MENCICIPI KULINER KHAS MANADO DI ISTANA KOKI : TINUTUAN DAN TAHU MANADO

Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado : Bubur. Yang terbersit di pikiran saya kalau mendengar kata bubur adalah bubur kacang hijau ataupun bubur ayam. Jadi waktu ada undangan dari Istana Koki untuk icip-icip menu mingguan mereka berupa Bubur Manado dan Tahu Manado, saya tak punya ekspektasi apa-apa, palingan juga seperti bubur kacang hijau yang manis dan bersantan. Saya pun tidak googling untuk mencari tau seperti kebiasaan saya kalau ada undangan blogger.

Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
salah satu spot foto di Istana Koki
Sabtu, 03 September 2015, saya berangkat ke Istana Koki nebeng medanfoodblogger, secara rumah kami searah. Sampai di Istana Koki, ternyata yang lain belum datang. Jadi lah kami duduk-duduk di smooking area sambil ngerumpiin Istana Koki. Dari awal masuk dari pintu samping, medanfoodblogger emang udah merasa ‘wow’ dengan bangunannya. Selain karena besarnya, juga karena kesannya yang megah *dan kesan megah dan mahal ini yang jujur membuat saya dan kawan-kawan yang pernah ngerumpiin Istana Koki jadi enggan datang, takut kantong jebol hahhaha..*.

Selain restoran, Istana Koki juga punya Grand Ballroom di lantai 3 untuk acara-acara besar seperti nikahan dll. Buat yang pengen suasana privat juga disediakan 9 VIP room dengan berbagai kapasitas yang terdapat di lantai 1 dan lantai 2. Terdapat eskalator untuk naik ke lantai atas *nah si eskalator ini tadi yang bikin medanfoodblogger ber’wow’ria, biasanya kan kafe atau resto dengan bangunan berlantai cuma tersedia tangga biasa.

Dan asiknya, penggunaan VIP Room ini kita gak perlu bayar, cukup dengan minimum pembeliaan saja. Misalnya untuk VIP Room yang bisa menampung 20 orang, cukup dengan minimum order 500 ribu rupiah kita udah bisa makan sambil ngerumpi asik bareng teman-temin tanpa perlu enggan dengan pengunjung lain, kan ruangannya udah beda hehhee..

Bang Wahyu, Lynur dan Yuha Cak Cobak akhirnya datang, kami pun barengan masuk ke no smooking area dan bertemu bang Aditya dari Istana Koki. No smooking area lebih luas dari smooking area. Ruangannya terkesan elegan dengan kursi-kursi dan meja kayu di area tengah ruangan. Meja bulat besar dengan beberapa kursi mengelilinginya, meja segi empat yang digabungkan menjadi memanjang. Terdapat space yang cukup lebar antara satu meja dan meja lainnya yang seakan menandakan mereka menghargai privasi tamu yang datang. Dilihat dari susunannya, sepertinya tamu-tamu yang datang memang kebanyakan rame-rame. Di sisi kiri, menempel dengan sekat pembatas dengan area lesehan, bangku sofa berjejer. Cocok untuk tamu 2-4 orang. Sedang area lesehan ada di sebelahnya.
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Jarak satu meja ke meja yang lain cukup lebar, bebas lewat kesana-kemari :)
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Area lesehan
Menunggu yang lain datang, kami mencicipi rujak buah dan lalapan gratis. Iya, rujak buah dan lalapan disini gratis tis tis, cukup bayar pakai senyum aja :). Lagi asik ambil potongan buah, eh bang Wahyu nawarin es krim. Saya yang memang es krim lover ya sudah pasti tak menolak. Ada rasa vanilla dan stroberry, saya pilih vanilla.
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Lynur, bg Wahyu dan Yuha lagi antri ambil buah
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Buah-buahan gratis, sepuasnya :)
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Pilih Strawberry atau Vanilla?? seporsi 5.000, manis dan lembut loh..
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Saya pilih vanilla
Dan, bubur Manadonya pun datang. Saya lumayan surprised dengan tampilannya. Warnanya kuning mentereng dengan potongan-potongan daun hijau. Di atasnya ditaburi potongan kecill ikan tuna. Sementara ikan asin dan sambilnya berada di wadah berbeda yang lebih kecil. Sama sekali tidak ada ayam ataupun santan seperti ciri khas bubur ayam dan bubur kacang hijau. Bubur Manado atau yang dikenal dengan Tinutuan di tempat asalnya ini berbahan dasar labu kuning, ubi kuning, aneka sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, jagung, ikan tuna dan bumbu-bumbu khas. Kental. Terdapat potongan labu kuning yang lembut karena matang sempurna.  Rasanya gurih. Semakin gurih dengan potongan ikan tunanya. Tapi ada krenyes segarnya saat terkunyah potongan daun. Ini karena memang daun-daun hijaunya baru dimasukkan ke dalam adonan setelah buburnya masak, jadi sayurannya masih setengah atau tiga perempat matang gitu. Kawan-kawan lain yang nggak suka sayur pada menyisihkan sayurannya walau mengakui kuah kentalnya enak. Kalau saya yang memang suka sayur ya hajar terus mah, lidah dan perut kompakan hehhee. Makin maknyus waktu ditambah ikan asin. Dan buat yang suka pedas, bisa ditambah dengan sambal khusus yang disediakan. Tinutuan ini paling pas dinikmati saat masih panas. Kalau dari segi nutrisi, ya bisa dinilai sendiri lah ya dari bahan-bahannya :)
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Tinutuan ala Istana Koki, 20.000 per porsi
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Ditambah ikan asin dan sambal, maknyusss...
Menu kedua adalah Tahu Manado. Kalau ini mirip tahu isi atau Tahu Sumedang. Bedanya kalau biasanya tahu isi menggunakan tahu kopong *tahu yang digoreng dan bagian dalamnya diambil, tinggal kulit tipisnya saja*, Tahu Manado ala Istana Koki menggunakan tahu goreng yang isinya dibiarkan ikut serta. Sayuran isii di Tahu Manado juga sama dengan tahu isi, tapi ini ditambain suwiran ayam. Satu porsi Tahu Manado berisi 3 buah tahu. Disajikan dengan bagian atas terpotong menjadi empat bagian untuk memudahkan kita menyantapnya. Turut pula didampingi saus untuk pelengkap rasa *tau sendiri lah ya, makan gorengan emang asiknya nyanding saus*. Karena isi tahunya sudah berbumbu, buat saya tanpa saus pun Tahu Manado ini sudah enak dinikmati.
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Tahu Manado, 18.000 per porsi
Sedang asik menikmati Tahu Manado, bang Aditya menawari varian es di Istana Koki. Waah.. perut sudah full tapi mendengar kata es kok ya nggak sanggup nolak ya. Maka keluarlah menu Es Campur dan Es Sarang Burung Selasih dengan gelasnya yang unik. Saya kebagian yang Es Sarang Burung Selasih dengan kondimen jelly, nata decoco, rumput laut, jagung, kelengkeng, kuah susu, dan es serut yang diatasnya diberi buah selasih. Karena saya bukan penikmat susu *apalagi susu putih, kalaupun mau palingan susu coklat* dan tidak tak begitu suka yang manis-manis *mungkin karena saya sudah manis ya ehehhehe..* jadi saya lebih memilih kondimennya dibanding menyedot kuahnya. Tapi buat yang suka manis-manis, Es Sarang Burung Selasih ini boleh dicoba. Oya, es ini bukan termasuk menu khas Manado ya guys!
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Es Sarang Burung Selasih, manis....!
Menu-menu yang kami icip-icip di atas merupakan menu jajanan yang tiap minggu berubah. Konsep menu yang berubah-ubah ini menarik agar pengunjung tak bosan. Apalagi menunya adalah menu tradisional nusantara. Jadi walaupun belum mengunjungi kotanya, seenggaknya kita bisa mencicipi kulinernya dulu di Istana Koki.

Oya, untuk menu utama, tak perlu takut kantong jebol. Karena ternyata saya juga kecele. Menu-menu di Istana Koki nggak semahal perkiraan. Walau menawarkan suasana yang terkesan ‘mahal’ namun harganya bersahabat dengan kantong kok. Soalnya sempat intip-intip buku menunya. Ada Nasi Tutug Oncom, Nasi Rames Medan, Nasi Rames Nusantara dengan harga 29.000 *sudah termasuk teh pahit panas/dingin* yang merupakan paket spesial makan siang, bisa dinikmati tiap Senin-Jumat pukul 11.00-15.00 WIB. But, untuk menu utama saya belum bisa cerita gimana rasanya karena belum nyobain.
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Ini nih ternyata gratisan juga saudara-saudara
Kalian yang pengen mencicipi Bubur Manado a.k.a Tinutuan dan Tahu Manado bisa datang ke Istana Koki. Menu tersebut tersedia sampai hari sabtu minggu depan.
Mencicipi Kuliner Khas Manado di Istana Koki : Tinutuan dan Tahu Manado
Sebelum pulang, foto bersama dulu :)

Share:

32 komentar

  1. Icip2 cerita seru jumpa kawan-kawan ngobrol seru :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaps... icip-icip seru, dapat ilmu, perut pun kenyang hehhehe..

      Hapus
  2. pinginlah kesana, apalagi masakan manado pasti ueenaak tu

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mau nyobain masakan manadonya sampe hari sabtu ini aja.

      Hapus
  3. ternyata disana ga semahal yang dibayangkan ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, nggak semahal yang kita bayangkan ya kan :)

      Hapus
  4. Aku pernah icip masakan manado di resto Beautika yang di Jakarta, itu memang khusus nyediakan masakan manado n halal. Enak-enak masakan manado menurutku, cuma pedesnya poll.. hahaha. Di Medan rada susah nyari yah, ternyata di Istana Koki ada beberapa menunya. Kalo aku tetep favorit sama klappertart dan pisang goreng yang dicocol sama sambal roa... hmmm. Bubur manado unik, pake sayur-sayur gitu, pernah icip juga. Kapan-kapan pingin mampir ah ke Istana Koki ;).

    BalasHapus
  5. Makan-makan sambil nambah ilmu soal kuliner nusantara ya kak
    Dan ternyata harga di Istana Koki cukup terjangkau ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya li, ternyata selama ini kita salah menilai hehehhe..

      Hapus
  6. Eskim nya sangat menggoda selera...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mampirlah kesini bang Ramli, ajak adek itu makan es krim disini ;)

      Hapus
  7. Balasan
    1. sini maen ke Medan mbak, trus kulineran di Istana Koki, rujaknya gratis :)

      Hapus
  8. waaaaaaaaaaaah ,,,, tempatnya indah, makanannya bikin aku jdi ngiler nih ,,,hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. tempatnya memang mewah mas, tapi harganya bersahabat kok sama kantong :)

      Hapus
  9. Enak-enak banget :3 jadi pengen kesana :( tapi nunggu waktunay belum ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengen kemana nih mbak? ke Manado atau ke Istana Koki? ;)

      Hapus
  10. Cafenya megah juga ya. Dari tampilannya terkesan mahal. Orang-orang mungkin bakalan terkecoh dari segi tampilan XD
    Oya, tahunya itu loh... bikin gue ngiler :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kami juga termasuk orang-orang yang terkecoh itu :D

      Hapus
  11. Baru tahu kalau bubur Menado itu namanya Tinutuan, kirain apa tadi, namanya bikin penasaran. Ini adalah satu satunya kuliner yang kukenal dari Manado.

    Dari penampakannya Tahu Menado ini kayak seperti tahu isi atau tahu berontak.

    Kalau Ke bunaken dan mampir Menado harus icip icip ini nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga baru tau setelah makan di Istana Koki ini dan belum ngerasain di tanah aslinya :)

      Hapus
  12. harganya sangat terjangkau sekali ya mbak, aduh jadi pengen nyoba semuanya deh saya :D
    apalagi es krimnya cuman 5ribu aja ya mbak, murah dan keliatannya enak bingit ya, tempat juga bagus sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, saya awalnya juga mikir ini bakal mahal. eh rupanya masih terjangkau kantong kita yang pas-pasan hahhahaa

      Hapus
  13. kelihatannya kuliner khas manado cool banget ya mbak, jadi kepingin jugqa ntuk mencicipinya :) hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, kalau saya memang pengennya nyobain semua masakan tradisional indonesia :)

      Hapus
  14. duh tahu manadonya bikin ngiler :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanan enak memang selalu bikin ngiler ya mbak :)

      Hapus
  15. Ahaiiiiiiiiiii namanya unik ya Istana Koki

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya unik, menunya enak, harganya gak bikin kantong eneg hehhehhe..

      Hapus