INKA SI ANAK RANTAU

13.55 0
inka si anak rantau
Inka si anak rantau

Inka Si Anak Rantau : Sudah berapa lama saya tidak posting di blog? Rasanya kok ya lama banget. Maklum lagi fokus sama suatu hal. Tapi saya sudah janji ke diri sendiri kalau mulai minggu ini mau mulai rajin ngeblog lagi. Pokoknya dalam seminggu musti ada ngeluangin waktu buat ngeblog. Kenapa? Nggak tau. Mungkin karena selama April ini saya perhatikan saya susah tidur *hahhahaa.. apa hubungannya coba*


Jadi tulisan kali ini adalah dalam rangka memenuhi janji ke diri sendiri. Ngeblog lagi mulai minggu ini. Lebih tepatnya mulai nulis lagi. Entah itu saya posting di blog atau di media lain.


Rencananya sih Senin mulai nulis, tapi nggak jadi. Selasa, nggak kejadian juga. Nah rabu ini deh jadinya.


Hari ini saya ingin menulis sekilas tentang Inka. Seorang penjual es kopi blend yang telah membangkitkan semangat saya di kala penat meraja.


Inka Si Anak Rantau
Namanya Inka. Saya temui tanpa sengaja. Karena penat. Iya, rasa penat lah yang mempertemukan kami.


Sore itu penat. Setelah mendatangi beberapa tempat untuk sesuatu hal, rasa penat tiba-tiba hadir ketika sedang melajukan sepeda motor saya di jalan Bromo Kota Medan. Saya merasa butuh berhenti sejenak. Duduk sambil meneguk sesuatu yang dingin. Entah itu air meniral dari lemari pendingin, ataupun es dawet dari pedagang di pinggir jalan.


Hampir habis jalan Bromo, tak jauh dari simpang tiga yang mempertemukan jalan Bromo dan jalan A.R Hakim, di pelataran Indomaret saya melihat penjual kopi kekinian. Biasa banyak saya temui di pinggir jalan. Menunya kopi/coklat dengan macam-macam kondimen. Ada cincau, oreo, dll.


Master Coffe Blend nama gerainya. Saya memesan kopi cincau dan duduk di kursi plastik yang disediakan. Perempuan muda yang merupakan penjual es kopi tersebut pun segera bangkit dan tempat iya duduk, membuat pesanan saya. Sebentar saja, es kopi cincau pesanan saya pun selesai dibuat.

master coffee blend
Es kopi blend yang kekinian jadi pilihan usaha Inka


Sambil menikmati kopi cincau tersebut, saya pun mengajak si penjual bercakap-cakap. Dari sanalah cerita mengalir.


Inka namanya. Gadis muda yang tengah kuliah semester dua di salah satu kampus di jalan Sakti Lubis, Medan. Ia sama seperti saya, perantauan. Sambil menyeruput es kopi cincau, saya berbincang dengan Inka. Cukup akrab mengingat ia memang tipe yang suka ngobrol. Sering saya tertawa mengengar ia bercerita. Kadang karena ceritanya memang lucu. Tapi seringnya karena sebenarnya saya nggak tau dia lagi ngomong apa. Jadi dianya ketawa saya ya ikut ketawa juga. Dialeknya yang khas Panyabungan (Mandailing Natal), daerah asalnya itu memang berbeda dengan logat bicara orang Medan, membuat saya kadang sulit mencerna apa yang tengah diceritakannya.


Di Medan, Inka ngekos bersama kakaknya yang saat ini bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di jl A.R Hakim. Itu sebabnya mereka ngekos di jalan Bromo yang sebenarnya jauh dari kampus Inka kuliah, tapi dekat dengan tempat kerja kakaknya. Mungkin pertimbangan mereka karena kakak Inka terkadang kerjanya shift malam. sementara Inka kuliahnya pagi/siang.


Sepulang kuliah, Inka berjualan es kopi kekinian di depan Indomaret jalan Bromo. Inilah yang membuat saya mengacungkan jempol padanya. Karena seringnya saya jumpai penjual es kopi kekinian di pinggir jalan itu ya ibu-ibu, bapak-bapak, atau kalapun masih muda biasanya mereka putus sekolah/tamat SMA dan tak melanjut kuliah, itupun status mereka bekerja, bukan milik sendiri.


Awal mula Inka berjualan sebenarnya karena teman-teman kuliahnya kebanyakan kuliah sambil bekerja. Entah itu sebagai SPG, ataupun bekerja di rumah makan/café. Sementara kakak Inka tak ingin adiknya bekerja seperti itu. Kakaknya pun merelakan uang tabungan yang awalnya hendak dipakai untuk melanjutkan kuliah jenjang S1 (kakaknya lulusan D3) dialihkan jadi modal usaha es kopi yang dijalankan Inka. Faktor lain yang membuatnya memutuskan membuka usaha adalah karena memang mereka (Inka dan kakaknya) tidak mengharap kiriman uang dari orang tua mereka di kampung. Orang tua Inka hanya membiayai uang kuliah awal ketika Inka baru masuk kuliah.
Selebihnya mereka tak meminta. Jika ortunya ada rejeki lebih dan hendak mengirim ya mereka terima, jika tidak ya tidak minta, mereka memilih berusaha sendiri.


Modal awal yang mereka keluarkan adalah 5 juta untuk usaha es kopi dengan sistem franchise. Karena menggunakan uang tabungan sang kakak, kedua orang tua mereka pun awalnya tak tau tentang usaha mereka ini. Beberapa minggu setelah itu barulah mereka bercerita ke orang tua.


Saya salut dengan Inka dan kakaknya. Di tengah generasi milenial yang katanya lebih menyukai segala sesuatu yang instan termasuk kesuksesan, Inka dan kakaknya mau berjuang dengan proses yang tidak instan. Merantau ke kota Medan untuk menimbah ilmu, mau bersusah-susah dan tidak menadahkan tangan bahkan ke orang tua sendiri.


Tiap bulan, penghasilan berjualan akan dibagi 3. Untuk modal, untuk Inka, dan untuk kakaknya. Namanya jualan, omset sudah jelas tidak bisa dipastikan jumlahnya tiap bulan. Namun menurut Inka dirinya biasanya dapat setidaknya 4 ratus ribuan. Lumayanlah untuk ongkos angkotnya ke kampus. Untuk makan mereka memilih masak sendiri. sebelum berangkat kerja biasanya kakaknya akan masak untuk mereka berdua. Selain supaya lebih hemat, juga karena perut mereka tak terbiasa makanan di warung-warung makan. Sering sakit perut setelah makan makanan yang dibeli di luaran.


Lalu, setelah jalan 4 bulan berjualan, apakah uang modalnya sudah tergantikan?

“Belum kak. Masih kurang sedikit lagi,” ucap Inka sambil tertawa. Saya pun ikut tertawa. Uang modal itu jika sudah terkumpul kembali akan digunakan kakaknya untuk merealisasikan rencana awalnya, melanjutkan kuliah jenjang S1.


Es kopi cincau saya sudah habis. Inka pun sudah selesai makan (kami ngobrol sambil ia makan dan saya minum kopi), kini ia asik dengan diktat kuliahnya. Saya pun pamit karena ada janji bertemu seorang teman.

es kopi cincau
es kopi cincau pesanan saya


Itulah sekilas cerita tentang Inka Si Anak Rantau. Pertemuan sejenak dengannya mampu membuat penat saya memuai. Berganti menjadi rasa syukur dan semangat untuk kembali berjuang (ecieeee… gaya saya).


Kalian kalau di Medan dan lewat jalan Bromo, singgahlah ke Master Coffe Blend di pelataran Indomaret, tak jauh dari simpang 3 pertemuan jalan Bromo dan jalan A.R Hakim, jadi lah perantara rejeki dari Allah untuk Inka Si Anak Rantau yang berani berjuang untuk hidup dan masa depannya.

KACAMATA DAN CIPUT RAJUT, PENAMPILAN KHAS ALA ISTRI DUTA ‘SHEILA ON 7’

23.05 0
kecamata dan ciput rajut, penampilan khas ala istri duta sheila on 7
Kacamata dan ciput rajut, penampilan khas ala istri Duta 'Sheila On 7'

Kacamata dan Ciput Rajut, Penampilan Khas Ala Istri Duta ‘Sheila On 7’ – Hai..hai… saya datang membawa kabar gembira, single Sheila On 7 yang berjudul Film Favorit udah ada video klipnya yeeee *jingkrak-jingkrak manja*


Eheheee… maklumi kelebaian saya ya, namanya juga penikmat karya-karya Sheila On 7, jadi ya wajar aja kalau perihal video klip aja jadi hal menarik buat saya.


Trus, ini postingan mau bahas tentang video klip tersebut gituh?! Nggak kok, saya mau cerita yang lainnya :D *Lah pegimane sih nih anak ya*


Masih ada hubungannya sama Sheila On 7 sih. Kali ini saya pengen ngobrolin tentang penampilannya Bu Adel a.k.a Adelia Lontoh a.k.a Adelia Faturrahman a.k.a istrinya Duta, vokalis Sheila On 7.


Iya, setelah beberapa waktu lalu saya sok jadi pemerhati fashion dengan gaya-gayaan mengomentari penampilan kece Duta yang hobi banget pakai celana pendek, sekarang giliran gaya berpenampilan bu Adel yang mau saya bahas disini.


Baca juga : Santai dan Stylish dengan Celana Pendek Ala Duta ‘Sheila On 7’


Sebagai penikmat karya Sheila On 7, otomatis hal-hal yang berkaitan dengan mereka menjadi perhatian buat saya. Termasuk bu Adel ini *dan juga istri-istri personil Sheila On 7 Lainnya*.
Karena saya suka SO7 sejak jama-jaman semua personilnya masih single, jadi saya udah perhatiin bu Adel sejak dia mulai pacaran sama Duta. Dulu sih saya mikirnya Duta beruntung dapet bu Adel. Secara Duta dulu nggak sekece sekarang. Ehehhee… jujur banget sih saya. Iya Duta tuh dulu nggak kece-kece amat, cuma nggak tau kenapa semakin nambah usianya kok ya malah tambah kece wkwkkwk. Sementara bu Adel dari dulu mah emang udah kece. Tipe-tipe awet muda yang makin tua makin cantik.


Saya sebenarnya pengen liatin foto masa mudanya bu Adel biar kalian bisa liat betapa kecenya beliau itu awet banget walau sekarang udah punya dua anak remaja. Tapi berhubung penampilannya dulu dan sekarang beda, jadi ya nggak jadi deh. Bedanya di penutup kepala sih. Dulu bu Adel belum mengenakan kerudung. Nah kalau sekarang sudah.

penampilan baru adelia lontoh
Penampilan bu Adel kini mengenakan jilbab (foto : IG/ jossanashari)

Saya taunya dari mana? Ya dari mana lagi kalau bukan dari sosmed. Cuma memang baik personil Sheila On 7 maupun keluarga mereka (istri dan anak) kayaknya bukan tipe-tipe yang update banget deh di sosmed. Kalau bu Sarah (istrinya Eross) dan bu Aie (istri Brian) masih mendingan. Saya lumayan sering intip instastorynya bu Sarah, isinya banyak tentang keseharian bersama Pitu dan aktifitas dia di Loka-loka Bistro, usaha kuliner sehatnya bu Sarah.


Kalau bu Adel mah boro-boro, lha wong istagramnya aja postingannya cuma satu doang. Padahal banyak Sheilagank yang menanti update-an dia loh di instagram. Tapi beliau kayaknya enjoy banget dengan kehidupan nyata sehari-harinya, nggak kayak saya yang bentar doang nggak pegang hape udah ngerasa ada yang kurang :D


Bu Adel berjilbab kayaknya udah lebih setaunan ini deh. Kalau saya lihat foto-foto yang beredar di Sosmed personil SO7 maupun dari para Sheilagank yang pernah berfoto dengannya, bu Adel tetap dengan stylenya dia yang sederhana, sopan, tapi aura cantiknya tak terbantahkan. Sekarang pakai jilbab malah jadi kelihatan bersahaja tapi tetep imut dan bikin gemes, kok ini orang kece terus sih, pengen banget tau rahasianya.

cantiknya istri duta sheila on 7 mengenakan jilbab
Oh my... lihatlah betapa imut dan awet mudanya bu Adel. (foto : IG/ rhiana_rhyeen)


Tapi selain physically emang udah cantik dari sononya, yang ngebuat aura cantiknya bu Adel makin kuat itu ya di kesederhanaannya. Biar kata dulu sebelum nikah dianya juga berkarir di dunia entertainment, biar kata istri vokalis band ternama yang udah pasti secara materi tercukupi, dianya tetap tampil sederhana dan bersahaja, nggak sok sosialita gitu, panutan banget ini euy…

penampilan terkini istri duta sheila on 7
Tampil sederhana dan bersahaja (foto : IG/ indonyadzan)


Setelah berhijab, saya perhatikan ada dua hal yang selalu dikenakan dan jadi ciri khas bu Adel dalam tiap penampilannya. Benda tersebut adalah kacamata dan ciput rajut. Iya, saya perhatikan di tiap foto bu Adel selalu pakai kacamata dan ciput rajut. Biar kata model bajunya beda. Mau pakai jilbab segi empat ataupun pashmina. Mau lagi nyantai bareng keluarga, ketemu fans, atau liburan. Kacamata dan ciput rajut seakan tak pernah luput ia kenakan.


cantiknya istri para personil sheila on 7
Bersama istri personil dan kru Sheila On 7 (foto : IG/ sarahcandra)


ciput rajut, ciri khas hijab adelia lontoh
Mau hang out bareng temen, mau ketemu fans, kacamat dan ciput rajut selalu jadi must item penampilan bu Adel (foto : IG/ ubed507)
potret keluarga duta sheila on 7
Ketika liburan ke Jepang, tampak bu Adel mengenakan kacamata, juga ciput rajut yang seolah menjadi ciri penampilan hijabnya (foto : IG/ shadjo04)



Saya nggak tau itu kacamatanya kacamata gaya atau kacamata minus. Tapi mungkin kacamata minus ya, soalnya sejak bu Adel belum mengenakan jilbab pun beliau udah pakai kacamata. Nah kalau pakai ciput rajut ini memang bagus sih supaya rambut nggak keluar-keluar.

ciput rajut ala bu adel
Ciput rajut berwarna hitam menjadi pilihan bu Adel di foto ini (foto : IG/ whardanikrisna)

Apalagi kalau misalnya lagi jalan-jalan, atau ke daerah yang suka banyak anginnya, semisal pantai misalnya, pakai ciput baik itu ciput rajut atau dari bahan lainnya, sangat membantu rambut kita anteng di dalam. Jadi bisa tetap rapi. Kan malu juga ya kalau sampai rambut kita keliatan keluar walau hanya beberapa helai aja.

ciput rajut khas istri duta sheila on 7
Mau pakai jilbab segi empat ataupun pashmina, tetep aja pakai ciput ya bu :) (foto : IG/ themodjos

Pengalaman rambut keliatan atau keluar dari jilbab ini pernah saya alami beberapa kali. Kebetulan saya emang termasuk yang jarang pakai ciput. Biasanya kalau seharian ada aktifitas di luar, apalagi kalau pas lagi aktif kesana kemari, ada tuh kadang momen di mana muka udah kucel, badan udah capek, trus pas ngaca, beberapa helai rambut nyembul keluar. Biasanya di area pipi. Mungkin karena ikatan rambut kendur kali ya karena udah kelamaan nggak dibenerin. Makanya emang kalo pas lagi aktif-aktifnya idealnya ya pakai ciput biar rambut nggak keluar-keluar.

keluarga harmonis duta sheila on 7
Anak udah beranjak remaja gitu tetep aja cantiknya bu Adel awet ya :) (foto : djarumbadminton[dot]com)

Pakai ciput/inner/daleman jilbab ini selain untuk merapikan rambut kita supaya tidak terlihat keluar, juga ada fungsi lainnya loh. Jilbab juga jadi lebih rapi, nggak geser-geser kesana kemari. Trus kalau jilbabnya tipis, pakai ciput ini bisa membuat rambut kita tertutup sempurna, nggak menerawang. Kalau masalah bahannya sih tergantung aja sukanya yang mana. Mau yang ciput rajut ataupun bahan lainnya. Tapi bu Adel saya liat kayaknya suka pakai ciput rajut. Lebih nyaman kali ya menurut dia dipakai.

kacamata dan ciput rajut khas adelia lontoh
Kalau begini mah ngaku masih gadis juga orang percaya :D (foto : IG/ sheilagank_palembang)


Yaiii,,,, itulah sekilas tulisan menye-menye saya tentang Kaca Mata dan Ciput Rajut, Penampilan Khas Ala Istri Duta ‘Sheila On 7’ doakan suatu saat saya bisa ketemu dan ngobrol sama bu Adel ya. Saya pengen nanya rahasianya awet muda dan tetap cantik meski umur terus bertambah ☺

penampilan adelia lontoh mengenakan ciput rajut
Nah ini foto terbaru nih, si ibu Adel pakai ciput rajut warna abu-abu, cantik kan?! (foto : IG / duta507)


Kalian punya pengalaman pakai ciput rajut? Share disini dong ☺

BADAI APRIL

15.07 0
badai april
Badai April.

April
Setelah melewati Maret dengan terseok-seok
Kupikir akan kutemu kegemilangan
Tapi baru saja di awal, badai sudah menghadang
Limbung
Hampir tumbang
Apa kau senang sekarang?!
Oh tentu. Kau tentu tengah senang.
Senyum pasti tak pernah lepas dari bibirmu seharian ini.
Pun esok.


Selamat!
Kau kembali membuatku hampir tumbang
Tapi hanya hampir
Iya, hanya hampir
Kau mungkin benar tentang segala hal yang baru saja kau luluhlantakkan
Tapi berpikir perahuku akan karam, itu adalah sebuah kekeliruan.

Santika Dyandra Medan, 01 April 2018

MAKER FEST BERSAMA TOKOPEDIA DORONG KREATOR LOKAL NAIK LEVEL

13.30 0
maker fest 2018
Maker Fest 2018


Maker Fest bersama Tokopedia Dorong Kreator Lokal Naik Level : Maker Fest, mungkin kalian bertanya-tanya, Maker Fest apaan sih?! Sama. Saya awalnya juga gitu. Tapi kemudian jadi tau, ternyata Maker Fest ini sebuah gerakan independen yang kece. Baru diluncurkan secara resmi pada 16 Maret 2018, Maker Fest dibuat dengan tujuan untuk pemberdayaan kreator lokal. Gerakan ini hadir untuk mencari, mengedukasi, menginspirasi, dan memberikan panggung offline & online bagi para kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif mereka, hingga bisa menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia.


Rangkaian Maker Fest terdiri dari berbagai workshop, sharing session dan kompetisi yang akan diselenggarakan di delapan kota selama 2018.


Chairman Maker Fest 2018 William Tanuwijaya menjelaskan bahwa kelahiran Maker Fest terinspirasi oleh hasil karya para kreator lokal di seluruh Indonesia.

“Dalam perjalanan saya membangun Tokopedia, saya berkesempatan menyaksikan dengan dekat perjalanan banyak kreator Indonesia dengan visi dan misi serta produk yang bagus, namun sayangnya banyak yang mentok hanya di level UMKM. Saya yakin sebenarnya dengan ekosistem yang tepat, para kreator lokal dapat berkembang dari usaha kecil menjadi industri, dan dari industri menjadi brand-brand masa depan Indonesia yang mendunia. Untuk membangun ekosistem ini, Maker Fest hadir menjadi panggung penghubung dari para pemangku kepentingan terkait dimana para maker, platform marketplace, logistik, perbankan, investor, dan pemerintah berkolaborasi mewujudkan cita-cita besar ini bersama.”


Karenanya, Maker Fest hadir secara independen. Gerakan ini berkolaborasi dengan Tokopedia dan didukung oleh institusi-institusi pemerintahan sekaligus pelaku industri Indonesia, yaitu Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta JNE.


Meski diselenggarakan bersama Tokopedia, namun Maker Fest inklusif dan terbuka bagi seluruh kreator lokal di Indonesia yang memiliki passion untuk mengembangkan diri dan produknya. Menarik kan?!


Selain menyediakan panggung, Maker Fest juga membantu mengakselerasi bisnis para kreator lokal tanah air melalui pengembangan keahlian dan pengetahuan.


“Selama ini, sebagai salah satu startup teknologi di Indonesia kami sering ditanya, kapan IPO? Bagi kami, justru indikator keberhasilan kami adalah para kreator lokal bisa lebih dulu IPO dibandingkan kami,” respon William terhadap target Maker Fest ke depan.


Anak muda menjadi target utama Maker Fest. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan bagaimana milenial bisa menjadi motor pertumbuhan kreator lokal Indonesia. “Lebih dari 30 persen pengusaha ekonomi kreatif di Indonesia adalah generasi milenial. Sebagai populasi terbesar, anak muda Indonesia masih memiliki potensi besar untuk turut mengembangkan ekonomi kreatif Indonesia. Melalui program seperti Maker Fest, kami berharap ke depannya lebih banyak lagi pelaku bisnis kreatif Indonesia yang dapat memperluas skala usahanya, sehingga mampu memberikan dampak lebih besar terhadap lapangan pekerjaan dan kesejahteraan ekonomi, serta mampu memberikan inspirasi kepada generasi muda lainnya,” ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.


JNE sebagai perusahaan yang mendorong pertumbuhan UKM di era digital juga melihat bagaimana kreator lokal dapat menyentuh pasar yang lebih luas. “UKM berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal, apalagi dengan pesatnya pertumbuhan e-commerce saat ini. Untuk itu, dengan kapabilitasnya sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE berkomitmen dalam mendukung kemajuan bisnis UKM, terutama dalam hal penjualan dan pengiriman," ujar Presiden Direktur JNE M. Feriadi.


"Melalui Maker Fest 2018, JNE ingin berperan lebih jauh lagi. Bukan hanya dukungan dalam pemberdayaan UKM, namun juga menjadikan kreator muda lokal memiliki daya saing dan kualitas produk yang diterima pasar luas. Baik di Indonesia hingga ke luar negeri. Kami juga menyediakan program khusus yang bisa dinikmati oleh seluruh kreator lokal yang berpartisipasi dalam Maker Fest," tambahnya.”


Maker Fest 2018 akan dilaksanakan pada April-Desember 2018 di Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Yaiii… Ternyata mampir di Medan juga. Duuuh,,, saya jadi semangat, keinget masa-masa kuliah dulu yang rajin banget ikutan kompetisi proposal wirausaha tapi kalah mulu wkwkwkw… jadi keinget ide-ide usaha yang belum terealisasikan ataupun yang sudah dijalankan tapi akhirnya gagal, mueheheee…

Baca juga : Bisnis-Bisnis yang Gagal dan Impian yang Masih di Awang-Awang


Di tiap kota, akan diselenggarakan berbagai kegiatan edukasi, workshop dan sesi sharing keterampilan. Para kreator juga dapat berkonsultasi dengan pelaku usaha, konsultan bisnis serta pengusaha ekonomi kreatif skala nasional mengenai tantangan dan solusi yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis mereka. Termasuk dalam hal pengembangan SDM, inovasi, strategi pemasaran, branding, hingga akses ke permodalan.


Salah satu yang akan hadir berbagi pengalaman di Maker Fest 2018 adalah Lizzie Parra, CEO dan pendiri By Lizzie Parra (BLP), brand kosmetik lokal yang sudah dikenal luas secara nasional. “Memutuskan menjadi pengusaha apalagi di industri kreatif memang tidak mudah. Sukses tidak terjadi dalam semalam. Banyak fase jatuh bangun yang harus saya lalui dalam membangun brand kosmetik sendiri. Namun jika didasari passion, semua prosesnya dapat menjadi lebih mudah dan nikmat untuk dijalani. Semoga pengalaman saya dapat menginspirasi dan mendorong para kreator lokal agar berani berkarya dan mengembangkan passion-nya secara produktif di dunia bisnis,“ jelas Lizzie.


Di setiap kota juga akan dilaksanakan Local Maker Competition 2018, kompetisi berkreasi untuk para kreator lokal yang ingin mengenalkan dan mengembangkan bisnisnya. Pemenang dari tiap kota akan diterbangkan ke Jakarta untuk mengikuti Festival Maker Fest 2018 di Jakarta pada bulan Desember mendatang. Dari 24 peserta skala nasional, 10 finalis terbaik akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan bisnisnya dan memberikan sesi workshop di depan para juri dan pengunjung Festival Maker Fest 2018.


Tiga juara terbaik Local Maker Competition 2018 akan mendapatkan reward masing-masing sebesar Rp 1 Milyar, Rp 300 juta, dan Rp 200 juta sebagai modal untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, pemenang juga mendapatkan reward lainnya berupa konsultasi kreatif dan produksi untuk branding dan marketing campaign, kolaborasi eksklusif dengan pelaku industri kreatif nasional dan kesempatan berpartisipasi dalam pameran internasional, serta mengakses jalur distribusi ke ritel internasional.


Intinya buat kalian yang punya ide usaha atau bahkan sudah memulai usaha, ini program sayang banget buat dilewatkan. Bukan cuma hadiahnya yang menggiurkan, tapi juga berbagai peluang dan jurus-jurus penting untuk pengembangan usaha biar naik ke level dunia juga bakal didapat kalau ikutan Market Fest.


Jadi gimana? Kalian berminat ikutan Maker Fest?! Atau masih penasaran pengen tau infonya lebih lanjut. Bisa hubungi Perempuan November, eh bukan ding, maksudnya hubungi mbak Eliza Viyantina, PR Committee Maker Fest (IDEA Group), via email boleh ([email protected]) via telfon juga silahkan (+6281288955961).

MEMBUAT TOKO ONLINE UNTUK BRAND KITA SENDIRI

13.01 0

membuat toko online untuk brand kita sendiri
Membuat toko online untuk brand kita sendiri

Saatnya membangun brand Produk dan Bisnis Online Kita sendiri dengan membuat Toko Online.

Sebelumnya, apa itu toko online? Toko online atau istilah populernya e-comeerce adalah platform yang bisa kita gunakan untuk menjual berbagai jenis produk barang ataupun jasa kepada orang lain dengan berbagai sistem seperti reseller, dropship, grosir, eceran, dan lain-lain secara online. Kita tidak perlu melakukan tatap muka dengan calon customer kita seperti jualan offline atau di toko fisik.
Memiliki toko online saat ini merupakan satu langkah maju untuk meningkatkan brand kita. Hal ini dikarenakan market sekarang sedang menuju online semua.


Ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk membuat toko online kita sendiri. Salah satu yang mudah dan praktis adalah dengan bergabung bersama winmarket.id.

toko online brand kita sendiri
Saya jadi keinget dulu pernah nyoba-nyoba jualan online. Produknya berupa gelang buatan saya sendiri. Dari aneka benang/tali, ada juga dari mote/manik. Tapi nggak sampe punya toko onlinenya karena nggak ngerti cara buatnya :D



Apa itu winmarket.id?
Winmarket.id adalah platform e-comerce yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis online kita. Disini, kita bisa membuat dan mengatur toko online kita sendiri dengan mudah dan praktis. Tidak perlu memiliki skill pemrograman karena membuat toko online di winmarket hanya memerlukan beberapa menit.


Bagaimana caranya?
Pertama-tama, lakukan pendaftaran terlebih dahulu di www.winmarket.id. Setelah itu masukkan nama kita, nomor handphone dan alamat email. Setelah berhasil melakukan pendaftaran, kita bisa langsung membuat toko online kita dengan mudah.


Fitur apa saja yang disediakan oleh winmarket?
• Pengelolaan produk yang sangat mudah
• Channel pembayaran terlengkap
• Jasa ekspedisi terlengkap
• Pengelolaan toko online yang mudah dan powerful
• Produk kita akan dijualkan oleh ribuan dropshipper winmarket
• Halaman blog di toko online
• Banyak widget toko online yang dapat digunakan
• Fitur voucher belanja untuk promosi dan menarik calon pembeli
• Laporan penjualan.
• Notifikasi via email, sms, dan telepon pada mengingatkan pembayaran pembeli
• Penarikan dana cepat dan gratis


Selain fitur lengkap diatas, keuntungan apa lagi yang akan kita dapatkan bila bergabung dengan winmarket?

1. Full support untuk konten dan desain toko online
2. Full support untuk logo dan banner
3. Promosi facebook ads dan instagram ads
4. Challenge berhadiah

Banyak sekali kan keuntungan bergabung dengan winmarket. Yang paling penting adalah, kita akan bisa membuat toko online secara mudah dan praktis. Kita tidak harus memiliki dasar ilmu pemrograman web untuk bisa membuat toko online kita.

toko online brand saya
Coba kalau dulu saya tau ada winmarket, mungkin sekarang usaha handmade bracelet saya udah sukses kali ya, dengan toko online yang keren tentunya :)


Kemudian yang perlu diperhatikan adalah, setelah melakukan pendaftaran dan membuat nama toko online, kita diwajibkan memberikan logo dan banner. Hal ini memiliki tujuan agar toko online kita memiliki nilai tambah dan terlihat trusted bagi calon customer. Setelah itu, kita harus memasukkan produk-produk yang ingin kita jual. Berikan foto-foto produk yang real dan jelas serta deskripsi produk yang detail. Hal ini akan membuat calon customer lebih yakin lagi untuk melakukan pembelian di toko online kita.


Jadi jangan lewatkan kesempatan ini. Buat toko online mu sekarang juga bersama winmarket. Gratis tanpa biaya apapun untuk toko online basicmu. Tingkatkan penjualanmu dan raihlah omzet meroket sekarang juga.

LIPSTIK YANG SAYA PAKAI SAMPAI HABIS

18.21 0
lipstik yang saya pakai sampai habis
Lipstik yang saya pakai sampai habis

Lipstik Yang Saya Pakai Sampai Habis : Jangan mikir saya udah berubah arah jadi beauty blogger ya karena baca judulnya. Saya masih blogger remahan rengginang yang jadwal postingnya angin-anginan alias nggak jelas.


Jangan mikir juga saya lagi diendors. Nggak. Ini postingan cuma curhatan penting nggak penting aja kok. kepikiran nulis ini juga spontan pas liat-liat foto di laptop.


Jadi ceritanya di sepanjang kehidupan saya *ceileee…bahasanya*, saya itu emang nggak suka make-up. Mmm… bukan nggak suka sih, tapi nggak pinter aja karena memang nggak suka ribet. Senjata andalan saya buat merias diri ya cuma bedak. No foundation, bb cream atau apalah itu namanya.


Beneran cuma bedak. Makanya sekarang suka terbengong-bengong sendiri liat anak-anak sekarang yang ajaib, masih SD udah pada ngerti make-up, lah saya, bedak aja masih asal.


Jaman kuliah saya pake bedak tabur. Beda baby. Trus pas udah tamat baru dah pakai bedak padat. Itu pun beli yang refill. Lebih hemat ciiin. Itu juga sampe sekarang saya masih bermasalah sama perkara milih nomor bedak yang sesuai ama tone kulit. Padahal tiap beli selalu minta pendapat mbak-mbak SPG nya. Tapi mereka seringnya kok ya jawabnya males-malesan, bikin saya males beli juga jadinya.
Dua tahunan belakangan mulai nyoba pake BB Cream, tapi sekarang udah nggak lagi. Pakai bedak padat doang udah.


Lipstik?! Entah lah, saya nggak kepikiran buat punya benda yang satu ini. Pernah dulu punya. Dikasi sama kakak ipar, ujung-ujungnya cuma saya pakai buat nyorengin muka pas temen lagi nginap di kontrakan dan kami main kartu buat seru-seruan. Yang kalah mukanya dicorengin pake lipstik tersebut.


Sampe di tahun 2016, saya harus tinggal di luar kota sekitar dua bulanan untuk urusan kerja. Tinggal di daerah dan berinteraksi dengan orang-orang baru.


Beberapa minggu sebelum berangkat keluar kota, saya ngumpul sama temen dan salah satu temen ada yang maksain mau ngelipstikin saya. Katanya muka saya keliatan pucat, kayak orang sakit. Jadinya mau dilipstikin biar keliatan cling. Saya kekeh nggak mau.


Tapi kemudian di rumah saya jadi kepikiran. Saya liatin foto kami rame-rame, emang cuma bibir saya doang yang nggak berlipstik. Dan iya sih, efeknya muka saya jadi kelihatan pucat dibanding temen-temen yang bibirnya cetar membahana dengan pewarna bibir.

Baca juga : My new style with pixy lip cream edgy plum, boldmaroon, dan pixy two way cake cover smooth

Karena itu, menjelang berangkat ke luar kota saya memutuskan beli lipstik. Soalnya ntar disana kan saya bakal ketemu banyak orang baru dan berinteraksi dengan banyak orang. Kan nggak asik aja kalau mereka mikir saya sakit cuma karena saya nggak pake lipstik. Kalau sama temen-temen yang udah biasa tau saya gimana ya okelah. Tapi berhubung ini urusan kerja dan supaya meningkatkan kepercayaan mereka terhadap saya, jadilah saya memutuskan pakai pewarna bibir. Padahal ya apa hubungannya coba warna bibir dengan tingkat kepercayaan orang hahhahaa…


Saya memutuskan membeli lipstik wardah yang long lasting. Nggak ada alasan khusus selain karena lipstik ini dilabeli halal. Sebelum membeli saya juga nggak hunting info entah itu dari biuti blogger atau dari manapun. Yang penting beli aja dulu mah lipstiknya.


Bersama Ulan, temen saya yang emang lagi mau belanja di Matahari, saya beli lipstik wardah long lasting di Transmart Plaza Medan Fair. Saya lupa waktu itu lisptiknya nomor berapa, kalau nggak salah nomor sembilan deh.


Gimana kesannya pakai lipstik wardah? Yo berhubung saya belum pernah pakai merek lain jadi ya nggak bisa bandingin. Palingan ya di awal-awal saya berasa aneh aja ini bibir. Saya jadi lebih hati-hati kalau mau makan, biarpun udah dibilang long lasting, tetep aja saya takut lipstiknya pudar sebelum jam saya pulang ke rumah hahhahaa.


Saya nggak berani molesin berkali-kali lipstiknya ke bibir. Takut warnanya jadi mencolok banget. Jadi ya 2-3 kali saya sapukan ke bibir, setelah itu selesai. Berangkat!!!


Balik ke Medan, ini wardah long lasting masih banyak ciiin. Awalnya nggak mau pakai lagi, udah balik ke Medan, lingkungan dan tempat kerja juga nggak mengharuskan karyawannya tampil full riasan. Jadi yo santai waelah. Etapi berhubung menurut saya harga lipstiknya lumayan kalau dibanding harga es cappuccino cincau, kok sayang kalau mau diabisin dengan dicorengin ke wajah pas maen kartu.


Jadilah saya memutuskan untuk memakainya. Itupun sesekali, kalau pas ketemu klien atau orang baru. Kalau ke temen-temen yang biasa nongkrong bareng malah nggak berani pake, soalnya udah pasti diejekin, cieee,,, pake lipstik!! Oh no, nggak sanggup kena bully saya :D


Pindah kontrakan dan gabung dengan temen yang hobi bermake-up ternyata ngaruh juga yeiii… Nah November 2016 kan saya nggak satu kotrakan lagi sama Ayu dan Yokko yang memang setipe dengan saya (nggak hobi dandan). Saya gabung ama Fitri dan Tiwi. Nah si Fitri yang emang tiap pagi sebelum berangkat ngantor wajib polas-poles dulu, kadang jiwa MUA nya muncul, saya deh yang dijadiin modelnya. Jadilah saya dimakeupin, bibir dipolesin sama warna-warna yang lebih menyala. Saya pun jadi mulai terbiasa pake lipstik :D


Sekitar Oktober 2017 kemarin si lipstik wardah long lasting itu pun habis. Beneran abis sampe mencelong gituh. Tapi saya masih belum rela ngeluarin duit buat beli lipstik lagi hahhahahha. Jadilah saya pertahanin tuh lipstik sampe pas mau makenya dicoel-coel pake tangan baru disapukan ke bibir, kuras sampe habis!!

wardah long lasting
Liat sendiri kan, sampe mencelong gitu isi lipstiknya. Kalau mau pakai dicoel-coel dulu hahhaha.. eh iya ini kotaknya kotak wardah intense matte ya :)


Jujur saya surprised banget loh itu lipstik wardah long lastingnya bisa abis gituh. Beneran nggak nyangka. Secara sebelumnya emang nggak biasa pake lipstik. Setahun bisa ngabisin satu buah lisptik tanpa dibuang, dikasihkan orang, ataupun dijadiin alat buat nyorengin muka pas main kartu ama temen itu beneran sebuah prestasi dalam dunia permakeupan saya :D


Trus sekarang masih pake lipstik wardah long lasting? Nggak. Hehhehee…


Tetep pake lipstik wardah sih, tapi bukan yang long lasting. Kali ini nyoba pakai yang wardah intense matte yang nomor 11 (Choco Brown). Awalnya juga nggak niat beli sih. Karena di detik-detik si lipstik wardah long lasting abis saya sebenarnya ngarep diundang sama produk kecantikan yang isi gudibeknya salah satunya lipstik biar nggak perlu beli hihihii. Dasar blogger irit, maunya gratisan mulu :D


Tapi sampe tuh wardah long lasting beneran abis bis bis bis undangan event yang datang kok ya nggak ada dari produk kecantikan. Yoweslah, gitu ada invoice cair buruan deh hunting-hunting lipstik di market place karena lagi males ke mall.


Cari sana-sini eh ya liat ada wardah intense matte, yaudah lah iseng nyoba beli. Pilih nomor sebelas. Gitu barangnya nyampe, dicoba ke bibir eh kok ya saya suka :D


Kalau disuruh bandingin lipstik wardah long lasting no 9 sama wardah intense matte nomor 11 yang saya pake sekarang, saya pilih yang wardah instense matte sih. Dari segi kemasan mereka sama bentuk dan warnanya. Tapi entah kenapa saya ngerasa yang wardah intense matte ini lebih enak jatuhnya ke bibir. Trus dia juga nggak memberi efek bibir jadi kayak berminyak kilat gituh. Itu kalau dari segi enak nggak enaknya ke kulit/bibir. Kalau hal lainnya mungkin ya faktor kebetulan aja saya pilih warna yang tepat, sesuai ama kulit saya. Jadi keliatan lebih pas aja waktu saya pakai.

lipstik wardah long lasting
Waktu pakai lipstik wardah long lasting


Tapi walaupun saya lebih suka lipstik wardah intense matte dibanding wardah long lasting, tetep aja lipstik wardah long lasting lebih memorable buat saya. Soalnya itu lipstik yang pertama kali saya beli pake uang sendiri (bukan dibeliin atau pemberian orang) dan saya pakai sampai habis.

lipstik wardah intense matte
Waktu pakai lipstik wardah intense matte. maaf nggak punya foto yang khusus ngeliatin bibir dari deket, harap maklum, bukan biuti blogger :D


Hhmm… Biar kata ini postingan penting nggak penting tapi ternyata panjang juga ya :D Yowes saya mau makan dulu. Sekian cerita saya tentang lipstik yang saya pakai sampai habis. Kalau kalian punya cerita tentang perlipstikan, ceritain ya di kolom komentar :)

HABISKAN LIBURAN DI KOTA SEMARANG, KUNJUNGI TEMPAT SERU INI!

20.25 1
Habiskan Liburan di Kota Semarang, Kungjungi Tempat Seru Ini! - Wisata Semarang : Meskipun namanya tidak sepopuler Bandung, Bali maupun Yogyakarta, namun untuk urusan tempat wisata, Semarang juga layak untuk dijadikan pilihan alternatif menghabiskan waktu liburan kalian. Mulai dari wisata urban, kuliner, belanja, hingga tempat wisata bernuansa alam pun bisa kalian jumpai di Ibu Kota Jawa Tengah ini.


Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat wisata di Semarang yang layak kalian kunjungi.


Old City 3D Trick Art Museum
old city 3d trick art museum
sumber:jejakpiknik.com

Identik dengan Lawang Sewu yang bernuansa seram, Semarang kini memiliki tempat wisata modern lho. Tempat wisata di Semarang itu bernama Old City 3D Trick Art Museum. Berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Semarang Utara, tempat wisata ini menyuguhkan koleksi ilusi mata. Jadi kalian bisa berfoto seolah hal tersebut nampak nyata, seperti saat kalian berfoto di sebuah jembatan dengan dasar air terjun atau diserang tarantula berukuran raksasa.


Menariknya lagi, koleksi di museum 3 dimensi ini selalu berganti-ganti setiap tahunnya lho. Jadi kalian tak akan dibuat bosan meskipun beberapa kali mengunjunginya.


Puri Maerokoco
puri maerokoco
sumber:reresapan.com

Tempat wisata yang terletak di Jalan Yos Sudarso ini merupakan Jawa Tengah dalam versi kecil atau mini. Ya, kalau Jakarta punya Ancol, Semarang punya Puri Maerokoco.


Tempat wisata di Semarang yang satu ini menyajikan beraneka rumah adat dari 35 Kabupaten dan Kota Madya. Tak hanya miniatur, di dalamnya pun dilengkapi dengan hasil industri dan kerajinan tangan. Menarik kan? Cukup pergi ke Puri Maerokoco kalian bisa mengenal lebih dekat dengan Jawa Tengah.


Tak berhenti di situ saja, masih ada lagi lho keseruan lain yang bisa kalian rasakan di Puri Maerokoco ini, seperti sepeda air, perahu, dan juga kereta pengunjung. Ada juga nih wahana yang paling ngehits saat ini, yakni wisata mangrove. Jadi jangan sampai terlewatkan ya.



Wisata Lereng Kelir
wisata lereng kelir
sumber:christianmaryo.blogspot.co.id

Kalau tempat wisata di Semarang kali ini cocok banget deh bagi kalian yang mencari spot untuk berfoto. Gunung Kelir atau yang lebih dikenal dengan Lereng Kelir ini menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan.


Hampir mirip dengan Tebing Keraton yang ada di Bandung, di atas bukit Lereng Kelir ini kalian bisa menikmati panorama alam nan hijau serta kerlap-kerlip lampu di malam harinya.


Selain itu, kalian juga bisa camp ceria di tempat ini, namun karena tempatnya jauh dari pemukiman penduduk, kalian harus siapkan perbekalan secara matang sebelum camping di sini.


Bukit VW
bukit vw semarang
sumber:medium.com


Tempat wisata ini terbilang unik, bukan pemandangan alam atau aneka wahana sebagai sajian utamanya, namun barisan mobil tahun 70-an lah sebagai daya tariknya. Yup, Bukit VW ini selintas seperti museum mobil tua. Namun tersusun dengan sangat rapi dan menarik.


Awalnya, Bukit VW ini terkenal dikalangan pecinta fotografi saja, namun semakin hari banyak wisatawan khusunya kawula muda yang penasaran akan keunikan tempat ini. Selain itu, tempat ini juga instagramble lho.


Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Bukit VW ini, sebaiknya datanglah saat pagi atau sore hari. Selain karena panas yang menyengat, saat sore dan pagi hari merupakan momen yang tepat untuk pencahayaan selama kalian berfoto. Lokasi Bukit VW ini berada di Jalan Sambiroto Raya, Tembalang, Semarang.


Bagaimana? Tak kalah dengan kota-kota lain bukan? Untuk info lebih lanjut tentang tempat wisata di Semarang, klik saja www.traveloka.com deh. Kamu bisa dapat banyak pilihan di situ. Well, have a nice trip, ya!




PENGALAMAN BERKUNJUNG KE MUSEUM RAHMAT GALERI BERSAMA BULE JERMAN

21.13 3
pengalaman berkunjung ke museum rahmat galeri bersama bule jerman
Pengalaman berkunjung ke museum rahmat galeri bersama bule Jerman

Pengalaman Berkunjung Ke Museum Rahmat Galeri Bersama Bule Jerman - #SatuHariSatuKaryaIIDN : Museum mungkin bukanlah tujuan wisata menarik bagi masyarakat Indonesia. Terbukti banyak museum di Indonesia yang sepi pengunjung. Entah memang penyajiannya yang kurang menarik atau memang masyarakatnya yang belum sadar kalau mengunjungi museum itu bikin pengetahuan kita nambah.


Berbeda dengan kita, orang Eropa kayaknya termasuk turis yang suka ke museum. Makanya kemarin pas saya nemenin bule Jerman yang lagi maen ke Medan, salah satu tempat yang saya rekomendasikan adalah museum.


Jadi ceritanya adek stambuk saya waktu kuliah dulu, yang sekarang sedang mengadu nasib di Jerman, punya temen yang lagi maen ke Medan. Nah dianya minta tolong saya buat nemenin tuh bule city tour di Medan. Saya awalnya ragu sih karena jujur saya udah lupa bahasa Jerman karena lama banget nggak dipraktekkin. Tapi ini adek stambuk bilang gapapa, ini bule orangnya asik dan bisa bahasa Inggris kok, jadi bisa ngobrol pake bahasa Inggris *masalahnya bahasa Inggris saya juga ancur hahahha*. Cuma ya karena dianya minta tolong dan kebetulan di tanggal si bule maen ke Medan sayanya emang nggak ada agenda, jadilah saya iyain.


Sebelum ketemu, kita udah terlebih dahulu komunikasi lewat WA. Saya pun merekomendasikan beberapa tempat, salah satunya Museum Rahmat Gallery. Ternyata dianya browsing tentang tuh museum dan tertarik maen kesana.


Dari hotel Arya Duta tempatnya menginap, kami naik grabcar ke Museum Rahmat Shah Gallery. Nyampe disana kita langsung ke tempat pembelian tiket. 200 ribu untuk dua tiket. Tiket saya 50 ribu, sementara tiketnya si bule 150 ribu. Iya disini tiket masuknya beda antara turis domestik dan internasional.


Gimana isi Rahmat Shah Gallery sebenarnya udah pernah saya ceritakan di postingan saya dulu. Jadi kali ini saya ceritain singkat aja ya. Jadi “Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery ini isinya adalah aneka spesies hewan liar yang diawetkan. Tiga perempat isinya merupakan sumbangan dari berbagai taman hewan dan juga dari teman-temannya si owner, Rahmat Shah. Nah seperempatnya lagi adalah hasil buruan beliau.


Sambil melihat-lihat isi museum, saya cerita ke si bule Jerman tentang museum dan profil singkat Rahmat Shah yang emang dikenal hobi berburu. U know, si bule ini excited banget liat isi museum. Ngeliat hewan-hewan dari yang kecil sampe yang gede. Dari hewan lucu sampe hewan buas.


Kalau pengunjung lain sibuk foto-foto dengan latar belakang hewan-hewan yang diawetkan itu, si bule justru larut memperhatikan tiap detil koleksi. Saya tawarkan untuk mengambil fotonya di tiap room yang kami lewati tapi dia sering nolak. Cuma 2 kali dia mau difotoin. Di room big five sama di ruangan yang memajang aneka jenis beruang dari berbagai negara. Jadi seringnya saya cuma candid aja :D

museum rahmat shah galeri
Anteng liatin Big Five


rahmat shah museum galeri
Bear room, disini terpajang aneka jenis beruang


So, apa aja yang si bule lakuin di museum? Dia asik nyocokin antara nomor yang tertera di tiap hewan yang diawetkan dengan daftar informasi yang ada. Pas liat hewannya, dia nebak itu hewan apa, trus liat nomornya, kemudian liat daftar informasinya, bener atau nggak tebakannya. Kalau ada hewan yang dia nggak tau itu hewan apa, dia bakalan liat nomor yang tertera, trus jalan lagi ke papan informasi yang tertera di tiap room. Trus manggut-manggut. Sambil cerita ke saya : ini di negara saya juga ada, yang ini nggak ada, loh yang itu asalnya dari situ ya, ya gitu-gitu deh kira-kira obrolannya dia.

bule jerman ke museum rahmat galeri
Pengunjung lain asik berfoto, si bule Jerman asik liatin papan informasi


Tapi ada sih momen yang paling membekas diingatan saya waktu dia nanya itu si owner kok boleh berburu. Saya jelasin *sesuai yang saya baca* kalau beliau mempunyai izin berburu yang diperbolehkan sesuai syarat organisasi internasional. Istilahnya berburu legal gitu deh, seperti yang saya ceritakan di postingan dulu.


Baca juga : Galeri Rahmat Shah


Dianya berulangkali geleng-geleng kepala dengan ekspresi yang sulit saya mengerti. Dia mandangin salah satu hewan yang ada *saya lupa hewan apa*, dia pandangin wajah dan matanya terus bilang kurang lebih begini :

“Lihat ekspresi dan matanya, inilah tatapan matanya sebelum meninggal. Bagaimana dia *si pemburu* bisa tidur nyenyak. Apa dia nggak nggak terbayang-bayang?”


Saya cuma nyengir aja dia bilang gitu. Kemudian dia ngomong lagi :

“Dia benar-benar orang…” kalimatnya menggantung, tapi kepalanya menggeleng dan kedua bahunya naik ke atas, seolah menunjukkan ekspresi bergidik ngeri dan takut. Lagi-lagi saya cuma nyengir aja menanggapinya, soalnya saya juga nggak tau musti jawab gimana hahhahaaa


museum rahmat galeri
Perhatikan tatapan matanya

Kami cukup lama disini mengitari tiap ruang yang ada. Si bule terlihat betah melihat-lihat aneka hewan yang diawetkan. Saya sih cuma ngekor aja kemana dianya melangkah. Sambil curi-curi fotoin dia dan nanggepin tiap dia ngajak ngobrol. Obrolan tentang tatapan mata hewan-hewan yang diawetkan menjadi tema yang sering kami perbincangkan. Selain itu, tema tentang asal hewan-hewan tersebut juga menjadi hal menarik bagi si bule. Saya mah cenderung mengikuti aja kemana arah dia ngobrol. Sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan.


Oya, selain koleksi hewan yang diawetkan, mosculas dan skeleton, di Rahmat Shah Gallery ini juga banyak memajang foto sang owner dengan orang-orang popular dari berbagai penjuru dunia, baju bola beserta tanda tangan yang dibingkai, juga poster filmnya mbak cantik Raline Shah yang emang anaknya Rahmat Shah.


Nah pas liat poster salah satu filmnya Raline Shah ini si bule kembali nanya sambil nunjukin ekspresi heran, sebenarnya ini museum atau apa sih. Kok kayak nggak fokus gitu, sampe ada baju bola lah, poster film lah. Saya lagi-lagi cuma nyengir tapi kali ini nyoba jawab, dari namanya kan museum dan galeri, jadi ya mungkin foto-foto, poster, dan tanda tangan pemain bola itu masuk dalam kategori galeri. Trus itu Raline kan anaknya, ya mungkin sebagai bentuk dukungan ayah ke anaknya makanya ada poster filmnya disitu. Si bule tetep kekeh bilang kalau tetep aja jadi aneh dan nggak sesuai namanya : wildlife museum & gallery.

galeri rahmat shah
Kayaknya selain hobi berburu, sang owner hobi bola juga :)


Oya, sepanjang kami mengitari museum Rahmat Shah ini, ada beberapa pengunjung lain selain kami. Tapi nggak banyak sih karena memang kemarin kita kesana pas baru buka. Saya jadi senyum-senyum sendiri karena keliatan banget bedanya turis domestik ama internasional. Turis kita dikit-dikit foto. Ada juga beberapa yang bolak-balik deket-deket kami terus. Grasa-grusu kayak pengen kenalan tapi malu. Saya nebak pasti pengen foto bareng, eh ternyata bener hahahaaa


Yah, begitulah cerita saya tentang Pengalaman Berkunjung Ke Museum Rahmat Galeri Bersama Bule Jerman. Kalian pernah nemenin bule ke museum? Gimana pengalamanya?

PERAWATAN YANG SERING SAYA LAKUKAN KETIKA KE SALON

11.58 0
perawatan yang sering saya lakukan ketika ke salon
Perawatan yang sering saya lakukan ketika ke salon

Perawatan yang Sering Saya Lakukan Ketika ke Salon - #SatuHariSatuKaryaIIDN : Ketika saya ke salon, kapankah itu kira-kira?! Sungguh pertanyaan yang sulit dijawab karena memang saya bukan tipe perempuan yang hobi nyalon. Lah waktu wisuda dan yudisium aja saya lebih milih beli perlengkapan make up dan dimakeupin temen ketimbang ke salon. Alesannya sih yak arena pasti bakal ngantri. Trus perlengkapan make upnya pasti ya bekas-bekas orang banyak.


Tapi pernah lah beberapa kali. Itu pun bisa dihitung jari. Jarang sungguh jarang. Secara ya, saya kenal lipstik aja baru taon lalu. Urusan make up dan perawatan memang bukan sebuah kebiasaan buat saya. Walaupun saya sadar kalau perawatan itu penting. Cuma ya nggak tau juga kenapa males ke salon.
Sepanjang sejarah saya ke salon itu berawal ketika saya masih di masa putih abu-abu. Tapi dulu itu biasanya cuma pangkas rambut dan creambath, udah gitu aja. Eh pernah juga ding facial, tapi udah kuliah. Sekali atau dua kali gitu yah. Tapi abis itu kapok dan nggak mau lagi. Soalnya sakit banget euy wajah dipencet-pencet, trus pake alat tajam. Rasanya muka kayak diiris-iris dan itu meninggalkan trauma berkepanjangan buat saya #yaelahbahasanya. Dari situ saya setuju dengan kalimat beauty is pain hahhahahaa


Saya inget waktu itu setelah difacial, perasaan saya itu muka saya berasa bengkak gituh, walaupun kalau diliat dikaca biasa aja. Trus pas jalan mau pulang saya berasa pusing. Apa yang liat berputar-putar bikin saya nggak sanggup jalan. Untung saya sama temen, akhirnya kami pulang ke kos naik becak dayung. Padahal salonnya di ujung gang, tapi karena saya nggak sanggup jalan jadilah nyetop becak


Gara-gara itu saya jadi kapok. Emang sih pusingnya saya itu ya nggak tau karena apa. Belum tentu juga karena nyalon. Tapi rasa sakit difacial itu emang beneran bikin saya kapok. Biarin dah idung saya banyak komedo ketimbang musti ngerasain lagi sakitnya difacial :D


Setelah kejadian itu, saya mau kok ke salon. Tapi nggak facial. Cuma potong rambut atau creambath aja. Dan itu sekali-sekali doang.


Btw, saya pernah juga beli voucher diskon di salon+spa. Nah ini sebenarnya saya tertarik sih. Spa, massage, dan sejenisnya itu sebenarnya saya tertarik buat nyobain. Makanya dulu saya beli voucher diskonnya. Tapi sampe masa berlaku tuh voucher habis saya nggak pernah pake. Terbuang sia-sia hihihiii


Kenapa nggak dipake, karena setelah beli voucher diskon baru saya nyadar kalo saya itu nggak terbiasa badannya dipegang-pegang orang lain. Jangankan sama orang asing semisal pegawai spa, sama temen satu kos yang udah deket banget aja kita kalau pas tidur trus nggak sengaja badan kami bersentuhan gitu aja langsung geserin anggota tubuh yang bersentuhan, biarpun itu cuma kami kesentuh kaki. Rasanya aneh dan nggak nyaman aja sayanya. Mungkin efek saya anak perempuan satu-satunya di keluarga dan punya kamar sendiri, jadi waktu kecil nggak punya pengalaman tidur atau sekamar bareng kakak perempuan. So, walaupun sekarang ngontrak sama temen-temen, tetap aja saya nggak terbiasa kalau urusan sentuh menyentuh eheheheee


Jadi sampe sekarang saya kalau ke salon itu ya cuma pangkas rambut sama creambath aja. Kalau ditanya mana yang paling saya suka di antara keduanya, saya suka creambath. Kenapa? Karena saya suka ngantuk kalau lagi dicreambath hahhahaa. Iya, soalnya kan itu kita sekalian di pijit-pijit kepalanya, jadi bikin saya berasa rileks dan ujung-ujungnya ngantuk pengen bobok.


Selain dipijat kepalanya, biasanya kakak-kakak salonnya juga mijit pundak kita, trus kayak dipukul-pukul gituh. Kalau sekedar begini saya masih oke lah. Soalnya kan mijit dan geprekin pundaknya kan ke baju, nggak langsung ke kulit.


Jadi, ya begitulah sodara-sodara cerita singkat saya dalam dunia persalonan. Singkat karena emang saya jarang banget ke salon, jadi ya udahlah ya sampe disini postingan saya tentang Perawatan yang Sering Saya Lakukan Ketika ke Salon, saya mau istirahat dulu karena nanti malam bakalan jingkrak-jingkrak di konsernya Sheila On 7.


Kalian, perawatan apa yang sering kalian lakukan kalau ke salon?

CANTIKNYA GAMBAR 3D INSTAGRAMABLE DI MANHATTAN TIMES SQUARE MEDAN

07.30 0
Cantiknya Gambar 3D Instagramable di Manhattan Times Square Medan
Cantiknya Gambar 3D Instagramable di Manhattan Times Square Medan

Cantiknya Gambar 3D Instagramable di Manhattan Times Square Medan  : Medan emang lagi banyak bangunan bertingkat baru beberapa tahun belakangan ini. Entah itu bangunan hotel, mall, apartemen, maupun bangunan kantor sebuah perusahaan. Salah satunya Manhattan Times Square.
Manhattan Times Square ini sendiri adalah bangunan condominium dan mall. Nah kali ini saya mau cerita tentang mallnya.


Namanya mall, isinya ya sama kayak kebanyakan mall lainnya. Cuma yang menarik perhatian saya selama beberapa bulan belakangan adalah foto beberapa teman yang muncul di beranda facebook saya. Foto berlatar gambar 3D yang berlokasikan di Manhattan Times Square. Karena itulah saya penasaran pengen liat. Cuma karena lokasinya yang lumayan jauh dari kontrakan saya, jadinya ya nggak mau maksa banget juga kesana cuma karena pengen liat gambar 3D nya.

suasana manhattan times square medan
Suasana Manhattan Times Square Medan saat saya datang. Masih sepi karena emang saya datangnya menjelang siang

Pertengahan bulan Desember kemarin saya dan Ayu *temen kontrakan saya dulu* janjian buat ketemu. Awalnya kami bingung mau ketemu dimana. Secara si Ayu rumahnya di Belawan, jadi kalau bisa kami jumpanya di tengah-tengah biar dia nggak jauh banget.


Saya kemudian teringat Manhattan Times Square ini. Eh ternyata si Ayu udah pernah kesana, tapi cuma bentar banget bareng adiknya. Jadi dia excited juga waktu saya saranin ketemu di Manhattan Times Square, katanya pengen muter-muter lagi.


Di hari yang udah ditentukan, kami pun bertemu di lokasi yang udah disepakati. Oya, Manhattan Times Square Medan ini letaknya di jalan Gatot Subroto no 217, Sei Sikambing B, Medan Sunggal. Saya lewat jalan Gatot Subroto yang dari arah Medan. Berhubung ini mall letaknya tepat di salah satu sudut perempatan lampu merah, saya sempat bimbang mau belok ke kiri ke Ring Road Gagak Hitam, atau lurus aja yang arah ke Binjai. Bingungnya sih karena saya bawa kendaraan sendiri, jadi bingung pintu masuk parkirnya darimana. Apakah dari jalan Ring Road, atau dari jalan Gatot Subrotonya. Bukan apa-apa, ini perempatan lumayan padat kendaraan ciiin. Kalau salah jalan kan saya musti bolak-balik dan itu malesin banget karena artinya musti berurusan sama kemacetan dan lampu merah.


Karena kebetulan pas lagi lampu merah jadi posisi motor lagi berenti, saya nekat aja nanya bapak-bapak pengendara motor di sebelah saya. Siapa tau dianya tau pintu masuk parkirnya di jalan mana. Beliau bilang kurang tau, tapi kayaknya di jalan Gatot Subrotonya. Soalnya pernah dia liat tulisan “parkir” kalau dia lewat situ. Hmm… baiklah, saya ikutin kata si bapak. Dan untungnya bener, pintu masuk parkir motornya dari jalan Gatot Subroto.


Nyampe disana, langsung ketemu sama Ayu. Dan karena dari awal kami pengen liat-liat gambar 3D yang instagramable banget itu, jadi kami ya cuma muter-muter aja tiap lantai. Nggak ada agenda datengin toko apa gituh. Bebas-bebas aja mah kitanya.

perempuan november
Ayu dan saya, si Perempuan November :D


Jadi emang di dinding ini banyak gambar yang gede-gede. Tema gambarnya pun beragam. Ada gambar kungfu Panda, ada dinosaurus, ngikutin film-film popular sih kayaknya. Tapi banyak juga gambar pemandangan dan bangunan-bangunan ikonik kota-kota di dunia. Tau aja nih pihak Manhattan Times Square Medannya kalau sekarang jamannya narsis n suka jalan-jalan.

gambar 3D instagramable
Kungfu Panda
gambar 3D di Manhattan
Kalau ini pasti udah taulah ya film apa

gambar 3 dimensi
Dan si Hulk juga ada disini
gambar 3d di manhattan medan
Ini si kecil bukannya takut, malah lari kesana-kemari


Sebelum di Manhattan Square Medan, gambar-gambar 3D gini sebenarnya udah duluan ada di Magic Eye 3D museum yang dekat bandara Kualanamu sono. Cuma jelas beda lah media gambarnya. Kalau di Magic Eye 3D Museum itu kan dinding n lantainya keramik, kalau nggak salah juga dilukis sama ahlinya. Saya nggak tau namanya, yang jelas orang luar negeri dah. Kalau nggak salah juga *ini saya dari tadi kok kebanyakan kalau nggak salahnya sih* pelukisnya sama dengan yang ngelukis di 3D museum yang di Langkawi Malaysia. Sementara di Manhattan Times Square pakai MMT *ituloh, yang biasa buat poster/spanduk*

gambar 3d
Ini gambar kodok berteduh ini di Magic Eye 3D museum juga ada
cantiknya gambar 3d di manhattan medan
Gimana ya kalau beneran ada kucing segede ini :D

Taon lalu tuh Magic Eye 3D Museum booming banget di kalangan warga Medan dan sekitarnya. Saya bahkan sampe musti 2 kali datang baru bisa masuk ke dalam. Kunjungan pertama ruamenya minta ampun karena baru dibuka dan emang langsung booming. Pengunjung membludak. Pihak museum tetep nyediain tiket bagi yang mau beli, tapi saya waktu itu milih nggak beli tiket, soalnya pasti di dalam juga nggak bisa leluasa karena pengunjung rame.


Kalau bicara kualitas gambar ya jelas beda lah antara Magic Eye 3D museum dengan gambar 3D yang ada di Manhattan Times Square Medan. Secara yang di Magic Eye kitanya masuk bayar 50 ribu, lah disini gratis. Tapi ya orang awam mah yang penting bisa foto kekinian n gratis dong, lokasinya juga lebih dekat.


Lagian kalau menurut analisis kami berdua *ceileee analisis* ini pihak mall mungkin awalnya cuma mau nutupin bagian-bagian yang masih dalam tahap pembangunan aja kali. Biasanya kan ada tulisannya sedang dalam pembangunan/renovasi. Nah kalau dibuat gitu kan biasa banget, sementara sekarang tuh emang jamannya cantik dikit cekrek, ya jadilah dipasang MMT dengan gambar-gambar 3D kece na instagramable itu.


gambar 3D cantik
Kalau liat bentuk bangunannya sih ini kayak di Eropa gitu ya

manhattan square medan
Kemarin pengen foto disini tapi pas kesini pas udah pisah sama Ayu, jadi nggak ada yang motoin -_-

cantiknya gambar 3d di manhattan times square
Ada yang tau ini pemandangan kota mana?


Serunya foto-foto dengan background gambar 3D ini kita seakan ditantang untuk berkreasi berdasarkan gambar yang ada. Harus pintar-pintar mengambil sudut pengambilan gambar juga. Jadi selain ide dan ekspresi si model yang difoto, juga tergantung kelihaian orang yang ngambil fotonya. Kalau berhasil, jadilah foto yang kece, kalau nggak ya malah jadi biasa aja atau bahkan aneh :D



gambar tiga dimensi di manhattan medan
Ciyeee... biar berasa lagi liburang gituh :D
kreasi gambar 3d
Kalau si adek ini fotonya gini kira-kira caption yang cocok apa ya?!

manhattan times square
Ini juga salah satu gambar yang ada di Manhattan Times Square Medan


gambar instagramable di manhattan times square
Salah satu pengunjung yang lagi wefie berdua
cantiknya gambar instagramable di manhattan medan
Ada yang lagi foto di Eifell tuh. eh iya disini juga ada jasa foto langsung jadi loh
ibu-ibu jaman now
Buibu jaman now lagi wefie dengan latar gambar gunung Fuji

istana maimun medan
Mau foto dengan latar istana maimun juga ada loh



Buat yang pengen nge-mall sekaligus bisa foto-foto kece kekinian biar bisa dipajang di instagram, coba deh sesekali main ke Manhattan Times Square Medan. Selain foto-foto di atas, masih banyak foto-foto lain tertempel di dinding mall Manhattan yang bagus buat kalian jadikan background foto kalian. Tapi saran saya sih datang pas mall baru buka, jadi masih sepi dan bisa lebih leluasa foto tanpa musti gantian sama pengunjung lain.


Oke deh, sekian ya tulisan saya tentang Cantiknya Gambar 3D Instagramable di Manhattan Times Square Medan. Selamat ngemall dari saya yang bukan anak mall tapi seneng kalau ada yang nraktirin ke mall. Kalau kalian udah pernah kesini, share ya di komen :)