RUANG FAVORIT DI RUMAH

17.35
rumah

Ruang Favorit di Rumah - Perempuan November : Sejak 2003 hingga kini, saya hidup di perantauan untuk menuntut ilmu dan sekarang bekerja. Dalam rentang waktu itu, setidaknya ada sembilan rumah yang pernah saya jadikan tempat tinggal baik itu ngekos ataupun sewa rumah. Tiap rumah memiliki kesan berbeda buat saya. Ada rumah kos yang membuat saya betah berlama-lama di beranda belakang. Ada pula yang membuat saya jatuh hati pada teras di lantai atas, tempat saya membaca diktat-diktat kuliah dan mengerjakan tugas dari dosen.

Kini saya menyewa rumah dengan dua orang teman. Rumah dua lantai dengan tiga kamar yang kesemuanya berada di lantai atas. Berbeda dengan dua sahabat saya yang suka berlama-lama di kamar ketika berada di rumah. Saya justru lebih sering berada di ruang tamu di lantai bawah.

Seperti ramadan kali ini yang siang hari lebih banyak saya lewatkan di rumah karena cuaca akhir-akhir ini sangat panas hingga saya malas keluar *untungnya sedang ada sedikit perubahan di pekerjaan yang memungkinkan saya untuk berleha-leha di rumah*. Usai shalat ashar barulah saya bergegas keluar rumah untuk memenuhi undangan berbuka puasa yang hampir tiap hari ada.

Seperti yang sudah saya ungkapkan, saya lebih banyak menghabiskan waktu di ruang tamu. Begitu juga pada ramadan kali ini. Waktu luang saya manfaatkan untuk menulis berbagai hal yang terbersit di kepala. Tulisan-tulisan tersebut untuk keperluan pekerjaan, blog, dan juga dikirim ke beberapa harian di kota Medan.

Dimulai dari sahur dan sholat subuh, biasanya saya tak akan naik lagi ke lantai atas, melainkan menghidupkan laptop, blog walking dan menjelajah dunia maya untuk mencari bahan tulisan ataupun ide-ide artikel. Saat hari mulai terang, biasanya aktivitas saya akan beralih ke bersih-bersih ruangan, mandi *sambil mencuci kalau sedang tidak malas*, lalu kembali mantengin laptop.

Praktis seharian saya berada di ruang tamu walau tak berarti selalu di depan laptop. Sering saya membaca buku dan majalah yang sebelumnya belum sempat dibaca karena kesibukan. Sesekali menonton tv *ini beneran sesekali loh karena saya jarang banget nonton tv*. Mendengarkan musik dari radio ataupun handphone, memperbaiki barang yang rusak yang selama ini terabaikan. Atau sekedar leyeh-leyeh saat mata dan jemari terasa pegal. Oya, saya juga sering olahraga di ruangan ini kalau lagi malas olah raga di luar. Bukan berarti saya punya alat-alat fitnes loh *rumah masih ngontrak mabroo, nggak cocoklah diisi sama alat fitnes,nggak ada budget juga xiixii*. Olahraga yang saya maksud sih sederhana : putar musik yang ceria, gerakkan badan sesuka hati *kadang sampe guling-guling di lantai, saya juga bingung itu masih tergolong olahraga nggak ya*, setengah jam jingkrak-jingkrak dan lompat sana-sini udah bikin badan bermandi keringat. Saya anggap itu sama lah dengan lari keliling Lapangan Merdeka hehehee..

Saking betahnya di ruang tamu, teman satu kontrakan saya sampai bilang kalau ruang tamu itu sebenarnya kamar saya, bukan kamar di lantai atas yang hanya sesekali saya masuki kalau mau ambil baju atau tidur malam sesekali *saya sering ketiduran di ruang tamu*.

Saya tidak tahu pasti apa yang membuat saya betah berlama-lama di ruang tamu berukuran sekitar 6x3,5 m ini. Ruangan berlantai keramik kotak-kotak berwarna putih itu sebenarnya tak memiliki keistimewaan apa-apa. Hanya ada dua bangku panjang. Satu meja untuk televisi. Dan satu meja berisi buku-buku saya *kadang ada baju juga di antara tumpukan buku itu. Untuk cadangan kalau lagi males ke atas*. Selebihnya hanya lantai kosong yang sebagian beralaskan karpet. Kami memang tak memiliki banyak perabot. Tapi mungkin justru ruangan yang minus perabot itu yang membuat saya suka berlama-lama di ruangan tersebut. Terkesan luas dan plong, jadi pikiran saya pun berasa lebih luas. Beda dengan kamar saya di lantai atas yang berukuran lebih kecil serta penuh barang-barang.

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

10 komentar

Write komentar
Anisa Ae
AUTHOR
30 Juni 2015 17.40 delete

Tempat favorit saya adalah ruang tamu. Sekaligus menjadi ruang baca plus tempat kerja. ^^

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
30 Juni 2015 21.45 delete

wah kok sama ya kita mbak :)

Reply
avatar
Rani Ardilla
AUTHOR
30 Juni 2015 22.10 delete

Tmpt favorite rani kamar kak

Reply
avatar
1 Juli 2015 07.58 delete

aku ruang favorit sih sebenarnya kamar yang aku uabh fungsi menjadi tempat eksperimen ku seperti lab komputer dan desain grafis gitu lah

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
1 Juli 2015 10.17 delete

kebanyakan orang memang paling betah di kamarnya ya Ran :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
1 Juli 2015 10.21 delete

wow.. jangan-jangan nanti dari kamar tersebut akan tercifta komputer model terbaru ataupun disain keren sepanjang masa hehee :)

Reply
avatar
mollymolly
AUTHOR
1 Juli 2015 23.38 delete

Paling fave ya di kamar tidur, tapi belakangan justru lebih sering nongkrong di ruang tipi (termasuk kalau berlama-lama di depan laptop). Soalnya capek juga naik turun tangga nuju ke kamar... hahahaha . *dasar uzur

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
2 Juli 2015 11.57 delete

tivinya dipindain ke kamar aja kak hahhaaa...

Reply
avatar
2 Juli 2015 13.49 delete

tempat favorit iyah taman depan kamar kak. klo pagi-pagi semedi di situ. ahahaha

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
2 Juli 2015 15.54 delete

wah.. semedi, cari wangsit ya iyah hahhaa..

Reply
avatar