NOVEMBER

22.15
photo by www.freeinternetpictures.com

Wuaaah… sudah Desember. Padahal kemarin saya begitu menanti-nanti November J

Ada apa dengan November, kenapa selalu saya nanti? Mungkin karena November  adalah bulan kelahiran saya. Mungkin juga karena November selalu menawarkan hujan yang menenangkan. Kemungkinan lain adalah karena di bulan November saya pernah menikmati rintik hujan bersama si Pria Maret (dulu, sebelum dia punya stang bundar dan sebelum kebersamaan kami merenggang).

Well, November selalu membawa energi positif buat saya. Selalu saya nanti dengan sukacita, dan saya jalani dengan hati gembira. November adalah masa dimana saya banyak merenung, mengingat hal-hal yang telah lalu dan mensyukuri segala nikmat yang telah Raja Semesta beri. Mengubur kekecewaan dan memupuk segala asa yang sempat layu. Mengikhlaskan mimpi yang terlewatkan dan membangun mimpi baru. 

November juga berarti waktunya bagi saya untuk menikmati hujan. Meski tak dapat dipungkiri, sesekali saya turut menangis seiring deras hujan yang menyamarkan suara kepedihan di hati saya kala kerinduan pada ia yang telah pergi tak mampu saya bendung lagi. Tapi November selalu penuh cinta, hingga segala pedih berubah menjadi semangat untuk bangkit dan menjadi do’a penyembuh luka.

Sekarang sudah Desember. Hujan masih setia bertandang. Semangat November masih saya genggam. Mudah-mudahan Raja Semesta memperkenankan saya bertemu November di tahun-tahun  berikutnya. Amin!

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »