KESEJAHTERAAN HARI TUA DIMULAI DARI SEKARANG

11.27 0
kesejahteraan hari tua dimulai dari sekarang
Kesejahteraan hari tua dimulai dari sekarang

Kesejahteraan Hari Tua Dimulai dari Sekarang : “Aku ingin hari tua yang mapan!” ucap seorang sahabat di suatu malam ketika kami berbincang sambil menikmati jus di café langganan kami. Saya terdiam sejenak, mencoba menghubungkan ucapannya dengan tema obrolan kami malam itu.


Awalnya saya sedikit bingung memang. Kami berbincang tentang pasangan hidup, impian-impian pernikahan. Ia dan seorang pria yang sudah dikenalnya lama berencana untuk ke jenjang yang lebih serius: pernikahan. Tapi hatinya masih bimbang.


Seingat saya malam itu saya bertanya hal apa yang ia takutkan dalam pernikahan. Tapi jawabannya justru tentang hari tua yang mapan. Can you related?! Apa mungkin maksudnya ia bimbang karena berpikir calonnya bukan orang yang pandai mencari uang hingga ia khawatir kalau memutuskan menikah dengan pria tersebut ia akan susah saat tua nanti?! Ah, daripada menduga-duga saya pun meminta penjelasan.


Tebakan saya ada benarnya. Hari tua yang sulit adalah salah satu hal yang sahabat saya takutkan. Hal itu bukan tanpa alasan. Beberapa orang di sekelilingnya menurutnya hidupnya di hari tua terbilang menyedihkan. Uwaknya yang sudah tua masih harus hidup numpang kesana kemari. Anaknya sudah besar-besar dan berkeluarga. Harusnya ia dan suaminya sudah tidak perlu memikirkan hal-hal berat.


Cukup menikmati hari-hari indah berdua saja. Tapi nyatanya hubungannya dengan suami pun hambar. Mereka tidak bercerai tapi hidup terpisah. Si suami ikut anaknya yang A, si istri menumpang ke anaknya yang B. Kadang menumpang ke keluarga yang lainnya. Sudah setua itu masih harus numpang kesana kemari karena rumah pun tak punya. Jangan kan rumah, makan pun sulit. Apalagi kalau sewaktu-waktu jatuh sakit mengingat raga tak sekuat kala muda. Sementara tabungan tak ada.


Tak hanya uwaknya. Beberapa keluarga sahabat saya ini memang kerap meminta bantuan keuangan karena sulitnya ekonomi. Entah itu yang sudah tua ataupun pasangan muda.Tak heran jika ia jadi takut memiliki hari tua yang susah.


Uang memang bukan jaminan kebahagiaan. Tapi tak bisa dipungkiri uang memiliki peran vital dalam kehidupan tiap orang. Apalagi di jaman ini dimana apa-apa terasa mahal, kemapanan memberi sedikit rasa aman. Bayangkan saja jika di hari tua sakit-sakitan tapi untuk sekedar ke puskesmas pun masih harus berpikir seribu kali karena ketiadaan biaya. Ah, saya jadi paham kenapa sahabat saya itu memiliki ketakutan yang cukup besar akan hari tuanya.


Kesejahteraan Hari Tua Dimulai dari Sekarang
Beberapa hari setelah perbincangan saya dengan sahabat saya itu. Saya duduk di salah satu ruangan di Clapham Collective bersama kawan-kawan Blogger Medan dan Media. Mendengarkan paparan santai namun mencerahkan dari Premraj Thuraisingam (Chief Agency Officer Prudential Indonesia) dan Himawan Purnama (AVP Head of Product Development Prudential Indonesia). Saya ingat hari itu Selasa, 25 September 2018, hari dimana saya jadi terpikir bahwa kesejahteraan hari tua kita mesti disiapkan dari saat ini.


Oya, kehadiran saya disini terkait peluncuran produk terbaru Prudential Indonesia yakni PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru. Prudential, rasa-rasanya mereka yang tau asuransi pasti lah mengenal perusahaan yang satu ini. Perusahaan asuransi yang hadir di Indonesia sejak 1995 ini merupakan pemimpin pasar untuk produk unit link (asuransi sekaligus investasi) dan produk asuransi jiwa syariah di Indonesia.


Kedua produk asuransi terkait investasi (unit link) yang diluncurkan ini merupakan hasil dari mendengarkan dan memahami beragam kebutuhan nasabah serta masyarakat Indonesia akan perlindungan yang mencukupi. Seperti yang diungkapkan Premraj T :

“Tren di industri menunjukkan produk unit link terus diminati masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa. Kami bersyukur Prudential terus dipercaya sebagai pemimpin pasar melalui produk-produk asuransi jiwa unit link kami. Kami terus meningkatkan keahlian kami, dan kali ini menawarkan kepada nasabah dua inovasi produk unik link terbaru Prudential, yaitu Prulink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru.”

prulink syariah generasi baru
Premraj Thuraisingam (Chief Agency Officer Prudential Indonesia) turut hadir dalam peluncuran produk baru mereka



Pasti Dikasih Lebih
Pasti Dikasih Lebih, itulah tagline dari PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru. Melihat tagline-nya sudah bisa dipastikan kalau dua produk terbaru Prudential ini menawarkan inovasi unggulan dari fitur-fitur produk unit link Prudential Indonesia sebelumnya.


Trus, emang apa aja sih hal-hal lebih itu?! Ya seenggaknya ada 6 poin fitur unggulan yang dijabarin Himawan Purnama yang mesti kalian tau :

prudential
Himawan Purnama sedang bercerita tentang 6 hal yang pasti dikasih lebih PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru


1. PRUbooster investasi, dimana nasabah akan mendapatkan tambahan alokasi investasi tiap tahunnya, sejak polis terbit, sebesar 5% dari Premi Berkala untuk 10 tahun pertama dan untuk tahun ke-11 dan selanjutnya sebesar 10%  dari Premi Berkala. FYI, ini pertama kalinya loh di pasar. Bisa dibayangin nggak kalau tiap tahun investasi kita bertambah nilainya, ada yang nolak?

prulink syariah generasi baru prudential
PRUbooster investasi


2. PRUbooster proteksi. Jaman sekarang kalau liat macam-macam penyakit rasanya serem ya. Di PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Baru, kita sebagai nasabah bisa milih supaya Uang Pertanggungan bisa meningkat sebesar 5% setiap tahun secara otomatis, tanpa perlu pernyataan kesehatan. Ya siapapun pasti nggak pengen sakit kan ya. Tapi seenggaknya kalau Uang

Pertanggungannya bisa meningkat, kan kita berasa lebih secure gitu kalau sewaktu-waktu sakit (tapi amit-amit ya, kalau bisa jangan sampe sakit juga sih ya :D)


3. Alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama.


4. 2x nilai Uang Pertanggungan apabila terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan. Pada dasarnya nggak ada yang pengen kecelakaan, apalagi sampai meninggal. Tapi siapa yang tau nasib kan ya. Dan setiap yang bernyawa udah pasti bakal mati. Tapi seenggaknya dengan adanya uang pertanggungan saat kita meninggal, kita bisa merasa lebih tenang meninggalkan orang-orang yang kita sayang.


5. Tidak ada biaya administrasi, apabila menggunakan transaksi elektronik: e-policy, e-transaction statement dan auto debet rekening bank dan autodebit rekening, sesuai syarat dan ketentuan. Biaya administrasi walaupun kesannya nilainya kecil, tapi kalau dikalikan sekian bulan kan gede juga ujung-ujungnya.  Nah di dua produk terbaru Prudential ini kita bisa nggak dikenain biaya administrasi guys, lumayan kan.


6. Beragam pilihan manfaat tambahan (rider), termasuk dua rider terbaru yaitu PRUcritical Hospital Cover / PRUcritical Hospital Cover Syariah dan PRUtotal & Permanent Disablement.

asuransi prudential
Beberapa manfaat tambahan (rider) yang bisa didapat


Selain memperkenalkan produk terbaru mereka, hadir juga pak Herman dan ibu Nurliati, dua nasabah yang berbagi pengalaman mereka kenapa memutuskan menjadi nasabah Prudential. Bu Nurliati berkisah kalau alasan dia memilih unit link ya salah satunya karena ingin berinvestasi untuk hari depan.

prulink generasi baru
Sharing session bersama nasabah Prudential, Bu nurliati dan Pak Herman


Saya manggut-manggut sendiri. Teringat beberapa tahun lalu saat bos saya menyarankan untuk daftar asuransi. Bos saya ini yang berkali-kali mengingatkan untuk berasuransi. Mengingat kita tidak pernah tau hari esok akan bagaimana. Apakah tetap sehat, apakah punya tabungan yang cukup, sementara semua-semua mahal. Biaya hidup, biaya pendidikan, dan bahkan biaya pengobatan. Karena itu ia menyarankan untuk berasuransi. Saya pun kemudian memilih unit link syariah di Prudential kala itu. Begitu mendaftar asuransi, pak bos pun langsung naikin gaji, katanya buat bayar unit linknya hahhahaaa,,, makasih pak bos.

prulink generasi baru pasti dikasih lebih
PRUlink generasi baru, pasti dikasih lebih


Soalnya kala itu saya nggak ikut daftar Prudential yang khusus perusahaan, tapi produk unit link, biar sekalian investasi gitu maksudnya, sama kayak yang dipikirin Bu Nurliati. Ngayalnya sih ntar uang investasinya kelak pengennya buat tambahan beli rumah, secara gituh saya disini ngontrak dan tiap tahun musti mikirin uang kontrakan. Belum lagi kalau mesti pindah kontrakan, pusyiiing nyari kontrakan baru. Makanya impiannya sih pengen punya rumah sendiri.


pasti dikasih lebih
Foto bersama

blogger medan
Nah kalau ini foto bareng Blogger Medan dan bapak-bapak dari Prudential Indonesia


Menghadiri peluncuran PRUlink Generasi Baru dan PRUlink Syariah Generasi Barunya Prudential ini membuat saya kembali teringat dengan obrolan saya dengan sahabat saya. Tentang ketakutan-ketakutannya akan hari tua. Saya jadi senyum-senyum sendiri dan pengen segera ketemu dia lagi, saya pengen bilang ke dia, kadang hari esok itu memang terasa menakutkan, tapi semuanya bisa kita persiapkan dari sekarang. Tak harus menunggu orang lain untuk menumpukan harapan hari esok kita. Tapi kita sendiri pun bisa menyiapkannya. Dan bahkan, investasi yang kita mulai sejak sekarang, kelak bisa jadi tumpuan harapan yang nggak cuma buat kita, tapi buat orang yang kita sayang.


Persiapan kesejahteraan hari tua, bisa dimulai dari sekarang, dengan PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru misalnya.

#PRULinkGenerasiBaru
#PRUlinkSyariahGenerasiBaru
#PastiDikasihLebih



WOW, ADA CONTAINER HOTEL DI WOONG RAME PANTAI CERMIN!

13.03 1
kontainer hotel woong rame pantai cermin
Wow, Ada Container Hotel di Woong Rame Pantai Cermin!

Wow, Ada Container Hotel di Woong Rame Pantai Cermin! – Review Penginapan : Woong Rame Pantai Cermin, sebenarnya saya udah lama tau ada kawasan pantai, penginapan, resto, yang diberi nama Woong Rame Pantai Cermin ini. Cuma baru kemarin berkesempatan maen kesini.


Kemarin kesini karena ikutan gathering bulanannya Sheilagank Sumut. Tapi cerita gatheringnya nanti aja, mau cerita tentang Container Hotel yang ada di Woong Rame Pantai Cermin ini.


Gitu masuk kawasan Woong Rame Pantai Cermin, yang menarik perhatian saya adalah sebuah kotak besar berwarna-warni memanjang di seberang kolam. Hohohoo… bangunan berbentuk  kotak-kotak itu tak lain tak bukan adalah Container Hotel. Alias penginapan yang ruangannya memanfaatkan container box.

Baca juga : Murni Inn Hotel : Penginapan Murah dan Bersih di Parapat

Saya nggak tau ini kontainernya baru apa bekas apa gimana. Yang jelas susunannya yang memanjang dan warnanya yang ngejreng itu dari awal udah menjadi daya tarik tersendiri buat saya. Buat pengunjung yang lain juga kali ya.


Wow, ada container hotel di Woong Rame Pantai Cermin! Jujur saya nggak nyangka di kawasan pantai ini ada penginapan model begini. Kalau di luar negeri sih memang ada ya container hotel. Di Bogor juga lagi hits container hotel, malah susunannya instagramable banget kalau saya liat fotonya di gugel. Container yang disulap jadi rumah tempat tinggal yang nyaman juga ada. Tapi di Sumatera Utara ini yang pertama deh kayaknya.


Saya dan Fitri, teman satu kos yang ikutan gathering  juga kala itu, penasaran pengen tau gimana isi dalamnya. So, setelah makan siang di pinggir pantai dengan lauk ikan bakar yang maknyus, saya Fitri, dan Rossi pun melihat-lihat isi dalamnya.

penginapan unik woong rame
Warna jilbab boleh sama, gaya mulut harus beda: mangap, mingkem, monyong :D


hotel unik di woong rame pantai cermin
Dari jauh udah keliatan mencolok warna-warninya ini kontainer hotel

Box-box container hotel ini terdiri dari 4 warna : merah, hijau, biru, dan kuning. Satu container satu kamar. Isi dalamnya gimana? Sama seperti kamar hotel pada umumnya, kamar-kamar di container hotel Woong Rame Pantai Cermin ini berisikan tempat tidur, TV, meja kursi, dan tempat gantungin baju. Kamar mandinya? Tenang, kamar mandinya bersih kok. Dengan toilet duduk dan shower. So pasti nggak ada bathtub buat kalian berendam karena emang ini hotel konsepnya minimalis.


container hotel woong rame
Begini nih penampakan ruangan di container hotel woong rame

kontainer hotel
Mau sekedar pelesiran atau sekalian urusan bisnis via laptop juga bisa loh, meja kursi dan colokan lengkap :)

kontainer hotel woong rame
Tempat gantungin baju sekaligus ngaca :)

menu makan di woong rame
Nah kalo ini harga menu makannya, tapi kami belum ada nyobain sih :D


Pertama masuk ke ruangannya omegossh,,, panas say,,, tapi tenang. Ada AC nya kok. Gitu diidupin AC-nya langsung asik deh. Di depan kamar terdapat bunga dan tanaman serai, mungkin sekalian buat usir nyamuk secara alami kali ya. Ada kolam yang lumayan besar di depan area container hotel ini. Gunanya apa saya kurang tau sih, karena sepertinya bukan kolam renang untuk kita mandi-mandi syantik.


Di halaman depan tiap kamar ada tiang bambu dengan lampu sumbu. Saat kami kesana lampu sumbu itu mati *ya iyalah, namanya masih siang*.

penginapan di pantai cermin
Ini pemandangan depannya, sepertinya bakal dipercantik lagi.


Yang cukup unik, di dinding luar tiap kamar itu ada colokan listrik. Saya agak bertanya sih ini gunanya buat apa, kenapa letaknya di luar. Tapi kemudian mencoba menerka, mungkin maksudnya kalau malam pengen duduk-duduk di depan sambil ngecas hape kali ya. Etapi kurang kursi dan meja juga ding kalau gitu :D


woong rame pantai cermin
Fokus ke kita berdua aja ya, jangan ke hape yang lagi dicharge itu :)


Selain colokan listrik di dinding luar kamar, ada juga keran air. Kalau ini saya tau maksudnya. Pasti buat cuci kaki kalau misal tamunya abis main-main di pantai, lari-larian di pantai dengan bertelanjang kaki, jadi sebelum masuk kamar bisa cuci kaki dulu di luar.


penginapan unik di pantai cermin
Nah keran airnya di ujung sono tuh, keliatan kan. Kalau jalan-jalan kaki ayam kayak kami, sebelum masuk kamar bisa cuci kaki dulu.



hotel di pantai cermin
Kontainer hotel dengan warna-warninya ini memang istagramable banget ya guys, nggak heran si kawan yang satu ini hepi banget fotonya :)


Kita kemarin nggak nginap disini, cuma sekedar liat-liat doang. Jadi nggak bisa ceritain gimana pengalaman bermalam disini. Trus lupa juga mau tanya hanya per malamnya berapa ehehheee.... So, segitu aja dulu ya cerita tentang container hotel Woong Rame Pantai Cermin. Doain kapan-kapan dapat kesempatan nyobain nginap disini ya!


container hotel woong rame pantai cermin
Kita nggak nginep guys, cuma liat-liat dan foto-foto doang.Begitulah, kami memang banyak gaya :D


wow ada kontainer hotel di woong rame
Pengennya foto di setiap warna kontainernya, biar bisa buat stock upload di instagram gituh :D


Kalau kalian punya pengalaman menginap di Container Hotel Woong Rame Pantai Cermin share pengalamannya ya di kolom komentar :)

BUDAYA BERSEPEDA UNTUK MENGURANGI KEMACETAN

13.17 2
budaya bersepeda untuk mengurangi kemacetan
Budaya bersepeda untuk mengurangi kemacetan



Budaya Bersepeda untuk Mengurangi Kemacetan : Lima belas tahun yang lalu masih banyak kita menjumpai orang yang memakai sepeda. Namun, saat ini sangat jarang sekali dijumpai orang yang memakai sepeda. Bahkan anak-anak SMP dan SMA juga sudah memakai sepeda motor, padahal mereka belum mempunyai SIM.


Banyaknya sepeda motor dan mobil yang ada di jalanan, inilah yang membuat jalanan menjadi macet. Lebar jalan tak kunjung bertambah tiap tahunnya, namun semakin banyak sepeda motor dan mobil yang dimiliki oleh masyarakat kita.


Ketika melihat fenomena ini, banyak orang yang berpikir untuk membudayakan kembali sepeda. Namun, ini adalah hal yang berat. Orang-orang sudah nyaman dengan adanya sepeda motor dibandingkan dulu naik angkot. Apalagi disuruh naik sepeda yang notabene bakal menguras tenaga jauh lebih banyak dan membuat badan berkeringat.


Dari sisi kesehatan, bersepeda punya banyak kelebihan daripada sepeda motor. Dari sisi penanggulangan kemacetan juga bisa menjadi solusi. Dari sisi harganya, harga sepeda yang ada di pasaran juga masih terjangkau jika dibandingkan dengan harga sepeda motor.


Untuk harga sepeda lipat di pasaran dibandrol dengan harga 1,5 jutaan hingga 3 jutaan. Sedangkan harga sepeda motor mulai 16 jutaan. Bahkan ada yang menyentuh angka 30 jutaan. Jauh banget kan selisihnya.


Namun, budaya bersepeda ini tidak hanya kesadaran dari hati saja. Pemerintah juga harus membuat beberapa regulasi yang mendukung pesepeda.


Memberikan Jalan yang Ramah untuk Bersepeda

Salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam budaya bersepeda ini adalah dengan membuat jalan yang ramah untuk para pesepeda. Mungkin perlu dibuatkan jalur khusus untuk pesepeda. Di beberapa kota sudah ada jalur khusus ini. Seperti di Purwokerto, di kota ini ada jalur khusus untuk pesepeda. Namun, sayangnya kadang orang yang tidak sadar dan menggunakan jalur ini, padahal dia bukan pesepeda.


Hal yang menyebalkan lainnya di jalanan adalah kadang orang yang menggunakan sepeda ini dibel oleh pengguna sepeda motor dan mobil. Alhasilnya pesepeda tadi kaget dan panik di jalan. Kadang ini yang membuat orang berpikir bahwa pesepeda tidak dianggap oleh pengguna jalan lainnya.



Memberlakukan 1 Hari Bersepeda dalam 1 Bulan

Ini ide yang agak gila. Satu hari tanpa kendaraan lain kecuali sepeda. Kebijakan ini akan menghasilkan pro dan kontra. Namun, jika pemerintah bisa konsisten, kedepannya akan berdampak bagus.



Memberikan Seminar-seminar Mengenai Manfaat Bersepeda

Banyak juga orang yang belum sadar pentingnya bersepeda untuk mengurangi kemacetan di jalan. Bahkan sampai ada yang menganggap bahwa orang yang memakai sepeda itu adalah orang yang tidak mampu beli sepeda motor.


Dengan memberikan seminar-seminar mengenai pentingnya bersepeda, setidaknya akan banyak orang yang sadar untuk bersepeda saat ingin pergi ke mana-mana, terutama yang jaraknya dekat.



Membatasi Jumlah Sepeda Motor dan Mobil yang Dijual

Kebijakan yang cukup ekstrem lainnya adalah dengan membatasi jumlah penjualan sepeda motor di Indonesia. Misal nih satu rumah hanya boleh maksimal ada 2 sepeda motor saja. Ini saja sudah cukup mengurangi peredaran sepeda motor. Pasalnya di Indonesia terkadang satu rumah, sepeda motornya banyak. Dan misal punya 3 anak, ya sepeda motornya ada 4 atau 5. Ini yang membuat jalanan macet.


Apalagi saat ini bertambah lagi dengan banyaknya orang yang punya mobil akibat cicilan mobil dimudahkan dengan DP yang sangat terjangkau.


Sebenarnya memang gengsi lah yang menyebabkan jalanan ini jadi macet. Jika memandangnya dari sisi ekonomis, harga sepeda lipat jauh lebih murah dibandingkan harga sepeda motor maupun mobil. Dengan menggunakan sepeda lipat juga lebih mengurangi pemakaian volume jalan karena sepeda ini ukurannya ramping.


Segala upaya yang dilakukan pemerintah jika tidak didukung oleh rakyatnya maka percuma saja. Sekarang balik ke kitanya juga sih. Apakah kita sebagai masyarakat mau beralih menggunakan angkutan umum dan sepeda atau masih mau menggunakan mobil dan sepeda motor pribadi? Semua jawabannya ada di kita sendiri. Yang pasti, baik pemerintah maupun masyarakat harus saling mendukung dalam mengurangi kemacetan sekaligus membudayakan hidup sehat, salah satunya dengan bersepeda.

Jadi, udah ada rencana untuk ngebiasain diri bersepeda belum?

AKHIRNYA KE TANGKAHAN! 12 KILOMETER YANG BIKIN PENGEN NANGIS

15.00 0
akhirnya ke tangkahan
Akhirnya ke Tangkahan! 12 Kilometer yang bikin pengen nangis

Akhirnya ke Tangkahan! 12 Kilometer yang Bikin Pengen Nangis : Ke surga itu butuh perjuangan, orang-orang sering berucap demikian ketika menggambarkan menuju suatu tempat indah namun akses kesananya susah minta ampun. Butuh perjuangan yang nggak hanya uang, tetapi juga waktu, tenaga dan pikiran. Kadang ada juga yang musti bertaruh nyawa.


Pengalaman perjalanan saya belumlah banyak. Cenderung yang masih level mudah dilakukan. Nggak sampe bikin kapok lah. Ya meski saya juga pernah tereak-tereak di awal-awal penyeberangan ke salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa. Ombak yang besar ditambah angin kencang membuat saya was-was.


Pernah ngerasain mesin kapal nelayan yang saya tumpangi mati di tengah laut karena rusak, kala itu saat hendak kembali dari Pulau Berhala ke Batubara. Pernah juga seorang diri duduk bersandar di bebatuan karena ngedrop di dekat puncak Gunung Merapi, menahan mual dan pusing.


Beberapa perjalanan memang pernah menghadirkan pengalaman mendebarkan. Antara seru tetapi juga bikin jantungan karena menyangkut keselamatan. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan sekarang. Karena tulisan kali ini adalah tentang perjalanan yang bikin saya pengen nangis. Iya nangis.



Tangkahan yang Selalu Gagal Dikunjungi
Tangkahan, tempat yang satu ini udah lama banget saya tau keberadaannya. Dari jaman-jaman awal kuliah dulu sampe sekarang, sering banget ngerencanain buat ngetrip kesini. Tapi selalu gagal oleh berbagai hal.


Teman-teman dan senior di organisasi kampus yang saya ikuti sering cerita tentang Tangkahan. Pernah juga saya baca tulisan tentang objek wisata yang satu ini di majalah kampus yang kami terbitkan. Tapi saat mereka kesana saya justru tak ikut. Entah karena sebab apa saya lupa. Hanya foto-foto mereka yang saya lihat. Mengesalkan sekali!


Gabung sama kawan-kawan backpacker di Medan, pernah juga beberapa kali merencanakan kesana, dan berujung dengan kata : gagal. Heran, kenapa ya Tangkahan selalu gagal saya kunjungi.


Saking gagal-gagal mulu tiap mau ke Tangkahan, saya sampe pernah males ngerencanain buat kesana. Males woro-woro ataupun ngajakin teman kesini. Males nanya-nanya info penginapan ataupun tempat yang asik disini. Soalnya percuma, direncanain gimanapun tetep aja gagal ke Tangkahan.


Tapi sepanjang tahun 2017 entah kenapa wacana ke Tangkahan ini kembali muncul. Saya pikir bisa lah saya rencanain kesana, siapa tau kali ini berhasil. Eh tetap aja gagal. Dari mulai rencana bareng seorang kawan dari Banda Aceh, kawan komunitas Sheilagank Sumut, kawan komunitas Blogger, sampai kawan komunitas Female Traveler, semuanya gagal. Tangkahan sepertinya terlalu sombong terhadap saya -_-


Dan giliran saya sedang perjalanan pulang kampung untuk merayakan libur pergantian tahun bareng keluarga di kampung, saat itu seorang kawan mengundang untuk tahun baruan gratis di Tangkahan. Saya juga disuruh ngajak temen blogger lainnya. Huaaa,,,, kenapa dadakan? Kenapa saat saya pulang kampung? Kenapa tujuannya ke Tangkahan? Kan bikin nyesek karena udah pasti saya nggak bisa.


Saya akhirnya mencoba legowo, dan bantuin tuh temen buat ngumpulin rekan-rekan blogger buat diajak taun baruan disana. Ikhlas saya ikhlas,, hiks!



Akhirnya ke Tangkahan!
Tapi akhirnya jadi juga saya ke Tangkahan, Maret lalu. Jangan tanya rutenya karena sudah pasti saya nggak bakal hafal. Yang saya ingat dari Medan kita bergerak ke Stabat, masuk ke Sawit Sebrang, kemudian mengikuti penunjuk jalan karena memang ada di beberapa titik terdapat plang yang menunjukkan arah ke tempat wisata ini.


12 kilometer yang bikin pengen nangis
Jalanan beraspalnya sih oke lah ya. Walaupun ada beberapa tempat yang aspalnya berlubang-lubang. Tapi yang berasa capek banget itu waktu menempuh 12 kilometer jalanan tanah berbatu yang kiri-kanannya perkebunan sawit. Omegoot… 12 kilo dengan kondisi jalanan seperti itu nguras tenaga dan berasa lamaaa banget nyampenya. Padahal nih ya, saya juga orang kampung loh. Kampung saya jalannya juga ya sebelas dua belas lah sama kondisi jalanan ke Tangkahan ini. Sama-sama kiri kanannnya perkebunan kelapa sawit juga *heran deh kenapa perkebunan milik negara yang penghasilannya nggak perlu ditanya itu kok ya nggak pernah kepikiran buat memperbaiki akses jalan ke kampung kami -_-*


Yang ngebedain jalanan ke kampung saya dan jalan ke Tangkahan paling cuma parit di sisi jalan yang kalau ke arah Tangkahan itu airnya bening bikin pengen nyebur. Lah iya, kitanya pas lagi lelah-lelahnya, rasanya mau nangis liat jalan di depan kok ya batunya nongol-nongol semua, bikin efek kendaraan dan badan mau rontok rasanya. Nah pas saat begitu kita liat ada orang nyuci kereta (sepeda motor) di parit. Liat airnya bening dan seger banget kayaknya. Kita pun jadi seneng karena mikir pasti udah deket lagi, eh rupanya ya nggak bisa dibilang dekat juga :D


Perbedaan lainnya adalah, jalanan tanah berbatu yang menuju kampung saya itu ya cuma menuju kampung saya *dan kampung-kampung lainnya*. Tidak ada tempat wisata apa-apa disana selain kampung, kebun, dan perumahan untuk karyawan yang kerja di kebun. Sementara jalanan berbatu 12 kilometer yang bikin saya pengen nangis ini selain menuju ke perkampungan, juga menuju ke Tangkahan, destinasi wisata yang banyak diminati orang luar *luar Sumut dan luar negeri*.


Dan kenyataan bahwa jalanan berbatu sepanjang 12 kilometer itu adalah jalan menuju destinasi wisata yang dari dulu udah jadi idolanya para bule, saya rasanya pengen nangis. Sumpeeee…. Rasanya ini jalan kok ya lama banget sampenya. Jangan-jangan nyasar. Jangan-jangan nggak 12 kilometer. Jangan-jangan plang penunjuk yang bilang 12 kilo itu cuma boongan, untuk menyamarkan jarak 24 kilo, atau bahkan 34. Jangan,,jangaaaaan,,, ah jalanan berbatu yang bikin badan mau rontok ini ternyata juga ikut merontokkan pikiran-pikiran positif di kepala saya. Berganti jadi pikiran negative dan perasaan kesel pengen nangis saking berasa jauhnya.

12 kilometer yang bikin pengen nangis
12 Kilometer berbatu dan di beberapa tempat ada yang becek begini yang bikin pengen nangis saat perjalanan ke Tangkahan :D

Beberapa kali tanya orang karena takutnya nyasar. Tapi ternyata ya emang itu jalannya. Emang belum nyampe Tangkahannya. Hmm,,, saking nggak sabarnya, kendaraan yang tadinya berjalan lambat supaya nggak berasa banget goncangannya, kita putuskan buat tarik gas. Terguncang terguncang deh gapapa. Nggak sabar sayanya. Roda-roda kendaraan yang berjalan lambat untuk memilah batu kerikil mana yang bisa dilewati itu sukses membuat saya merasa dunia berputar berkali-kali lebih lambat dari biasanya.


Nemu perkampungan. Yess,,, akhirnya sampai! Tapi ternyata belum sodara-sodara. Mesin kendaraan masih harus dalam posisi on karena perjalanan masih harus berlanjut. Baiklah. Saya menarik napas panjang dan berharap semua kepenatan menghilang. Tangkahan, sebegininya ya untuk bisa menjejakkan kaki di tanahmu.


Tak begitu jauh dari perkampungan itu, akhirnya sampai juga ke Tangkahan, destinasi wisata yang terkenal dengan keasrian alam dan konservasi gajah. Sampai juga saya disini. Tapi drama masih berlanjut. Kali ini drama mencari plang nama penginapan yang setelah dijalani sampai ke ujung tak jua ditemukan.


Tapi sudah lah, lain waktu saja saya ceritakan. Sudah cukup lelah dengan jalanan 12 kilometer berbatu itu.  Apalagi setelah pulangnya kami tau kalau ada jalan potongan yang lebih dekat. Tak harus melewati 12 kilometer dengan kondisi jalanan berbatu yang bikin putus asa itu. Jalanan tanah kecil di antara pepohonan sawit. Lebih cepat memang. Tapi jika musim hujan sepertinya tidak dianjurkan lewat jalan potongan ini. Karena bisa dipastikan jalannya licin dan becek.


Akhirnya ke Tangkahan! 12 Kilometer yang Bikin Pengen Nangis, saya nggak kapok ke Tangkahan walau pengalaman pertama kesana bikin saya pengen nangis. Saya masih pengen ke Tangkahan lagi. Tapi semoga kalau kesana lagi jalannya udah bagus, biar nggak ada lagi perasaan putus asa sampe pengen nangis saat melewati jalanan berbatu itu. Karena bagaimana pun, untuk ukuran destinasi wisata yang sudah dikenal nasional bahkan internasional, rasa-rasanya kok miris lihat akses jalan kesananya.

4 ALASAN KENAPA KAMU PERLU COBA SITUS PENCARI KERJA

13.22 0
4 alasan kenapa kamu perlu coba situs pencari kerja
4 Alasan kenapa kamu perlu coba situs pencari kerja


4 Alasan Kenapa Kamu Perlu Coba Situs Pencari Kerja : Jaman sekarang, dimana jumlah sarjana terus meningkat tiap tahunnya sementara lowongan pekerjaan cenderung segitu-segitu aja, otomatis tingkat persaingannya makin tinggi dong ya. Jadi nggak heran kalau banyak yang ngeluh nyari kerjaan susah.


Saya sendiri udah pernah ngerasain susahnya nyari kerja. Ngelamar kerja kesana kemari nggak ada yang nerima. Rasanya sedih bin nyesek banget. Mau pulang kampung ngadu ke ortu tapi takutnya malah bikin mereka sedih. Alhasil yo dirasakan sendiri.


Tapi dulu itu susahnya bukan karena saya nggak punya kompetensi di bidang pekerjaan yang saya lamar sih. Melainkan karena saya masih kuliah. Dan kuliahnya itu di universitas negeri yang notabene jam masuk kuliahnya nggak sefleksibel kuliah di universitas swasta.


Jadi dulu itu saya nekat pengen kerja sambil kuliah karena nggak pengen terlalu membebani ortu. Kemana-mana yang diperatiin info lowongan kerja yang kadang tertempel di tiang listrik di pinggir jalan. Kalau sarapan di warung, gitu masuk warung yang dicari terlebih dahulu pasti koran. Bukan mau baca berita terkini, tapi pengen liat info lowongan kerja terbaru. Di koran kan biasanya selalu ada tuh kolom tersendiri yang isinya info lowongan kerja. Kalau ke mall juga gitu, mata jelalatan liatin pintu kaca, ada ditempelin info lowongan kerja nggak, kalau ada buru-buru baca, siapa tau saya memenuhi syarat.


Tapi rata-rata lowongan kerja tuh syaratnya si pelamar tidak sedang kuliah, saya aja yang ngeyel tetap lempar surat lamaran kerja. Jadi seringnya ditolak karena masih kuliah. Atau kalaupun diterima, jam kerjanya nggak bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliah saya.


Sekarang Alhamdulillah udah nggak sibuk nyari kerja lagi. Tapi masih sering ditanyain temen-temen yang nyari kerja : ada info lowongan kerja nggak? Biasanya saya jawab dengan gelengan kepala, trus si temen bakal ngelanjutin bilang : kalau ada info lowongan kerja kabari ya!


Jadi lah sampe sekarang saya masih suka liat-liat info lowongan kerja, siapa tau ada yang cocok dengan si temen. Tapi udah nggak pake acara bolak-balik halaman koran sih. Nyarinya via internet aja, secara emang sekarang jamannya online.


Nggak belanja aja yang online, cari info lowongan kerja juga bisa online. Bahkan sekarang banyak juga situs penyedia lowongan kerja seperti Jobstreet, Karir.com, JobsDb, dll. Lewat situs-situs ini kita bisa mencari info lowongan kerja sesuai dengan yang kita inginkan.


Menurut saya, seenggaknya ada 4 alasan kenapa perlu coba situs pencari kerja. Apa ajakah itu? Ini dia :

1. Hemat waktu
Percaya nggak kalau saya pernah nemenin seorang temen buat ngemall yang tujuannya cuma buat liatin lowongan kerja di dinding atau di pintu-pintu toko di mall tersebut. Dulu mungkin masih okelah ya pakai cara begini. Tapi di jaman serba digital ini rasanya kok wasting time ya kalau ke mall cuma buat liat info lowongan kerja. Buat saya yang memang bukan anak mall, rasanya pegel juga cin muter-muter mall gede gituh.


Nah kalau cari lokernya lewat situs pencari kerja, otomatis kaki nggak bakal pegel. Pakai kekuatan jari tangan aja scroll sana sini :D


2. Hemat uang
Beli koran buat liat info lowongan kerja itu pakai duit loh. Naik angkutan ataupun kendaraan sendiri buat ngantar lamaran kerja itu juga pake duit loh. Pake tenaga dan musti luangin waktu juga. Belum tentu juga dipanggil buat interview. Kalau dipanggil oke lah. Nah kalau kagak? Sayang uangnya kan yang buat biaya siapin berkas.


Kalau di situs pencari kerja kita cuma butuh paket data buat akses internet aja. Nggak perlu keluar duit buat print surat lamaran kerja ataupun fotocopy ijazah. Palingan ntar kalau dipanggil buat interview baru deh siapin berkasnya. Jadi pengeluarannya cuma ketika ada panggilan interview doang.



3. Dapat info pekerjaan sesuai yang kita cari
Ini berdasarkan pengalaman saya di Jobstreet sih. Jadi ceritanya dulu saya pernah buat akun di Jobstreet. Waktu itu lagi nggak nyari kerjaan sih. Cuma karena ada satu temen cerita kalau dia kerja di tempat kerjanya awalnya dari Jobstreet. Nah saya pun iseng buat akun disitu.


Enaknya kalau kita lagi nyari kerja dan buat akun di Jobstreet.co.id (mungkin di website penyedia info lowongan kerja lainnya juga begini, saya kurang tau pasti sih karena nggak punya akun disana), setelah daftar dan melengkapi profil. Biasanya kalau ada pekerjaan yang sesuai dengan kriteria yang kita cari, kita bakalan dapat email dari Jobstreet yang isinya info lowongan kerja sesuai minat kita.


Loh kok bisa Jobstreet tau kita pengen kerja di bidang apa? Ya bisa dong. Kan saat melengkapi profil kita, kita bakal dimintai info apa-apa aja keahlian kita, trus pengennya nyari kerjaan yang gimana, di bidang apa. Bahkan sedetail masalah gaji juga kita infokan ke mereka. Tujuannya ya itu, supaya kalau ada lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kita, mereka tinggal infoin ke kita, kita tinggal lihat dan menentukan mau apply apa nggak. Kalau tertarik ya tinggal apply, kalau nggak ya lewatkan saja, segampang itu. Jadi nggak capek-capek ngebacain semua info lowongan kerja yang ada.


4. Info lowongan kerja lebih banyak dan beragam
Dibanding kolom iklan loker di koran, info di situs penyedia info lowongan kerja bisa dikatakan lebih banyak dan beragam. Biasanya di situs penyedia lowongan kerja ini ada buanyak info lowongan kerja dari berbagai bidang dan perusahaan. Nggak terbatas di salah satu kota juga.


Jadi kalau kita udah melengkapi profil kita sesuai dengan profesi, kompetensi, dan jenis pekerjaan yang kita incar tapi masih pengen lirik-lirik info lowongan kerja di bidang lainnya, ya bisa-bisa aja. Monggo!


Yaah,,, itu dia 4 alasan kenapa kamu perlu coba situs pencari kerja. Kalian yang sedang nyari kerja dan udah lempar lamaran kerja kesana-kemari secara offline, udah bisa deh kayaknya go online. Nggak ada ruginya juga, cuma modal hape dan paket data.


Di antara sekian situs penyedia info lowongan kerja, seperti yang udah saya bilang sebelumnya, cuma Jobstreet yang udah pernah saya coba. Sepengalaman saya sih ya, di Jobstreet kita bisa dapat info lowongan kerja yang spesifik. Ada banyak lowongan kerja berkualitas di Jobstreet. Tentunya banyak perusahaan berkualitas juga, jadi bisa dibilang paling terpercaya.


Hal lain yang saya suka dari Jobstreet, kita nggak cuma dapat info lowongan kerja doang. Tapi juga dapet tips dan trik supaya bisa dapet kerjaan idaman dan sukses saat interview. Ini penting loh ya. Karena percuma juga kita dapat info lowongan kerja berkualitas, udah apply loker yang kita incar, eh kurang persiapan pas interview kerja, kan nyesek. Nah di Jobstreet kita juga dapat tuh tips-tipsnya. Jadi nambah pengetahuan kan.


Trus di momen-momen tertentu, Jobstreet juga kadang ngadain kuis dengan hadiah yang wow. Kayak April kemarin waktu menyambut anniversary ke 12 *iya Jobstreet udah 12 tahun. Udah jelas kan berpengalaman :D*, ada anniversary challenge dengan hadiah Samsung Galaxy S9, woaaa,,, siapa coba yang nggak mupeng ya kan.


Trus, gimana caranya kalau pengen menjajal keberuntungan nyari info kerjaan di Jobstreet? Gampang bingits. Tinggal klik aja www.jobstreet.co.id. Terus daftar deh disitu, layaknya kita buat akun baru di sosmed. Tinggal isi kolom yang tersedia, jadi deh.


Nah setelah punya akun ya tinggal ngelengkapi profil kita, tinggal ikuti aja petunjuknya. Yang penting buatlah identitas professional kita yang mendukung dengan pekerjaan yang kita cari. Ah, kalau yang beginian mah saya yakin kalian nggak perlu diajarin, udah pada ngerti pasti mah :) yaudah cuss lah sana buat akunnya. Ada 29.500 lowongan kerja yang tengah menantimu di Jobstreet loh.



Udahan ah, tulisan ini udah terlalu panjang. Tapi kalau menurut kamu ada alasan lain disamping 4 alasan kenapa kamu perlu coba situs pencari kerja, kasih tau saya di kolom komentar ya. Semangat mencari kerja!

KEJUTAN MANIS DI FILM WIRO SABLENG

23.04 0
kejutan manis di film wiro sableng
Kejutan manis di film Wiro Sableng (foto : IG @wirosablengofficial)

Kejutan Manis di Film Wiro Sableng – Bukan Review Film :  Sebelum jauh membaca, saya cuma mau bilang kalau tulisan saya kali ini bukan mau ngobrolin gimana jalan cerita film Wiro Sableng yang baru aja tayang (30 Agustus 2018). Iya, ini Cuma tulisan kecil berisi pandangan saya sendiri tentang suatu hal di film ini yang bagi saya adalah kejutan manis.


Jadi ceritanya sebenarnya saya bukan yang termasuk menunggu-nunggu film ini tayang untuk segera nonton. Karena emang aslinya bukan termasuk yang keranjingan nonton. Bukan yang langsung heboh buat jadwal ke bioskop tiap ada film baru tayang. Semaunya aja kapan. Kalau pas lagi pengen nonton ya nonton aja. Kalau tertarik nonton suatu film tapi lagi nggak sempat atau bokek yaudah nggak jadi nonton.


Sesantai itu saya memang kalau urusan nonton. Kadang juga pas lagi hang out ama temen terus bingung mau kemana, yaudah kita nyinggah ke bioskop tanpa punya tujuan khusus mau nonton salah satu judul film. Gitu nyampe bioskop baru  deh liat ada film apa aja yang lagi tayang dan yang mana kira-kira yang enak.


Gitu juga kejadiannya pas film Wiro Sableng ini. Saya bahkan nggak tau kalau film ini tayang. Tiba-tiba aja jam 11 malam Rossi, temen di Sheilagank Sumut nge-WA, isinya ngajak nonton bareng film Wiro Sableng tanggal 30. Ya saya hayuk aja, nggak tau kalau tanggal itu ternyata tayang perdana.
Di hari H yang udah dijanjikan, saya pun nonton film Wiro Sableng ini bareng Rossi dan temen-temen lainnya di Thamrin Plaza.

sheilagank sumut
Nonton bareng


Buat generasi 80 atau 90an mungkin nggak asing sama sosok Wiro Sableng. Pendekar sinting yang punya senjata pamungkas berupa kapak naga geni. Sinetronnya dulu juga ada tayang di TV. Mengadaptasi dari novel seri karya Bastian Tito yang ternyata adalah ayah Vino G Bastian (pemeran Wiro Sableng). Untuk poin ini jujur saya baru tau saat nulis artikel ini, pas gugling penulis novelnya, eh nemu info ini. Sungguh saya kudet banget euy.


Oke, seperti yang saya katakan di awal, saya nggak bakal nyeritain gimana filmya, asik atau nggak, seru dan lucu kah? Nggak akan saya ceritain. Nonton sendiri sana gih, mumpung baru aja tayang.
Wiro sableng film yang banyak adegan laganya, pasti udah pada tau. Filmnya cerita tentang pendekar yang rada-rada sinting, semua juga pasti udah tau. Udah pasti bukan kejutan dong ya kalau cerita dua hal yang saya sebutkan tadi.


Trus dimana dong letak kejutannya?! Buat saya pribadi yang memang dari awal nggak tau menau kalau film ini bakal tayang. Yang otomatis nggak ngikutin perkembangan seputar film ataupun artis-artis pemerannya, menjadi kejutan tersendiri manakala melihat kostum yang dipakai para pemainnya.
Dalam bayangan saya, kostum pemain di film ini pastilah khas kostum film-film laga jaman dulu yang pernah saya tonton. Baju-baju tradisional yang kalau dilihat di film-film itu pastinya khas Jawa. Nah di film ini juga demikian. Tapi nggak sepenuhnya juga Jawa. Ada pemandangan lain di kostum para pemain di film ini yang membuat film ini secara visual membuat saya merasakan sesuatu yang baru, pemandangan baru.


Sesuatu yang baru itu saya lihat pertama kali ketika tokoh Anggini yang diperankan Sherina muncul. Saya merasa ‘wah’ dengan kostumnya. Bukan kostum  seperti pemeran pendekar wanita di sinetron laga yang sering saya lihat yang biasanya mengenakan kemben dengan rambut panjang yang ditata sedemikian rupa. Pemeran Anggini digambarkan di film ini dengan rambut sebahu dan rambut diikat-ikat kecil. Entah memang di novelnya digambarkan seperti ini atau kreatifitas tim kostum dan tata rambutnya, saya kurang tau.

sherina sebagai anggini
Sherina sebagai Anggini (foto : ig @wirosablengofficial)

Saya suka dengan penggambaran Anggini di film ini. Apalagi di awal kemunculannya sudah membuat saya merasa wow dengan kostum dan rambutnya. Sekaligus juga bertanya-tanya, ada sesuatu di kostum Anggini, semacam sesuatu yang familiar buat saya, tapi apa ya.


Barulah saat di scene dimana Wiro Sableng sedang makan di warung dan putra mahkota yang sedang menyamar bersama paman dan bibinya masuk ke warung, saya sontak berucap : eh itu kan sortali! Yang langsung diiyakan oleh teman di sebelah saya.

sortali di film wiro sableng
Itu yang warna merah di kepala pemeran yang sebelah kanan itu sortali

Langsung dong saya sedikit heboh, nggak nyangka bakal liat sortali di film ini. Secara ya seperti yang saya bilang, biasanya kalau liat sinetron laga di TV umumnya pakaiannya ala-ala pakaian tradisional jawa. Lah ini kok ada Sortali, aksesoris tenun sirat khas Batak Toba. Ya wajar dong saya ngerasa surprised ya kan.

sortali
Nah ini dia sortali, ikat kepala batak yang lagi hits (foto : ig @kae.medan kalau mau beli sortali disini juga bisa guys, just info :D )


Entah kenapa saya ngerasa seneng banget. Bangga gituh lah ceritanya. Sampe-sampe saya ngerogoh-rogoh tas buat ambil hape dan fotoin si paman yang pake sortali di kepalanya. Cuma sayangnya karena adegannya adegan laga, jadi ya gerak-gerak mulu. Blur semua deh fotonya.


sortali balga
Nah sortali yang dipake di film Wiro Sableng itu kayak yang di foto ini. Lebih lebar dan lebih panjang dari sortali yang biasa. Seringnya disebut sortali balga.


Gara-gara sortali itu, saya jadi ngeh kenapa pas liat kostumnya Anggini berasa ada somethingnya. Ternyata karena ada nuansa ulos di kostum tersebut. Dua kain yang di selempangkan itu mirip seperti ulos ragihotang. Cara pemakaiannya pun mirip seperti pakaian adat wanita batak. Nice!


sherina
Ini dia kostum Sherina yang memerankan Anggini di film Wiro Sableng (foto : ig @wirosablengofficial)

pakaian adat batak toba
Pakaian adat batak toba (foto : kamisukubatak.blogspot.com)

Tampilnya nuansa ulos dan sortali menjadi kejutan manis di film Wiro Sableng bagi saya. Dan setelah saya peratiin, ada banyak kain-kain etnik dari berbagai daerah di Indonesia mejeng di film ini. Apalagi yang berbentuk syal. Tergantung manis di leher para pendekar di film Wiro Sableng ini. Tapi jangan tanya saya kain darimana saja ya, karena saya nggak tau pasti.


Buat saya yang memang menyukai barang-barang berbau etnik, masalah kostum yang menampilkan aneka kain dari berbagai etnik di Indonesia ini merupakan satu hal menarik. Jadi menurut saya, film ini bukan hanya ingin menunjukkan sebuah cerita novel yang terkenal di era 90-an saja, tetapi juga menampilkan sekaligus mempromosikan kekayaan warisan budaya Indonesia lewat kostum para pemainnya.


Yah, itulah kejutan manis di film Wiro Sableng yang saya tonton Kamis kemarin. Kalian sudah nonton film Wiro Sableng kah? Ada kejutan manis apa yang kalian temukan?! Share di kolom komentar ya :)

KAPAN TERAKHIR KALI BELI KORAN?

14.22 3
kapan terakhir kali beli online
Kapan terakhir kali beli koran?

Kapan Terakhir Kali Beli Koran? : Kapan terakhir kali kalian beli koran? Saya sudah lama sekali. Mungkin empat atau bahkan enam tahunan yang lalu. Sudah lama sekali kan?!


Menjelang libur idul adha kemarin, emak saya nitip koran kalau saya pulang kampung. Hal ini membuat saya keinget masa-masa dulu sering banget berburu koran edisi hari minggu.


Kala itu saya masih kuliah. Karena nyari kerja kemana-mana selalu gagal karena jam kerjanya nggak bisa disesuaikan dengan jam kuliah saya, akhirnya saya cari cara lain supaya bisa dapat uang tapi nggak harus kerja. Dan karena emang hobi nulis, jadi lah saya mengirimkan tulisan-tulisan saya ke beberapa surat kabar di Medan.


Alhamdulillah, kala itu saya produktif sekali menulis. Hampir tiap minggu karya saya mejeng. Otomatis tiap minggu saya berburu koran. Kalau ada karya saya yang dimuat rasanya senang banget. Langsung deh digunting trus dikliping. Iya, walau tak memungkiri niat saya mengirim tulisan untuk mendapatkan honor dari tulisan yang dimuat, tapi tak juga sepenuhnya tentang uang. Semangat berkarya saya kala itu memang sedang berada di puncak jaya. Dan mendapati tulisan mejeng di surat kabar itu rasanya bangga tak terkira.


Buat saya, karya bisa dimuat di koran itu juga merupakan pembuktian bahwa tulisan kita layak untuk dibaca orang. Karena untuk bisa nampang di halaman suatu koran, tentunya harus menyisihkan penulis-penulis lain yang juga mengirimkan karyanya. Harus melewati meja redaksi. Jika menurut redaktur tulisan kita tak layak terbit, kita tak punya kuasa apa-apa selain terus menulis dan memperbaiki kualitas tulisan.


Karena sering beli koran di hari minggu itulah saya dulu kalau pulang sering bawa koran bekas. Soalnya di kampung ibu saya ada usaha kecil-kecilan, jualan pakaian. Jadi si koran bekas ini biasanya jadi pembungkus kalau ada yang beli.


Memasuki dunia kerja dan kenal sama yang namanya deadline, saya mulai jarang ngirim tulisan di koran. Kemudian tidak pernah sama sekali. Tulisan-tulisan fiksi saya berupa cerpen dan puisi yang sebagian belum sempat terbit di koran bahkan beberapa bulan lalu harus musnah karena laptop saya ngulah.


Nah kemarin waktu mau pulang kampung dan emak minta dibawain koran, baru saya keinget lagi masa-masa nulis di surat kabar. Jadi kangen pengen nulis lagi. Tapi nggak tau bakal bisa nulis sepuitis dulu nggak ya. Pengen beli koran juga. Kira-kira gimana sekarang ya rubrik-rubrik yang dulu sering saya kirimi tulisan. Masih ada kah? Apakah penulisnya masih penulis yang namanya dulu sering saya lihat nampang barengan ama tulisan saya? Atau udah berganti dengan nama-nama baru.


Minggu pagi saya pun muterin jalan Katamso dan SM. Raja buat nyari tukang koran pinggir jalan. Tukang koran pertama saya temui di SM.Raja. Saya beli 2 koran, Analisa dan Kompas. Koran Waspada ada juga tapi entah kenapa kok nggak minat beli. Padahal dulu pernah juga tulisan saya nampang beberapa kali di koran tersebut.

Baca juga : Budaya Bersepeda untuk Mengurangi Kemacetan

Saya nggak langsung pulang, melainkan nyari tukang koran lainnya. Ada dua koran lain yang pengen saya beli juga, Sumut Pos dan Medan Bisnis. Di tempat koran pertama nggak ada saya lihat dua koran itu. Palingan juga udah abis, pikir saya.


Di lampu merah simpang tiga pertemuan Jalan SM Raja dan Jalan Al Falah, ada juga tukang koran pinggir jalan. Saya pun menepi. Mencari-cari koran Medan  Bisnis dan Sumut Pos di deretan koran yang terpajang. Tapi nggak nemu juga. Akhirnya saya pun memutuskan tanya buat basa-basi :

Saya : “Medan Bisnis sama Sumut Pos ada kak?”

Kakak Penjual : “Nggak ada kak”

Saya : “Oh nggak ada ya!”

Kakak Penjual : “Nggak ada kak, minggu nggak terbit orang tu”


Saya melongo dengar jawabannya. Nggak terbit?! Sedikit shock saya. Kirain di tukang koran pertama nggak ada karena habis. Rupanya karena nggak terbit. Ah, saya speechless.


Harian Medan Bisnis adalah koran pertama yang memuat tulisan saya. Pertama kali saya kirim karya ke harian tersebut, saya kirim beberapa puisi dan cerpen. Eh langsung dimuat cerpennya. Padahal banyak yang mengaku males ngirim karya ke harian karena nggak pernah dimuat walau udah sering kirim. Saya sekali ngirim malah langsung dimuat.


Di samping rubrik yang memuat kiriman tulisan fiksi dari pembaca, yang saya suka dari Medan Bisnis edisi Minggu adalah rubrik yang memuat tentang wirausaha dan kuliner. Banyak kuis yang berhadiah voucher makan dan belanja juga. Saya nggak pernah ikutan kuis berhadiah voucher makannya sih. tapi dulu sering kirim tulisan singkat tentang tempat makan enak di sekitar. Kalau dimuat hadiahnya voucher belanja di toko oleh-oleh. Ini dulu saya sering ngirim ke rubrik tersebut. Kalau dimuat vouchernya saya belanjain kalau pas mau pulang kampung. Jadi bisa bawa oleh-oleh tanpa harus keluar uang :D


Nah kalau di Sumut Pos saya seringnya ngirim puisi. Asiknya rubrik puisi di Sumut Pos ini biasanya sekali dimuat karya kita tuh langsung beberapa judul puisi. Jadi sekali terbit itu minimal 3-4 judul puisi. Pernah nyampe 7 puisi dimuat semua kalau saya tak salah ingat.


Jujur saya beneran shock dan nggak nyangka kalau dua koran itu sekarang nggak terbit lagi di hari minggu. Padahal koran terbitan minggu itu rubrik dan beritanya cenderung lebih asik dibanding hari kerja. Halamannya lebih berwarna dan lebih mengarah ke berita-berita ringan dan hiburan.


Harian Analisa yang saya beli kemarin pun saya lihat sekarang jumlah halamannya lebih ramping saja. Dulu ada rubrik cerita anak yang jadi salah satu favorit saya dan sering muat karya saya juga. Tapi jadi favorit bukan karena tulisan saya sering diterbitkan di rubrik tersebut sih. Tapi karena ya saya memang suka cerita anak. Senang rasanya ada rubrik yang memuat cerita anak.


Tapi kemudian rubrik cerita anak di Analisa pun tidak terbit lagi. Harian Kompas juga demikian. Padahal saya pernah punya cita-cita menaklukkan meja redaksi rubrik cerita anak di Kompas. Tapi belum kesampaian malah rubrik tersebut sudah ditiadakan. Huhuhuuu…


Mungkin karena sekarang memang sudah jamannya online kali ya. Jadi surat kabar-surat kabar ini mulai berpikir bagaimana untuk tetap berdiri meski oplah menurun drastis. Salah satu yang musti dikurangi ya rubrik yang menampung karya pembaca, karena dari sisi ekonomi perusahaan, rubrik tersebut justru menambah pengeluaran perusahaan. Tapi dari sisi kreatifitas, sebenarnya rubrik-rubrik ini turut berperan dalam menjaga semangat kreatifitas para penulis. Juga menempah mental para penulis. Memotivasi untuk terus belajar menghasilkan tulisan yang bagus dan layak terbit.


Saya, yang meski tak ingin munafik bahwa motivasi awal mengirim karya ke harian adalah alasan materi. Tapi di samping itu, dalam prosesnya, rubrik-rubrik yang menerima kiriman karya pembaca di hampir semua koran kala itu memberi semangat tersendiri buat saya. Secara tiap rubrik beda kriteria tulisan, beda redaktur juga, so pasti bisa lolos di rubrik A di koran B, belum tentu di koran lain bisa lolos juga. Apalagi di masa itu bisa dikatakan masa-masa jayanya komunitas kepenulisan di kampus bermunculan. Semuanya berlomba untuk bisa lolos dari meja redaksi. Sebuah iklim kompetisi yang bagus menurut saya.


Sudahlah, semakin diingat saya semakin kangen masa-masa lampau. Kembali ke pertanyaan awal sekaligus judul tulisan ini saja : kapan terakhir kali beli koran?

DARI CELANA JEANS PRIA HINGGA FOTO SETENGAH MANGAP, INI DIA GAYA KHAS BRIAN, DRUMMER SHEILA ON 7

12.31 0
gaya khas brian so7 dengan celana jeans
Dari celana jeans pria hingga foto setengah mangap, ini dia gaya khas Brian, Drummer Sheila On 7 (foto : IG @brianso7)

Dari Celana Jeans Pria Hingga Foto Setengah Mangap, Ini Dia Gaya Khas Brian, Drummer Sheila On 7 : Haloha… Gaya sok pemerhati saya kambuh lagi. Kalo sebelum-sebelumnya saya perhatiin style-nya Duta Sheila On 7 dan kemudian gaya berhijab istrinya, Adelia Lontoh. Kali ini saya bakal ngobrolin gayanya Brian, drummernya Sheila On 7.

Gimana sih Perempuan November ini, Sheila On 7 kan band musik, kok yang diceritain selalu seputar gaya berpakaian mereka, mereka kan bukan model. Ehehhee… ya ntar saya ngobrolin musik Sheila On 7 takutnya karena ngefans malah jadi nggak obyektif. Jadi ya cerita tentang fashion mereka aja lah. Walaupun ya saya juga nggak expert masalah fashion :D


Tapi kali ini saya nggak bakal nyeritain gaya pakaiannya Brian doang, melainkan kebiasaan dia yang menurut saya khas dan ‘Brian banget’. Tentunya ini cuma pendapat saya aja, melihat dia waktu main di Medan, juga ngeliat postingan-postingan di IG nya (@brianso7).

Di antara personil Sheila On 7 lainnya, Brian adalah yang paling update di akun IG nya. Nggak cuma ngebagi tentang aktifitasnya saat ngeband, tetapi juga kehidupan keluarga kecil dan anak-anaknya. Kalau pas main ke Medan, Brian adalah personil yang terbilang paling mudah buat diajak foto bareng.

Jadi, apa aja gaya khas Brian Sheila On 7? Ini beberapa di antaranya ya :

1. Rambut belah samping
Dari awal saya pertama kali ketemu Brian di tahun 2008, gaya rambut Brian saya peratiin tuh selalu belah samping. Kadang pengen juga liat Brian dengan gaya rambut berbeda, entah botak kayak Adam gituh. Atau belah tengah kayak Eross. Tapi sampe sekarang belum pernah tuh saya liat Brian ganti gaya rambut. 
brian sheila on 7
Dari awal tau Brian SO7 sampe sekarang gaya rambutnya selalu begitu, belah samping (foto : IG @brianso7)

2. Mengibaskan poni saat manggung
Ini nggak pernah saya liat langsung sih. Soalnya tiap manggung kan Brian posisinya di belakang drum. Jadi nggak keliatan jelas. Cuma lihat di foto-foto manggungnya. Model rambut belah samping berponi kalau lagi manggung poninya sering kayak efek-efek terbang kebawa angin gituh. Entah emang dia sengaja kibasin, atau karena emang efek gerakan anggota tubuhnya yang kalau pas manggung itu aktif bener gerak ngegebuk drum.  Tapi saya suka liatnya. Kesannya itu enjoy benget ngedrumnya.

drummer sheila on 7
Oh lihatlah kibasan rambutnya (Foto : IG @brianso7)

drummer so7
Dengan rambut berkibas mengikuti gerak tubuhnya saat ngedrum, keliatan begitu enjoy ya kan (foto : IG @brianso7)

3. Gaya foto setengah mangap
Brian itu murah senyum. Termasuk ketika difoto. Selain senyum saat di foto, Brian juga sering banget bergaya dengan mulut setengah mangap ketika di foto, seolah sedang ketawa. Jadi kita yang ngeliat fotonya jadi ikut terbawa  kesan ceria dan bahagianya dia.

gaya khas brian so7
Kebanyakan fotonya ya begitu itu, mulutnya setengah mangap, seolah menunjukkan betapa hidup lebih baik diisi dengan keceriaan :) (foto : IG @brianso7)

4. Celana jeans dan T-shirt
Celana jeans dan T-shirt sepertinya jadi gaya khasnya Brian dalam hal fashion. Kalau Duta, sang vokalis Sheila On 7 sering pakai celana pendek saat manggung, Brian lebih akrab dengan celana jeans pria *ya iyalah celana jeans pria, masak iya celana jeans wanita, pria tulen euyy,,, lagian ya ntar dimarahin istri karena pakai celana jeans istri :D*

celana jeans
Always celana jeans :) (foto : IG @brianso7)


Tak hanya saat manggung, dalam keseharian pun Brian sering terlihat mengenakan celana jeans dan T-Shirt. Kadang ditambahkan dengan mengenakan kemeja yang kancingnya sengaja dibiarkan terbuka.

Baik pria maupun wanita, pakai celana jeans emang termasuk pilihan yang paling ‘aman’ ya kan. Dalam artian penggunaan celana jeans itu fleksibel menurut saya. Bisa dipakai untuk berbagai acara, mudah dipadupadankan dengan berbagai model atasan maupun alas kaki. Kesannya juga simpel dan santai.

brian so7
Brian waktu liburan bersama sang istri, tetep berjeans ria (foto : IG @brianso7)


Tapi tentunya celana jeans pria beda dong dengan celana jeans wanita. Celana jeans wanita biasanya modelnya lebih ngepas di badan ketimbang celana jeans pria. Selain itu, untuk modelnya juga celana jeans wanita cenderung lebih banyak model dan aksen ketimbang celana jeans pria. Meskipun memang saat ini, seiring perkembangan mode, celana jeans pria juga memiliki banyak ragam model, warna, dan kombinasi bahan jeans. Sehingga lebih banyak pilihan serta tidak monoton.

5. Gelang dan jam tangan
Dua benda ini juga kerap dikenakan Brian. Biasanya Brian pakai gelang di tangan kanan dan jam di tangan kiri. Sama nih kayak saya. Saya juga suka pakai gelang di tangan kanan. Tapi juaraaang banget pakai jam sih. Kadang pengen juga pakai jam tangan, tapi entah kenapa tiap mau beli selalu nggak jadi :D

celana jeans pria
Nggak cuma hobi pake celana jeans, Brian juga suka paki jam tangan (foto : IG @brians07)

Brian termasuk yang hobi pakai jam tangan. Di beberapa foto saya lihat ia mengenakan jam tangan yang berbeda. Begitu juga dengan gelangnya, berbeda-beda. Bisa jadi selain drum, gelang dan jam juga termasuk barang yang dikoleksinya. Bisa jadi :D

celana jeans pria terbaru
Tampaknya sang drummer kesayangan para Sheilagank ini juga hobi pakai gelang tangan (foto : IG @brianso7)

6. Sepatu sport dan sneakers
Dua model sepatu ini paling sering saya liat dipakai Brian. Wajar sih, dua model sepatu ini emang terbilang yang paling nyaman dikenakan. Bahan dan bentuknya biasanya friendly banget ama kaki, nggak bikin kaki lecet dan gampang cape. Sepatu model begini juga bisa dipake dalam berbagai momen.

jeans pria
Di foto ini, dari gaya foto hingga apa yang dikenakan, semuanya keliahatan khas Brian banget ya :) (foto : IG @brianso7)


Yaaah,,, itulah dia gaya khas Brian Sheila On 7, sang drummer kesayangannya para Sheilagank. Si belah samping yang rambutnya sering terkibas-kibas kece saat sedang beraksi di panggung. Si murah senyum dan always welcome kalau ada yang minta foto bareng.
Sekian tulisan saya tentang Dari Celana Jeans Pria Hingga Foto Setengah Mangap, Ini Dia Gaya Khas Brian, Drummer Sheila On 7. Menurut kalian, selain 6 poin di atas, ada lagi kah gaya khas Brian Sheila On 7 lainnya? Tambahkan di kolom komentar ya ☺