DIALOG NASIONAL KOMITE PENASIHAT ANAK MENGENAI PEKERJA ANAK BERSAMA PEMANGKU KEPENTINGAN

15.04
dialog nasional komite penasihat anak


Medan yang panas banget akhir-akhir ini, dan saya yang kurang fokus entah karena apa. Sepertinya butuh piknik. Atau butuh kamu. Entahlah, saya mulai nggak jelas :D


Tapi yang mau saya obrolin di postingan kali ini jelas kok. Bukan tentang kamu, bukan. Apalagi tentang mantan, jelas bukan. Ini tentang anak. Bukan anak saya juga sih. Tapi sebagai orang yang sadar kalau masa depan anak-anak bangsa ini adalah masa depan negara, jadi saya pikir perlu untuk memposting tulisan ini.


Okeh baik, ini serius. Tapi kamu bacanya santai aja ya, lagian cuma singkat aja kok, yang penting menyikapinya dengan kritis, ya kaan,,ya kaan. Okeeeh gaees! Bacalah :D





“Lindungi anak dari pekerjaan berbahaya, kekerasan dan pelecehan seksual. Saat ini, ada banyak anak yang dipekerjakan lalu mendapat kekerasan dari majikannya, terutama anak-anak yang bekerja di cafe dan di spa, anak-anak ini akan sangat rentan mendapatkan pelecehan seksual dari orang dewasa.”



Pernyataan diatas diungkapkan oleh Arvina Sinaga, salah seorang anak yang berkesempatan berdialog bersama perwakilan kementrian di gedung kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (KPPPA). Pada kesempatan ini, Arvina datang bersama tiga orang rekannya yang tergabung dalam komite penasehat anak untuk anak yang bekerja, mereka adalah Yudha Ramadhana  Armanda, Ruth Kesia Simatupang dan Fauza Ananda.

komite penasihat anak
Suasana dialog


pekerja anak
Mereka yang suaranya harusnya didengar


Komite penasehat anak sendiri adalah sekelompok anak-anak yang bekerja namun memiliki motivasi dan semangat maju dan melangkah menggapai mimpi mereka. Komite penasehat anak adalah bagian dari kampanye It’s Time To Talk yang digagas oleh Kinder Not Hilfe, TDH dan Save The Childrend, dan telah dilaksanakan di 36 Negara. Untuk wilayah indonesia, Kampanye it’s Time To Talk bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak Medan (PKPA) untuk mengupayakan pemenuhan hak-hak anak terutama anak yang bekerja.

komite penasihat anak
time to talk!


Pada dialog Nasional di Kementrian PPPA yang dihadiri oleh perwakilan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Luar Negeri, Kementrian Sosial, Kementrian Ketenagakerjaan, Bappenas, Forum Anak Nasional dan beberapa lembaga anak nasional, keempat perwakilan anak menyampaikan alasan utama yang menyebabkan mereka harus bekerja. Selain itu, keempat perwakilan anak juga menyampaikan pesan kunci yang telah mereka diskusikan bersama seluruh anggota komite penasehat anak yang lain di Medan.


“Akhiri pekerja anak, karena kalau anak bekerja akan menimbulkan dampak negative. Berkurangnya kesehatan, tidak dapat bermain, belajar dan beristirahat serta dapat mengancam pendidikan,” ujar Yudha. Sedangkan Fauza dan Kesia lebih banyak menyampaikan harapan anak-anak terkait pemenuhan dan pemerataan fasilitas dan layanan kesehatan dan pendidikan di masyarakat.


Ibu Rini Handayani selaku Asdep Perlindungan Anak Kementerian PP-PA menyampaikan bahwa seluruh dinas terkait tidak boleh bekerja sendiri-sendiri dan harus dapat bekerja sama dan berkordinasi dalam upaya penghapusan pekerja anak. Beliau juga menjelaskan bahwa sudah ada upaya dari pemerintah untuk tetap melakukan regulasi melalui kebijakan terkait kekerasan terhadap anak. Selain itu, memberikan penguatan pada keluarga juga dianggap perlu, agar keluarga menganggap bahwa anak adalah investasi masa depan, jadi harus dilindungi dan dijaga agar anak tetap mendapat pendidikan dan terhindar dari eksploitasi dan kekerasan.
*

dialog nasional komite perlindungan anak
Foto bersama peserta dialog


Nah, singkat kan tulisan tentang Dialog Nasional Komite Penasihat Anak Mengenai Pekerja Anak Bersama Pemangku Kepentingan. Tapi mudah-mudahan memberi kita pengetahuan baru bahwa di luar sana banyak anak-anak yang bekerja dan mendapat kekerasan. 

Kalian pernah melihat pekerja anak?! Atau bahkan menyaksikan ketika mereka mendapatkan kekerasan? Apa yang kalian lakukan? Ceritain di kolom komentar ya :)







Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »