KEANGKUHAN DUA HATI

11.10


Seringkali begini, saat waktu dan ego kompak mempermainkan kita.

Kemarin, aku menyerah pada rindu dan mengabaikan ego dengan menyapamu.
Yang kudapat hanya alibi bernada pengabaian. Sayangku, kau pasti tau pedih hati karena diabaikan. Rinduku kau abaikan dengan dalih ini itu. Rasanya menyakitkan, sayang.

Malam ini, kau meletakkan juba keangkuhanmu dan membiarkan jemarimu menekan nomor ponselku. Tapi rindu telah kubiarkan pergi bersama rintik hujan kemarin malam yang menemaniku pulang. Hanya kosong yang merajai hati kala kutatap ponselku yang bergetar. Aku masih terpaku pada entah, pada tanya, kenapa getar itu tak hadir di hatiku?

Maaf sayang, rindumu kuabaikan. Mungkin kini kau tengah terdiam geram, memungut juba keangkuhanmu, dan memakainya kembali bila esok aku kembali menyapamu karena desakan rindu.

12 Jan’15, sesaat setelah getar ponsel tanda panggilan masuk dari nomormu.
NB : Photo by Laki-Laki Hujan, Location : Tipang Mas - Bakkara

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

8 komentar

Write komentar
15 Januari 2015 12.57 delete

Uhuk,.. ciyeee siapa tuh Kak Di, si lelaki hujan ?

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
15 Januari 2015 21.09 delete

bukan kak, hihiii.... laki-laki hujan hanya fotoprapher dari photo itu saja :)

Reply
avatar
ayu lestari
AUTHOR
15 Februari 2015 15.35 delete

blog mu agak-agak membuatku gimana ya ger....

Reply
avatar
19 Februari 2015 08.22 delete

Cinta muncul dimana-mana... Hahaha

so sweeeeet

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
21 Februari 2015 23.17 delete

bukankah baik jika cinta muncul dimana-mana :)

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
28 Juli 2015 14.56 delete

apa tuh maksudnya bang??? hehhee..

Reply
avatar