KEPADA BINTANG BERPUISI

12.17
foto by : kak Mollyta


Pernah kulisankan sebuah kalimat di suatu malam, saat sua terajut tak lebih dari hitungan jari sebelah tangan

Tentang kata-kata serupa rintik yang menghujanimu

Ya, aku ingin menghujanimu dengan kata-kata

Kata-kata seindah hujan yang turun di bulan November, bersebab aku, Perempuan November yang digariskan takdir untuk bersinggungan denganmu, Bintang Berpuisi.

Berikutnya, kau sering menghadiahiku senyum hangat, cerita-cerita entah itu luka ataupun tawa, juga mimpi yang coba kau raih. Dan kita tanpa sadar telah berada di ruang rindu dan rasa yang sama : persahabatan.

November masih jauh. Kau masih terus berpuisi. Dan aku terus saja menghujanimu dengan kata-kata, dalam sua, dalam do’a.


Ttd,


Perempuan November

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
Dewi Sartika
AUTHOR
24 Agustus 2014 00.19 delete

aku suka,,,
terima kasih buat balasannya, aku tunggu balasan selanjutnya

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
24 Agustus 2014 23.24 delete

hehheeee.. balaslah dulu yang ini, biar kubalas lagi xixixiii... balas-balasan jadinya :D

Reply
avatar
5 September 2014 01.18 delete

keren puisinya..
kan kunanti tajuk kata besua maupun tak besua dari perempuan november..
salam kenal dari MizleWest18

Reply
avatar
Diah Siregar
AUTHOR
5 September 2014 09.55 delete

ketika langkah kaki kian jauh tersesat dalam rimba kehidupan, dan kau tahu saat itu ada seseorang yang menanti sua bersamamu, berbahagialah, karena saat itu kau sudah punya alasan untuk tersenyum :)

terima kasih sudah bertandang, MizleWest18 :)

Reply
avatar