T-SHIRT KHAS SUATU KOTA

19.53

Kalau pergi ke suatu daerah, biasanya yang paling saya cari buat dijadiin kenang-kenangan sekaligus tanda kalau saya pernah mengunjungi tempat itu adalah kaos / T-Shirt bertuliskan kata-kata ataupun gambar khas daerah tersebut. Dan walaupun hobinya backpackeran alias jalan-jalan dengan budget murah, kalau beli T-Shirt biasanya saya pilih yang standart distro walaupun harganya pasti lebih mahal dari yang di pajak/pasar. Bukan apa-apa, secara saya sendiri yang pakai, kalau bahan T-Shirt nya nggak enak di badan kan saya sendiri juga yang nggak nyaman makainya.

Waktu saya sebulanan lebih ngebolang ke Jawa-Bali, pengeluaran saya untuk beli kenang-kenangan (bukan oleh-oleh karena saya belinya lebih banyak untuk diri sendiri ketimbang untuk orang lain) lebih banyak dibanding biaya jalan-jalan saya. Usut punya usut, ternyata angka pengeluaran itu tinggi karena T-Shirt yang saya beli di tiap kota.

Waktu jalan-jalan ke Bali saya dan teman seperjalanan nggak sempat ke Joger Bali, tempat beli oleh-oleh khas Bali. Kami cuma sempat ke Krisna dank e Erlangga yang juga menyediakan oleh-oleh khas Bali. Tapi karena untuk kaos yang terkenal itu di Joger, jadinya kami bela-belain nitip kakak yang di Bali untuk membelikan kami T-Shirt Joger Bali dan mengirimkannya ke Surabaya (waktu itu tujuan ngetrip kami selanjutnya adalah Surabaya). Padahal harga 1 T-Shirt lengan panjang waktu itu (tahun 2011), di atas seratus ribu (saya lupa pastinya, tapi lumayan mahal buat kantong backpacker saya :D )


Ini pake T-Shirt khas Sabang ^_^


Di Surabaya, kami beberapa kali mengunjungi Cak-Cuk Surabaya, sebuah toko yang menjual T-Shirt khas kota Surabaya. Saya beli dua cuiii.. bisa buat biaya makan selama lima hari tuh hahahaa…

Di Semarang juga begitu. Di Karimunjawa kami menginap di pedesaan. Nah saat mau ke pelabuhan buat nyebrang ke Jepara, saya celingukan nyari toko souvenir buat beli T-Shirt bertuliskan Karimunjawa. Saat itu masih pagi dan kami harus mengejar kapal, soalnya kapalnya nggak ada tiap hari dan penumpangnya banyak, jadi harus cepat-cepat beli tiket. Begitu saya lihat ada kios souvenir yang buka dan ada tergantung T-Shirt, saya langsung menginteruksikan anak laki-laki yang membonceng saya untuk singgah. Saya tau bahan T-Shirt nya tak sebagus T-Shirt yang saya beli di kota lain, tapi tetap saja saya beli, kenang-kenangan cui.. selesai membayar, langsung cus ke pelabuhan, Alhamdulillah nggak ketinggalan kapal.

Nah, di Jogja lebih parah lagi. Berhubung Jogja memang salah satu kota yang ingin saya kunjungi, saya jadi keranjingan buat beli T-Shirt Jogja. Mau bagaimana lagi, banyak banget penjual T-Shirt dengan disain yang oke punya di sepanjang jalan Malioboro. Alhasil saya beli 2 T-Shirt Dagadu Jogja, di Malioboro saya beli 3 T-Shirt berkualitas baik dan 2 T-Shirt kualitas abal-abal. Biuuhh.. rekor keranjingan T-Shirt saya tuh ya di pas di Jogja.

Ini belum lagi waktu kami ke Pasar Klewer di Solo dan Madura, T-Shirt selalu menjadi barang kenang-kenangan yang ingin saya beli. Di Sabang, saya sampai searching di google dimana alamat Piyoh, merk dagang kaos khas Sabang. Di Kuala Lumpur saya sampai hampir ketinggalan rombongan karena terlalu lama galau menentukan T-Shirt mana yang harus saya pilih (dan ini terjadi ditiap beli T-Shirt, disain selalu menjadi alasan utama untuk galau menentukan pilihan. Semua terlihat keren tapi dompet cuma mampu beli satu pieces xixiixii..).

Sekarang, sebagian T-Shirt itu saya museumkan untuk sementara waktu. Jangan tanya kenapa ya, soalnya itu mengingatkan saya dengan ukuran T-Shirt saya yang dulu S dan  sekarang menjadi L hiks.. (M masih muat sih, tapi ngepas gitu deh :D ).

Saya tidak tau kenapa saya suka beli T-Shirt khas daerah yang saya kunjungi. Apa kalian juga demikian? Atau, barang apa yang biasa kalian beli untuk kenang-kenangan saat mengunjungi suatu daerah?

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
Jos Bloko
AUTHOR
11 Januari 2015 10.13 delete

Hampir tempat wisata memiliki t-shirt khas untuk oleh-oleh.

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
12 Januari 2015 09.10 delete

iya mas, saya salah satu yang sll excited buat belinya :D

Reply
avatar
mollymolly
AUTHOR
20 Januari 2015 17.56 delete

Sama, aku jg hobi berburu t-shirt khas daerah setempat, mau kota2 di Indonesia ato pas jln2 ke luar negri. Belakangan juga hobi ngumpulin magnet kulkas.. hehehe

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
21 Januari 2015 10.02 delete

Rasanya seneng aja gitu ya kak klo punya kaos khas daerah yg qt kunjungi. Klo magnet kulkas diah nggak kak, soalnya kulkas di rumah kontrakan jyga lagi rusak hehehe...

Reply
avatar