FINAL GRAMEDIA READING COMMUNITY COMPETITION 2016 : MEMBACA ITU KEREN!

22.49
membaca itu keren
final gramedia reading community competition 2016 
Final Gramedia Reading Community Competition 2016 : Membaca itu keren! - Membaca itu keren, kalimat tersebut begitu membekas di kepala saya. Iya, membaca itu keren. Karena dengan membaca, hal-hal besar bisa lahir dan tercipta. Karena dengan membaca kita terhindar dari kebodohan dan dibodoh-bodohi.

“Membaca itu keren. Jadi bilang ke temennya yang ngaku keren, kamu nggak pantas dibilang keren kalau nggak baca,” itulah kalimat yang diucapkan oleh Suwandi S. Brata, Publishing and Education Director PT Gramedia Asri media saat memberikan kata sambutan pada acara Final Gramedia Reading Community Competition 2016 regional Sumatera pada 06 Agustus 2016 di Convention Hall 1 Santika Dyandra Hotel Medan.

Saya hadir sebagai undangan di acara yang merupakan puncak adu kreativitas komunitas baca dari Pulau Sumatera ini bersama 3 perwakilan Blog M (Blogger Medan) lainnya.

Setelah cukup bosan menunggu sampai menyibukkan diri dengan jeprat-jepret bunga di meja, acara pun dimulai sekitar pukul 09.00 WIB *di undangan dibuat jam 7 pagi :D*. Dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Ir, Syaiful Bahri yang mewakili walikota Medan, juga beberapa perwakilan instansi pemerintahan, acara dibuka dengan pertunjukkan tarian daerah dari tim Gramedia Medan.

bungan daisi
Menunggu acara dimulai, jeprat-jepret dulu deh

pembukaan acara
Acara dibuka dengan tarian daerah

Membaca itu keren. Saya suka dengan kalimat ini. Orang yang membaca, tidak hanya terlihat keren. Tapi memang keren karena kepalanya pasti berisi berbagai pengetahuan. Seperti yang diceritakan Suwandi S. Brata, orang yang suka membaca dan yang tidak membaca akan terlihat dari cara berpikir dan bertindak. Pria yang saat menjadi editor mengaku membaca 150-an judul buku per tahun ini bercerita, seandainya ada puluhan ekor sapi yang masuk ke ruangan acara lalu membuang kotorannya di ruangan tersebut, maka orang yang gemar membaca tentu akan tau bahwa kotoran sapi memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan. Orang yang membaca pasti akan mengolah kotoran sapi menjadi hal berguna. Sedangkan orang yang tidak membaca hanya akan menganggap hal tersebut hanya kotoran.

Namun sayangnya, minat baca masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah. Dari 120 negara, minat baca orang Indonesia berada di peringkat 64. Di bawah garis tengah dari jumlah negara yang disurvey. Tentu ini kondisi yang memprihatinkan. Jika anak-anak Indonesia malas membaca, bisa dibayangkan akan seperti apa negeri ini ke depannya.

“Dengan membaca kita mendapat inspirasi. Inspirasi mengubah cara pandang. Anak-anak di masa kini adalah Indonesia di masa depan,” tutur Suwandi.

Upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya generasi muda Indonesia dilakukan PT Gramedia Asri Media dengan mengadakan kompetisi nasional Gramedia Reading Community Competition 2016 yang untuk regional Sumatera finalnya diadakan di Medan. Sebanyak 815 komunitas dan taman baca dari seluruh Indonesia mengikuti kompetisi ini. Jumlah peserta ini baru terhitung 10% dari jumlah taman baca yang ada di Indonesia yang mencapai 8 ribuan.

Dari 815, tim Gramedia kemudian menyeleksi menjadi 120 tim, kemudian menjadi 50 tim peserta yang tiap regional terdiri dari 10 tim peserta. Melalui poin penilaian konsistensi, kreativitas, dan manfaat keberadaan komunitas bagi masyarakat sekitar, tim juri pusat bahkan melakukan verifikasi ke tiap komunitas yang terpilih menjadi finalis.

Untuk regional Sumatera, 10 tim yang berhasil menjadi finalis adalah : Medan Generasi Impian (Medan), Bengkel Sabda (batam), Ruang Baca Tanah Ombak (Padang), Alusi Tao Toba (Samosir), Perpustakaan Remasni (Padang), Sahabat Ilmu Jambi (Jambi), TBM Ar-Rasyid (Aceh), Rumah Belajar Ceria (Palembang), Forum Anak Batam (Batam), dan Rumah Belajar Kasih Untuk Bangsa (Medan).

Nah di acara final ini para finalis diberi kesempatan untuk mengenalkan komunitas mereka pada undangan yang hadir. Juga memaparkan tentang kegiatan, prestasi, dan hal-hal yang akan dilakukan seandainya menjadi pemenang.

reading competition
Para finalis memaparkan tentang komunitas mereka
Pesertanya keren-keren. Saya selalu memberi applause ke tiap finalis. Rasa-rasanya kok ya jadi ikutan bangga dan bersemangat melihat mereka yang mau bersusah payah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendirikan taman baca di lingkungan mereka. Harapan saya untuk Indonesia yang dipenuhi generasi yang rajin membaca kok ya jadi muncul. Salut bener deh sama mereka. Sungguh menginspirasi.

Inspirasi lain datang dari Rizky Syahfitri Nasution (Founder Medan Heritage) dan Butet Manurung (Co-Founder Sokola Rimba). Kedua orang ini tak asing buat saya. Rizky Nasution bercerita tentang bagaimana kegelisahan-kegelisahan akan semakin minimnya perhatian masyarakat Medan terhadap asset sejarah yang dimiliki kota ini membuatnya mendirikan Medan Heritage, mengajak komunitas-komunitas lain untuk saling bersinergi, berkarya dan melestarikan warisan kota. Tak sekedar bercerita, ia juga membagikan tips-tips bagaimana sebuah komunitas dapat menjalankan fungsi kebermanfaatan bagi masyarakat.

Butet Manurung menceritakan awal mula ia berkeinginan untuk bekerja di hutan, pengalaman-pengalamannya mengajar Suku Anak Dalam dan suku-suku lainnya yang umumnya berada di hutan dan terisolir. Saya sungguh miris mendengar cerita Butet tentang bagaimana suku-suku tersebut ditipu oleh masyarakat luar karena mereka tidak bisa baca tulis. Di tengah kehidupan digital saat ini, ternyata masih banyak orang Indonesia yang buta baca tulis :(

sokola rimba
Butet Manurung tengah berbagi kisah kepada yang hadir

Dan puncak acara pun tiba,pengumuman pemenang Gramedia Reading Community Competition 2016 regional Sumatera. TBM Ar-Rasyid Aceh berhasil memenangkan 2 kategori, juara favorit dan juara 3. Juara dua diraih oleh Alusi Tao Toba Samosir, sedangkan Ruang Baca Tanah Ombak Padang berhasil menjadi juara 1.  Pemenang berhak mendapatkan development funding berupa uang tunai, trofi, sertifikat, dan bantuan buku selama 1 tahun ke depan dari Gramedia.

Selamat kepada para pemenang. Juga pada para finalis. Semoga perjuangan kalian menggaungkan dunia literasi di negeri ini, dimudahkan dan didukung semesta.

the winner
Selamat pada para pemenang. foto : susan

Sekian tulisan saya tentang Final Gramedia Reading Community Competition 2016 : Membaca itu keren! Yuuk banyak baca, karena membaca itu keren :)

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
kiwifrutti
AUTHOR
23 Mei 2017 13.32 delete

Semoga minat baca di Indonesia makin berkembang.

Reply
avatar