ALIH PROFESI

20.21

Selain menulis, sebenarnya saya juga suka mengabadikan momen dalam bentuk gambar a.k.a fotographer. Rasanya menyenangkan bisa jeprat-jepret sesuatu.

Hari ini, saya dan rekan saya –fotographer-, ada agenda wawancara narasumber di salah satuh rumah sakit besar di kota Medan. Sambil menunggu PR dari rumah sakit tersebut, kami berb
incang di lobi rumah sakit yang bersih itu. Tentu saja perbincangan tidak jauh-jauh dari pekerjaan kami : tulisan dan foto. Saat tengah berbincang itulah tiba-tiba terbersit ide cemerlang (menurut saya :D) : berganti profesi untuk beberapa saat.

Yaps, kami sepakat untuk berganti profesi. Saya jadi fotographer, dan rekan saya jadi reporternya (kebetulan rekan saya ini juga bisa menulis). Tujuannya sih untuk refreshing saja dari rutinitas kerja masing-masing. Jadilah hari itu saya asik jeprat-jepret dan rekan saya itu asik ngobrol (wawancara) dengan si narasumber.

Seru juga ternyata. Biasanya pegang recorder dan alat tulis sambil ngobrol, kali ini pegang kamera, membidik narasumber dari berbagai sudut. Hasilnya? Cukup menyenangkan mendengar komentar rekan saya itu : 

“Seep, udah bisa jadi fotographer,” ucapnya sambil mengacungkan jempol. Sayangnya saya tidak bisa memposting hasil foto-foto saya itu malam ini karena itu merupakan kebutuhan majalah. So, nunggu terbit di majalah dulu baru bisa diposting.

Buat saya, ide bertukar profesi untuk beberapa saat ini menyenangkan. Selain buat refreshing, juga membuat kami lebih belajar lagi. Saya belajar menghasilkan foto yang bagus, teman saya belajar menulis yang bagus :D

Paling semangat kalau diajak jalan-jalan, apalagi kalau gratisan. Gemar fotographi meski lebih gemar lagi bernarsis ria. Suka cappuccino tapi lebih sering nge-teh

Artikel Terkait

Previous
Next Post »