya gemintang :D

Mbek.. tau lagu Padi yang judulnya Kasih Tak Sampai?! Kurasa yang terjadi di kita saat ini adalah Kasih tak Sempat. Iya, aku sekarang sok sibuk dengan agenda-agenda nggak jelasku, sementara waktumu tersita oleh pekerjaan. Waktu luangmu sudah terisi rencana-rencana dengan teman-temanmu, sementara aku pun tak jauh berbeda. Kita nggak sempat lagi berkasih-kasih ria seperti dulu. Kita juga lama absen dari perbincangan-perbincangan larut malam cuma buat nyari jalan terbaik dari masalahnya orang. Tak apa. Tak mengapa. Ada masanya kita memang harus mengedepankan kebahagian dan ketenangan jiwa kita sendiri dibanding mikirin masalah teman-teman kita tercinta itu. Lagian mereka juga udah gede-gede, pande-pande orang itu lah ngurusin masalahnya ya kan heheheee

sheilagank sumut
Aku, kamu, dan Vespa ;)


Mbek, kalo lelah dan butuh sandaran, bahuku bisa kok buat sandaran. Ya walaupun nggak seempuk bahumu. Dan kalau selama ini ada hal-hal yang buatmu marah sama aku, aku masih disini kok. Akan tetap disini meski mungkin dirimu mencak-mencak, tereak-tereak buat ngeluahin marahmu ke aku. Aku nggak bakal pergi atau menghindar. Caci maki aja aku kalau itu bisa buatmu happy lagi *paragraph ini agak nggak jelas bin lebai ya Mbek, sebenarnya ini juga gubahan bebas gabungan lirik lagu Buat Aku Tersenyum + Dan huehhehee*

sheilagank sumut
Kadang-kadang kita yaa,,, beginilah :D

Big thanks to Sheila On 7. Kita kenal dan dekat karena SO7. Harapannya sih jika pun nanti kita sudah sibuk dengan kehidupan pribadi sampe lupa bagaimana memuja Sheila On 7, kita tak serta merta jadi saling melupakan. Atau kalaupun kita harus saling melewatkan, semoga bukan karena Sheila On 7 *paragraph ini juga ngawur, mungkin efek tengah malam :D*

sheilagank sumut
Kenal dan dekat karena Sheila On 7


Ya ampun Mbek, ini kan awalnya aku nulis mau ngucapin selamat ulang tahun, kok jadi melebar nggak jelas gini. Udah lewat jam 12 lagi. Duuuh…duh. Maafkeun!



Selamat menjalani 26 ya Mbek. Ada yang bilang jam-jam segini jadwalnya malaikat turun ke bumi, ada banyak do’a baik kupintakan untukmu walau tak kurincikan disini, tapi semoga Raja Semesta mendengar dan mengabulkannya.



Wish u all the best Mbek, ini ucapan mainstream banget yaaak,,, tapi ya namanya kawan pasti mengharapkan yang terbaik lah ya kan buat kawannya. Well, apapun itu, dimanapun kau berada, bahagialah, Mbek!



NB : sengaja pake foto-foto lama, biar kangen :D (padahal karena memang foto barunya nggak ada, kita sok sibuk banget sih, mau meet up pun gagal-gagal mulu)

WISATA MURAL DI KOTA MEDAN

07.41 21
mural art
Wisata mural di Kota Medan

Wisata Mural di Kota Medan – Wisata Medan : Sekitar bulan Februari lalu sempat ramai orang nge-share tentang Mural di Kota Medan, baik itu di Sosmed maupun di blog rekan-rekan bloger Medan. Tapi saya baru tadi nyempetin diri buat Wisata Mural di Kota Medan tercinta ini :D


Awalnya pengen liat Dokan Art Festival di Desa Dokan, Kabanjahe. Tapi karena sepeda motor saya belum sempat diganti bannya, terus sepeda motor temen juga kurang sehat, jadilah batal ke Kabanjahe. Tapi dasarnya tukang ngeluyur, rasanya kok ya sayang kalau libur cuma di rumah aja :D


Saya pun langsung kepikiran buat city tour aja. Kemudian keinget sama mural-mural di beberapa titik di Kota Medan yang belum sempat saya kunjungi.


Sekedar merefresh informasi, Februari lalu Ernest Zacharevic, pelukis mural-mural cantik di Penang yang terkenal itu mulai melukis mural di beberapa titik di Kota Medan. Ernest tak sendiri, ia bersama beberapa pelukis mural lainnya datang ke Medan untuk menorehkan karya-karya mereka di beberapa dinding bangunan di kota Medan.


Saya berwisata mural berdua bersama Fitri, temen satu kontrakkan yang juga seorang blogger. Kami memulainya dengan mengunjungi jalan Multatuli Medan. Berdasarkan informasi setelah searching sana-sini, salah satu lokasi muralnya ada di kawasan Multatuli. Kami masuk ke jalan Multatuli memalui jalan Juanda. Celingak-celinguk melihat gang-gang yang ada. Karena memang lokasinya di pemukiman penduduk. Sampai di komplek bisnis Multatuli kami masih nge-blank. Belum ada petunjuk yang mencerahkan.


Kami pun balik arah dan berniat tanya ke satpam ataupun orang di sekitar Multatuli. Kami mendekat ke seorang pria di pinggir jalan, eh ketika mau ditanya dianya masuk mobil. Okeh, berarti dia bukan orang sekitar situ.


Di ujung ruko-ruko Multatuli, ada sebuah gang kecil. Tepatnya di seberang masjid Thoyyibah. Entah kenapa feeling saya mengatakan itu gangnya. Kami pun nekat masuk saja, bertanya dengan menunjukkan gambar mural seorang nenek di jendela yang saya dapat dari google ke seorang pria yang tengah duduk di sebuah bangku tak jauh setelah kami masuk gang.

petunjuk gang lokasi mural di multatuli medan
Cari aja masjid di di jalan Multatuli Medan, nah gang menuju lokasi muralnya ada di seberang masjid ini


mural art di multatuli medan
Ini nih penampakan gang yang menuju lokasi lukisan mural di Multatuli Medan

“O ya ya.. itu di dekat situ. Kesitu aja, kelihatan itu gambarnya,” ujar pria tersebut. Kami pun mengikuti arah telunjuknya. Dan benar saja, di kejauhan kelihatan gambar mural nenek yang kami maksud.


Usai mengucapkan terima kasih kami pun menuju lokasi pertama wisata mural di kota Medan kami kali ini. Beberapa bapak-bapak tengah duduk berkumpul tak jauh dari lukisan mural sang nenek. Sepertinya tengah main catur atau kartu. Saya enggan untuk terlalu memperhatikan.

kumpulan bapak-bapak
Kumpulan bapak-bapak yang tengah asik main kartu/catur 

Fitri mematikan mesin sepeda motor dan meminta ijin untuk berfoto-foto di depan lukisan sang nenek. Mereka tampak tak begitu menghiraukan kami. Mungkin karena terlalu asik dengan permainannya. Kami pun mulai mengambil foto.

medan mural art
Berfoto dengan latar belakang mural nenek

Lukisan mural yang menggambarkan seorang perempuan lanjut usia yang menumpukan kedua tangannya di sisi jendela ini berada di dinding rumah bercat hijau yang sebagian sudah dihancurkan. Gabriel Pitcher, sang pelukis kabarnya sengaja melukis nenek tersebut karena garis wajahnya yang khas. Oya, nenek dalam lukisan ini memang ada loh. Dan merupakan penduduk daerah tersebut. Rumahnya berada tak jauh dari lokasi mural ini. Anak-anak di pemukiman ini menawarkan diri untuk memanggil sang nenek. Saya menolak karena takut menanggu aktifitas beliau. Apalagi sang nenek sudah tua. Saya khawatir beliau kepayahan jalan kesini.

medan kota mural
Si nenek jadi hits karena jadi model lukisan mural ini.

Sedang asik berfoto, seorang remaja lelaki melintas. Ia menyapa dan mengajak kami berbincang. Dengan ramah ia juga bersedia menemani jika ingin melihat mural lainnya. Remaja bernama Fahmi ini ternyata adalah teman dari para pelukis mural-mural ini. Dirinya juga memiliki bakat dalam bidang gambar menggambar, dan hal itu pulalah yang membuatnya mengenal dengan Ernest dan teman-temannya.

gabriel pitcher
Fahmi, saya, dan Fitri.

Menyusuri gang-gang kecil, Fahmi menemani kami ke lokasi mural kedua, tak jauh dari lokasi pertama. Kami berjalan kaki. Bapak-bapak yang tengah bermain catur atau kartu itu mengatakan sepeda motor kami aman ditinggal disitu, ada mereka yang akan menjaganya.

wisata mural di kota medan
Melewati gang kecil dan belakang rumah-rumah penduduk

Lokasi kedua, sebuah mural melukiskan anak-anak yang tengah bermain. Lokasinya masih di dinding rumah yang sisi lainnya sudah dihancurkan. Bersanding dengan rumah-rumah penduduk lainnya. Ini mural terbaru. Baru sekitar 2 atau tiga mingguan lah selesainya. Pelukisnya bernama Axelvoid dan L.E.O (sepertinya ini inisial, tertulis di dinding). Menurut Fahmi, sang pelukis terinspirasi dari anak-anak korban tsunami Aceh.

wisata kota medan
Ini mural terbaru guys, berkisah tetang anak-anak korban tsunami Aceh

Ada banyak puing-puing bangunan di sekitar lukisan ini. Masih menurut Fahmi, kenapa puing-puing itu tetap dibiarkan begitu saja tak lain karena sang pelukis menginginkan demikian. Bahkan ketika puing-puing itu hendak dibersihkan dan disemen, pelukisnya menolak. Ia ingin tetap seperti itu.

pelukis mural
Kagak boleh dibersihin, tapi emang kelihatan lebih kece sih daripada di semen halus


wisata mural
Mural yang mengingatkan ke masa kanak-kanak

Sebenarnya ada satu lagi lukisan mural di sekitar pemukiman penduduk di Multatuli ini. Namun sayangnya sudah dicorat-coret. Tapi saya tetap meminta Fahmi untuk mengantar kami ke lokasi tersebut. Benar saja, sudah dicorat-coret, tertutup besi-besi tua. Sungguh sangat disayangkan. Padahal saya lihat di blognya kak Molly lukisannya bagus.

seni lukis mural
Duuuh sayangnya, udah di coret-coret :(

Dari Fahmi kami mendapatkan info lokasi mural-mural lainnya. Sebenarnya ia tak keberatan mengantarkan. Sebagai teman dari sang pelukis, dan sebagai orang yang juga memiliki minat di bidang itu, ia merasa punya keharusan untuk melakukan hal tersebut jika memang waktunya tengah luang. Tapi saya menolak, takut mengganggu aktifitasnya.


Kami kembali ke lokasi pertama. Berpamitan dengan bapak-bapak pemain catur/kartu, tak lupa mengucapkan terima kasih ke Fahmi dan teman-temannya yang juga menjaga sepeda motor kami.
Keluar dari gang, kami ke kiri, arah ke jalan Juanda. Berkelang sekitar 2 rumah, terdapat satu mural lagi. Letaknya tepat di pinggir jalan di sebelah kiri. Kami berhenti untuk mengambil foto. Mural tersebut menggambarkan seorang anak laki-laki yang hanya mengenakan celana di atas lutut tengah menggenggam semacam obor. Saya menerka-nerka apa pesan yang ingin disampaikan lukisan mural tersebut, kalau kata Fitri sih itu karena PLN sering padam hahhahahaa…

wisata mural kota
Kalian para lelaki, jangan main api ya, nanti saya jewer loh :P

mural art
Betapa sebuah karya seni itu multi tafsir ya. Tapi tafsirannya sedang main api, nah ini tafsirannya sedang membawa cahaya, menerangi sekitar. Kalau seperti ini mah adek mau bang, yok bareng-bareng :D *baper mode on*

Wisata mural di Kota Medan pun berlanjut. Kami menuju jalan Sisingamangara. Melewati toko roti Majestic. Tak jauh dari Majestic, terdapat tukang tempel ban, di sebelah kiri. Nah di belakangnya itu lah lokasi mural selanjutnya. Memanfaatkan sebuah dinding ruko. Mural berukuran besar, menggambarkan seorang anak perempuan tengah duduk di atas gajah. Uniknya gajahnya terbuat dari origami. Dan kertas origaminya adalah uang kertas seratu ribu rupiah.

wisata mural medan
Coba aja itu gerobak dan tumpukan sampah nggak ada disitu ya

Sungguh menarik melihat mural karya Ernest Zhacarevic ini. Baik dari sisi seninya maupun dari pesan yang terkandung dalam lukisan tersebut. Lewat lukisan mural gajah dan anak perempuan ini, Ernest hendak mengungkapkan kekhawatiran sekaligus kritikannya, tentang alam yang semakin rusak. Gajah dalam lukisannya mewakili hewan-hewan yang turut terkena imbas dari pembalakan liar, pembukaan lahan, dan kerusakan alam. Dan uang yang jadi kertas origami tersebut menggambarkan bahwa semua kerusakan itu terjadi karena uang. Keserakahan manusia terhadap uang. Begitu pula anak-anak yang tak memiliki tempat bermain karena lahan-lahan di perkotaan sudah menjadi ladang bisnis dan sumber uang mereka yang berkepentingan. Wadauuww… elegan bener cara mengkritiknya ya.

Mural karya Ernest Zacharevic di jalan Sisingamangaraja Medan

Tapi emang begitulah ya, mengkritik itu ada seninya. Protes itu bisa lewat karya. Lebih baik tunjukkan prestasi, daripada sibuk berkoar-koar tapi lupa memperbaiki diri sendiri *ini sebenarnya kalimat caption salah satu postingan di IG saya : perempuannovember hehehhe*


Lokasi selanjutnya yang kami kunjungi adalah lahan kosong di sebelah Bangi Kopi Tiam di jalan Juanda. Lahan kosong di antara rumah-rumah mewah di pinggir jalan itu temboknya penuh mural. Ada tulisan-tulisan, dan ada pula gambar serigala.

seni mural
dilihat dari kejauhan, jalan raya.


medan mural art
Coba tebak ini gaya saya korban sinetron apa? :D

artis mural kota medan
mysterious girl :D

lokasi mural di kota medan
Ini bukan lagi gaya ya, emang aslinya kemarin mau jatuh.

Yang menarik adalah mural yang menggambarkan kebakaran hutan dan seekor orang utan yang berusaha berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Jika dilihat sekilas mungkin terlihat biasa saja, namun jika diperhatikan, terlihat menarik dan penuh makna. Apalagi tumbuhan merambat yang menempel di dinding itu memberi efek lebih hidup lagi.

mural di kota medan
pasti uda tau dong ya pesan dalam mural ini :D


mural cantik
Yuuuk ulurkan tangan. Membantu alam agar tetap lestari sama saja dengan membantu kelangsungan hidup manusia ke depannya

Kami lumayan lama disini, dan lumayan dilihatin orang-orang yang melintas. Secara letaknya tak jauh dari perempatan lampu merah. Jadih banyak pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala.



Matahari sudah di ufuk barat. Saya sebenarnya sudah lapar. Fitri juga haus katanya. Tapi wisata mural di Kota Medan kami ini belum berakhir guys. Masih ada satu tempat yang ingin kami kunjungi lagi. Karena lokasinya nggak begitu jauh dari kontrakkan kami, jadi ya hitung-hitung sekalian jalan pulang.


Tempat terakhirnya adalah… jeng jeeeng… jalan Perdana. Mungkin pada bertanya-tanya jalan Perdana ini dimana. Cek google map aja ciiiiin. Atau saya jelasin deh. Kalau misalnya kita dari stasiun kereta api Medan, ambil ke kanan, nah pas di lampu merah gedung Lonsum itu, kita ambil lurus, bukan yang ke arah hotel Aston. Setelah lurus, di pertigaan Jalan Hindu, ambil ke kiri. Ntar di simpang empat yang Pasar Hindu itu, kita ke kanan *yang arah ke perempatan Forum 9 Building dan Lapangan Benteng* Ntar lihat aja ke sebelah kanan. Di salah satu tembok bangunan-bangunan di tepi jalan itu ada mural karya Ernest juga.


Mural di jalan Perdana ini menggambarkan tiga orang anak dan seekor anak orang utan yang tengah bermain  di betor (becak motor), becak khas Medan. Saya kurang ngerti kenapa Ernest melukis pula orang utan itu. Entah karena Bukit Lawang (yang masuk wilayah Sumatera Utara) yang terkenal dengan orang utannya. Atau ada maksud lain.

mural di jalan perdana kota medan
Hati-hati dek, sini kakak pegangin biar nggak jatuh :D


mural di jalan perdana
Eh tunggu dek, kakak mau ikutan naik betor :)


wisata mural
Ini kalau diperhatikan lagi fotonya, mata saya kok merem ya -_-

Karena letaknya yang benar-benar di pinggir jalan, kalau mau foto-foto di mural di jalan Perdana ini musti ati-ati ya. Jangan sampai asik memfoto sampai lupa kendaraan yang lewat, kalau kesamber kan berabe ciiin.

mural di jalan perdana
Ini motonya dari seberang jalan. Tapi musti ati-ati guys, soalnya disini ramai kendaraan melintas

Mengunjungi lokasi mural-mural di Kota Medan ini asik juga ternyata. Baik itu untuk mereka yang suka seni lukis, ataupun sekedar penikmat seperti saya. Apalagi jika lukisan-lukisannya itu menggambarkan hal-hal yang dekat dengan keseharian kita. Humanis.


Wisata mural di Kota Medan bisa dijadikan pilihan city tour untuk mengisi libur yang cuma sehari misalnya. Tapi jangan mikir lokasinya di tempat-tempat mewah ya. Karena yang akan kalian temukan adalah goresan-goresan cat di tembok-tembok pemukiman penduduk. Tapi tetap asik kok. Itung-itung kita jadi tau gimana suasana di salah satu pemukiman di kota Medan. Sekali-sekali nggak nge-mall gapapa  kan :D



Tentang lokasinya yang banyak di tembok perumahan penduduk, saya jadi menerka-nerka alasannya apa. Mungkin si pelukis pengen mengatakan kalau seni adalah milik semua orang, bahkan rakyat kecil *secara selama ini karya-karya seni itu kan terkenal mahal dari segi harga*


Atau mungkin mereka pengen menularkan minat seni mereka ke anak-anak di sekitar lokasi. Atau mereka ingin pengunjung melihat langsung kehidupan wong cilik di kota Medan. Atau.. atau.. ah yang jelas mural-mural ini sudah memperindah pemandangan :D


Cuma sayangnya memang masyarakat kita belum sadar betul bagaimana menghargai dan menjaga sebuah karya. Contohnya ya mural yang udah dicoret-coret itu. Nggak bisa disalain yang punya rumah juga sih kalau akhirnya malah dijadikan tempat nyimpan besi-besi tua. Mungkin memang sejak awal tidak ada perjanjian tentang lokasi mural harus tetap dibiarkan untuk umum. Siapa tau memang dia tidak punya ruang lagi di rumahnya. Tapi yang nyoret-nyoret itu, duuuh… sayang bener rasanya.


Ini sebenarnya pe-er bersama, kalau memang hendak dijadikan spot wisata seperti mural-mural di Penang, yang paling utama dilakukan mungkin mengedukasi masyarakatnya dulu, minimal masyarakat di sekitar lokasi mural berada. Kalau cuma dibuat terus dibiarkan begitu aja, ya ujung-ujungnya dicorat-coret :D


Selain itu, masalah kebersihan juga perlu diperhatikan *masalah kebersihan ini kayaknya masalah sebagian besar daerah di negara ini deh*. Masak iya turis datang mau lihat karya seni eh ya yang terlihat justru sampah. Masalah lokasihnya yang harus melewati gang-gang sempit mah nggak masalah, tapi kalau kesannya kumuh ya orang juga males toh mau datang. Ya kan ya kan… duuuh.. saya kok jadi nyinyir gini *maapkeun*.


Sudah enam lokasi mural yang kami datangi. Sudah cukup lah wisata mural di Kota Medan kali ini. Ntar dilanjutkan lain waktu. Kami syudah lapar dan haus, sudah mau gelap juga. Jadi kami pun segera mencari tempat makan terdekat untuk mengisi amunisi.


Kalian pernah wisata mural di Kota Medan ataupun di kota-kota lain?! share dong ceritanya.



NB : Semua foto-foto dan video dalam postingan ini diambil menggunakan kamera hape Xiaomi Redmi 3S

[EVENT] SINGAPURA SERU BARENG

16.56 32
your singapore
Singapura, Seru Bareng

[Event] Singapura Seru Bareng : Singapura, negara tetangga yang luasnya nggak ada apa-apanya kalau dibanding Indonesia, yang kalau di peta kelihatan seuprit banget itu, nyatanya punya daya tarik yang besar banget bagi siapa aja. Terlebih di bidang pariwisata, Singapura ini kecil-kecil cabe rawit deh kalau menurut saya. Ada aja yang mereka tawarkan sampe turis-turis nggak ada bosannya maen ke Singapura. Khususnya bagi orang Indonesia. Terbukti dengan banyak orang Indonesia yang memilih buat traveling ke negeri kecil mungil di ujung selatan Semenanjung Malaka ini.


FYI aja ini ya, sampai tahun 2016 lalu (dan mungkin akan terus berlanjut) Indonesia merupakan sumber wisatawan utama Singapura. Sepanjang tahun 2016, ada 2,894 juta orang Indonesia yang berkunjung ke Singapura *dan di antara jutaan orang itu, saya tidak termasuk di dalamnya. Iya saya belum pernah nginjak negeri merlion itu, doain segera ya ehehhee*


Dari jumlah pengunjung Indonesia ke Singapura itu, Medan salah satu penyumbang besar juga ternyata. Malah pertumbuhannya cukup signifikan,  yakni 11% di tahun 2016.


“Indonesia mempertahankan posisinya sebagai sumber wisatawan utama ke Singapura di tahun 2016 dengan 2,894 juta pengunjung, dan mengalami pertumbuhan sebesar 6% dibanding tahun 2015. Pengunjung yang berasal dari kota di luar Jakarta telah memberikan pertumbuhan yang signifikan dan pengunjung dari Medan telah bertumbuh sebesar 11% di tahun 2016.”

Dengan gembira Mr. Raymond Lim, Area Director Singapore Tourism Board (Indonesia) mengungkapkan hal tersebut pada kepada blogger dan influencer saat acara Travel Fair Singapura, Seru Bareng di Medan, Sabtu 8 April 2017 lalu.

travel fair
Mr. Raymond Lim bercerita tentang wisatawan dari Indonesia yang ke Singapura

Acara Singapura Seru Bareng Travel Fair ini berjalan selama 3 hari di Medan guys. Dari tanggal 7 April hingga 9 April 2017 di Mall Centre Point Medan. Ini kedua kalinya saya datang ke Singapura Seru Bareng Travel Fair. Tahun lalu acaranya diadakan di Sun Plaza. Yang asik dari acara travel fairnya Singapore Tourism Board ini selain bertabur promo dan diskon buat yang pengen maen ke Singapura, juga venue acara yang ditata sedemikian apik. Dengan beragam hiburan dan aktivitas seru yang bikin betah. Misalnya aja aktifitas berburu stempel paspor yang bikin anak-anak betah main disini.

singapura seru bareng
Aktifitas berburu stempel paspor

Pengisi acaranya juga nggak kalah seru. Hari itu saya dan teman-teman blogger berkesempatan menyaksikan pasangan artis Titi Kamal dan Christian Sugiono yang berbagi cerita seru pengalaman mereka berlibur ke Singapura.


“Bagi kami, Singapura selalu menawarkan sesuatu yang baru dan menyegarkan untuk kami nikmati setiap kali mengunjungi negara ini. selain itu, jarak Singapura juga sangat dekat dari Indonesia, hanya dibutuhkan satu jam penerbangan saja, Singapura menjadi destinasi pilihan kami untuk liburan singkat akhir pekan,” ucap Titi Kamal.

Christian Sugiono
Titi Kamal dan Christian Sugiono bercerita tentang pengalaman mereka liburan singkat ke Singapura

Weeeh… ternyata pasangan cantik dan ganteng ini paling senang maen ke Singapura loh. Christian Sugiono bahkan sejak sebelum nikah juga udah sering maen ke Singapura. Duuuh… nggak ngajak-ngajak si babang mah :D


Sekarang setelah menikah dan punya anak, Christian malah makin sering ke Singapura, bareng Titi Kamal, sang istri tercinta, dan Juna anak mereka. Nggak cuma bertiga, mereka juga kerap mengajak keluarga besar dan teman-teman. Secara ke Singapura memang berasa lebih seru lagi kalau perginya bareng-bareng orang terdekat. Namun juga tetap asik untuk menikmati waktu sendiri.

Titi Kamal
Bagi Titi Kamal dan Christian Sugiono, Singapura adalah negara yang ramah buat keluarga dan anak-anak

Alasan Titi dan Christian memilih Singapura untuk liburan keluarga salah satunya karena menurut mereka Singapura ini negara yang ramah buat keluarga dan anak-anak. Bersih dan aman. Iyelaaah… Singapura kan dari dulu emang terkenal dengan kebersihannya kan yak.

Sama seperti Titi Kamal dan Christian Sugiono yang menjadikan Singapura tempat buat liburan singkat bareng keluarga dan teman, mbak Amelia Masniari yang hits dengan nama @MissJinjing juga menjadikan Singapura sebagai salah satu negara tujuannya happy-happy. Bedanya Miss Jinjing ini ya kalian tau lah ya, beliau lebih ke aktivitas belanja-belinjinya. Secara belanja adalah hobinya do’i.


Bagi Miss Jinjing, selalu ada alasan buat ke Singapura. Ia selalu menemukan ‘treasure spot’ di Singapura baik di desainer lokal, merek-merek lokal, atau sejumlah merek internasional ketika berjalan-jalan dan window-shopping di Singapura. Saking doyannya wisata belanja ke Singapura, Miss Jinjing sampai buat buku dengan judul Miss Jinjing Singapore *review bukunya ntar menyusul yaaak*

belanja ke singapura
Miss Jinjing dan keponakannya, berbagi cerita pengalaman berbelanja di Singapura

Ngomongin Singapura memang nggak ada abisnya ya. Banyak banget yang sayang buat dilewatkan, selalu aja ada yang baru dan baru yang mereka tawarkan. Bikin saya mupeng terus pengen kesana. Ini celengan sapi kapan yaaak penuhnya, udah nggak sabar pengen seru-seruan bareng ke Singapura.
Kamu yang pernah ke Singapura, ceritain dong hal seru yang kalian dapatkan disana 

GRAND OPENING SOPHIE PARIS BRANCH MEDAN

16.00 34
sophie martin
Grand Opening Sophie Paris Branch Medan

Grand Opening Sophie Paris Branch Medan – Review Event : Long weekend kemarin saya berencana buat ngetrip bareng temen-temen. Tapi tujuan ngetripnya malah masih nggak jelas padahal udah sejak semingguan lalu kami obrolin rencana ngetrip ini. Jum’at siang, saya berencana menanyakan kepastian ngetrip tersebut, kalau masih nggak jelas juga, solo trip aja dah pikir saya. Eh ternyata pas buka hape malah ada undangan grand opening Sophie Paris di Medan.


Rencana ngetrip pun berubah karena undangan ini. Bukan apa-apa, nyoba buat komitmen aja, karena beberapa minggu yang lalu sudah ditanya bersedia nggak datang ke acara grand launchingnya Sophie. Saya kemarin menyatakan bersedia. Cuma mbok ya ngabarinnya jangan H-1 gituh loh. Coba kalau kemarin sayanya udah ada agenda, kan jadi ribet ciiin.


Ngomongin Sophie Paris, brand ini udah nggak asing di telinga saya. Dulu namanya Sophie Martin, salah satu perusahaan direct selling besar di Indonesia. Sophie Martin ini pas zaman-zamannya saya kuliah heiiitss banget di kalangan mahasiswa. Rasanya dulu keren banget kalau udah pakai produk Sophie.


Karena sistem penjualan mereka adalah direct selling, belinya nggak ditoko, melainkan ke kawan-kawan kuliah yang jadi member mereka. Jadi dulu di tengah-tengah aktifitas kuliah, ada aja tuh kawan yang bawa katalog Sophie Martin. Dan kalau ada katalog baru, bakal dioper sana oper sini sampe tuh katalognya lecek hahhahaa.


Sekarang Sophie Martin berubah namanya menjadi Sophie Paris. Produknya juga lebih beragam. Tidak hanya fashion, kini Sophie juga menyediakan produk-produk kosmetik dan home living. Tokonya juga udah ada. Di Indonesia sendiri ada empat cabang Sophie. Dan Medan adalah cabang keempat mereka yang baru diresmikan kemarin.


Sabtu 29 April 2017, acara grand opening Sophie diadakan di kantor cabang mereka, tepatnya di jalan Iskandar Muda No. 79B, Pringgan, Medan. Kalau kalian pengen main ke sini gampang sih nandainya, tokonya berada di samping Ramayana Pringgan.


Sekitar jam 11.33 WIB saya sampai di Sophie Paris bersama Tiwi. Telat dikit lah dari waktu yang ditentukan di undangan, yakni jam 11.30 WIB. Awalnya agak bingung karena waktu ke meja penerima tamu, si bapak yang lagi duduk disitu malah kelihatan nggak ngerti. Jadinya kami langsung masuk aja ke tokonya. Ternyata di dalam udah ada Kak Molly, Kak Ki, dan Fitri. Jadilah kami ngerumpi sembari menunggu arahan panitia dan kawan-kawan lainnya datang.

grand opening
2 orang hobi foto ketemu 2 orang hobi difoto :D 

Blogger Medan
Ciwi-ciwi Blogger Medan in action :D

Di halaman toko Sophie tengah berlangsung lomba mewarnai dan menggambar. Sementara di dalam pengunjung terbilang ramai. Antusiasme masyarakat Medan terhadap brand satu ini ternyata besar juga. Apalagi hari itu ada diskon hingga 80% all item. Pantes aja rame ya, siapa juga yang nggak suka diskonan ya kan :D

sophie paris cabang medan
Koleksi aksesoris Shopie Paris Medan

diskon 80%
Mumpung diskon 80% all item, jadi puas-puasin pilah-pilih :D

Yang paling banyak dikerumuni pengunjung adalah stand kosmetik. Secara yang dipajang tester, so pasti banyak yang mau nyoba. Termasuk saya sih :D tapi saya nggak nyoba kosmetiknya, cuma cium-cium koleksi parfum mereka dan semprotin dikit-dikit ke pergelangan tangan dan baju, lumayan jadi wangi hahahaa.. selain itu yang ramai sampe ngantri ya kasirnya, pada banyak yang belanja. Sayanya cuma liat-liat aja :D

sophie paris
Produk kosmetik ini yang paling banyak dikerumuni pengunjung

grand opening
Kasirnya penuh

Jam 12.41 WIB pressconnya baru dimulai di ruangan yang sama. Jadi kesannya kita kayak duduk-duduk santai ngobrol gitu deh, bergabung dengan keramaian pengunjung siang itu. Presscon Sophie ini menghadirkan mbak Ayu dari Sophie Paris dan Bruno Mars,,, eh bukan bukan, maksudnya Bruno Hasson, Founder dan CEO Sophie Paris Indonesia.


Bruno Hasson menjelaskan kalau produk-produk Sophie sekarang makin beragam. Sekitar sebulan ataupun 40 hari sekali mereka mengeluarkan katalog baru. Dan dalam katalog tersebut bisa dipastikan 50% nya adalah produk baru, widiiih… up to date banget dong berarti. Produk-produk Sophie Paris diproduksi di Indonesia namun tetap menggunakan standar mereka secara global. Misalnya saja untuk produk fashion, mereka memproduksi di Indonesia namun disainnya dari Paris. Begitupun kosmetiknya, diproduksi di Indonesia namun formulanya dari luar.


Dalam kesempatan ini, Bruno Hasson juga memperkenalkan 3 produk kosmetik mereka yang banyak diminati konsumen. Magic Pink Instabright Lotion, Peeling Ultra Smooth, dan Magic Pink Cream.
Magic Pink Cream ini fungsinya sebagai blush on. Warnanya putih, tapi setelah diaplikasikan ke kulit, lama-lama berubah jadi pink. Widiiih… bener-bener magic yak heehee.. jadi buat ciwi-ciwi yang pengen pipinya terlihat bersemu merah muda, bisa pakai Magic Pink Cream ini yeiii!

sophie cosmetic
Bruno Hasson lagi mendemokan produk Sophie Magic Pink ke blogger yang hadir

Kalau Magic Pink Instabright Lotion gunanya untuk menyamarkan warna kulit yang gelap. Dengan kata lain biar kelihatan putihan gitu, sekaligus sebagai pelindung kulit dari sinar matahari. Sama kayak Magic Pink Cream, saat diaplikasikan ke kulit, langsung terlihat perbedaannya loh, jadi kelihatan lebih cerah warna kulitnya.

sophie kosmetik
Penampakan Sophie Magic Pink dan Peeling ultra smooth. eh itu yang satunya lagi parfum ya gaes

Nah kalau Peeling Ultra Smooth dari namanya udah tau lah ya gunanya apa. Iyeiii ini peeling, jadi nggak usah heran kalau waktu kamu aplikasikan produk ini ke kulit terus digosok-gosok, bakal keluar daki ataupun sel kulit matinya.


Usai presscon, acara pembukaan pun dilakukan di stage yang ada di halaman toko. Acara pembukaan ditandai dengan do’a bersama, pemotongan tumpeng, dan pengguntingan pita . Eh iya, ada juga prosesi pelepasan balon gas Sophie ke udara. Waaah… padahal saya pengen foto pake balon itu, udah diterbangin duluan.

grand opening sophie paris
Tari pembukaan

sophie martin cabang medan
Sesaat sebelum balonnya diterbangin

pembukaan toko sophie paris di medan
Mr. Bruno Hasson memotong tumpeng

peresmian toko baru sophie paris di medan
Prosesi potong pita

Acara grand opening Sophie Paris Branch Medan ini cukup meriah, pengunjung juga ramai.  Saya sebenarnya masih pengen liat-liat koleksi Sophie, secara ada diskon kan ya. Tapi berhubung kami semua lapar karena belum makan siang, jadi lah pukul 14:30 WIB kami ciwi-ciwi Blogger Medan sepakat buat nyari tempat makan. Laper ciiin..!


Oya, saya juga buat video acara grand opening Sophie Paris kemarin loh guys. Masih amatiran sih, harap maklum, lagi keranjingan karena baru donwload aplikasi edit video ehehhee... tapi silahkan ditonton dan subscribe ya guys *ngarep, padahal videonya cuma ada 3 biji doang*



Sekian cerita Grand Opening Sohie Paris Branch Medan. Kalau penasaran sama koleksi mereka, cus lah ke tokonya. Jangan lupa makan dulu tapinya, secara kalian pasti butuh tenaga buat liat-liat koleksi mereka. Jangan pula cuma makan sekotak kecil kue-kue ringan, nggak nendang, kan nggak lucu kalau kamu pingsan saat belanja karena kelaparan. Okeeeh… ini penutupnya udah melenceng kemana-mana, mungkin karena saat nulisnya saya belum makan siang, jadi segera saya akhiri saja tulisan ini ya :D


Kalian datang ke Grand Opening Sophie Paris Branch Medan kemarin?! Atau pernah belanja produk Sophie Paris, gimana kesannya?!




NB : Semua foto dan video dalam postingan ini diambil dengan menggunakan kamera hape Xiaomi Redmi 3S