PASAR TIKUNG, PASAR WISATA PERTAMA DI SUMUT

15.38
pasar tikung pasar wisata pertama di sumut
Pasar Tikung, Pasar Wisata Pertama di Sumut

Pasar Tikung, Pasar Wisata Pertama di Sumut : Kalau ada temen yang main ke Medan dan mau balik ke kotanya, salah satu yang sering ditanyakan adalah tempat membeli oleh-oleh. Dan saya biasanya bakalan antusias banget ngasih tau. Ya walau ada bingung-bingungnya juga.


Iya bingung. Soalnya di Medan ini masih sedikit toko oleh-olehnya. Itu pun lokasinya beda-beda. Jadi kalau misal kita masih belum menemukan barang yang pas di salah satu toko oleh-oleh, bakal ribet dan wasting time banget kalau pengen ke toko oleh-oleh lainnya.


Nah beberapa bulan lalu saya nggak sengaja liat postingan seorang kawan blogger di instagramnya tentang Pasar Tikung. Bikin penasaran karena dia bilang ini pasar wisata. Kepo dong tanya-tanya. Eh kemarin malah dapat kesempatan buat liat langsung ke lokasinya, asiiiiik.


Jadi gaes, Pasar Tikung ini sebenarnya adalah pasar revitalisasi dari pasar sebelumnya, yakni Pasar Inpres Titi Kuning. Meski masih dengan konsep pasar, namun Pasar Tikung adalah pasar yang mengedepankan kebersihan dan keteraturan demi kenyamanan pengunjung.


Menariknya, mayoritas penjual di Pasar Tikung nantinya adalah pedagang kerajinan, souvenir, dan oleh-oleh khas Sumut. Itu makanya dikatakan Pasar Tikung Pasar Wisata pertama di Sumut. Karena memang didominasi oleh penjual oleh-oleh khas Sumut.


Saya berkesempatan mengunjungi Pasar Tikung yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Lokasinya dekat dari rumah kontrakan saya di jalan Brigjen Katamso. Karena letak Pasar Tikung di jalan Brigjen Zein Hamid Medan, jadi dari jalan Brigjen Katamso cukup lurus saja ke arah Titi Kuning. Melewati underpass Titi Kuning, Pasar Tikung berada di sisi sebelah kanan, sekitar 70 meter dari underpass. Sangat mudah mencarinya, cukup berpatokan pada underpass Titi Kuning saja.

Untuk wisatawan, lokasi Pasar Tikung ini terbilang strategis ya. Dari Bandara menuju Berastagi, Kabanjahe, Langkat, biasanya melewati underpass Titi Kuning yang memang sangat dekat dengan lokasi Pasar Tikung.

pasar tikung
Pasar Tikung yang sedang dalam pembangunan


Setelah beroperasi nanti, Pasar Tikung akan terbagi dalam 5 zonasi yang terbagi dalam 5 lantai. Lantai dasar akan menjadi lokasi parkir yang mampu menampung 150 mobil dan 200 motor. Saat ini lantai dasar masih menjadi tempat sementara bagi pedagang tradisional existing. Nantinya pedagang-pedagang ini akan menempati lantai satu.


Akan ada 389 kios dan stand di lantai 1, wuaaah banyak juga ya. Pedangan basah (ikan, ayam, daging) berada di bagian belakang. Pedagang sayur mayur, buah dan sembako di bagian tengah. Di bagian depan lantai satu diisi oleh pedagang pakaian.


Nah di lantai 2 dan 3 ini yang bakal jadi surganya turis yang pengen beli oleh-oleh. Karena di dua lantai ini diisi oleh penjual kerajinan dan souvenir khas Sumut. Lantai 3 berisi 160 unit kios, sementara lantai dua lebih banyak lagi, yakni 183 unit kios.

pasar tikung medan
Kios-kiosnya sudah sudah selesai gaes

pasar wisata medan
Bakal jadi surganya wisatawan pencari oleh-oleh nih :)

Kalau lantai 2 dan 3 adalah surganya para turis pemburu oleh-oleh, maka lantai 4 adalah surganya pecinta kuliner.  Yess, lantai 4 yang merupakan rooftop ini bakal dijadikan food market. Dimana akan ada 94 kios dan stand dengan berbagai jenis makanan dan minuman yang siap menggoyang lidah siapa saja. Cabana Food Market namanya. Food market bernuansa pantai dengan total luas area 3 ribu meter persegi. Area ini cukup untuk 500-1000 kursi, dimana tiap seating areanya teratapi.

pasar tikung sumut
Rooftop, ini lokasi food marketnya gaes


Dari zonasi yang sudah saya ceritakan barusan saja sudah jelas kalau Pasar Tikung ini dibangun bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pasar. Tetapi juga untuk kita-kita yang kalau jalan-jalan suka dimintain oleh-oleh, kita-kita yang kalau kemana-mana pengen bawain sesuatu untuk keluarga, kita-kita yang biar kata ngetripnya ala backpacker tapi tetap kekeh cari oleh-oleh sesuai budget, juga untuk kita-kita yang maunya belanja di tempat yang nyaman tapi harganya bersahabat banget sama dompet :)

pasar wisata
Sosialisasi Pasar Tikung bareng pelaku IKM 


Tapi etapi, sebagai pasar wisata dan pula ditargetkan menjadi destinasi wisata, Pasar Tikung tidak hanya menawarkan aneka pilihan souvenir khas Sumut saja. Tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang nggak semua pasar memilikinya.


Memang apa aja sih fasilitas di Pasar Tikung? Ini dia :


Ramp Putar. Nggak tanggung-tanggung, ramp putar di Pasar Tikung adalah ramp putar raksasa pertama di kota Medan.

pasar tikung di medan
Masih dalam tahap penyelesaian


Lift Penumpang dan Lift Barang. Walau konsepnya pasar, tapi fasilitas harus modern dong. Jadi di Pasar Tikung ini juga disediakan lift. Dibedain malah, ada lift barang dan lift penumpang. Jadi nggak cuma pengunjung aja yang dimanjain, pedagang juga. Kan nguras tenaga dan waktu juga kalau misal mau restock barang di lantai 3 kalau nggak lewat lift.


Toilet sekelas mall. Seperti yang saya sebutkan tadi, konsep boleh pasar, fasilitas musti mall ya kan ya kan.  Karena masalah toilet ini kelihatannya aja sepeleh, tapi sebenarnya penting dan mendasar. Saya termasuk orang yang menjadikan toilet sebagai salah satu landasan untuk mengambil keputusan.

Misal mau nginap di hotel, ke mall, café, dan bahkan saat hendak ngontrak rumah. Saya periksa dulu toilet/kamar mandinya layak nggak. Kalau toiletnya nggak asik, walau harga kontraknya murah, saya nggak akan pilih. Gitu juga kalau nginap di hotel atau maen ke mall/café, kalau punya pengalaman nggak asik sama toiletnya, saya bakal males datang kesitu lagi.


Di Pasar Tikung, di tiap lantainya disediakan toilet standart mall untuk memenuhi kenyamanan pengunjung.



Fasilitas Keamanan. Nggak cuma ke pasar, kemana pun pasti kita pengennya aman dan nyaman ya kan. Selain security 24 jam, Pasar Tikung juga dilengkapi dengan CCTV, alarm, fire hydrant, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), dan tangga darurat. Ini penting banget nggak cuma buat pengunjung, tapi juga buat pedagang gaes.


Tempat Parkir. Ini tadi udah saya ceritain ya kalau di lantai dasar bakal dijadiin parkir yang mampu menampung 150 mobil dan 200 motor. Tapi ini belum termasuk parkir di pelataran depan ya gaes. Jadi bisa lebih dari jumlah di atas.


Atrium. Namanya wisata sudah pasti dekat dengan seni dan budaya. Nah di Pasar Tikung ada atrium yang bisa digunakan untuk berbagai pertunjukkan seni dan budaya. Makanya yang datang kesini nggak harus karena pengen beli souvenir, tapi untuk lihat pertunjukkan seni juga bisa.


Mushola. Jualan mencari rejeki itu wajib. Menyenangkan orang dengan memberi hadiah/oleh-oleh itu dianjurkan (yang penting sesuai kesanggupan), dan beribadah nggak boleh tinggal karena dua hal tersebut. Jadi keberadaan mushola ini merupakan poin plus ya menurut saya.


Genset. Apa jadinya kalau lagi asik milih oleh-oleh tiba-tiba listrik padam. Mending kalau sebentar, lah kalo berjam-jam gimana dong. Tapi di Pasar Tikung hal itu nggak akan terjadi karena pasar ini dilengkapi dengan genset. Begitu listrik padam genset pun dihidupkan, pilih-pilih souvenir pun bisa dilanjutkan.


Dengan semua fasilitas dan konsep pasar wisata yang diusung Pasar Tikung, saya kok jadi nggak sabar pengen segera bisa belanja-belinji dan kulineran di Cabana Food Market ya. Nggak sabar pengen ngasi tau temen-temen di luar Medan kalau Medan bakal punya pasar wisata yang lokasinya mudah diakses, nyaman, bersih, dan ideal juga buat kulineran.

pasar wisata pertama di sumut
Nggak usah fokus di orangnya, fokus ke kipas angin yang sudah terpasang di langit-langit itu aja, jarang-jarang kan pasar ada kipas anginnya :)


Ada yang pernah bingung nyari oleh-oleh khas Sumut di Medan? Tenang sebentar lagi bakal dibuka Pasar Tikung pasar wisata pertama di Sumut. Kita tunggu bareng-bareng yuk, soft opening Pasar Tikung direncanakan diadakan Juni tahun ini. Sementara grand openingnya direncanakan akhir tahun ini :)


Masih butuh info lanjutan tentang Pasar Tikung, pantengin aja IG mereka : @pasartikung dan websitenya : www.pasartikung.com

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »