TRAGEDI AIR TERJUN DUA WARNA DAN CERITA TENTANG EUPHORIA BERWISATA

23.19 10
dua warna sibolangi
Air Terjun Telaga Dua Warna - Sibolangit
Tragedi Air Terjun Dua Warna dan Cerita Tentang Euphoria Berwisata : Berita tentang bencana alam banjir bandang di Sibolangit yang menewaskan pengunjung yang tengah berwisata di Air Terjun Dua Warna *ada juga yang menyebutnya Dwi Warna* sungguh membuat saya terhenyak dan sedih.

Saya langsung terbanyang bagaimana kengerian yang terjadi saat itu. Hingga saya menulis ini, kabar masih simpang siur. Sebuah berita mengatakan bahwa hari itu (Minggu, 15 Mei 2016) jumlah pengunjung Air Terjun Dua Warna adalah 76 orang : 56 sudah dievakuasi dan 20 lagi masih dalam pencarian. Dari 56 yang dievakuasi tersebut, 17 di antaranya dinyatakan tewas.

Tentu berita dan informasi akan terus berkembang seiring keterangan dari mereka yang dilokasi dan tim sar yang tengah melakukan pencarian.

Saya tidak akan bercerita banyak tentang kejadian di Air Terjun Dua Warna ini karena saya sendiri pun masih mengikuti perkembangan terkini dari peristiwa tersebut. Namun yang ingin saya bagi pada tulisan kali ini adalah bagaimana kejadian ini membawa saya pada perbincangan dengan seseorang yang pernah ngetrip bareng saya.

Berawal dari bercerita tentang kejadian di Dua Warna, kami pun seakan tersadar kalau ternyata kami pernah berada pada posisi yang memungkinkan terjadinya banjir bandang seperti yang menimpa para pengunjung Air Terjun Dua Warna.

Ceritanya kami pernah ngetrip bareng ke Negeri Suah. Sebuah tempat wisata yang terkenal dengan sungai dua rasa dan sebuah air terjun yang letaknya berbeda meski masih di desa yang sama. Saat berjalan kaki hendak menuju air terjun, gerimis turun, lalu hujan tak terelakkan. Saya yang memang pada dasarnya suka hujan malah senang. Kami memutuskan untuk tetap ke air terjun meski hujan turun dengan derasnya.

Hujan kemudian berganti menjadi gerimis rapat. Kami turun ke lokasi air terjun dan bertemu pengunjung lain yang berjalan pulang. Tinggallah kami berlima dan saya perempuan sendiri. Hujan kembali turun. Sebenarnya sempat terbersit kalau hal ini bisa berujung bahaya. Tapi saya buru-buru menepis pikiran buruk itu. Berdo’a dalam hati, memohon perlindungan, lalu melebur kembali dalam gelak tawa bersama teman-teman.

Bukannya pulang, kami malah santai menceburkan diri ke aliran sungai kecil berbatu untuk sampai ke air terjun. Teman saya bahkan tetap membawa kamera DSLR yang harganya ‘wah’ itu.

Saya dan teman-teman bahkan naik ke tebing yang menjadi jalan air terjun *and do you know? Saya yang paling tinggi memanjat tebingnya ckckckck, padahal saya perempuan sendiri*. Menikmati guyuran hujan dan deras air terjun secara bersamaan. Rasanya segar dan menyenangkan sekali.

Kami bahkan menyempatkan diri berfoto padahal hari tengah hujan.
sibolangit
Air Terjun Negeri Suah. Tolong jangan ditiru kelakuan kami, tetap nomorsatukan keselamatan guys!
Cukup lama saya duduk santai di tebing sambil menikmati air yang mengguyur tubuh. Kebiasaan saya memang begitu, enggan menyudahi ketika merasakan nikmatnya alam ciftaan Tuhan ini.

Turun dari tebing, hujan masih saja turun. Bukannya segera pergi, kami malah mengambil sebuah spanduk yang tertinggal disitu, entah punya siapa. Mencari batang kayu, tali *yang kebetulan juga kami temukan disana*. Di samping tebing sungai yang tinggi, kami membuat tempat teduh darurat dari spanduk, tertawa cekikikan sambil makan biskuit yang kami bawa sebagai bekal. Waktu itu rasanya seru dan menyenangkan. Berhujan-hujanan bersama teman sambil makan biskuit yang lembab terkena tempias hujan.

Cukup lama kami menikmati hujan di tenda asal-asalan yang kami buat. Sampai hujan tinggal rintik dan air sungai justru terlihat lebih coklat dan lebih tinggi dari saat awal kami datang, kami pun memutuskan naik dan kembali ke rumah pemukiman penduduk tempat kami menitipkan sepeda motor dan tas berisi pakaian ganti.
wisata sumut
Sesaat setelah memutuskan naik, berfoto dengan latar belakang air terjun Negeri Suah.
Berbincang tentang musibah banjir bandang Sibolangit, saya dan teman saya jadi teringat perjalanan kami saat di air terjun Negeri Suah tersebut di atas. Dalam kondisi normal begini kami menyadari betul bahwa situasi di Air Terjun Negeri Suah itu berpotensi terjadinya banjir bandang. Tapi saat berada dalam situasi itu, kami malah terbius euphoria seru-seruan khas anak muda.

Bagaimana kalau saat itu air bah datang sebelum kami sempat naik ke atas? Ya Allah, saya merinding membayangkannya, kami telah mengabaikan keselamatan diri kami sendiri. Syukur Alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan dan melindungi kami.

Saya tidak tau bagaimana situasi sebelum terjadinya banjir bandang di kawasan Air Terjun Dua Warna, Sibolangit. Apakah sudah ada tanda-tanda bahaya semisal hujan seperti yang kami alami di Air Terjun Negeri Suah, atau memang banjir bandang datang begitu saja tanpa diduga. Yang jelas kejadian ini seakan menjadi pengingat untuk saya pribadi, jangan abaikan pertanda alam. Jangan terlalu larut dalam euphoria seru-seruan ngetrip dan melalaikan keselamatan. Dan yang pasti, tetap berdo’a dan memohon perlindungan Sang Raja Semesta.

pariwisata sumatera utara
Saya saat ke Air Terjun Dua Warna di akhir 2008. Maaf disensor, dulu nggak pakai jilbab :D
Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir bandang Air Terjun Dua Warna – Sibolangit. Semoga yang hilang segera ditemukan, yang selamat dapat mengambil pelajaran, dan yang ditinggalkan bisa mengikhlaskan. Aamin.

MENJENGUK TEMAN DI PENJARA

17.29 0

penjara
Menjenguk teman di penjara
Menjenguk Teman di Penjara : Hari ini saya berencana menjenguk seorang teman di penjara. Sebenarnya ini rencana dari bulan lalu. Berhubung satu dan lain hal, disepakati lah kalau siang tadi kami menjenguk si teman. Si teman ini memang sudah cukup lama seakan menghilang dari peredaran, kami pun sempat bertanya-tanya dia kemana.

Tak ada informasi yang jelas. Baru beberapa waktu lalu akhirnya kami tau kalau si teman *selanjutnya saya sebut si T saja ya* ternyata sudah setahun ini mendekam di penjara. Mengenai berapa lama ia harus mendekam di sana dan penyebab ia masuk buih, saya tak ingin bercerita.

Saat pertama kali teman saya ngajak untuk menjenguk T, saya langsung setuju. Meski tak terbilang akrab, tapi tak ada salahnya kan menjenguk. Hitung-hitung memberi dukungan moril. Sejak tau T di penjara, saya jadi bertanya-tanya, seperti apa pastinya kehidupan di dalam sana. Selama ini saya hanya melihat di TV saja tentang kehidupan penjara. Belum pernah mendengar langsung dari orang dekat. Tapi meskipun begitu saya berdo’a jangan sampai saya ataupun orang-orang terdekat masuk buih.

Tapi di TV pun seringnya yang saya dengar justru berita tentang penjara-penjara elit kaum berduit. Penjara yang katanya menyeramkan itu palingan saya lihat di sinetron-sinetron ataupun film.

Saya juga belum pernah tau ataupun mengunjungi yang namanya penjara. Penjara yang sering saya dengar ya Nusakambangan. Tapi dimana itupun saya tidak tau. Di Medan, saya sering dengar kalau penjara ada di daerah Tanjung Gusta. Tapi Tanjung Gusta itu dimana tepatnya saya juga tidak tau.
Jadi, rencana mengunjungi T di penjara ini saya cukup antusias.

Tapi antusiasme saya kemudian berubah saat 2 orang teman pria saya sampai di rumah kontrakkan. Rencananya kami berempat (saya perempuan sendiri) menjenguk si T. 1 teman lagi janjian ketemu di lokasi. Saya yang tadi itu sudah nunggu hampir 2 jam sampai make up luntur *iyalah luntur, wong saya cuma pakai bedak biasa yang nggak tahan lama* akhirnya memilih tidak ikut. Kenapa?

Saya awalnya masih antusias walaupun kesal karena sudah lama menunggu. Tapi saat 2 teman saya ngobrol sambil senyam-senyum, saya mulai curiga. Kira-kira begini percakapannya :

Teman 1 : berangkat kita?!

Saya : Yodah ayoklah

Teman 2 : Eh tapi yang tadi itu?!

Teman 1 (senyam-senyum) : Ya udahlah..

Saya (mulai curiga) : Memangnya yang tadi apa?!

Teman 2 (Senyum juga) : Nggak apa-apa

Keduanya senyam-senyum kemudian tertawa. Saya nggak tau kenapa malah jadi ngerasa nggak enak. Saya suruh cerita nggak ada yang mau. Cuma senyam-senyum doang. Hisss.. nyebelin.

Akhirnya saya nyeletuk kalau saya nggak usah ikut aja deh. Mereka saling pandang dan senyum lagi. Tapi kemudian cerita.  Dan karena cerita itu saya pun mantap memutuskan ogah ikut jenguk ke penjara. Emang cerita apa sih?!

Rupanya kedua teman saya ini baru dapat informasi kalau ketika menjenguk seseorang di penjara itu saat masuk semuanya diperiksa. Tas digeledah. Makanan yang dibawa juga digeleda. Seorang teman katanya pernah membawa nasi bungkus, nasi bungkusnya itu ya dibuka di tempat penggeledahan. Diurak-arik campur baur.

Sampai disitu saya masih oke-oke saja. Tapi waktu dibilang kalau perempuan dan laki-laki bakal diperiksa terpisah, dan perempuan biasanya disuruh melepas semua pakaian, saya langsung ogah. Yang benar saja saya harus telanjang di depan orang lain. Membayangkannya saja risih.

Teman saya mencoba membujuk agar saya tetap ikut. Katanya nanti yang memeriksa perempuan juga. Tapi tetap saja saya ogah. Saya langsung bilang kalau saya titip salam saja sama si T. Bukan nggak mau jenguk, tapi syaratnya itu loh.

Saya benar-benar baru tau kalau menjenguk di penjara itu pemeriksaannya sampai seperti itu. Katanya sih untuk mencegah penyelundupan. Ada kasus penyelundupan oleh perempuan yang ditaruh di miss V nya. Tapi walaupun kami menjenguk bukan untuk menyelundupkan sesuatu, tetap saja saya nggak bisa ngebayangin telanjang di depan orang lain.

Saya akhirnya benar-benar tidak ikut menjenguk. Sampai saya menulis postingan ini teman-teman saya belum memberi kabar apakah mereka sudah selesai menjenguk atau belum. Tapi kemudian saya bertanya-tanya, jika memang untuk masuk/menjenguk di penjara itu pemeriksaannya sedemikian ketat, kenapa masih banyak penyelundupan di penjara. Kenapa peredaran narkoba juga banyak di penjara. Kalau teman saya bilang sih ya karena apalagi kalau bukan karena uang sogokan. Mereka yang berduit dan memiliki kuasa nggak akan takut dengan yang namanya penjara. Mereka yang memang sangat butuh uang atau merasa selalu kekurangan uang juga bakal luluh kalau diberi uang.

Penjara bukan tempat menyeramkan bagi mereka yang memiliki uang dan bisa membeli kekuasaan. Dan kalau sudah begitu, berarti benar kata orang-orang tentang hukum di negara ini : runcing ke bawah, tapi tumpul ke atas.

Ah, menjelang malam minggu begini kenapa tema pembicaraan saya malah berat ya.

EKSPLORASI 4 NEGARA BERSAMA DANCOW

20.30 2
eksplor

Eksplorasi 4 Negara Bersama DANCOW – Review Event : DANCOW kembali menghadirkan keseruan di Medan. Jika tahun lalu acara DANCOW Exelnutri+ Ranch Adventure membuat saya iri dengan keceriaan anak-anak yang hadir, tahun ini saya masih merasakan keirian yang sama. Mereka kelihatan ceria bangeeet. Bereksplorasi bersama orangtua tercinta *lah saya masih aja jomblo*.

Tapi irinya nggak sampe bikin ngenes kok. Secara saya sebenarnya senang liat anak-anak bahagia dengan dunianya. Karena masa kecil yang bahagia akan memberikan dampak psikologis yang baik untuk kehidupannya di masa kecil hingga dewasa. Kenangan masa kecil akan akan membekas di ingatan tiap orang. Itu sebabnya saya senang melihat anak-anak yang bermain ceria karena ingatan tersebut akan ia bawa hingga dewasa.
lego

Acara DANCOW di Medan yang berlangsung pada 30 April – 01 Mei 2016 di Plaza Medan Fair kali ini bertajuk : Nestle DANCOW Excelnutri+ Explore the World, dimana si kecil bisa bebas bereksplorasi bersama ayah bunda di 4 zona yang dibagi berdasarkan negara : Indonesia, Jepang, Belanda, dan Brazil.

Di zona Indonesia, anak-anak tampak riang bermain pasir layaknya di pantai-pantai indah di Bali dan berfoto di fotobooth dengan Augmented Reality (AR) lumba-lumba. Ada juga yang asik memancing ikan. Mereka tampak berbaur dengan anak-anak lain meski sebelumnya tak saling kenal.
anak pantai
Bermain sambil belajar bersosialisasi
anak pancing
Seru banget adik-adik ini mancing
Sementara itu di zona Brazil, keceriaan tercifta dengan adanya burung-burung khas daerah Brazil. Disini anak-anak dilatih untuk berani dan mencintai hewan. Burung-burung dengan warna-warna yang cantik ini membuat anak-anak antusias ingin mendekat loh. Apalagi di zona ini anak-anak diperbolehkan berinteraksi sedekat mungkin dengan burung-burung tersebut seperti membiarkannya hinggap di tangan kita. Ada yang langsung berani, ada pula yang harus dimotivasi dulu sama ayah bundanya. Abang-abang instruktur burungnya juga baik dan ramah. Mereka memandu si kecil agar merasa nyaman bereksplorasi. Saking banyak yang antusias sampai pada ngantri loh disini.

anak burung
Si kecil ini sepertinya cocok jadi peneliti :) 
burung
Antri pengen berinteraksi dengan burung
Selain menghadirkan langsung fauna khas Brazil, di zona ini juga ada Augmented Reality (AR), dimana si kecil bisa berfoto seolah-olah tengah bersama harimau. Saya sebenarnya pengen foto disini, tapi malu xixixiii… akhirnya beralih ke zona lain deh.

Puas bermain hewan di Brazil, mari terbang ke Belanda. Negeri kincir angin yang terkenal dengan bunga tulipnya yang indah berwarna-warni. Nah kalau disini kebanyakan si kecil antusiasnya untuk bernarsis ria dengan background kincir angin khas Belanda. Sayanya justru tertarik dengan bunga-bunga yang saya pikir cuma artifisial, ternyata asli.
dancow
Bergaya di negeri kincir angin

warna-warni
Ini bunga asli loh
Tak hanya kebun bunga dan kincir angin, di zona Belanda si kecil bisa belajar memerah susu di peternakan sapi. Meskipun bukan sapi beneran, tapi sudah mirip kok. Jadi kalau selama ini si kecil bertanya susu yang ia minum berasal darimana, ayah bunda bisa sekalian menjelaskan di zona ini.

susu sapi
Belajar memerah susu
Dan, yang paling menarik menurut saya adalah zona Jepang. Disini cuma fotobooth memakai kimono Jepang aja sih. Cuma dekorasinya yang keren, bunga sakura dimana-mana, pokoknya zona Jepang ini instagrammable alias bagus buat foto-foto dan diupload di instagram :D

bunga sakura
Zona Jepang yang instagrammable
Selain zona-zona tersebut, ada juga lomba lomba fashion show dan mewarnai untuk si kecil, demo masak bersama chef ganteng dan pakar nutrisi Sari Sunda Bulan, AMG. Ayah bunda juga bisa berkonsultasi seputar pengasuhan anak di booth konsultan anak.
parenting
Konsultasi tentang pengasuhan anak
dancow
Demo masak
Hari pertama pengunjung ramai. Hari kedua bagaimana? Ternyata lebih ramai lagi saudara-saudara. Nih lihat aja foto-fotonya :
ramai


acara dancow
Antri saking ramenya
lomba
Pemenang lomba fashion show
konser
Geisha tampil menghibur pengunjung
DANCOW Excelnutri+ Explore the World ternyata nggak hanya seru untuk di kecil, tetapi juga untuk ayah bunda yang ingin membebaskan si kecil bereksplorasi namun tetap mengawasi sebagai bentuk dukungan dan cinta demi tumbuh kembang si kecil.

SOP DURIAN KULINER KHAS MEDAN

13.21 18
maidanii

Sop Durian Kuliner Khas Medan : Durian, nggak perlu dijelaskan lagi kalau kota Medan itu terkenal dengan duriannya yang uenak dan selalu ada tanpa mengenal musim.

Saya termasuk penggemar durian dan lumayan sering ngeduren bareng kawan-kawan. Biasanya sih sama anak-anak Sheilagank Sumut. Pas Sheila On 7 maen ke Medan pun kadang kita suka ajak ngeduren bareng. Tapi sekarang udah jarang sih karena waktu mereka selalu mepet kalau maen ke Medan *iyalah, sekarang kan jadwal mereka padat, manggung terus*

Kemarin nggak tau kenapa saya kepengen durian. Dan memang udah beberapa waktu nggak ngeduren bareng anak SG Sumut. So, waktu ada janjian ama anak SG Sumut di Taman Teladan, saya langsung kepikiran buat ngeduren di Jl. Pelajar.

Teman yang ngebonceng saya bilang, pasti nggak buka nih. Kan lagi nggak banjir *musim* durian. Tapi saya nggak percaya. Secara katanya durian selalu ada di Medan. Eh tapi ternyata benar, tutup sodara-sodara. Hiks… gagal makan durian.

Hari berikutnya, ngidam duriannya belum ilang juga *eh tapi saya nggak hamil ya*, jadinya nyoba cek ke jalan Wahin Hasyim, secara warung durian disana terkenal banget kemana-mana. Tapi lagi-lagi tutup. Malah ada tulisannya kalau durian lagi habis. Ah, ternyata durian nggak selalu ada di Medan, pikir saya *mungkin ada sih, cuma sayanya yang udah kadung males nyari*

Nah semalam pas lagi asik-asiknya nonton drama korea di laptop karena nggak kemana-mana padahal lagi long weekend, Rudi ngajakin ketemu di Café Durian Maidanii di jalan H.M Yamin No 121 Medan. Doi nawarin sop durian pula, woop.. langsung deh keinget dari kemarin pengen durian dan nggak kesampaian.

Diiming-imingi sop durian membuat saya semangat buat ke Cafe Durian Maidani. Drama korea yang lagi seru-serunya pun rela saya lewatkan. Sepeda motor saya yang lagi dipinjam teman juga tak jadi masalah, saya ikhlas jalan kaki *iyalah ikhlas, wong palingan nggak sampai 10 menit kalau jalan kaki dari rumah kontrakkan saya*.

Sampai di lokasi, saya pun langsung scanning meja tempat Rudi dan Yoga berada : laptop yang keduanya menyala, hp aktif, 1 gelas berisi jus sirsak yang isinya tinggal setengah, 1 gelas dengan bentuk seperti mangkuk yang telah kosong *saya yakin pasti tadi isinya adalah sop durian*, tempat tisu, dan tatakan dimsum yang isinya tinggal sebiji. Okeeeh.. dimsum siomay ayam yang tinggal sebiji itu inceran saya :D sebelum memesan sop durian.
Cafe
Lihatlah, betapa serasinya mereka :D #eh
Seperti juga durian yang khas Medan, sop durian juga merupakan kuliner khas kota Medan. Nggak heran kalau sop durian di Café Durian Maidanii ini merupakan salah satu menu yang paling dicari selain pancake durian dan dimsumnya.

Sempat menjadi yang terlupakan karena banyak pengunjung lain yang memesan menu yang sama, akhirnya yang saya idamkan datang : Sop Durian Lengkap ala Café Durian Maidanii.
kuliner khas Medan
Sop Durian Lengkap ala Cafe Durian Maidanii, 18K
Uuh.. lidah saya rasanya nggak sabar pengen merasainya. Tapi demi prinsip kekinian, akhirnya jeprat-jepret dulu dari berbagai angle demi mendapat foto yang ternyata hasilnya gitu-gitu aja *maklumlah pemirsa, saya cuma fotographer amatir*

Suapan pertama yang saya coba adalah kuahnya. Nggak pakai acara tiup-tiup karena meski namanya sop bukan berarti menu ini disajikan dengan panas. Justru kebalikannya. Sop durian itu disajikan dingin dengan kuah manis hasil perpaduan es dan susu kental manis. Sebagai kondimen, ada irisan nangka, jeli, nata decoco, kelapa muda, daging durian, dan taburan keju parut di atasnya.

Kuah manis sop durian yang dingin membawa efek nyes di tenggorokkan. Rasa manisnya malah bikin pengen nambah lagi suap demi suap. Apalagi ada irisan nangkanya, ah buah yang satu ini jarang banget saya makan. Soalnya jarang juga saya temui penjualnya di Medan.
khas medan
Nggak sabar pengen menikmatinya
Taburan keju parut menjadikan sop durian ini kaya rasa. Manis dan dinginnya kuah sop ditambah manisnya buah nangka, asinnya keju, berpadu dengan daging durian yang manis, gurih dan lembut, membuat saya merasakan taste yang berbeda-beda di tiap suapnya.

Dan yang paling penting adalah daging buah duriannya yang mantap. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis serta gurih, sesuai ekspektasi saya :D
khas medan
Jepret dari berbagai angle :D
Sore itu, perbincangan dengan Rudi dan Yoga menjadi pengisi hari libur yang mengasikkan dengan adanya sop durian ala Café Durian Maidanii yang mengobati keinginan saya makan durian. Hmm.. kenapa nggak dari kemarin saja saya kesini ya. Kan nggak harus mendapati kecewa karena durian selalu ada disini meski sedang tidak musim durian dan meski bukan dalam bentuk buah durian utuh.

Sepertinya saya bakal sering-sering kesini deh. Soalnya selain lokasinya dekat dari rumah, menunya juga beragam baik itu yang berhubungan dengan durian maupun menu-menu umum. Harganya juga reasonable.
maidanii medan
Aneka menu es durian
Kalian kapan nyobain sop durian kuliner khas Medan di Café Durian Maidanii? Pesan saya cuma satu : awas ketagihan.

RINDU MENJELMA DO'A

21.54 2
TAMAN SURGA

3 tahun sudah
Rindu ini tumbuh subur
Tapi aku bisa apa selain merapal pinta pada Sang Raja Semesta
Biarlah rindu ini menjelma do'a
Penyubur taman-taman di istana surga
Tempat kau abadi disana
Sampai jumpa, Ayah!

11 Mei 2013 - 11 Mei 2016

CINTA LOKASI (CINLOK) DENGAN JIN

13.05 27

cinta lokasi

Cinta Lokasi (Cinlok) dengan Jin : Ingat tulisan saya berjudul Be Indonesian People = Be Happy People? Tulisan yang bercerita tentang pertemuan saya dengan Jin (baca : Cin), bule Korea yang saya kenal saat traveling ke Karimunjawa.

Ada sedikit cerita yang alfa saya bagikan di tulisan itu. Yaitu tentang Jin yang dengan mudahnya membuat teman-teman perempuan saya tergila-gila *teman-teman saya ya. Saya mah biasa aja tuh. Biasa tercinta-cinta ngeliat cowok keceh makasudnya hahahhaa*

Awalnya saya sebenarnya nggak ada mikir apa-apa ama Jin. Berpikiran untuk kenalan pun tidak. Soalnya waktu itu incaran saya justru si bule dari Austria. Secara Austria kan bahasa nasionalnya bahasa Jerman, dan saya waktu itu lagi keranjingan pengen praktekkin bahasa Jerman saya yang amat sangat pas-pasan itu.

So, saya pun semangat ngajak si bule Austria ngobrol, si Jin di sampingnya cuma diem-diem aja liatin kami. Sampai tiba sesi foto bareng. Ntah gimana posisi saya malah di samping Jin. Dia lihat pin di tas saya yang gambar Sheila On 7. Terus nanya itu band apa, saya pun jelasin tentang SO7.
Saya tanya dia bisa bahasa Indonesia atau tidak, soalnya kan mereka sudah beberapa minggu di Indonesia. Dia mengangguk dan berucap :

“Aku cin.” sambil tangannya diletakkan di dada.

Hah!! Saya sedikit bingung. Tapi kemudian *gagal* paham. Pasti dia mau bilang aku cinta kamu. Biasanya kalimat yang paling sering kita ingat dalam bahasa asing itu kan ucapan terima kasih, selamat pagi/siang/sore/malam, selamat ulang tahun, dan ungkapan cinta.

“Aku cinta,” saya sok merevisi.

“Aku cin,” ulangnya.

“Iya kamu mau bilang I love you dalam bahasa Indonesia kan?! Bukan aku cin, tapi aku cinta kamu.”

“No..no.. (C)Jin is my name.”

Whats!!! Ternyata saya gagal paham pemirsa. Dan tawa kami pun meledak. Saya sih sebenarnya tengsin abis ya. Tapi ya sudah lah, ikutan ngakak aja.

Dan di antara 6 perempuan lain di perjalanan kami ke Karimunjawa kala itu, saya termasuk yang beruntung dalam hal ‘tercinta-cinta’ ini. Iya lah beruntung, di saat yang lain pada semangat berlomba flirting-flirting ke Jin, saya yang adem ayem malah sering terjebak momen berdua ama dianya, uhuiii..

Dari mulai saya yang pertama kali disapanya di antara teman-teman saya yang lain. Duduk dekat saya pas naik boat dari pulau Cilik ke Pantai Barakuda, selalu mencari-cari tema untuk memulai pembicaraan, sampai bertanya tentang tanggal dan bulan lahir saya saat kami ngumpul dan ngobrol untuk saling mengenal *nah yang ini teman-teman saya pada protes langsung ke Jin. Kenapa waktu nanya teman yang lain dia singkat-singkat tapi pas nanya saya sampai detail ziahahaa*

Dia juga ngajakin saya gabung sama temen-temen bulenya yang lain, main poker Indonesia rame-rame *dan saya yang orang Indonesia malah baru tau ada permainan poker Indonesia dari mereka*, nyeritain tentang Korea Selatan dan ngajarin bahasanya dikit-dikit. Sampai dikasi alamat email dan FB nya. Saya senang-senang aja nikmatin momen-momen yang sepertinya kebetulan tapi kalau dipikir-pikir lagi seperti disengaja :D misalnya aja waktu saya antri mandi, gak lama dia juga datang, antri juga, trus sambil nunggu itu kita ngobrol-ngobrol. Atau waktu saya lupa ngangkat jemuran yang letaknya di belakang sekolah dan gelap, dianya nawarin diri buat nemenin, dan dalam proses itu tentu saja obrolan mengalir meski bahasa Inggris saya ancur dan Inggrisnya dia bikin saya mumet karena aksen Koreanya.

Kalau diceritain semuanya bakal bisa jadi novel nih. Intinya, waktu itu saya yang paling beruntung di antara teman-teman saya yang berambisi dekatin si Jin eh si Jin malah melangkah ke saya yang nggak ada usaha apa-apa buat memenangkan kompetisi *lah emang kami lagi berkompetisi?*.

Sampai kami balik ke Medan dan dia balik ke Korea *lalu ke Inggris buat lanjutin kuliah* kami masih sering komunikasi dan berbagi cerita *dan sesekali mengucapkan kalimat romantis, eaaak*

Apakah saya jatuh hati ke Jin?! Kalau menurut saya sih nggak. Hanya euphoria semata. Cuma sekedar ikut-ikutan seru-seruan liat temen saya tercinta-cinta padanya. Cuma cinta lokasi yang bersemi kala berada di tempat yang sama, lalu hilang begitu saja saat terpisah jarak ribuan mil. Tak ada sakit hati, tak juga merasa kehilangan.

Cuma herannya ternyata saya pernah buat puisi nggak jelas tentang Jin. Dan barusan saat bongkar-bongkar file baru menemukannya kembali secara nggak sengaja setelah sekian lama terlupakan. Puisi yang cukup membuat saya tergelak sendiri saat membacanya. Semoga kalian nggak eneg ya baca puisi nggak jelas di bawah ini.

tentang jin

TENTANG JIN (Baca : Cin)
Ini tentang Jin yang bukan cinta
Andai saja kau bule eropa
Pasti sejak awal aku tergila-gila
Tak akan kubuang muka
Malah sebaliknya, menyapa

Nyatanya kau adalah Jin yang tak pernah kuduga
Turis Korea yang mengajariku Pokker Indonesia
Menghadiahiku senyum tanpa kuminta
Dan lancang meninggalkan rasa gula di jiwa

 Ini tentang Jin yang membuat Karimunjawa lebih indah dari biasanya
Seakan gemintang bertambah satu bersebab cahaya matanya
Ah, aku seakan lupa pernah memandang sebelah mata

Ini tentang Jin yang wajahnya mengikutiku hingga ke Sumatera
Andai saja aku punya kuasa menambahkan “ta” di ujung namanya
Andai saja!
Kamar ke-7, 20 Agust’11



Sekarang saya nggak pernah lagi komunikasi dengan Jin. Akun FB nya juga sudah lama tanpa pembaruan status ataupun foto. Mungkin dia sudah lupa sama saya. Udah lama juga kan, 2011 cuy.. terakhir komunikasi tahun 2013. Saya juga nggak ingat kalau nggak nemu puisi ini.

Yah, itulah sekilas cerita Cinta Lokasi (Cinlok) dengan Jin. Kalian punya pengalaman cinta lokasi juga kah?! Gimana ceritanya?!

BERNIAT KE SINGAPUR BULAN INI? INTIP DULU CALENDAR OF EVENTS MEREKA

10.56 16
wisata singapura

Berniat ke Singapura Bulan ini? Intip Dulu Calendar of Events Mereka : Singapura, negara tetangga kita yang satu ini merupakan salah satu negara tujuan wisatawan Indonesia. Selain karena jaraknya yang dekat, juga tak dapat dipungkiri jika mereka begitu jago menyulap sesuatu menjadi objek yang menarik untuk dikunjungi.

Jika kalian memiliki agenda berkunjung ke Singapura bulan ini, artinya kalian harus membaca postingan ini hingga akhir *maksa* karena saya sedang berbaik hati ingin memberi bocoran calendar of events mereka di bulan ini. Apa saja agendanya, lets check guys!

Istana Open House
(01 Mei 2016, The Istana – nparks.giv.sg/events)

Masuk ke Istana Negara, pasti akan menjadi pengalaman tersendiri bagi siapa saja, mengingat tidak sembarang orang bisa masuk ke tempat ini. Nah 01 Mei 2016 *hari ini* adalah jadwalnya open house Istana Kepresidenan Singapura, dimana pengunjung bisa masuk dan menjelajah The Istana (kediaman dan kantor resmi Presiden Singapura), khususnya mengenal lebih dekat flora dan fauna di tempat ini dengan ditemani pemandu.


Konser Live the Three Degrees
(02 Mei 2016, Esplanade – Theatres on the Bay, sistic.com.sg/events/three0156)

Ada yang menggemari The Three Degrees? Kalau iya berarti harus datang ke acara ini. Freddie Pool, Valerie Holiday, dan Helen Scott akan membawakan hits popular mereka seperti ‘When Will I See You Again’ di panggung Esplanade. Tentunya dengan tarian yang lincah yang akan membuat penonton ikut menikmati irama musik yang mereka bawakan.


The Illusionists
(6-15 Mei 2016, MasterCard, Theatres di Marina Bai Sands – baseentertainmentasia.com)

Ini adalah pertunjukkan penuh trik dan mantra yang akan membuat penonton terhibur dan terpukau dengan atraksi seperti melayang di udara, membaca pikiran, menyelamatkan diri dari dalam air, dan menghilang. Para ilusionis dunia yang tergabung dalam The Ilusionists ini akan menyajikan berbagai atraksi yang akan membuat jantung penonton berdebar karenanya.


Falling oleh Pangdemonium
(13-29 mei 2016, DBS Arts Centre – pangdemonium.com)

Falling adalah karya kedua Pangdemonium, sebuah rumah produksi lokal di Singapura. Berkisah tentang keluarga sederhana, Bill dan Tami, suami istri yang membesarkan dua anak remaja  : Lisa, gadis 16 tahun yang keras kepala, dan Josh, remaja 18 tahun yang mengidap autisme. Drama keluarga ini mengusung pesan tentang cinta tanpa syarat dalam berbagai kesulitan hidup. Kisah yang mengharukan sekaligus menginspirasi.


Cold Storage Kids Run 2016
(22 Mei, Gardens by the Bay – kidsrun.com.sg)

Menghadiri Cold Storage Kids Run ini cocoknya bersama keluarga.  Tidak hanya event lari mengitari Gardens by the Bay saja yang ditawarkan acara ini, tetapi juga berbagai aktivitas karnaval dan lainnya.


Little Mix, the Get Weird Tour 2016
(23 Mei, the Star Performing Arts Centre – midaspromotions.com)
Little Mix, girl band asal Inggris ini akan tampil menghibur fans mereka di Singapura pada Mei ini.


Asian Festival of Children Content 2016
(25-29 Mei 2016, National Library – afcc.co.sg)

Ini acara yang menarik, khususnya bagi pecinta buku dan cerita anak-anak. Asian Festival of Children yang merupakan festival tahunan ini berisi berbagai rangkaian acara menarik seperti bazaar buku, pameran ilustrasi buku,peluncuran buku baru, konferensi, kelas mendongeng, pertunjukkan, dan banyak lagi lainnya.


Mengenang Jacques Brel yang Selalu ‘Hidup’ di Paris
(26 Mei- 4 Juni 2016, SOTA Drama Theatre – singtheatre.com)

Ini merupakan drama musikal yang mengusung lagu-lagu Jacques Brel. Tahun 2008 adalah tahun terakhir drama ini dibawakan di Singapura dan kini dibawakan kembali dengan berbagai hal baru seperti proyeksi video dan pementasan yang inovatif.


Singapore Food Expo 2016
(27-31 Mei 2016, Singapore Expo Hall 4 – singaporefoodexpo.org.sg)

Dari nama acaranya saja udah kelihatan kan ya kalau di acara ini bakal banyak aneka makanan yang akan memanjakan lidah pengunjung. Pameran yang akan dihadiri lebih dari 100 peserta pameran ini memamerkan aneka makan lokal dan kreasi kuliner terbaru.


Children’s Season 2016
(28 Mei – 26 Juni 2016, Berbagai lokasi – museums.com.sg/cs16)

Tahun ini adalah ke-9 kalinya acara Children’s Season digelar. Beberapa aktifitas pameran yang menarik dan sayang untuk dilewatkan adalah : Masak-masak di National Museum dan Shaking It With Shakespeare di Sigapore Philatelic Museum.



Kalau dilihat secara keseluruhan, bulan Mei ini banyak acara yang bertajuk pertunjukkan panggung dan event untuk anak-anak di Singapura. Jadi sangat cocok untuk kalian yang menyukai musik dan pertunjukkan. So, jika kalian tertarik menghadiri salah satu event di atas, jangan lupa untuk mencatat waktu dan lokasi acaranya ya.

Well, ini dulu tulisan saya tentang Calendar of Events di Singapura bulan ini. Kalau kalian punya info event lainnya di Singapura bulan ini, yuuk ah share disini J

Siapa yang berniat ke Singapura bulan ini?!


Sumber : The Honeycombers

ADA APA DENGAN CINTA (KITA)?

10.39 6
Ada apa dengan cinta (kita)?
Ada apa dengan cinta (kita)?

Ada Apa Dengan Cinta (Kita)? – Kepada Muara Rindu :

Ada apa dengan cinta (kita)? Memang belum ratusan purnama. Tapi haruskah hingga ratusan purnama baru kita sama-sama sadar telah mengulur begitu banyak waktu?

Sudah puluhan purnama sejak pertama kali kita menyadari ada getar yang tak biasa. Lebih tepatnya, tak seharusnya. Lalu kita memilih untuk saling menyepi. Mengkambinghitamkan waktu agar perpisahan tak ditertawakan keadaan. Agar hati punya alasan untuk patah.

Ada apa dengan cinta (kita)? Ketika hati memiliki isyarat yang sama. Mimpi yang sama. Namun kemudian memilih untuk sama-sama patah. Dan menikmatinya sendiri, berpuluh-puluh purnama.

Ada apa dengan cinta (kita)? berpuluh purnama terlewati tanpa bersama. Rindu sudah tak jadi alasan untuk bersua. Tapi hati tak memberi cela untuk mereka yang mencoba menyapa. Ah, nyatanya jauh di lubuk hati masih saling mendamba.

Ada apa dengan cinta (kita)?

JALAN-JALAN SORE KE TITI GANTUNG MEDAN

05.46 12
wisata medan

Jalan-Jalan Sore ke Titi Gantung Medan – Wisata Medan : Saya suka jalan-jalan sore. Kalau ada waktu luang, biasanya saya akan habiskan dengan jalan-jalan sore *JJS, ada juga yang menyebut jalan-jalan santai*, entah itu sendirian ataupun bersama teman.

Apalagi saat matahari mulai turun dan memamerkan pesona cahayanya di langit yang bagi saya sungguh indah. Menikmati sore sambil menunggu momen matahari terbenam adalah hal yang mengasikkan bagi saya. Saat sinar sang surya tak segarang kala siang hari. Teduh. Dan meneduhkan hati saat menikmatinya.

Tapi sore itu, saat Erna *salah satu sahabat saya* menginap di rumah kontrakkan kami untuk beberapa hari, entah kenapa saya bingung hendak mengajaknya jalan-jalan kemana. Seharian ngobrol di rumah rasanya bosan juga. Jadi kami pun memutuskan akan keluar di sore hari meskipun belum tau tujuannya kemana.

Sesaat menjelang berangkat, terbersit di pikiran saya untuk ke Titi Gantung saja. Sore hari biasanya banyak penjual jajanan disana. Ngemil sambil menyaksikan kereta api lewat sepertinya cukup mengasikkan. Maka jadilah kami ke Titi Gantung sore itu.
titi gantung
Pemandangan di Titi Gantung

Titi Gantung ataupun jembatan gantung ini sebenarnya salah satu heritage di kota Medan. Letaknya di sebelah stasiun kereta api Medan. Jembatan ini dulunya adalah jembatan penyebrangan dari daerah Kesawan ke daerah jalan Jawa. Saat ini, selain penjaja makanan dan buku bekas, masyarakat umum masih sering lewat jembatan ini. Seringnya sih dijadikan jalan pintas pengendara sepeda motor yang ingin ke jalan Jawa ataupun ke jalan Stasiun.
Wisata Medan
Nih sedikit keterangan tentang Titi Gantung Medan

Awalnya saya dan Erna bingung mau ngapain disini. Akhirnya kami ya foto-foto saja. Gedung Centre Point, rel kereta api, dan bangunan khas China di dekat Titi Gantung sangat cocok dijadikan background foto. Didukung dengan langit yang cerah sore itu, klop lah.
titi gantung
Mbak Erna lagi liatin apa tuh...
Wisata Medan
Ini di Medan loh :)
Usai foto-foto, kami melihat-lihat kereta api lewat, dan jajan. Ya berhubung kami sama-sama suka ngunyah jadi nggak afdol lah kalau nggak jajan. Saya lupa waktu itu beli apa saja, tapi salah satunya adalah kacang tanah rebus. Sambil ngunyah kacang, sambil ngobrol ngalor ngidul, sambil perhatiin orang lewat, siapa tau ada cowok kece :D
titi gantung
Melihat kereta lewat
rel
Memandangi kereta ayang bergerak dan jalur rel yang bercabang
Banyak juga yang datang ke Titi Gantung ini untuk menikmati sore sambil jajan seperti kami. Jajanannya cukup beraneka ragam. Ada mie, pecal, gorengan, bakso bakar, rujak, aneka es, kacang dan jagung rebus, siomai, dan jajanan lainnya. Para penjual jajanan disini adalah penjual jajanan keliling yang mangkal disini saat sore menjelang malam.
titi gantung medan
Yang jualan banyak, sepeda motor yang melintas juga banyak :D
Sebenarnya menghabiskan sore di Titi Gantung lumayan asik. Apalagi saat matahari terbenam dan hembusan anginnya bikin pikiran plong. Emang sih gak keliatan momen matahari terbenamnya, cuma semburat cahaya keemasan aja yang keliatan, terus anginnya nggak sesejuk di gunung. Tapi untuk ukuran kota Medan yang kian hari kian sumpek ini, hal tersebut sudah cukup menyenangkan buat saya.
senja
Sinar mataharinya mentereng gitu ya :D
Cuma bingungnya, kalau mau berlama-lama disana, nggak tau mau duduk dimana. Terus sepeda motor yang lewat juga bikin hidung harus menghirup asap kendaraan. Padahal kitanya disitu sambil makan, jadinya kan bingung, mau nutupin makanannya atau nutup hidung biar tak terkontaminasi polusi. Hal lain yang kurang asik yakni kurang terjaganya kebersihan. Padahal kalau kawasan Titi Gantung ini dirawat dengan baik, bisa jadi objek wisata berbasis sejarah.
titi gantung
Buat mereka mungkin ini jalan pintas, tapi buat kami ini polusi :(
Nah kalau sudah malam, suasanya jadi beda. Remang-remang, terus pemandangannya selain stasiun kereta api juga gedung bertingkat di area centre point dengan lampu-lampunya.
titi gantung
Pemandangan malam di Titi Gantung
Berhubung perut minta diisi nasi, kami pun akhirnya meninggalkan Titi Gantung dan mencari warung nasi sambil arah pulang. Cukuplah jalan-jalan sore kali ini di Titi Gantung. Lain waktu mungkin akan JJS lagi disini.
tangan
Tebak tangan saya yang mana :D
Kalian biasa JJS dimana?