BE INDONESIAN PEOPLE = BE HAPPY PEOPLE

12.41
BE INDONESIAN PEOPLE = BE HAPPY PEOPLE
Photo by Lelaki Hujan

Be Indonesian People = Be Happy People - Wisata : Asiknya jalan-jalan itu selain mengunjungi tempat-tempat yang menurut kita menarik adalah bisa bertemu dengan berbagai tipe orang. Ada yang nyenengin, ada juga yang ngeselin. Salah satunya seperti seseorang yang saya temui saat jalan-jalan ke Karimunjawa yang akan saya ceritakan kali ini.

Namanya Jin (baca Cin). Cowok bermata sipit, berasal dari negara yang terkenal dengan drama seri serta Boy en Girlband-nya, Korea Selatan. Jin kuliah jurusan hukum di salah satu universitas di Inggris.

Perkenalan saya dengannya terjadi tak sengaja saat kami sama-sama berada di pulau Tengah, salah satu pulau dalam gugusan kepulauan Karimunjawa. Saat Nova -teman seperjalanan saya- memperkenalkan diri bahwa kami dari Sumatera Utara, ia langsung merespon dengan menyebutkan kata “Batak”.

Ia pun antusias menanyakan kenapa atap rumah adat Batak berbentuk seperti itu. Wew, sedikit terkesiap saya mendengar pertanyaannya. Benar-benar pertanyaan super hehhe.. kenapa super? Karena pertanyaan itu mampu membuat saya terdiam sejenak sambil cengar-cengir sendiri. Mau jawab apa ya? Malu sendiri saya jadinya. Masak orang Sumut nggak tau apa makna dari bentuk atap rumah adat suku batak. Masih satu pertanyaan aja kami udah bingung jawabnya. Apalagi kalau dia tanya-tanya yang lain : apa arti warna pada kain Ulos? Sebenarnya suku batak itu ada nggak sih, kok orang-orang sering bilang Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun. Emang nggak ada ya Batak gitu aja tanpa embel-embel di belakangnya? Bener nggak sih kalau orang Batak tuh dulunya suka makan orang? Wedew.. kalau sampai tuh orang nanya-nanya gitu kan ribet kami. Untung cuma satu pertanyaan yang dia lontarkan. Satu pertanyaan yang kami jawab sambil kasak-kusuk dulu merundingkan jawabannya.

Sebenarnya saya bisa menjawab dengan mudah pertanyaan itu, kalau saja saat masih kuliah dulu saya menyimak sedikit lebih serius *ketauan deh dulu kuliah main-main mulu*. Pertanyaan itu sudah pernah dijelaskan oleh dosen saya saat mata kuliah Tourismus. Cuma masalahnya saya hanya ingat pernah mendengar penjelasan tentang hal itu tanpa ingat apa isi penjelasannya. Huh.. benar-benar memalukan.

Jin termasuk yang paling ramah diantara bule-bule yang lain. Entah karena memang saya yang akrab dengannya atau karena memang begitu adanya. Karena keramahannya itulah teman-teman perempuan saya langsung cinta lokasi dengannya. Pasalnya, ia yang paling respect dan antusias saat teman-teman saya mengajak berbincang.

Baca juga : Cinta Lokasi (Cinlok) dengan Jin

BE INDONESIA PEOPLE = BE HAPPY PEOPLE
Yang mana si Jin? itu tuh, yang di belakang cew jilbab ungu ;)
Saya lupa waktu itu malam keberapa kami di Karimunjawa. Yang pasti, malam itu kami membuat api unggun di depan rumah panggung yang merupakan koperasi sekolah Safinatul Huda yang kami alihfungsikan menjadi tempat kami menginap :)

Kami memasak mie instan dan membakar kacang mete yang kami pungut dari bawah pohon jambu mete yang berjatuhan. Jin bergabung dengan kami dan berbincang akrab. Saat kami menawarinya mie instant yang kami masak ala kadarnya (Cuma kami rebus di atas api unggun dengan menggunakan nesting, tidak ada tambahan bumbu, cuma bumbu bawaan dari kemasan), ia memakannya dengan lahap dan nambuh. Katanya, enak sekali, ziaaahhh… padahal cuma direbus ala kadarnya.

Kami pun berbincang banyak hal. Waktu kami tanya tentang mana yang lebih indah antara Karimunjawa dan pulau Jeju, ia pun menjawab kalau secara keindahan alami, jelas Karimunjawa lebih indah. Namun dari segi infrastruktur, lebih bagus pulau Jeju. Saya pun iseng bertanya tentang hal yang membuatnya suka dengan Indonesia. Dan jawabannya itu loh, huaaahhh… bikin hati saya bergetar hehhee.. gini nih jawaban Jin yang saya terjemahin secara bebas.

“Indonesia itu indah sekali. Saya sangat senang bisa ke Indonesia. Dan yang paling menyenangkan itu adalah orang-orangnya. Orang-orang Indonesia itu adalah orang-orang yang berbahagia. Selama saya disini, saya melihat orang-orang yang selalu tertawa bahagia meskipun kehidupan (finansial) mereka sangat terbatas. Mereka selalu tertawa bahagia seolah tidak ada masalah. Berbeda sekali dengan kami. Hidup kami terlalu serius, seperti tergesah-gesah karena mengejar ambisi. Be Indonesian people = be happy people.”

Sueeerr… saya nggak menyangka kalau Jin beranggapan demikian. Di tengah kesemrawutan negeri ini, tetap saja mereka yang kita anggap lebih beruntung dari kita malah memuji kita. Buat saya, Jin itu menginspirasi. Mengingatkan saya bahwa orang Indonesia itu adalah orang-orang yang kuat menghadapi cobaan. Mengingatkan bahwa sebagai orang Indonesia saya harus kuat dan tetap tersenyum seberat apapun masalah yang saya hadapi. Thanks Jin ^_^

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
12 Februari 2015 14.27 delete

haduh buka buku sejarah lagi deh gw, mana tau jumpa bule cewe kan nanya nanya bisa nyambung, kak diah melepaskan kesempatan baik bisa menggebet si jin (dibaca jin karena jin yang saya maksud yang kamu maksud juga)

Reply
avatar
Adi Pradana
AUTHOR
14 Februari 2015 05.49 delete

Be Indonesian, sesuatu yang harus tertanam di jiwa setiap pemuda dan pemudi Indonesia. Horasss....

Reply
avatar
14 Februari 2015 11.38 delete

Gue jadi semakin bangga dengan Indonesia . . tapi entah kenapa muda-mudi jaman sekarang malah pengen ngikutin budaya luar . . Salam yess buat si Jin itu . . Kok namanya lucu gitu . . wkwkwk . .

Salam kenal juga . . kunjungan pertama dari gue . .

Reply
avatar