MY NEW STYLE WITH PIXY LIP CREAM EDGY PLUM, BOLD MAROON, DAN PIXY TWO WAY CAKE COVER SMOOTH

13.38 7
edgy plum
My New Style with Pixy TWC Cover Smooth, Lip Cream Edgy Plum and Bold Maroon

My New Style With Pixy Lip Cream Edgy Plum, Bold Maroon, Dan Pixy Two Way Cake Cover Smooth – Review Produk : Gadis sederhana, begitu seseorang menjuluki saya. Julukan ini sebenarnya muncul bukan karena menurut dia saya itu sederhana secara keseluruhan, sikap, sifat, dan gaya hidup. Melainkan karena saya yang no poles-poles wajah *iya jadi maksud dia itu adalah wajah yang sederhana hahhaha*. Bukan karena muka saya udah paripurna dari sononya, tapi karena emang sayanya yang muales banget bermake up. Bahkan dulu saat masa praktek ngajar di sekolah beberapa bulan, saya tetep tampil sebegini adanya *nggak bermakeup maksudnya*. Pagi-pagi temen-temen pada sibuk memoleskan lipstik ataupun menyapukan blush on ke pipi, saya mah santai-santai aja.
Lulus kuliah dan memasuki dunia kerja, saya masih tetap keukeuh nggak mau kenal make up. Seumur-umur bermakeup cuma waktu wisudah dan yudisium. Itu juga temen sekost yang makeupin karena saya ogah nyalon.

Nah beberapa bulan lalu saya kopdaran untuk pertama kalinya sama salah satu komunitas di Medan. Eh salah satu dari mereka yang memang sudah saya kenal sebelumnya nyeletuk “Kak Diah pucat kali. Sini pake lipstik.” Saya langsung geleng-geleng tanda ogah.

Eh ini anak ngeyel bilang saya keliatan pucat *mungkin karena yang lain pake lipstik dan saya sendiri yang nggak*. Saya sampe pindah tempat duduk loh biar nggak dipaksa pake lipstik hahhahhaa..

Nggak lama dari momen dipaksa-paksa pake lipstik itu, saya ada kerjaan di daerah Batubara. Pekerjaan yang mengharuskan untuk berkomunikasi dengan orang-orang baru tiap hari *bukan sales tapi loh*. Dan pas mau berangkat kesana itu saya jadi kepikiran masalah muka saya yang dibilang sederhana sampe yang bilang pucat karena nggak pakai pewarna bibir alias lipstik.

Hmm.. daripada nanti bibir pucat saya bikin nggak mood orang, saya akhirnya memutuskan buat beli lipstik dan bedak. Tapi karena warna lipstiknya nggak mencolok, jadinya ya nggak gituh kelihatan juga hahhahaaa..

Usai pekerjaan di Batubara, lipstik dan bedaknya masih banyak, jadi ya saya pake terus lah. Sayang juga kan udah dibeli nggak diabisin. Tapi ya itu tadi, karena warna lipstiknya yang nggak begitu kentara, ditambah lagi saya nggak biasa touch up touch up sehabis wudhu ataupun makan, jadi lebih sering keliatan nggak pake lipstiknya.

Sama kayak waktu futo-futo untuk kebutuhan dokumentasi tim kemarin, iseng-iseng saya upload di instagram saya : perempuannovember *sekalian promosi ah, difollow yaaak*. Eh ada yang komen nyuruh pake lipstik.

Yaelaaah.. padahal itu udah pakai lipstick dan bedak loh sebelum saya meet up sama tim. Cuma emang sih udah kunyah-kunya sandwich goreng sama nyeruput jus buah naga :D

Karena terus-terusan dikomenin tentang bibir yang tak berwarna, saya jadi pengen iseng ngerubah penampilan. Nggak ekstrem ngeganti seluruh penampilan sih. Cuma di bedak sama lipstik aja. Saya tetep nyantai pakai kaos dan celana panjang, cuma lipstiknya aja yang ganti warna.

Setelah cari-cari info tentang lipstik dan bedak, pilihan saya pun jatuh ke kosmetik dengan brand Pixy. Saya percayakan perubahan penampilan *yang sebenarnya iseng-iseng* ini pada produk Pixy. Untuk bedaknya saya pakai yang two way cake cover smooth nomor 04 (natural peach). Nah lipstiknya saya pakai lip cream nomor 05 (edgy plum) dan 06 (bold maroon). Sengaja pakai 2 lip cream biar bisa ganti-ganti sesuai suasana hati hahahhaaa…

bedak pixy
Pixy Two Cake Cake Cover Smooth, saya suka sama disain bungkusnya ini :)

pixy cosmetic
Kirain dalamnya nuansa biru juga, rupanya putih :)

natural peach
Yang saya pakai ini no 04, Natural peach

Pertama kali nyoba saya pakai yang edgy plum. Waktu itu pakainya sore, cuma dipakai ke ATM, jumpa ama temen, trus pulang mampirnya ke ayam penyet lamongan buat beli makan malam.

edgy plum bold maroon
Kamu pilih yang mana?!


Edgy Plum
Pixy Lip Cream

bold maroon
Pakainya sesuai suasana hati ya :)

Sampe di kontrakkan, kawan-kawan kontrakkan pada geger liat bibir saya yang berwarna tak seperti biasanya. Saya cuma mesam-mesem merasa lucu sendiri.

“Kenapa, aneh ya?”

“Bukan, cuma karena nggak biasa liat kakak pake lipstik gituh makanya kaget.”

Hahhahaa…. Kaget ternyata.

Saya pun lanjut makan malam sambil bibir menyas menyos karena kepedesan, tau sendiri lah kan sambalnya ayam penyet lamongan, pedes binggo,,, tapi bikin nambah selera makan. Tapi setelah diperhatiin kok ya ini porsinya lebih banyak dari biasanya ya. Apa perasaan saya aja ya.

“Yang jualan laki-laki?” tanya temen sekamar saya.

“Iya”

“Pantes. Karena yang jual laki-laki dan kau pakai lisptik itu makanya dikasih lebih banyak dari biasanya!” ucapnya santai.

“Apa?!!” saya syok. Masyaaak sih segitunya pengaruh bibir berwarna ini hahhahhaa.

Eh tapi meski udah makan dengan sambal puedes itu lisptiknya masih nempel loh.

Besoknya, saya pakai yang Bold Maroon. Trus pakai bedaknya tanpa pakai BB Cream ataupun foundation lainnya. Cuma bedak doang dengan spons dibasahin terlebih dahulu. Saya pakainya itu sekitar jam sepuluh pagi. Trus meluncur naik sepeda motor dari Jl. H.M Yamin ke rumah temen di Bajak IV di dekat Amplas sono. Jam sepuluh tuh matahari lagi cetar-cetarnya kemarin, tambah lagi jalanan yang padat. Keringat pun bercucuran. Luntur lah pasti ini bedak ya kan.

Gitu nyampe, seperti temen satu kontrakan, teman saya ini pun kaget liat bibir saya yang nggak seperti biasanya. Dan karena saya nggak mau bibir saya jadi bahan obrolan kami terus-terusan, saya pun nyuruh dianya pakai juga. Kebetulan teman saya ini sama kayak saya, nggak bisa make up. Jadi kemarin itu kami seru-seruan aja pengen tau gimana jadinya kalau wajah kami dimakeupin.

Kalau saya cuma pakai bedak doang, teman saya ini saya suruh pakai BB Cream dulu sebelum aplikasiin Pixy TWC Cover Smooth ke wajah. Terus lip creamnya dia pakai yang edgy plum. Setelah selesai kami pun selfie-selfie manjaah. Oya, ini saya nggak pake acara touch up lagi ya.

bold maroon
Saya pakai Pixy Lip Cream yang Bold Maroon, temen saya pakai yang Edgy Plum

Kalau menurut saya nih ya, lip cream yang Edgy Plum ini memang lebih cocok dipake temen saya yang kulitnya lebih putihan dibanding saya. Kesannya lebih soft dia. Terus memang ini lip creamnya cepat kering dan ringan di bibir (menurut teman saya juga gituh). Tapi berhubung kami sama-sama nggak pernah nyobain merek lain, jadi saya nggak bisa bandingin deh.


bold maroon
Pixy Lip Cream 05 Edgy Plum

Untuk lip cream Bold Maroon ini memberikan kesan dewasa bagi pemakainya. Cocok buat yang suka gaya ala-ala gotik gituh menurut saya. Karena memberikan kesan tegas dan misterius, tetapi juga tetap menimbulkan kesan elegan *apaan coba*

Hari itu, saya makan banyak gorengan, sambal teri kacang mie goreng *seriusan loh kami nyemilin sambal kacang ini pas ngobrol ngalor ngidul*, mie pecel, es cincau, milo *milonya dimakan gitu aja, nggak diseduh*, dan bakso. Bedaknya saat sore hari saya lihat udah nggak keliatan banget sih. Tapi memang muka saya nggak seberminyak biasanya. Biasanya bedaknya udah nggak keliatan, yang tertinggal ya wajah berminyak di beberapa bagian. Nah ini kemarin minyaknya keliatan di daerah hidung aja. Terus lipsticknya juga masih nempel, cuma di area bibir yang agak ke dalam itu memang udah ilang lipstiknya. Namanya juga buanyak yang dicemilin ya kan.

pixy series
Kolaborasi Pixy TWC Cover Smooth dan Pixy Lip Cream Edgy Plum, beginilah hasilnya :)

Dan pengalaman yang bikin ngekeh selama pakai Pixy TWC Cover Smooth dan Pixy Lip Cream ini adalah komentarnya adek-adek satu kontrakkan yang selalu nyeletuk : “Kakak selalu bermakeup sekarang ya,” dengan logat Gayohnya hihihii.. secara kalau nyampe rumah saya nggak langsung bersihin make up, jadi bibir masih berwarna :D alhasil beberapa hari tiap dilihatnya saya di rumah dan  make up masih nempel, dia langsung ngucapin kalimat tersebut.

Okay, itu sedikit cerita tentang My New Style With Pixy Lip Cream Edgy Plum, Bold Maroon, Dan Pixy Two Way Cake Cover Smooth. Jadi kalau besok-besok kita ketemu di jalan trus muka saya nggak pucat lagi karena udah pakai Lip Cream dan TWC Cover Smoothnya Pixy , jangan kaget ya :)

Ada yang pernah iseng-iseng merubah penampilan juga pakai produk-produk Pixy? Share dong ceritanya.


*Foto-foto menggunakan Xiaomi Redmi 3S

BERSAMA DANCOW SELALU ADA ALASAN KATAKAN “IYA BOLEH” UNTUK MENDUKUNG EKSPLORASI SI KECIL

16.39 24
katakan iya boleh
Bersama DANCOW selalu ada alasan katakan "iya boleh" untuk mendukung eksplorasi si kecil

Bersama DANCOW Selalu Ada Alasan Katakan “Iya Boleh” untuk Mendukung Eksplorasi Si Kecil – Review Event : MKS, Masa Kecil Suram, begitulah selalu ejekan yang sering saya dengar kala saya atau seseorang bertingkah seperti anak kecil. Bertingkah disini maksudnya bukan dalam pengambilan sikap dan keputusan, melainkan ketika seseorang memainkan permainan yang biasa dilakukan anak kecil. Misalnya saja orang dewasa bermain robot-robotan, main ujan, bermain kelereng, jungkat-jungkit, ayunan dll. Pokoknya hal-hal yang biasa kita mainkan saat kecil. Nah suram disini maksudnya si orang tersebut waktu kecil masa bermainnya kurang. Ibaratnya belum puas bermain eh tau-tau udah gede dan dituntut bersikap dewasa.

Ejekan dengan kalimat “MKS, Masa kecil suram” ini lebih kepada becanda sih, bukan bermaksud hinaan. Jadi biasanya kalau ada yang diejek seperti itu bakal ketawa dan enjoy aja karena tau maksudnya hanyalah bercanda.

MKS = Masa Kecil Suram = orang yang masa kecilnya tidak dihabiskan dengan banyak bermain berbagai hal, hmm.. memangnya ada ya orang yang masa bermainnya kurang waktu kecil. Dulu saya pikir tidak ada. Tapi ternyata banyak yang mengalaminya. Penyebabnya bisa berbagai macam: orang tua yang tidak perhatian, atau bahkan orang tua yang terlalu protektif hingga terlalu membatasi anaknya bermain, atau mungkin situasi lainnya.

Bermain dan anak-anak memang dua hal yang tak terpisahkan. Dunia anak-anak adalah dunia bermain yang penuh keceriaan. Merasakan pengalaman-pengalaman yang menurut orang dewasa adalah hal biasa dan tak menarik namun bagi anak-anak adalah hal yang luar biasa dan seru. Ya, seru, luar biasa, sekaligus *ternyata* berdampak pada tumbuh kembangnya baik secara pisik maupun psikis.

Kenapa demikian? Karena saat bermain, anak cenderung banyak bergerak. Tau sendiri kan ya, banyak bergerak itu bagus buat tubuh. Kita aja yang udah dewasa gini selalu diwanti-wanti untuk banyak bergerak, bahkan ditambah dengan olahraga lagi.

Selain itu, saat bermain sebenarnya anak tengah bereksplorasi, menemukan banyak momen, teman, dan hal baru yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. Makanya para orangtua seyogyanya mendukung fase bermain dan bereksplorasi tiap anak. Seperti yang diungkapkan Psikolog Ratih Ibrahim di acara Nestle DANCOW Explore Your World di Plaza Medan Fair, Sabtu 04 Maret 2017 lalu :

“Memperbolehkan si Kecil bereksplorasi merupakan salah satu wujud cinta Bunda dan Ayah. Kepercayaan diri orang tua berkata untuk memperbolehkan dan melepas si Kecil dengan sendirinya dapat mendorong si Kecil untuk berani dan mandiri sehingga terbuka kesempatan untuk belajar hal-hal baru dan mengembangkan dirinya.”

dancow excelnutri+
Bunda Ratih yang paling kiri. Yang di tengah Bunda Bernie, dan yang kanan Ayah Riza

Nah tuh bener kan. Cuma memang seringnya banyak orang tua yang justru takut untuk melepaskan anaknya bermain. Pengen main ini nggak boleh, maen itu nggak boleh. Sebenarnya bukan karena nggak cinta ama anaknya, tapi saking cintanya jadi takut anaknya kenapa-napa kalau main ini itu.

Ini nih cinta yang keblinger ini. Kalau benar-benar cinta, maka bebaskanlah ia melangkah kemana ia mau, toh kalau jodoh tak kemana, pasti ketemu juga *ealaaah.. kok yang nulis yang kebawa suasana. fokus..fokus*

Banyak orang tua yang ragu mengatakan “iya boleh” saat si kecil hendak bereksplorasi. Alasannya ya itu, takut. Padahal kan tinggal dibekali saja dengan apa-apa yang diperlukan. Takut kecapean trus sakit, ya beri anak asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Takut anak mempelajari yang belum seharusnya ia ketahui, ya tinggal diberi pemahaman apa yang boleh dan tidak boleh, dan diawasi juga saat bermain. Gampangkan *terus dijitak rame-rame sama para emak dan bapak, dikira segampang itu apa ngurus anak*

Ehehehee.. iya tau. Jadi orang tua itu nggak gampang. Musti terus belajar dan belajar teruuuss. Saya aja yang walaupun sering ikutan acara bertema parenting sampe sekarang masih bertanya-tanya, ntar kalo punya anak bisa nggak ya jadi ortu yang bener -_-

Tapi ya walaupun begitu bukan berarti kita justru mempersempit ruang gerak anak hanya karena takut dia kenapa-napa. Yang penting usahakan beri yang terbaik aja. Beri waktu-waktu terbaik kita sebagai orang tua untuk menemani dan mengawasi si kecil bermain, beri makanan terbaik yang mampu kita beli dan olah dengan benar. Beri cinta kita seutuhnya untuk mereka. Karena memang itu yang mereka butuhkan. Kayak kata Riza Nopalas, Senior Brand Manager DANCOW Advanced Excelnutri+ Nestle Indonesia :

“Kami percaya ada tiga elemen yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu nutrisi, stimulasi, serta cinta Bunda dan Ayah. Oleh karena itu, kami harap inovasi terbaru kami yang didukung oleh Nestle Research Center ini dapat membantu si Kecil mencapai tumbuh kembangnya yang optimal dari sisi nutrisi.”

inovasi baru
inovasi baru Nestle DANCOW Advanced Excelnutri+

Eh iya, bicara tentang Nestle DANCOW, di acara kemarin itu juga sekaligus momen peluncuran inovasi terbaru mereka : Nestle DANCOW Advanced Excelnutri+ yang memiliki kandungan lactobacillus rhamnosus hingga tiga kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya. Apa itu lactobacillus rhamnosus? Nih dijelasin sama dr. Bernie Endyarni Medise, SpA (K), dokter spesialis tumbuh kembang anak :

“Lactobacillus rhamnosus adalah bakteri baik yang dapat membantu menjaga saluran pernafasan dan saluran cerna si kecil. Menjaga asupan bakteri baik seperti ini sangat penting karena tubuh yang terlindungi dapat menjadi fondasi fundamental untuk mendukung proses belajar dan pertumbuhan fisik si Kecil, yang tentunya sangat penting dalam tahap tumbuh kembangnya.”

dokter spesialis tumbuh kembang anak
Bunda Bernie sedang menjelaskan tentang pentingnya nutrisi perlindungan untuk dukung tumbuh kembang si kecil

Nah loh, ternyata si lactobacillus rhamnosus ini fungsinya penting banget ya. Kalau diibaratkan, lactobacillus rhamnosus alias bakteri baik ini ibarat pak satpam yang ngejagain rumah kita supaya nggak dimasukkin orang jahat a.k.a bakteri jahat. Hmm..hmm.. begitu toh.

dancow lactobacillus rhamnosus
Ya beginilah kira-kira kalau bakteri baik dan bakteri jahat berperang :)

Jadi buat para orang tua yang masih ragu untuk bilang “iya boleh” saat si Kecil ingin bereksplorasi, bisa memulainya dengan membiasakan si Kecil mengonsumsi secara rutin DANCOW Advanced Excelnutri+ ya. Ada satpamnya soalnya :D. Tapi tetap harus didampingi dan diberi makanan bergizi lainnya juga ya :)

Oya, tentang acara DANCOW Explore Your World ini, acaranya seru. Ada empat area utama : art center, smart city, play park, dan central park. Semuanya keren-keren dan sangat mendukung mengasah kemampuan anak dalam berbahasa, memperhatikan, mengingat, menyelesaikan masalah, hingga motorik si kecil. Gimana enggak coba, di tiap area ada berbagai wahana permainan yang beragam. Di art center misalnya, ada aktifitas hand painting dan storytelling.

dancow advanced excelnutri+
Woaaaa.. buku cerita bergambarnya besar buangeeet

dancow explore your world
lagi pada asik di smart city,  nyusun bangunan kota seperti yang ada di miniatur


dancow explore your world
Nah kalau yang ini area central park, ada augmented reality yang bikin tampilannya lebih kece

iya boleh dancow
Asik bener yang mandi bola ini ya

Saya gemes liat anak-anak asik bermain di berbagai area. Ada yang malu-malu dan harus didampingi orang tuanya. Ada yang asik bermain dan bertemu kawan-kawan baru. Ngeliat mereka bermain bikin pengen cepet-cepet punya anak. Eh tapi partnernya aja belum nemu #inisebenarnyaadeklagikodelohbang *ah sudahlah, fokus fokus*

dancow advanced excelnutri+
Eh.. ada yang ketemu kawan baru di jembatan :)

Nestle DANCOW Explore Your World di Medan berlangsung dua hari. Setelah ini bakal diselenggarakan di lima kota lainnya: Surabaya (1-2 April), Jakarta (29-30 April), Semarang (5-6 Agustus), Solo (9-10 September), dan Makassar (7-8 Oktober). Siap-siap ya buat Ayah Bunda yang kotanya disamperin.

Di dua hari tersebut, pengunjungnya rame euy. Apalagi di hari kedua, widiiiih… ruameee ciiin. Saya yang kebetulan hari kedua juga datang sampe nggak dapet tempat buat ngeliat aksi Afgan yang jadi guest star (next event semoga guest starnya Sheila On 7), secara Bunda-bunda dan Ayah-ayah muda banyak yang suka ngupingin lagu Sheila On 7. Kalau mereka bintang tamunya kan otomatis ortunya senang, si anak pun ceria bermain di wahana  *nah kalau paragraph ini kodenya ke penyelenggara acara ehehhee*

Ada yang kemarin datang ke acara Nestle DANCOW Explore Your World di Medan kemarin? Gimana kesannya?


MENGUNJUNGI AIR TERJUN TONDUHAN DI SIMALUNGUN

10.09 0
wisata simalungun
Air Terjun Tonduhan

Mengunjungi Air Terjun Tonduhan di Simalungun - Wisata Sumut : Kalau kalian baca beberapa postingan di blog saya dan menemukan beberapa postingan tentang air terjun, jangan heran ya. Karena bisa dikatakan saya memang suka objek wisata air terjun. Berada di bawahnya dan merasakan tempias air yang menampar-nampar wajah itu rasanya menenangkan sekaligus menyegarkan.

Air Terjun Tonduhan ini saya kunjungi saat perjalanan pulang ke Medan dari Air Terjun Jambuara. Jadi saya kesini bareng kawan-kawan yang ke Air Terjun Jambuara : Fahmi, adiknya Fahmi, dan Ibenk. Berhubung letaknya tidak terlalu jauh masuk ke dalam dari jalan lintas, jadi kami menyempatkan diri untuk singgah, sekedar mengetahui seperti apa sih air terjun yang satu ini.

fans sheila on 7 di sumut
Fahmi, saya, Ibenk

Baca Juga : Ngebolang ke Air Terjun Jambuara

Posisinya memang tak begitu jauh dari jalan lintas. Jalan menuju kesana pun jalan tanah tanpa bebatuan seperti jalan ke Air Terjun Jambuara. Plang petunjuk jalan terdapat di beberapa titik. Salah satunya tepat di pinggir jalan lintas. Jadi kalau kalian tengah melintas dari Pematangsiantar – Bandar Pasir Mandoge, plangnya ada di sebelah kiri ya.

wisata simalungun
Jalan menuju Air Terjun Tonduhan, jalan tanah namun relatif bagus, tidak berbatu

jalan menuju air terjun tonduhan
Plang petunjuk

Air Terjun Tonduhan berada di Desa Buntu Bayu, Kecamatan Tonduhan – Simalungun. Area parkir dan akses masuknya berada di area perkebunan kelapa sawit. Sampai di lokasi, kami langsung dimintai uang parkir. Saya lupa berapa jumlahnya, yang jelas disini si Fahmi sedikit kesal. Ya iyalah, belum juga turun dari sepeda motor udah datang tukang parkirnya. Langsung minta duit pula. Kirain mau kasi kertas parkir, ternyata suruh bayar dimuka. Ah… ngerusak mood ini si abang parkir.

Sama seperti Air Terjun Jambuara yang bisa dilihat dari atas (area parkir). Cuma bedanya ini air terjun letaknya nggak terlalu jauh ke bawah. Cuma ya tetap aja harus menuruni anak tangga. Fahmi dan adiknya memilih menunggu di atas karena sudah kelelahan sehabis dari Jambuara. Saya dan Ibenk sebenarnya juga lelah. Jadi bimbang mau turun apa cuma ngeliat dari atas doang. Apalagi kalau mengingat kami harus melanjutkan perjalanan ke Medan lagi, uuuh… capek ciiin.

objek wisata air terjun
Air Terjun Tonduhan dilihat dari area parkir

Tapi ternyata rasa penasaran saya lebih besar dibanding kelelahan yang terbayang. Apalagi memang kami belum pernah ke air terjun ini sebelumnya *dan nggak tau juga kapan bakal kesini lagi, secara letaknya lumayan jauh dari Medan*. So, saya dan Ibenk pun memutuskan turun. Daaaan…. Di dekat tangga turun itu ada pos jaga, rupanya kena pungutan lagi kalau mau turun. Yeaaah.. Cuma 2 ribu perak sih memang, cuma lucunya kertas tiketnya cuma dikasi 1 aja. Ada sih tambahan tulisannya kali 2 orang, jadinya 4 ribu. Cuma kok ya saya ngerasa gimana gituh ya. Ah… mereka lagi menghemat kertas mungkin *mencoba berpikir positif*

wisata sumut
Pos tiket di dekat tangga menuju air terjun

wisata air terjun tonduhan
tiket masuk
tonduhan waterfall
Saya kok salah fokus ke perkebunan kelapa sawit di atasnya hihihiii

Untungnya tangga turunnya nggak seekstrim di Air Terjun Jambuara. Di Air Terjun Tonduhan tangganya sudah tangga semen kasar. Ada juga besi untuk pegangan. Bahkan ada tangga besinya juga. Kalau dilihat sih ini tangga semen dan besinya udah lumayan berumur. Menunjukkan kalau memang air terjun ini sudah lama dibuka untuk publik sebagai objek wisata. Beda dengan Jambuara yang sepertinya masih baru dibuka.

tangga ke air terjun tonduhan
Nggak ada tangan abang itu buat pegangan, pagar besi pun jadilah hahhahaa
tangga menuju air terjun
Bersama pengunjung yang lain


air terjun tonduhan
usai tangga besi, berganti jalanan tanah perkebunan karet

air terjun tonduhan
Tebing batunya itu coy.. disini berasa sejuk loh...

Usai tangga besi. Jalanan berganti dengan tanah yang di atasnya berdiri perkebunan karet, sepertinya punya warga. Dari sini sudah dekat ke air terjun.

river
aliran sungai dari air terjun tonduhan

wisata simalungun
Pengen menyentuh langsung air terjunnya, apalah daya tak bawa baju ganti

Duduk di dekat air terjun itu selalu asik buat saya. Tapi kalau mau membandingkan dengan Air Terjun Jambuara yang sebelumnya kami kunjungi, saya lebih suka suasana di Jambuara. Entah karena kemarin itu saat kami mendekat ke air terjun bertepatan saat matahari sedang terik-teriknya, atau memang udara di Tonduhan tak sesejuk di Jambuara, saya kurang tau. Yang jelas kemarin itu panasnya terasa sekali ke badan. Tapi untungnya angin kerap berhembus, membawa serta tempias air terjun yang membawa efek sejuk, sekaligus bikin susah kalau mau futo-futo xixiixiixi..

air terjun tonduhan
Kebiasaan kalau ke air terjun, duduk di atas batu dan menikmati percikkannya

objek wisata air terjun tonduhan
Sampe tidur-tiduran boook...

Baca juga : Air Terjun Sikulikap, Keindahan Lain Hutan Penatapan

Badewe, setelah beberapa kali ngetrip ke air terjun, saya jadi tau 1 trik agar foto tidak buram/berembun saat foto di dekat air terjun. Tunggulah saat angin tidak mengarah ke kita. Karena saat angin mengarah ke kita, percikkan air yang dibawanya serta bakal menempel juga ke kamera kita. selain itu, efek percikkan air yang beterbangan di udara membuat foto kabus/buram. Trik ini saya dapat setelah memperhatikan foto-foto saya saat ngetrip ke air terjun.

tips memotret di dekat air terjun
percikkan air yang terbawa angin membawa efek buram kalau difoto

Sama seperti saat ke Air Terjun Jambuara, kami pun tak berlama-lama disini. Gini deh nggak asiknya ngetrip sambil  diburu-buru waktu. Jadi nggak santai. Padahal saya itu paling suka duduk berlama-lama sambil menikmati suasana alam. Tapi yaaah mungkin perlu kesini lagi suatu saat, khusus untuk sekedar duduk di batu dan menikmati suasana.

Oya, saat memilih foto-foto untuk postingan ini, saya jadi tau kenapa di Air Terjun Jambuara udaranya terasa lebih sejuk. Bisa jadi karena Air Terjun Jambuara lebih tinggi dari Air Terjun Tonduhan, jadi otomatis tebingnya lebih tinggi. Selain itu tebing di Air Terjun Jambuara bentuknya seperti cekungan, ditambah lagi hutan yang masih asri di sekelilingnya dengan aneka jenis tumbuhan liar. Di Tonduhan, bentuk tebingnya tidak terlalu cekung. Lahan di sekitar air terjun juga sudah berfungsi jadi kebun karet dan kelapa sawit. Meski sama-sama pohon, tapi bisa jadi kan berbeda kualitas penyerapan CO2 dan penghasilan O2 *analisis asal-asalan*.

Tapi meskipun begitu, keduanya tetap terlihat cantik dan layak untuk dikunjungi. Saya aja pengen suatu saat kesini lagi. Secara belum ngerasain mandi disini.

Ada yang pernah ke Air Terjun Tonduhan? Share dong pengalamanya :)

12 PURNAMA

21.11 2
puisi ratusan purnama
12 purnama

Sudah 12 purnama

Katamu, kau tak lagi peduli pada rindu yang kerap bertandang
Juga sesak yang sering mendekap
Dendammu pada masa lalu sepertinya telah membunuh satu demi satu impian yang pernah kita rangkai

Sudah 12 purnama
Awalnya tak mudah untuk menerima bahwa tak ada lagi namaku dalam mimpi masa depanmu
Tapi aku tak akan memohon
Tak pula ingin membenci
Biar semua jadi memori
Pengasah hati agar lebih mawas diri

Sudah 12 purnama
Kau masih dengan dendammu pada masa lalu
Aku masih menata kembali mimpi masa depanku yang pernah berantakan
Tak ada yang perlu kutangisi dengan kesendirian ini
Tak ada yang perlu kusesali dengan keputusan kemarin
Aku cukup berdamai dengan diri sendiri dan membuka diri
Agar tak tenggelam dalam masa lalu seperih yang kau alami kini.
(5 Maret 2016)

SAYA SERING BERLAGAK SOK KAYA

21.43 6
sok kaya
Saya sering berlagak sok kaya

Saya Sering Berlagak Sok Kaya : Kalian pasti paling males liat orang yang sok kaya padahal sebenarnya nggak kaya-kaya amat, atau bahkan kekurangan. Cuma gayanya aja sok minta ampun. Entah itu pamer barang-barang mahal padahal kita tau keluarganya pas-pasan. Atau share foto jalan-jalan padahal utangnya ke kita belum dibayar-bayar. Atau hal-hal lain yang nunjukkin seseorang itu berlagak sok kaya.

Asli. Males banget liat orang yang berlagak sok kaya. Saya yakin deh, kalian juga pasti males banget. Sama kita *tos*. Tapi saya sendiri sebenarnya sering juga berlagak sok kaya huehehehe. Lah ini gimana sih, ngakunya nggak suka liat orang yang sok kaya, tapi diri sendiri sering begitu.

Iya loh. Pada orang-orang tertentu dan di situasi tertentu, kadang saya itu kumat songongnya dan sering berlagak sok kaya. Ini sebenarnya terjadi karena saya bukan tipe orang yang bisa dengan gamblang menyampaikan maksud dan tujuan saya. Ibarat untuk mencapai tujuan A, saya memilih jalan B. Untuk hal-hal tertentu, saya nggak bisa seterbuka anak kecil yang misalnya ketika ingin menenangkan adiknya yang menangis ia akan berkata jangan menangis. Saya nggak bisa begitu.

Kapan saya berlagak sok kaya? Biasanya sih kalau ada teman dekat yang lagi down. Atau kalau udah lama nggak ketemu teman yang biasanya sering jalan bareng. Atau juga kalau ada temen yang ngambek, marahan, entah itu marahannya sama saya, atau dua orang temen yang lagi marahan, bakal kambuh deh sifat sok kaya saya.

Dan, kesokkayaan saya biasanya ditandai dengan kalimat di sms, line, wa, bbm, ataupun inbox fb :

Kapan kita ngeeskrim bareng? Aku lagi kaya nih.
*Holang kaya kok ngajaknya nge-eskrim ya, ngajak liburan ke Eropa gituh :D*

Nggak melulu ngajak ngeeskrim sih. Kadang yang ngajak ngopi  bareng, kongkow bareng, atau ngebolang bareng.

Pokoknya, kalau misalnya ada temen yang feeling saya bilang ini temen sedang tidak baik-baik saja, saya yang biasanya cuek ini suka sok akrab gituh ngajak kesini kesitu. Kalau status-status sosmednya udah mulai galau-galau jambu, atau kalau ada temen yang laporan salah satu teman kami sedang ada masalah, saya biasanya nggak bakal tuh nanya langsung si temen ada masalah apa. Yang saya lakuin ya itu tadi, ngajak ketemu, duduk bareng, cerita-cerita. Nah pas cerita pun biasanya saya nggak bakal nyinggung-nyinggung si temen ada masalah atau nggak. Cenderung cerita seperti biasa aja. Kalau akhirnya tuh temen mau cerita ya didengerin, kalau nggak ya nggak papa juga.

Kalau misalnya temennya itu temen satu kontrakkan, nandainnya mah gampang. Kalau pintu kamar yang biasanya selalu terbuka *kalaupun tertutup, tidak dikunci dari dalam*, atau kalau si temen bawaannya diem aja, menyendiri aja, atau matanya merah meskipun dengan dalih bangun tidur, udah deh, saya bakal keluar jiwa sok kayanya. Dari mulai ngajak ngeeskrim lah, minta ditemenin ngebandrek lah dengan imbalan ngetraktir bandrek, minta dikawani ke suatu tempat lah. Atau pas jam makan dan saya tau temen saya itu belum makan, saya bakal alesan belum makan juga dan males beli makan sendiri, jadi minta ditemenin. Kadang si temen ogah nemenin. Tapi saya tungguin aja di sampingnya atau tetap di rumah melakukan berbagai aktifitas, tapi nggak makan. Sampai akhirnya dianya nyerah dan mau nemenin yang berujung kami makan bareng.

Di lain waktu, kadang saya sengaja pulang bawa makanan dengan alasan ini lebihan pas acara ini itu,sayang mubajir kalau nggak dibawa pulang. Padahal sengaja saya beli buat dimakan bersama.

Kenapa saya katakan tindakan saya itu sok kaya? Karena saya sebenarnya nggak selalu punya uang buat nraktir temen. Seringnya malah di saat temen kelihatan sedang down dan saya sok bilang lagi kaya dan pengen nraktir temen, saat itu justru seringnya saya juga lagi ada keperluan yang nggak sedikit. Atau bahkan emang lagi masa-masa mengencangkan ikat pinggang A.K.A menghemat sehemat-hematnya. Tapi yang terjadi justru saya berlagak sok kaya *ya walaupun nraktirnya juga nggak makanan-makanan mahal, palingan gorengan sepuluh ribu, bandrek, ataupun es krim*.

Ini karena seperti yang saya katakan sebelumnya, saya nggak pinter menghibur teman yang lagi bersedih. Nggak pinter ngasih wejangan saat salah satu sahabat saya lagi down. Juga nggak seterbuka orang yang bisa bilang; kangen nih, ketemuan yok. Atau bilang gini; kamu lagi ada masalah, cerita dong. Saya nggak pinter begitu. Maka saya menjadikan acara nraktir sebagai alasan saya.

Seringnya, meski tau teman sedang down. Dan saat saya ajak ketemuan *ngebandrek misalnya* dia tetep nggak cerita apa-apa, saya biasanya juga nggak bakal nanya apa-apa. Cukup saya mencoba agar di saat-saat downnya, seenggaknya saya mencoba ada di sisinya. Meski mungkin hanya beberapa saat saja. Entah itu kehadiran saya jadi mengganggu keinginannya untuk menyendiri, atau jadi sedikit menghibur, saya tak begitu memikirkan.

Saat seseorang down dan menyendiri, bisa jadi pikirannya jadi terbuka, tapi bisa jadi juga malah timbul pikiran-pikiran negative, merasa ditinggalkan, tak dipedulikan, merasa tak punya teman, dan bahkan bisa berujung pada tindakan-tindakan nekat. Saya tentu berharapnya yang baik-baik saja saat seorang teman terlihat down dan menyendiri. Tapi bisa-bisa aja kan yang terjadi justru sebaliknya. Karena itu, saya mencoba mencuri sedikit waktu kesendiriannya. Siapa tau, pada pertemuan dan obrolan kami yang berawal dari sikap sok kaya saya itu, ada energi positif yang disalurkan semesta, tidak hanya ke sahabat saya, tetapi juga ke saya. Siapa tau kan?!

Saya sering berlagak sok kaya, kalian sering juga kah?!

NGEBOLANG KE AIR TERJUN JAMBUARA

09.53 19
wisata simalungun
Ngebolang ke Air Terjun Jambuara - Simalungun

Ngebolang ke Air Terjun Jambuara – Wisata Simalungun : Pengalaman berkunjung ke Air Terjun Jambuara di Simalungun ini sebenarnya udah lama. Udah hampir setahun ciiiin. Secara kesananya pas Maret tahun lalu. Cuma herannya kok ya nggak saya tulis-tulis. Padahal di buku catatan hal-hal yang pengen saya tuliskan, Air Terjun Jambuara dan Air Terjun Hatonduhan udah lama saya catat. Foto-foto yang hendak dipublish juga sudah saya beri watermark. Tapi sampe tahun berganti tetap nggak saya tulis. ckkckck… luar biasa pemalasnya saya ini ya -_-

Jadi kali ini ceritanya saya niatin buat nulis tentang perjalanan waktu ngebolang ke Air Terjun Jambuara. Letaknya lumayan jauh dari Medan. Malah lebih dekat dari kampung saya di Asahan. Karena memang air terjun ini letaknya di Desa Aek Komangin, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, dekat-dekat Mandoge (Asahan) lah. Sementara jarak Mandoge ke kampung saya kalau lewat jalan potongan palingan Cuma sejam aja. jadi di sepanjang perjalanan, saya malah berasa mau pulang kampung, bukan mau jalan-jalan :D

Dari Medan saya berangkat berdua sama Ibenk. Pagi buta ciiiin, subuh gitu deh. Secara tujuannya lumayan jauh dan kami bakalan pulang pergi. Nggak nginap karena besoknya Senin dan si Ibenk harus kerja.
ngebolang
Pemandangan pagi di perjalanan

Berangkat pagi ternyata ada asiknya juga. Kendaraan belum banyak, dan kalau beruntuk bisa nyaksiin cahaya jingga yang khas saat matahari hendak muncul. Nggak asiknya ya harus bangun pagi-pagi bener pas masih ngantuk-ngantuknya :D

ngebolang pagi
Disuguhi pemandangan seperti ini di perjalanan :)
Kami sarapan di Tebingtinggi. Ketemuan saya Fahmi dan adiknya di Pabatu. Dari sini kami berangkat 2 sepeda motor. Tapi nggak langsung ke air terjun. Melainkan singgah dulu ke kantornya Fahmi di Pematangsiantar. Tuh anak ternyata tetep dinas meski hari Minggu. Jadi ceritanya dianya mau absen dulu. Hmm.. oke lah.


nasi lemak Tebingtinggi
Sarapan nasi lemak di Tebingtinggi

menunggu
Sembari nunggu Fahmi, iseng jeprat-jepret :D

Sampai di kantor, pake acara dibuatin teh manis segala. Feeling langsung bilang kalau ini bakalan lama. Eh ternyata emang pake acara ke bengkel dulu benerin sepeda motor.
Perjalanan dari Pematangsiantar ke Air Terjun Jambuara memakan waktu kurang lebih satu jam.

pajak pematangsiantar
Pajak (pasar) yang kami lewati saat hendak ke kantor Fahmi

pematang siantar
Peta Pematangsiantar, tergantung di dinding kantor Fahmi

Kami sampai ke lokasi pukul 10:36 WIB. Pengunjung belum banyak, meski kami juga bukan yang pertama datang.

wisata simalungun
Suasana di area parkir, masih sepi karena masih pagi

Oya, untuk mencapai Air Terjun Jambuara ini kita harus melewati perkebunan dan perkampungan dengan jalanan tanah berbatu. Jaraknya lumayan jauh ke dalam. Tapi ada spanduk petunjuknya kok. Jadi kecil kemungkinan untuk nyasar. Kalau kami kemarin tinggal ngikutin Fahmi aja karena dia udah pernah kesini sebelumnya.

selca
Berhenti isi bahan bakar, selfie dulu :)

ke air terjun jambuara
Beberapa papan / spanduk petunjuk menuju objek wisata air terjun Jambuara
objek wisata air terjun di simalungun
Jalanan tanah berbatu, melewati perkebunan, eh ada anak kecil gaya perbaiki jalan sambil minta sumbangan. Padahal yang diperbaiki nggak ada -_-

Memang ya, yang namanya keindahan, kebahagiaan, seringnya harus diperjuangkan dulu. Berdarah-darah dulu *lebai*. Nah kalau pengen melihat keindahan Air Terjun Jambuara dari dekat ini nggak perlu sampai berdarah-darah sih, tapi wajib berpeluh-peluh. Secara dianya ada di hutan sono. Harus menuruni bukit kalau pengen liat dari dekat.



wisata simalungun
Dari sini sebenarnya kelihatan sih air terjunnya.Tapi jangn cemen ah, wajib turun ke bawah, udah jauh-jauh datang juga :D
Sebenarnya dari lokasi parkir bisa kelihatan sih air terjunnya. Tapi ya masak udah jauh-jauh datang dari Medan gitu nyampe cuma memandang dari tempat parkir doang. Cemen ah, musti turun dooong walaupun keringat membanjir. Anggap olahraga aja :)

objek wisata di simalungun
Istirat bentar, sambil foto dulu dooong ^_^

kompak pake merah
Kompak pake baju merah semua, padahal nggak janjian


trekking
Masih jauh, semangat..semangat
wisata simalungun
Disini udah ngos-ngosan tapi tetep semangat buat foto ^_^

Setelah berpeluh-peluh menuruni bukit dengan medan masih berupa tanah, gemericik air terjun yang terdengar di kejauhan membawa keceriaan tersendiri. Lembab udara bersatu dengan tubuh yang menghangat, napas yang ngos-ngosan. Tapi hati rasa tak sabar. Ingin segera sampai.

warning
Beberapa himbauan untuk pengunjung

menyusuri sungai
Sebelum sampai di air terjunnya, menyusuri pinggiran sungai dulu. Udaranya asik bener loh disini :)

wisata simalungun
Dan si Jambuara pun mengintip, bikin makin penasaran aja :D

Suka cita paling menenangkan jiwa yang selalu saya suka setelah menempuh perjalanan dan menemukan air terjun adalah merasakan sejuknya percikkan air terjun yang menyentuh raga. Angin yang mengibas-ngibas jilbab. Rasa-rasanya pengen lompat, mandi. Seger banget pastinya. Apalagi ada beberapa pengunjung yang mandi. Apa daya tak bawa baju ganti.

ngebolang ke simalungun
Taraaaa... dan inilah dia, Air Terjun Jambuara... akhirnya kelihatan juga *bernapaslegah

Berada di dekat Air Terjun Jambuara ini, menimbulkan perasaan syahdu di hati saya. Tebing batu yang kokoh, berpadu dengan rimbun pepohonan. Dan jiwa ini pun merasa tenang. Serasa ingin rebah di salah satu batu besar. Menikmati keriuhan alam yang tersuguh disini. Ah… coba ini dekat dari Medan, bakal sering-sering saya kesini.

wisata simalungun
Pengennya mendekat sampe ke cekungan yang ada orangnya itu, tapi pasti baju wajib basah kalo sampe sana

wisata simalungun
Anginnya bikin baju menggembung,,, tapi berada di batu sini asik bener loh, yaaah walo baju basah juga kena tempias :D segeeeerrr...


wisata simalungun
Lihat tebing batu dan rerumputan merambat itu meeeen,,, adem bener kepala berada disini

wisata simalungun
Aaaahh... apalah kita dibanding semesta dan penciptanya, keciiiiilll.... -_-

Sekitar satu jam kami berada di Air Terjun Jambuara. Berat rasanya melangkah pulang. Selain karena harus mendaki bukit lagi, juga karena rasanya belum puas bermanja-manja pada alam. Tapiii… berhubung masih ada 1 air terjun lain yang bakal dikunjungi, jadi kami pun bergegas naik.

Ngebolang ke Air Terjun Jambuara, rasanya teramat singkat. Suatu saat ingin mendirikan tenda disini, entah kapan.

Kalian pernah ngebolang kemana?!