DURIAN DAN CERITA TENTANG KEBERSAMAAN

21.38



Durian dan Cerita tentang Kebersamaan : Durian, siapa yang tak kenal. Apalagi buat saya yang tinggal di Medan. Kota yang terkenal dengan duriannya yang selalu ada tak kenal musim. Terlepas suka atau tidak suka, orang Medan sudah pasti tau yang namanya durian.


Bercerita tentang durian, buat saya sama saja dengan mengenang orang-orang tersayang. Apa sebab?! Tak lain tak bukan adalah karena sepanjang ingatan, hampir tak pernah saya makan durian sendirian. Selalu ada kawan. Jadi tak berlebihan rasanya jika saya katakana makan durian adalah cara saya dan orang-orang tersayang dalam merayakan kebersamaan.


Di Medan, makan durian bareng-bareng dulu kerap saya lakukan dengan Sheilagank Sumut, komunitas fansnya Sheila On 7 disini. Kami biasa menyebutnya : ngeduren. Sekarang, karena sudah punya kesibukan masing-masing, kenangan ngeduren bareng kerap sekali menghadirkan rasa rindu. Rindu durian yang rasanya memang klik banget di lidah saya. Rindu kebersamaan dengan para kawan. Sebab kini memang tak bisa ngeduren bareng sesering dulu.




Lebih jauh ke belakang, durian adalah sesuatu yang begitu dekat dengan masa kecil saya. Tinggal di kampung di mana hampir tiap orang punya pohon durian di ladang ataupun di belakang rumahnya. Musim durian adalah masa yang menyenangkan buat anak-anak kampung.


Pagi hari begitu bangun tidur langsung ke belakang rumah, mengecek apakah ada durian yang jatuh malam tadi. Menyisir semak-semak dengan penuh harap. Jika ada, wah senangnya bukan main.
Siang hari selepas sekolah, bermain di sekitar pohon durian adalah sebuah kebiasaan. Manakala suara ‘gedebuk’ terdengar, semua riang dan berlari ke asal suara, berlomba siapa yang paling cepat menemukan si buah durian kesukaan. Jika sudah dapat, bersama-sama memeriksa kondisi durian. Apakah masih bagus, tidak ada yang busuk ataupun bolong dimakang kalong. Jika ada bagian yang busuk ataupun bolong, biasanya durian kami belah dan makan bersama bagian yang bagusnya, rejeki kami para bocah.


Jika keseluruhan kondisinya bagus itu artinya rejeki buat orangtua kami, karena yang bagus biasanya dijual ke agen untuk dipasarkan ke kota.


Waktu kecil dulu, makan durian sepuasnya rasanya oke-oke saja. Tapi sekarang, semakin usia bertambah, rasa-rasanya ada saja pantangan untuk makan ini dan itu. Salah satunya durian. Katanya tidak boleh makan banyak-banyak. Yang tinggi kolesterol lah, panas di badan lah, bikin gemuk lah, big no untuk penderita maag, asam lambung, ibu hamil, dan sederet rumor lainnya.


Saya sempat bertanya-tanya juga. Beneran nggak sih ini durian di balik rasanya yang uenak itu punya efek yang semenakutkan itu. Ternyata oh ternyata, tidak seperti itu pemirsa.


Banyak yang menganggap durian memiliki kandungan kolesterol yang tinggi karena setelah mengonsumsinya suhu tubuh cenderung naik, teksturnya yang berlemak, dan bau yang tajam mirip bau alkohol.


Buuuut,,, tidak seperti anggapan banyak orang. Durian malah tidak memiliki kandungan kolesterol. Oh, tentu ini fakta menyenangkan untuk saya. Juga untuk kalian yang suka makan durian tapi parno karena anggapan durian bikin gemuk bersebab kandungan kolesterolnya yang tinggi.
Jadi berbahagialah kita para penikmat durian. Karena dalam 3 biji durian, terdapat 160 Kkal, 6 gram lemak, 3 gram Protein, 30 gram Karbohidrat, 5 gram Serat, daaaan 0 gram kolesterol pemirsaaah. Jadi, dengan kandungan makro nutriens seperti yang disebutkan di atas, durian sebagai buah yang tinggi Anti-oksidan bermanfaat untuk mencegah kanker, tekanan darah tinggi, diabetes, PCOS, dan insomnia.


Ah ini mah pinter-pinterannya Perempuan November aja supaya ada temen ngeduren bareng. Ehehhee,,, nggak dong. Ini info saya dapat waktu menghadiri acara YOUVIT Media & Community Foodpedia pada Kamis 28 Maret 2019 lalu.



Acaranya santai dan asik. Ada Rachel Olsen, Nutrition Expert yang mengupas tentang kandungan buah durian seperti yang saya ceritakan di atas. Seru-seruan juga buat smoothies durian. Fun and enjoy banget.




Selain mengupas tentang nutrisi durian, kita yang hadir juga dikenalkan dengan YOUVIT. Nah, pasti kalian bertanya-tanya kan, apa sih YOUVIT ini. Sama. Saya pun demikian. Tapi pertanyaan saya terjawab di Laurence House, Jl Petula No 2A Medan, tempat YOUVIT Media &Community Foodpedia berlangsung.


YOUVIT, Multivitamin Gummy Pertama di Indonesia
Yess, YOUVIT adalah multivitamin. Jadi cocok banget kita-kita yang aktif, banyak aktifitas, atau saat kondisi tubuh memang sedang tidak fit. Kemarin saat acara berlangsung kebetulan saya emang lagi flu, efek dua mingguan lebih pulang malam terus karena kerjaan. Jadi begitu ditawari untuk mencoba YOUVIT, karuan aja semangat.




Langsung hilang flunya? Ya nggak lah. Dikira iklan TV disitu obat diminum disitu langsung sembuh. Ya pakai proses dong. Dan harus diimbangi dengan pola makan yang baik juga. Jangan mentang-mentang konsumsi multivitamin terus kita sesuka hati pola makan dan pola istirahatnya.


Dari nyobain YOUVIT kemarin, seenggaknya ada beberapa hal yang jadi poin dari YOUVIT yang saya highlight. Apa aja? Ini dia!


Bentuknya Menarik. Kalau selama ini multivitamin berbentuk cair, tablet, atau yang larut dalam air, YOUVIT berbeda. Berbentuk gummy bulat yang lucu. Dan karena bentuknya yang lucu, saya jadi berasa ngunyah jelly kenyal aja gituh, bukan multivitamin, ehhheheee




Rasanya ringan. Yess!! Ini salah satu yang saya suka dari YOUVIT. Rasa berry nya ringan, beneran seperti lagi nge-gummy aja. Rasanya satu aja nggak cukup karena tekstur dan rasanya yang asik. Cuma karena memang dianjurkan cukup satu gummy aja sehari, jadi menanti-nanti esok supaya bisa nge-YOUVIT lagi.


Kemasan menarik. Dari segi tampilan YOUVIT ini fun banget gaes. Pemilihan warna dan disain logonya anak muda banget. Untuk kemasan paket seminggu yang berisi 7 gummies, kemasannya praktis. Dengan adanya double perekat membuat kemasan di dalam aman. Tapi ngebukanya juga nggak ribet karena sudah ada penanda yang memudahkan kita untuk menyobeknya saat akan membuka.




Nah kalau kemasan satuannya dikemas layaknya permen. Jadi kalaupun kemasan paketnya sudah dibuka, masing-masing gummy tetap terjaga karena berada dalam kemasan tersendiri.

Kaya Vitamin. dalam sebutir gummy terdapat 10 jenis vitamin dan 2 mineral yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh kita agar tetap fit. Dosisnya juga disesuaikan dengan yang tubuh kita butuhkan gaes. Misal kayak vitamin C nih. Kebutuhan vitamin C tubuh kita kan 50 gram perhari. Di sebutir gummy YOUVIT  mengandung 45 gram vitamin C.


Kenapa nggak dipasin aja 50 gram? Karena yang 5 lagi bisa didapat dari konsumsi makanan/buah kita sehari-hari. Jadi diharapkan kombinasi antara pola makan yang baik dan konsumsi YOUVIT satu gummy setiap hari bisa memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh sehari-hari.



Okeh gaes, sudah cukup melebar kemana-mana obrolan saya ya. Dari mulai durian, kenangan tentang durian, nutrisi durian, sampe ke YOUVIT, si multivitamin berbentuk gummy yang kaya vitamin itu. Sudah cukup sampai disini dulu lah ya. Kalau pengen beli gampang kok, YOUVIT sudah tersedia di 7.000 toko di seluruh Indonesia. Di Medan bisa dibeli di Berastagi Supermarket, Maju Bersama, Irian, dan Suzuya.


Butuh info lebih lanjut tentang YOUVIT? Gampang, kunjungi saja website mereka di youvit.co.id atau di instagram : youvitforlife.


Kalian sudah pernah coba YOUVIT? Gimana kesannya? Ceritain di kolom komentar ya :)



Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »