APA GAYA TRAVELINGMU?

21.03
APA GAYA TRAVELINGMU
Lokasi : Pantai Lampuuk - Aceh

Apa Gaya Travelingmu? - Di Indonesia, traveling seakan menjelma menjadi gaya hidup pada beberapa tahun belakangan ini. Kemajuan teknologi menjadikan informasi tentang keindahan suatu tempat menjadi begitu cepat menyebar ke masyarakat. Virus traveling pun merebak tidak hanya pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, tetapi juga pada mereka yang selama ini menjadikan aktivitas jalan-jalan sebagai sebuah impian belaka. Maraknya penerbangan dan pengingapan berbiaya murah seakan menjadi berkah bagi mereka yang selama ini menganggap traveling adalah hal mahal.

Sebenarnya, pada dasarnya aktivitas traveling adalah mengunjungi suatu tempat yang menurut kita menarik baik itu dari segi keindahan alam, nilai sejarah, atraksi budaya, religi maupun aktivitas orang-orang di tempat tersebut dengan tujuan untuk merefresh hati dan pikiran. Namun meskipun demikian tiap orang memiliki gaya ataupun acuan dalam ber-traveling yang mereka sesuaikan dengan berbagai aspek seperti minat, budget, maupun cara travelingnya. Berikut beberapa gaya traveling berdasarkan budget yang penulis rangkum dari berbagai sumber dan pengamatan pribadi :

1. Backpacker / ala ransel

Istilah backpacker saat ini sangat popular di kalangan traveler.  Namun sayangnya, banyak orang yang mengartikan backpacker hanya sebagai gaya jalan-jalan yang murah. Meskipun tidak sepenuhnya keliru, namun sebenarnya traveling gaya backpacker atau ala ransel ini tak hanya sekedar mengedepankan sisi ekonomis saja. Traveler bergaya backpacker adalah pecinta jalan-jalan dengan budget seminim mungkin namun tetap mengedepankan sisi kepuasan batin. Kepuasan batin dalam pandangan para backpacker tidak terletak pada pelayanan mewah petugas hotel misalnya, namun lebih kepada pengalaman-pengalaman yang mereka rasakan saat traveling. Bersosialisasi dengan penduduk setempat, turut menjaga lingkungan tempat rekreasi, mengatur perjalanan sendiri adalah hal biasa dalam backpacker. Tak heran jika banyak yang menyebut orang yang menganut gaya traveling ini sebagai independent traveler. Backpacking mengajarkan para traveler untuk mandiri dalam mengatur rencana perjalanan, waktu, pengeluaran, dan bersosialisasi dengan orang lain yang belum dikenal. Karena menganut paham budget seminim mungkin, backpacker juga melatih untuk menjaga kesehatan dengan budget minim saat perjalanan dan melatih mental untuk mengatasi berbagai hal tak terduga selama traveling. Banyak yang berpikir bahwa mereka yang menganut traveling gaya backpacker adalah mereka yang memiliki tingkat perekonomian rendah. Padahal, banyak traveler yang memiliki penghasilan besar memilih gaya jalan-jalan ini. Bukan karena mereka pelit untuk mengeluarkan uang mereka, tetapi lebih kepada keinginan untuk melatih diri dalam keadaan terbatas dan belajar menikmati apa yang ada. Di Indonesia, Nadine Chandrawinata dan Pepi adalah contoh selebritis yang enjoy dengan traveling gaya backpacker yang mereka anut.

2. Poshpacker / ala koper

Nah kalau gaya poshpacker ataupun ala koper ini adalah kebalikan dari backpacker. Poshpacker adalah mereka yang menganut tipe liburan dengan kemewahan : tidur di hotel berbintang, makan di restoran mewah, dan tak suka yang ribet-ribet. Mereka lebih suka mempercayakan rencana liburan mereka kepada travel agent. Tempat-tempat yang mereka kunjungi biasanya adalah tempat yang biasa dikunjungi banyak orang, berbeda dengan backpacker yang biasanya justru tertantang untuk menemukan tempat-tempat menarik yang belum diketahui banyak orang. Dari segi budget tentu saja poshpacker lebih banyak mengeluarkan dana untuk aktifitas traveling-nya ketimbang backpacker. Bagi poshpacker, uang bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Mereka lebih memilih mengeluarkan uang lebih ketimbang harus bersusah-susah mencari penginapan ataupun hotel murah. Belanja oleh-oleh adalah hal yang tak boleh terlewatkan bagi para poshpacker. Terkadang, tas mereka yang berisi oleh-oleh lebih besar dibanding koper pakaian mereka sendiri. Berbeda sekali dengan backpacker yang menganggap pengalaman adalah oleh-oleh tak ternilai yang bisa mereka bagi ceritanya ke orang-orang terdekat.

3. Flashpacker

Bisa dikatakan, flashpacker adalah gabungan dari backpacker dan poshpacker. Mereka yang menganut gaya traveling flashpacker adalah mereka yang fleksibel dengan keadaan. Jika situasinya memungkinkan untuk backpacking, mereka akan dengan santai melenggang dengan ransel di punggung. Namun jika harus menginap di hotel mewah dengan pengeluaran yang banyak, mereka pun akan tetap enjoy.

So, apa gaya traveling kamu? Yang pasti, apapun gaya traveling-nya, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai tiap perjalanan yang telah kita lewati. Enjoy your traveling!

NB : Dimuat di rubrik pariwisata, harian Analisa, Minggu 08 Maret 2015

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

18 komentar

Write komentar
mollymolly
AUTHOR
9 Maret 2015 21.48 delete

Kayaknya aku masuk kategori flashpacker, fleksibel dgn budget perjalanan. Klo lg terbatas ya jalan2nya ke tempat yg deket2 aja atau 2-3 hari, klo dana lg memungkinkan siap2 utk traveling yg jauh atau wktnya lebih dr seminggu.. hehehe

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
9 Maret 2015 22.15 delete

sama kak, Diah juga fleksibel, apapun gaya travelingnya, yang penting hati senang hehehe..

Reply
avatar
Muhammad Afif
AUTHOR
9 Maret 2015 22.19 delete

Flashpacker kayaknya pas dengan gaya ane :D...bw kesini ya mbak bro http://myinspiration20.blogspot.com . Terima kasih ^-^

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
9 Maret 2015 22.26 delete

sepertinya memang banyak yang tipe flashpacker ya, saya juga salah satunya :)

seep mas, meluncur...

Reply
avatar
9 Maret 2015 22.30 delete

Untuk saat ini, saya masuk tipe ke 3 yakni Flashpacker. Gak tau nanti ke depannya bagaimana, mungkin bisa mengarah ke Backpacker.

Reply
avatar
9 Maret 2015 22.40 delete

Kalau saya suka jalan kaga bawa apa-apa ,cukun celana & baju di badan plus dompet yang ada isinya , kemana pun jadi ... kaga mikir tempat tidur ... kalau kepepet tidur di mesjid bolehlah ,termasuk tipe yang mana mbak

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
9 Maret 2015 22.59 delete

saya juga flashpacker mas :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
9 Maret 2015 23.00 delete

mmm.. backpacker kali ya :)

Reply
avatar
10 Maret 2015 13.55 delete

Hihihi jarang jalan-jalan jauh Diah, tapi kayaknya lebih mengarah ke Flashpacker sayanya :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
10 Maret 2015 14.20 delete

sama, Diah juga flashpacker :). paling jauh kemana Ci?

Reply
avatar
Fikri Maulana
AUTHOR
10 Maret 2015 22.53 delete

Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

www.fikrimaulanaa.com

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
11 Maret 2015 11.56 delete

Thank you, sering-sering mampir ya. Ntar klo buka lepi saya berkunjung ya :)

Reply
avatar
devina putri
AUTHOR
9 April 2015 13.34 delete

haduh saya termasuk poin keberapa ya? hehe
Salam kenal ya mbak :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
10 April 2015 23.21 delete

hayooo point keberapa, hehehe.. salam kenal juga mbak :)

Reply
avatar
Dian Ravi
AUTHOR
28 Januari 2016 15.56 delete

aku masuk katergori flashpacker nampaknya. ikutin keadaan dompet aja mau yang mana :D salam kenal mba

Reply
avatar
Eksapedia
AUTHOR
6 April 2016 20.43 delete

Kayaknya ane yang nomor satu deh :D

Reply
avatar
harjanti dede
AUTHOR
16 April 2016 15.31 delete

Baru tahu mbak jenis2 traveler. Kemarin kami terakhir liburan,saya tetep bawa backpack dan cari penginapan yang bisa masak sendiri (biar tetep ngirit kayak jaman ngekos) ;-)

Reply
avatar
6 November 2016 14.19 delete

Wah aku yang belum pernah travelling jadi penasaran gimana ya rasanya backpacker-an...

Reply
avatar