BUDAYA BERSEPEDA UNTUK MENGURANGI KEMACETAN

13.17
budaya bersepeda untuk mengurangi kemacetan
Budaya bersepeda untuk mengurangi kemacetan



Budaya Bersepeda untuk Mengurangi Kemacetan : Lima belas tahun yang lalu masih banyak kita menjumpai orang yang memakai sepeda. Namun, saat ini sangat jarang sekali dijumpai orang yang memakai sepeda. Bahkan anak-anak SMP dan SMA juga sudah memakai sepeda motor, padahal mereka belum mempunyai SIM.


Banyaknya sepeda motor dan mobil yang ada di jalanan, inilah yang membuat jalanan menjadi macet. Lebar jalan tak kunjung bertambah tiap tahunnya, namun semakin banyak sepeda motor dan mobil yang dimiliki oleh masyarakat kita.


Ketika melihat fenomena ini, banyak orang yang berpikir untuk membudayakan kembali sepeda. Namun, ini adalah hal yang berat. Orang-orang sudah nyaman dengan adanya sepeda motor dibandingkan dulu naik angkot. Apalagi disuruh naik sepeda yang notabene bakal menguras tenaga jauh lebih banyak dan membuat badan berkeringat.


Dari sisi kesehatan, bersepeda punya banyak kelebihan daripada sepeda motor. Dari sisi penanggulangan kemacetan juga bisa menjadi solusi. Dari sisi harganya, harga sepeda yang ada di pasaran juga masih terjangkau jika dibandingkan dengan harga sepeda motor.


Untuk harga sepeda lipat di pasaran dibandrol dengan harga 1,5 jutaan hingga 3 jutaan. Sedangkan harga sepeda motor mulai 16 jutaan. Bahkan ada yang menyentuh angka 30 jutaan. Jauh banget kan selisihnya.


Namun, budaya bersepeda ini tidak hanya kesadaran dari hati saja. Pemerintah juga harus membuat beberapa regulasi yang mendukung pesepeda.


Memberikan Jalan yang Ramah untuk Bersepeda

Salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam budaya bersepeda ini adalah dengan membuat jalan yang ramah untuk para pesepeda. Mungkin perlu dibuatkan jalur khusus untuk pesepeda. Di beberapa kota sudah ada jalur khusus ini. Seperti di Purwokerto, di kota ini ada jalur khusus untuk pesepeda. Namun, sayangnya kadang orang yang tidak sadar dan menggunakan jalur ini, padahal dia bukan pesepeda.


Hal yang menyebalkan lainnya di jalanan adalah kadang orang yang menggunakan sepeda ini dibel oleh pengguna sepeda motor dan mobil. Alhasilnya pesepeda tadi kaget dan panik di jalan. Kadang ini yang membuat orang berpikir bahwa pesepeda tidak dianggap oleh pengguna jalan lainnya.



Memberlakukan 1 Hari Bersepeda dalam 1 Bulan

Ini ide yang agak gila. Satu hari tanpa kendaraan lain kecuali sepeda. Kebijakan ini akan menghasilkan pro dan kontra. Namun, jika pemerintah bisa konsisten, kedepannya akan berdampak bagus.



Memberikan Seminar-seminar Mengenai Manfaat Bersepeda

Banyak juga orang yang belum sadar pentingnya bersepeda untuk mengurangi kemacetan di jalan. Bahkan sampai ada yang menganggap bahwa orang yang memakai sepeda itu adalah orang yang tidak mampu beli sepeda motor.


Dengan memberikan seminar-seminar mengenai pentingnya bersepeda, setidaknya akan banyak orang yang sadar untuk bersepeda saat ingin pergi ke mana-mana, terutama yang jaraknya dekat.



Membatasi Jumlah Sepeda Motor dan Mobil yang Dijual

Kebijakan yang cukup ekstrem lainnya adalah dengan membatasi jumlah penjualan sepeda motor di Indonesia. Misal nih satu rumah hanya boleh maksimal ada 2 sepeda motor saja. Ini saja sudah cukup mengurangi peredaran sepeda motor. Pasalnya di Indonesia terkadang satu rumah, sepeda motornya banyak. Dan misal punya 3 anak, ya sepeda motornya ada 4 atau 5. Ini yang membuat jalanan macet.


Apalagi saat ini bertambah lagi dengan banyaknya orang yang punya mobil akibat cicilan mobil dimudahkan dengan DP yang sangat terjangkau.


Sebenarnya memang gengsi lah yang menyebabkan jalanan ini jadi macet. Jika memandangnya dari sisi ekonomis, harga sepeda lipat jauh lebih murah dibandingkan harga sepeda motor maupun mobil. Dengan menggunakan sepeda lipat juga lebih mengurangi pemakaian volume jalan karena sepeda ini ukurannya ramping.


Segala upaya yang dilakukan pemerintah jika tidak didukung oleh rakyatnya maka percuma saja. Sekarang balik ke kitanya juga sih. Apakah kita sebagai masyarakat mau beralih menggunakan angkutan umum dan sepeda atau masih mau menggunakan mobil dan sepeda motor pribadi? Semua jawabannya ada di kita sendiri. Yang pasti, baik pemerintah maupun masyarakat harus saling mendukung dalam mengurangi kemacetan sekaligus membudayakan hidup sehat, salah satunya dengan bersepeda.

Jadi, udah ada rencana untuk ngebiasain diri bersepeda belum?

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
30 Agustus 2018 16.56 delete

padahal dulu sepeda ini pada zman saya lebih murah... oh sekarang kenapa lebih mahaaal. Tapi beli ga ya

Reply
avatar
30 Agustus 2018 17.24 delete

ehehhee,,, ya jelas dong dulu lebih murah mas, jaman dulu memang kan barang-barang juga lebih murah, UMR juga nggak sebesar sekarang. Jadi kalau dipikir-pikir nilainya sama walau secara nominal beda.

beli atuh, jangan pikir-pikir, biar kalau weekend bisa sepedaan bareng kesayangan :D

Reply
avatar