BEKERJA SAMA DENGAN TIM

10.47
perempuan november

Bekerja Sama Dengan Tim - Perempuan November : Dulu saya selalu bertanya-tanya, kenapa point yang satu ini kerap kali saya lihat di syarat-syarat untuk menduduki sebuah posisi di iklan lowongan kerja. Memangnya ada orang yang nggak suka atau nggak bisa kerja bareng tim? Bukannya justru asik kalau kerja bareng tim. Satu tujuan besar kita dikerjakan bergotong royong.

Saat kuliah, belajar berorganisasi, trus kerja dan bergaul sana sini, sekarang baru benar-benar paham kenapa point ini selalu ada di iklan lowongan kerja. Meski kita makhluk sosial, tapi tetap saja kita adalah individu-individu yang berbeda satu sama lain. Ada orang-orang yang bisa dengan mudah bekerja sama dengan siapa saja. Ada yang bisa bekerja sama namun dengan orang-orang tertentu saja, orang-orang yang bisa ‘klik’ satu sama lain. Ada pula yang sulit beradaptasi dan memang lebih cocok kalau kerja sendiri.

Mengusahakan agar langkah kita seirama dengan tim ternyata nggak mudah loh. Kalau diadakan penelitian, saya yakin, ada perusahaan-perusahaan yang akhirnya bangkrut karena karyawannya nggak solid. Timnya nggak menyadari akan pentingnya sebuah keselarasan kerja. Atau mungkin, mereka memang bukan orang-orang yang cocok untuk bekerja sama.

Ketika kita bekerja sendiri, kita menanggungjawabi semuanya sendiri. Saat kerja kita bagus, kita seorang yang akan menerima pujian. Sebaliknya, saat kinerja kita jelek, kita sendiri pula yang menanggungnya. Tak ada sangkut-pautnya dengan orang lain. Baik-buruknya kinerja kita, ya cuma kita yang merasakan dampaknya. Berbeda ketika kita berkerja dalam tim. Masing-masing orang sudah memiliki job desk-nya masing-masing yang menjadi tanggungannya. Namun, walau punya tanggungan sendiri, baik-buruknya kinerja kita berhubungan dengan orang lain dan tim secara umum.

Misal nih ya kalau tim dalam sebuah media, katakanlah koran harian ataupun majalah. Masing-masing memiliki bagian namun saling berhubungan dalam penentuan hasil akhir. Secara sederhana anggap saja ada tiga bagian : reporter, fotographer, lay-outer. Agar majalah bisa dicetak, semuanya harus bekerja sama dan saling membantu serta menaati tanggal deadline yang sudah ditentukan. Kalau misalnya si reporter sudah menulis semua beritanya namun sang fotographer belum menyetor foto atau belum berhasil mendapatkan foto yang bagus, tentu sang lay-outer tak bisa bekerja karena bahan belum terkumpul semua. Atau malah sebaliknya, sang fotographer sudah melakukan tugasnya dengan baik, namun tulisan belum juga selesai. Atau malah misalnya reporter dan fotographer sudah bekerja dengan baik, namun si lay-outernya ternyata lalai dalam pekerjaannya, ia salah meletakkan foto dan tulisannya. Tulisan yang bagus, foto yang bagus, jika lay-outernya tidak bagus, hasil akhir majalahnya juga tidak akan maksimal.

Ini masih tim dalam lingkup kecil, bagaimana lagi ya kalau dalam lingkup besar. Kesalahan satu orang berdampak pada satu tim ataupun satu perusahaan. Bukankah ini mengerikan *lebai*.

Ada yang punya pengalaman tentang bekerja sama dengan tim? Share doong disini :)

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

14 komentar

Write komentar
Medan Wisata
AUTHOR
27 Juni 2015 11.06 delete

Bekerja sama dalam tim memang perlu,, dan awalnya akan tersa sulit jika karakter dari setiap orang berbeda dan punya pemikiran sendiri",, tapi ketika semua sudah menyatiu demi sebuah visi, otomatis semua akan berjalan dengan baik.. semangat TIM.. :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
27 Juni 2015 11.17 delete

iya bener, untuk awal kita butuh waktu buat mendalami karakter rekan-rekan kita. tapi memang ada tipe orang yang lebih cocok kerja sendirian :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
27 Juni 2015 11.23 delete

ah abang ini, puasa-puasa mikirin makanan. masih lama buka bang hahhaa..

Reply
avatar
mollymolly
AUTHOR
27 Juni 2015 11.50 delete

Di rumah pun sebenarnya harus utamakan teamwork Di... kami berdua saling membantu. Satukan visi di tengah banyaknya perbedaan *halaaah :D. Kalo kitanya fleksibel pasti lebih mudah sesuaikan diri. Intinya memang dimanapun kita harus bisa kerjasama dengan siapa aja. Gitu deh kakaaaaa... hihihi

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
27 Juni 2015 11.54 delete

berarti nanti kalau nyari kawan serumah salah satu kriteria yg harus diperhatikan adalah harus bisa bekerja sama dalam tim ya kak Moll hehhee.. asiiik.. thanks udah berbagi kak :)

Reply
avatar
sabda awal
AUTHOR
27 Juni 2015 12.08 delete

kayaknya aku fokus ke tim work yang satu ini deh, eleehh berumah tangga, itu yang aku tunggu, jadi aku belum bisa share tentang timwork kak, belum nikah k

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
27 Juni 2015 14.49 delete

ecieee.. yang lagi nunggu berumah tangga. beli aja dulu tangganya sab, ntar rumahnya nyicil hahhaha...

Reply
avatar
Dewi Sartika
AUTHOR
28 Juni 2015 01.54 delete

Bekerjasama dengan tim, didalam aktivitas apapun ini harus dilakukan tanpa adanya kerjasama.ya semua gak ada gunanya. Kerja sendiri tanpa tim rasain deh gimana riweuhnya

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
28 Juni 2015 10.24 delete

tapi ada memang orang yang lebih nyaman kerja sendiri wi, sah-sah aja sih, tapi kalau kalau tipe orang kekgini disuruh kerja tim, timnya yang kasian xixiixiiii..

Reply
avatar
donna imelda
AUTHOR
29 Juni 2015 10.00 delete

bener banget, mbak. Harus itu, kebayang khan gara2 seorang yang gak good team player, goal tim nggak tercapai

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
29 Juni 2015 10.07 delete

yuhuuu.. kayak pribahasa : karena nila setitik, rusak susu sebelanga xiixii..

Reply
avatar
Wulan tsubaki
AUTHOR
2 Juli 2015 12.21 delete

Namanya kerja tim, wajib mau bekerjasama dgn rekan sesama tim dong ya kan kak :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
2 Juli 2015 12.40 delete

iya banget. demi tercapai tujuan bersama. tim harus kompak :D

Reply
avatar