THE NAKED TRAVELER 3 - TRINITY

19.45

THE NAKED TRAVELER 3 - TRINITY


JUDUL BUKU : The Naked Traveler 3
PENULIS : Trinity
PENERBIT : B-First
TERBIT : Mei 2011
TEBAL : x + 326 hlm
ISBN : 978-602-8864-38-1
HARGA : Rp. 44.500

THE NAKED TRAVELER 3 - TRINITY - Seolah tak pernah habis tempat-tempat indah untuk dijelajahi. Seakan tak pernah habis kata-kata mengungkap keasyikan sebuah perjalanan. Trinity pun seperti tak pernah kehabisan pengalaman menjelajah dunia untuk ia ceritakan dalam bukunya The Naked Traveller.

Setelah sukses dengan The Naked Traveller 1 dan 2, Trinity kembali hadir melanjutkan cerita pengalaman-pengalamannya selama menjelajah dunia dalam buku The Naked Traveller 3. Masih dengan gaya penceritaan yang ringan, mengalir dan khas, Trinity bak menyihir para pembaca untuk melakukan petualangan-petualangan ke berbagai pelosok bumi.

Di buku ketiga ini Trinity mengklasifikasikan pengalaman-pengalamannya dalam sebelas tema. Kesebelas tema ini berisi beberapa cerita lagi. Total ada 72 cerita yang ia bagi di buku ini, termasuk di dalamnyanya tips 15 cara jalan-jalan GRATIS ke luar negeri.

Diawali dengan tema Berani Coba?, Trinity menceritakan tempat-tempat seru yang memacu adrenalin yang pernah ia kunjungi. Ada 7 cerita disini,Tur Hantu, Berbikini di Aceh, Naik Gunung di Unta, Laut Mati : Obat Nggak Bisa Berenang dan Obat Borok, Onsen; Mandi Rame-rame, Singapore for Adrenalin Junkies, dan Drama Becak dan Bajaj India.  Tur Hantu berisi pengalaman Trinity melakukan trip ke tempat-tempat yang dianggap mistis di Bandung seperti bekas gedung HBS (Hogere Burger School), Rumah Kentang, Taman Maluku, Rumah Ambulans. Di cerita lain, dirinya buka-bukaan tentang pengalamannya nekat berenang pakai bikini di Aceh, satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum syariat. Juga pengalamannya Onsen, mandi ala Jepang. Sama dengan mandi air panas kalau di Indonesia, bedanya, onsen mengharuskan kita bugil, wew…! “Seandainya Onsen ada di Indonesia, pasti jadi sumber intipan orang” begitu tulis Trinity pada halaman 24. Hahaha… benar juga tuh mbak Trinity.

Tema kedua : Ternyata …. Berisi 8 cerita yang isinya menceritakan fakta-fakta yang tak disangka  sebelumnya. Seperti dalam cerita Cowok Korea Unyu-Unyu? Disini Trinity menceritakan tentang cowok-cowok Korea yang saat ini menjadi idaman para cewek-cewek, ternyata aslinya cowok Korea itu jauh sekali dari yang dilihat di TV dan majalah-majalah. Sementara cewek Korea sebaliknya, mereka lebih cantik dari yang di TV. Cerita mencengangkan adalah data dari pejabat RS yang mengatakan 60% orang Korea usia 20-40 tahun pernah operasi plastik. RS operasi plastik juga sangat banyak ditemukan di Korea. Satu kecamatan bisa terdapat 400 RS operasi plastik, wow! Di Korea, adalah hal biasa ketika menemukan mbak-mbak kantoran melakukan operasi plastik saat jam makan siang kantor, anak ulang tahun biasa dihadiahi operasi plastik oleh orangtuanya ckckck…

Ada juga cerita fakta yang unik dari India. Di india jika seorang ibu melahirkan secara caesar, sang ibu dianjurkan minum-minuman beralkohol setiap malam. Masyarakat India percaya bahwa operasi di dalam perut akan cepat sembuh bila minum alkohol, hmm… ada-ada saja. Hal unik lain tentang India yang akan pembaca dapatkan di buku ini adalah bahwa rata-rata penduduk India tahu dimana rumah idolanya seperti rumah Shahrukh Khan, Amitabh Bachchan, Aishwarya Rai dll. Selain itu, seringkali dalam satu rumah ditinggali oleh beberapa generasi dalam keluarga India. Bahkan ada yang satu rumah dihuni 4 generasi.
Tema ketiga : Tutup Mata, Tutup Hidung. Benar-benar cerita jorok (dalam arti sebenarnya). Kelima cerita dalam tema ini yakni : Joroknya China, Apakah di India Bau?, Under the Stars, Poo Pants Man dan RW & B1. Saya sarankan untuk orang yang tak tahan dengan yang jorok-jorok untuk tidak membaca bagian ini.

Yang Seru-Seru. Seperti judulnya, cerita-cerita di tema ini menceritakan pengalaman-pengalaman seru Trinity di beberapa tempat di dunia ; pengalaman main ski di Korea Selatan, pengalaman makan daging buaya di Darwin, Australia, nonton Thailad Shows dan sumber mata air yang bikin pingsan. Seruu…
Hiks! Kalau tema kelima ini sih berisi cerita sedih saat trip. Sedih disini bukan hanya tentang masalah pribadi, tetapi juga mengenai hal-hal yang Trinity jumpai saat trip. Trinity menceritakan tentang Timor Timur yang sekarang berubah menjadi Timor Leste dan bukan termasuk ke wilayah Indonesia lagi. Ada keharuan saat membaca bagian ini. Mengetahui masyarakat Timor Leste masih bisa bahasa Indonesia dengan lancar meski bahasa mereka saat ini adalah bahasa Portugis. Mengetahui bahwa mereka masih mendengarkan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan… merasa lebih kaya saat masih menggunakan mata uang rupiah dibanding sekarang yang menggunakan dolar. 

Tema dan cerita selanjutnya tak kalah membuat haru dibanding tema sebelumnya. Cinta Indonesia, itulah tema keenam dalam buku ini. Tentu saja cerita di dalamnya mengenai Indonesia. Trinity mengemukakan alasannya kenapa traveling di luar negeri dan kenapa di Indonesia. Ada juga cerita tentang keindahan Wakatobi, serunya pertempuran Pasola di Sumba Barat. Everything about Indonesia lah pokoknya. Membuat kita merasa beruntung lahir dan besar di negeri yang indah ini.

Seandainya Kita, merupakan tema yang menceritakan tentang andai-andai nya Trinity berkaitan dengan pariwisata di Indonesia. Ada 4 cerita disini ; Sirik sama Pariwisata Thailand, Mendambakan MRT Jakarta, Jambi Gagap Wisata dan Bergaul dengan Orang Aborigin.

Beda, dalam tema ini terdapat 7 cerita. Berkisah tentang hal-hal berbeda seperti perbedaan fisik dan sifat cowok-cowok di tiga negara berbeda namun bertetangga. Juga cerita tentang bentuk paspor dulu dan sekarang. Meski terdengar tak penting, namun Trinity menuliskannya dengan bahasa yang ringan dan asik yang membuat pembaca sayang untuk melewatkan tiap cerita di tema ini.

Tema selanjutnya adalah Gue Banget, hal-hal dalam traveling yang ‘Trinity banget’ ia beberkan disini.
Tip (Agak) Penting. Nah, ini nih salah satu yang penting dalam buku ini, khususnya untuk orang-orang yang hobi travelling. Ada 9 cerita dalam tema ini yang semuanya wajib diperhatikan bagi para traveler ; Browsing Before Traveling, 21 Cara Membunuh Waktu di Bandara secara Hemat, HP dan BB Hemat di Luar Negeri, Motret Oke Pake Kamera Saku Digital, Jalan-jalan kok Berantem?, Post-Holiday Syndrome, 15 Cara Jalan-jalan GRATIS  ke Luar Negeri, No Smoking dan Obat Darurat. Kesemuanya berisi tips berdasarkan pengalaman Trinity keliling dunia. Sangat sayang untuk dilewatkan.

Tema terakhir dari buku ini adalah Bisa Gila. Berisi 7 pengalaman-pengalaman yang bisa membuatnya gila seperti saat berbicara dengan orang China daratan yang super duper sulit, diperiksa Natalie Portman di Perbatasan, Kabur ke Inner Mongolia dan saat Sakau Sapi di India.

Dengan bahasa ringan dan renyah Trinity seolah menyebarkan “Virus” dalam tiap ceritanya. “Virus” yang menggoda pembaca untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan perjalanan untuk melihat dunia. Wanita yang telah mengunjungi hampir seluruh provinsi di Indonesia dan 44 negara ini memang tidak diragukan lagi kepiawainnya dalam menuliskan kisah-kisah perjalanannya. Trinity tidak hanya bercerita pengalaman-pengalaman indah saja, melainkan juga cerita sedih, senang, kocak, mengagumkan, mengherankan, semua tertuang dalam buku ini. Cerita yang jarang kita jumpai dalam buku-buku panduan wisata, karena Trinity tidak mengajak kita untuk melihat sisi keindahan sebuah tempat wisata saja. Ia juga mengajak kita untuk melihat sisi lain dan memetik pelajaran dari tiap perjalanan yang ia lakukan. Buku ini cocok dijadikan referensi bagi mereka yang hobi traveling, juga untuk mereka yang ingin melihat tempat-tempat di dunia tanpa mengunjunginya.***


Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
mollymolly
AUTHOR
20 Januari 2015 17.50 delete

Buku2 traveling Trinity memang bener2 menginspirasi (termasuk utk aku sendiri). Walo beda tipe travelingnya, paling ngga jadi referensi tempat2 yg unik utk dijelajahi. Kuncinya memang hrs berani ! Hehehe...

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
21 Januari 2015 10.07 delete

Bisa dibilang, trinity adalah salah satu penyebar virus jalan-jalan yg paling berpengaruh di negeri ini. Setelah bukunya terbit dan laku keras, baru muncul penulis2 lain yg memgangkat tema jalan2. Diah pun salah satu yg kena virus jalan-jalannya trinity :D

Reply
avatar