IRONI-IRONI KEHIDUPAN

11.34
Ironi Ironi Kehidupan


Kalau baca judul postingannya, jangan mikir saya bakal nulis cerpen atau novel di postingan kali ini ya hehee.. eh tapi memang mau cerita tentang cerpen sih :D

Sebenarnya ini salah satu berita bahagia bulan November kemarin, tapi baru sempat nulisnya sekarang. Jadi kan, Ironi Ironi Kehidupan itu adalah judul buku yang berisi kumpulan cerpen karya 30 penulis Sumut di masa tahun 2000-an. Nah, salah satunya adalah cerpen saya (cieee… kasih tepuk tangan dong buat saya, prok,,prok..prook).

Keterlibatan cerpen saya dibuku ini berawal saat seorang teman yang tulisannya sering nampang di harian kota Medan menelfon. Ia menjelaskan perihal rencana pembuatan buku kumpulan cerpen penulis Sumut. Jadi saya diminta mengirim lima cerpen saya yang pernah terbit di media massa. Nanti kalau lulus seleksi bakal dihubungi lagi. Ya sudah saya kirim saja sesuai permintaannya. Menjelang November, ia memberi kabar kalau cerpen saya yang berjudul –Hujan di Bulan Maret- lolos seleksi dan akan diterbitkan bersama karya 29 penulis lainnya.

Minggu, 23 November 2014, buku Ironi Ironi Kehidupan yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan ini pun diluncurkan dan dibedah oleh pak Mihar Harahap dan pak Arie F Batubara. Sayang saya tidak bisa datang karena waktu itu sedang tak di Medan.

Sampai sekarang saya belum mendapatkan buku tersebut karena belum sempat bertemu dengan teman saya. Tapi saya cukup senang tulisan saya bisa lolos seleksi dan bersanding dengan cerpen dari kawan-kawan penulis lainnya. Rencananya, buku tersebut akan dikirim ke sekolah-sekolah di Sumut untuk koleksi perpustakaan mereka. Duuuh senengnya, jadi semangat nulis lagi nih J

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »