KISAH LAIN DARI KEMERIAHAN KONSER RAISA DAN SHEILA ON 7 DI MEDAN

12.42
konser sheila on 7 di medan
Tiket Bold Xperience Music and Beyond Raisa dan Sheila On 7
Kisah Lain dari Kemeriahan Konser Raisa dan Sheila On 7 di Medan : Ada kisah yang berbeda dari biasanya di konser Bold Xperience Music and Beyond Raisa dan Sheila On 7 tadi malam di Medan. Selain tentang bagaimana bahagianya saya dan Sheilagank Sumut larut dalam tiap lagu yang dibawakan lelek-lelek Jogja ini hingga suara serak dan pegelnya masih terasa hingga pagi ini *kayaknya faktor U deh, biasanya treak-treak jingkrak-jingkrak aman-aman aja*. Ada juga cerita tentang kesalnya saya pada EO yang plin plan.
konser sheila on 7 di medan
Keramaian penonton di pintu masuk
Tapi kali ini saya tak ingin cerita tentang keseruan nonton konser SO7 karena sudah pernah saya tulis. Dan saya juga malas cerita tentang ke-plinplan-an EO karena bikin kesal kalau diingat-ingat. Saya ingin cerita perkenalan saya dengan seorang pria dengan keterbatasan fisik tapi tetap pede dan optimis menjalani hidup. Siapa dia?!

Namanya Mufti kalau tidak salah dengar (kami berkenalan selepas konser saat suasana masih berisik). Di foto ia terlihat normal. Tapi sebenarnya bang Mufti menderita cacat fisik sejak lahir karena polio. Ia datang terlambat, sekitar jam 10 kurang dengan menumpang becak motor dari rumahnya di Perumnas Mandala. Dalam keremangan ruangan dan euphoria penonton, ia duduk di kursi seorang diri di bagian belakang di lokasi penonton bertiket festival. Sambil jejingkrakan, saya sesekali melirik ke arahnya. Penuh tanya.

konser sheila on 7 di medan
Suasana di dalam ruangan konser
Awalnya saya heran juga apa yang membuatnya datang ke konser dengan susah payah begini. Berjalan terseok-seok dengan menggunakan bantuan sebuah kursi. Sampai di lokasi juga tak bisa melihat dengan leluasa karena pasti terhalang penonton yang berdiri dan desak-desakkan.

Kata bang Mufti, ia ingin menyaksikan langsung konser SO7 karena dia ngefans dengan grup band tersebut. Oh ternyata ia seorang Sheilagank (sebutan untuk fans SO7) juga.

Ini kali ketiga ia menonton konser SO7 di Medan. Sebelumnya, ia juga datang saat konser 8 Bintang di Stadion Kebun Bunga. Ziaaah.. itu kan outdoor ya, gimana dia nontonnya.

Ia bela-belain nonton karena memang ia suka lagu-lagu Sheila On 7 dan berharap bisa bertemu langsung dengan personilnya. Mendengarnya bertutur, saya jadi ingin mengusahakan agar ia bisa bertemu langsung dengan personil SO7. Tapi ragu mengatakannya. Takutnya ia langsung senang dan berharap banyak. Sementara saya pun tak bisa menjanjikan pasti bertemu.

Ternyata Arif juga berpikiran sama dengan saya. So, kami pun akhirnya memberitahunya dengan embel-embel kalimat “kami tidak bisa menjanjikan pasti bertemu, tapi kami usahakan”.  Ia seketika mengangguk dan menyetujui untuk menunggu.

Sambil menunggu kabar, saya mengajaknya ngobrol sekedar membunuh waktu. Sehari-hari, kegiatan bang Mufti adalah mengajar ngaji. Ia mengajar di sebuah madrasah di dekat tempat tinggalnya. Cacat fisik yang dideritanya tak membuatnya putus harapan. Ia tetap percaya diri dengan keadaannya *kelihatan kan dari kehadirannya di konser malam tadi seorang diri*. Tak peduli bagaimana orang memandang, ia bergaul dengan siapa saja yang mau menerima keadaannya.

Dari pergaulan itulah ia memiliki teman di salah satu radio di kota Medan. Nah temannya ini punya tiket nonton konser Raisa dan Sheila On 7 namun berhalangan hadir. Karena tau bang Mufti suka Sheila On 7, ia pun memberikan tiket tersebut untuk bang Mufti. Jadilah ia menonton malam tadi dan menjadi awal perkenalannya dengan saya dan Sheilagank Sumut.
konser sheila on 7 di medan
Bang Mufti (duduk di kursi) ngobrol dengan kawan-kawan Sheilagank Sumut
Bang Mufti suka Sheila On 7 sejak awal kemunculan band asal Jogja ini di kancah musik Indonesia. menurutnya lagu-lagu SO7 enak di dengar, dan ada pembelajaran yang bisa ia ambil dari lirik lagu-lagu mereka. Perjuangan SO7 dari bawah dan tidak sombong meski kini sudah menjadi band besar membuatnya terinspirasi.

“Liriknya itu banyak betolnya, jadi ada yang bisa diambil. Perjuangan orang itu juga. Mereka kan memulainya dari bawah. Terus sekarang meskipun udah besar, tetap tidak sombong kulihat,” ungkapnya.
konser sheila on 7 di medan
"Yuuk foto bareng bang, malam ini aku ngefansnya sama abang," canda saya, dan dia pun ngekeh.
Malam terus merangkak tinggi. Sudah jam setengah 12 lewat. Bang Mufti terlihat sedikit berpikir dan  akhirnya memutuskan pulang dan memendam dulu keinginannya bertemu langsung SO7. Saya paham, Santika Dyandra Hotel dan Perumnas Mandala bukanlah jarak yang dekat. Tengah malam mungkin lalu lintas lengang, tapi itu pula yang menjadi peluang berbagai kejahatan. Apalagi ia seorang diri dengan keterbatasan fisik.

Saya meminta maaf karena belum bisa mewujudkan keinginannya untuk bertemu SO7, ia justru tersenyum dan maklum. Ia memahami bahwa bertemu artis apalagi band besar tentu tidaklah mudah. Tidak sekarang, bisa lain waktu. Hmm.. saya senang dengan pandangannya. Seringnya fans kan ngotot pengen ketemu. Marah ketika sudah lama menunggu dan tak berhasil ketemu. Ini si abang bisa menerima dengan lapang dada.

Saya dan Fredy mengantarnya hingga ke pintu keluar. Karena tak ada taksi, saya pun jalan ke depan lobi hotel untuk mencari taksi. Bang Mufti bolak-balik mengucapkan terima kasih dan minta maaf karena merasa merepotkan saya. Saya padahal tidak merasa repot sama sekali.

Kami kembali bergabung dengan teman-teman Sheilagank Sumut yang lain. Saya ngobrol sebentar lalu menemani Erna ke toilet. Di toilet saya menelfon Nova, hendak memintanya datang ke toilet karena suatu hal. Eh dianya malah ngabarin kalau mas-mas SO7 udah di lobi. Seketika saya teringat bang Mufti, sudah sampai mana dia. Seandainya tadi ia mau menunggu sebentar lagi.
konser sheila on 7 di medan
Foto di cermin toilet bareng Erna, biar kekinian :D

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
rendiswis
AUTHOR
3 Maret 2016 14.37 delete

astagaaaa.. sayang sekaliii padahal uda hampir jumpaa.. gile menyentuh banget tulisanmu cuy di paragraf akhir

Reply
avatar
abdurrohman
AUTHOR
4 Maret 2016 09.49 delete

sayang kemarin ga bisa dateng...
jual kulit

Reply
avatar
4 Maret 2016 16.59 delete

waaah sayang banget ya, pas sheila on7 udah di lobi mas mufti udah pulang :( tapi keren ya mas mufti bela-belain nonton langsung sambil desak-desakan.

Reply
avatar
7 Maret 2016 16.23 delete

iyaps, sayang banget kan ya. tapi mau gimana lagi. memang belum jodoh ketemu kali ya :(

Reply
avatar
7 Maret 2016 16.24 delete

oh.. orang medan juga ya?!

Reply
avatar
7 Maret 2016 16.29 delete

iya Lan. belum jodoh mereka ketemu. aku juga salut liat mas Mufti, makanya aku tulis :)

Reply
avatar