JALAN-JALAN SORE KE TITI GANTUNG MEDAN

05.46
wisata medan

Jalan-Jalan Sore ke Titi Gantung Medan – Wisata Medan : Saya suka jalan-jalan sore. Kalau ada waktu luang, biasanya saya akan habiskan dengan jalan-jalan sore *JJS, ada juga yang menyebut jalan-jalan santai*, entah itu sendirian ataupun bersama teman.

Apalagi saat matahari mulai turun dan memamerkan pesona cahayanya di langit yang bagi saya sungguh indah. Menikmati sore sambil menunggu momen matahari terbenam adalah hal yang mengasikkan bagi saya. Saat sinar sang surya tak segarang kala siang hari. Teduh. Dan meneduhkan hati saat menikmatinya.

Tapi sore itu, saat Erna *salah satu sahabat saya* menginap di rumah kontrakkan kami untuk beberapa hari, entah kenapa saya bingung hendak mengajaknya jalan-jalan kemana. Seharian ngobrol di rumah rasanya bosan juga. Jadi kami pun memutuskan akan keluar di sore hari meskipun belum tau tujuannya kemana.

Sesaat menjelang berangkat, terbersit di pikiran saya untuk ke Titi Gantung saja. Sore hari biasanya banyak penjual jajanan disana. Ngemil sambil menyaksikan kereta api lewat sepertinya cukup mengasikkan. Maka jadilah kami ke Titi Gantung sore itu.
titi gantung
Pemandangan di Titi Gantung

Titi Gantung ataupun jembatan gantung ini sebenarnya salah satu heritage di kota Medan. Letaknya di sebelah stasiun kereta api Medan. Jembatan ini dulunya adalah jembatan penyebrangan dari daerah Kesawan ke daerah jalan Jawa. Saat ini, selain penjaja makanan dan buku bekas, masyarakat umum masih sering lewat jembatan ini. Seringnya sih dijadikan jalan pintas pengendara sepeda motor yang ingin ke jalan Jawa ataupun ke jalan Stasiun.
Wisata Medan
Nih sedikit keterangan tentang Titi Gantung Medan

Awalnya saya dan Erna bingung mau ngapain disini. Akhirnya kami ya foto-foto saja. Gedung Centre Point, rel kereta api, dan bangunan khas China di dekat Titi Gantung sangat cocok dijadikan background foto. Didukung dengan langit yang cerah sore itu, klop lah.
titi gantung
Mbak Erna lagi liatin apa tuh...
Wisata Medan
Ini di Medan loh :)
Usai foto-foto, kami melihat-lihat kereta api lewat, dan jajan. Ya berhubung kami sama-sama suka ngunyah jadi nggak afdol lah kalau nggak jajan. Saya lupa waktu itu beli apa saja, tapi salah satunya adalah kacang tanah rebus. Sambil ngunyah kacang, sambil ngobrol ngalor ngidul, sambil perhatiin orang lewat, siapa tau ada cowok kece :D
titi gantung
Melihat kereta lewat
rel
Memandangi kereta ayang bergerak dan jalur rel yang bercabang
Banyak juga yang datang ke Titi Gantung ini untuk menikmati sore sambil jajan seperti kami. Jajanannya cukup beraneka ragam. Ada mie, pecal, gorengan, bakso bakar, rujak, aneka es, kacang dan jagung rebus, siomai, dan jajanan lainnya. Para penjual jajanan disini adalah penjual jajanan keliling yang mangkal disini saat sore menjelang malam.
titi gantung medan
Yang jualan banyak, sepeda motor yang melintas juga banyak :D
Sebenarnya menghabiskan sore di Titi Gantung lumayan asik. Apalagi saat matahari terbenam dan hembusan anginnya bikin pikiran plong. Emang sih gak keliatan momen matahari terbenamnya, cuma semburat cahaya keemasan aja yang keliatan, terus anginnya nggak sesejuk di gunung. Tapi untuk ukuran kota Medan yang kian hari kian sumpek ini, hal tersebut sudah cukup menyenangkan buat saya.
senja
Sinar mataharinya mentereng gitu ya :D
Cuma bingungnya, kalau mau berlama-lama disana, nggak tau mau duduk dimana. Terus sepeda motor yang lewat juga bikin hidung harus menghirup asap kendaraan. Padahal kitanya disitu sambil makan, jadinya kan bingung, mau nutupin makanannya atau nutup hidung biar tak terkontaminasi polusi. Hal lain yang kurang asik yakni kurang terjaganya kebersihan. Padahal kalau kawasan Titi Gantung ini dirawat dengan baik, bisa jadi objek wisata berbasis sejarah.
titi gantung
Buat mereka mungkin ini jalan pintas, tapi buat kami ini polusi :(
Nah kalau sudah malam, suasanya jadi beda. Remang-remang, terus pemandangannya selain stasiun kereta api juga gedung bertingkat di area centre point dengan lampu-lampunya.
titi gantung
Pemandangan malam di Titi Gantung
Berhubung perut minta diisi nasi, kami pun akhirnya meninggalkan Titi Gantung dan mencari warung nasi sambil arah pulang. Cukuplah jalan-jalan sore kali ini di Titi Gantung. Lain waktu mungkin akan JJS lagi disini.
tangan
Tebak tangan saya yang mana :D
Kalian biasa JJS dimana?

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

12 komentar

Write komentar
dweedy ananta
AUTHOR
29 April 2016 12.54 delete

Ada penjual buku bekas?!! Huwaaa kalau aku pasti nongkrong di sana. Ubek-ubek buku ^^

Reply
avatar
Niki Setiawan
AUTHOR
29 April 2016 13.06 delete

Itu siapa mba yg ngebuat jembatan gantungnya?
Kok keretanya g senyum y pas difoto? Apa dy lagi bete y?

Reply
avatar
Heru Arya
AUTHOR
29 April 2016 19.10 delete

Kalo orang jawab bilang Titi=Jembatan mungkin inilah para pendahulu menamakannya Titi Gantung yang artinya Jembatan Gantung..

Jujur, tempatnya keren, ya. Selain dibumbuhi dengan pijar jingga sore, suasananya yang gue lihat dari foto, keknya keren juga.. Kapan-kapan ke Medan, harus ke Titi Gantung, nih.

Btw, salam kenal dari Pangeran WOrtel..

Reply
avatar
30 April 2016 07.13 delete

iya ada. tapi nggak seramai dulu sih. karena sebagian penjual buku bekasnya udah pindah lokasi jualan.

Reply
avatar
30 April 2016 07.15 delete

iya ya, nggak tau sih siapa yang buat :D

mungkin keretanya nggak tau kalau aku fotoin dia, makanya nggak senyum. nggak sadar kamera dianya, meskipun tetap fotogenic :D

Reply
avatar
30 April 2016 07.17 delete

Halo pangeran Wortel, salam kenal ya :)

yups bener banget, Titi disini maksudnya adalah jembatan. sebenarnya tempat ini asik sih dijadikan tempat JJS sore. apalagi ada nilai sejarahnya. mungkin akan lebih asik lagi kalau sepeda motor dilarang melintas.
kapan ke Medan, nanti aku temenin deh ke Titi Gantung :)

Reply
avatar
30 April 2016 10.22 delete

tangannya yg atas... yg pola V hahhaha

Reply
avatar
30 April 2016 10.56 delete

iiih pinter.. anak siapa sih ini... xiixiii..

Reply
avatar
1 Mei 2016 08.23 delete

First time mampir kemari. Salam kenal ya. :D

Jalan-jalan sore emang enak kok, bisa menikmati sore sambil nunggu momen matahari terbenam. Suasana senja selalu bisa bikin nyaman, entah kenapa. :)

Wah, udah legend juga ya Titi Gantung, dibangun pada tahun 1885. Itu bangunan khas Cina-nya keren. Jadi kalo misalnya Titi Gantung ditutup untuk kendaraan bermotor, akan lebih bersahabat ya untuk warga sana. Hm, masalah kebersihan juga jadi isu khusus ya. Well, semoga kedepannya warga sekitar situ sadar untuk menjaga Titi Gantung tetap bersih. :)



Reply
avatar
2 Mei 2016 15.28 delete

selamat datang di blog gado-gadoku mas, semoga sering berkunjung ya hehee...

wah, suka jalan-jalan sore juga ya mas. iya, suasana senja itu selalu bikin nyaman ya :)

ini termasuk warisan sekaligus bukti sejarah sih mas, cuma sayangnya nggak dirawat dengan baik. bener kata mas, kalau kondisinya lebih bersih dan kendaraan bermotor nggak boleh lewat sini pasti bakal asik bener ngabisin senja disini :)

Reply
avatar
ayu lestari
AUTHOR
4 Mei 2016 17.02 delete

Titi gantung dan lapangan merdeka kan deket ya Mbak, kalau saya lebih suka nongkrong di lapangan merdeka karena lebih adem dan bebas asap, apalagi bisa main ayunan (Sttt, tapi jangan bilang-bilang ya, karna ayunannya sebenarnya buat anak-anak, bukan buat oang dewasa) heheheeh...

Reply
avatar
5 Mei 2016 14.06 delete

iyaps.. deket banget sama lapangan merdeka. wah.. sering main ke lapmer ya,, aku juga sering, cuma jarang ayunan. soalnya kalau mau ayunan selalu ada anak-anak yang lagi main.

Reply
avatar